<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
<channel>
	<title>Perang Dunia &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<atom:link href="https://www.santuynesia.com/blog/tag/perang-dunia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<description>Macul Ilmu</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Feb 2022 01:52:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
	<url>https://www.santuynesia.com/blog/santuyuploads/2021/09/santuynesia-favicon.png</url>
	<title>Perang Dunia &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Latar Belakang Sejarah Terjadinya Perang Dunia 2</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/latar-belakang-sejarah-perang-dunia-2</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/latar-belakang-sejarah-perang-dunia-2#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2022 03:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=4273</guid>
					<description><![CDATA[Anda sudah tahu bagaimana latar belakang sejarah perang dunia 2? Negara-negara mana yang terlibat dalam perang dunia 2? Dan seperti apa akhir dari perang dunia 2? Anda akan menemukan jawaban dari ketiga pertanyaan tersebut melalui penjelasan berikut ini. Yuk, simak dengan seksama. Perang dunia 2 dapat dikatakan sebagai lanjutan dari perang dunia 1. Jerman yang mengalami [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Anda sudah tahu bagaimana latar belakang sejarah perang dunia 2? Negara-negara mana yang terlibat dalam perang dunia 2? Dan seperti apa akhir dari perang dunia 2?</p>
<p>Anda akan menemukan jawaban dari ketiga pertanyaan tersebut melalui penjelasan berikut ini. Yuk, simak dengan seksama.</p>
<p>Perang dunia 2 dapat dikatakan sebagai lanjutan dari <a href="https://santuynesia.com/latar-belakang-sejarah-perang-dunia-1" target="_blank" data-type="post" data-id="4267" rel="noreferrer noopener nofollow">perang dunia 1</a>. Jerman yang mengalami kekalahan telak di perang dunia 1 melakukan balas dendam di perang dunia 2. Sebagai pihak yang kalah, Jerman saat itu harus membayar ganti rugi perang dan menyerahkan 13 persen wilayahnya ke sejumlah negeri, seperti Perancis dan Sekutu. Di samping itu, Jerman juga harus membatasi angkatan perangnya, dengan harapan tidak akan terjadi peperangan lagi ke depannya. Kesemuanya itu diatur dalam Perjanjian Versailles.</p>
<p>Adalah Adolf Hitler, pemimpin Jerman tak mengindahkan Perjanjian Versailles. Hitler membangkitkan Jerman dan mulai melakukan balas dendam ke Perancis. Kota Danzig, Polandia menjadi sasaran pertama penyerbuan Jerman, yakni tepatnya pada 1 September 1939. Pada tanggal inilah perang dunia 2 dimulai.</p>
<p>Untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan tentang sejarah perang dunia 2 berikut ini.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Sebab-sebab Terjadinya Perang Dunia 2</h2>
<p>Sebab-sebab perang dunia 2 diklasifikasikan menjadi dua, yakni sebab khusus dan sebab umum. Sebab khusus berkaitan dengan penyerbuan Jerman terhadap Polandia, tepatnya di Kota Danzig. Sementara sebab umum berkaitan dengan negara-negara Eropa yang saling berlomba memperkuat sektor militernya dan adanya politik aliansi.</p>
<p>Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai sebab-sebab terjadinya perang dunia 2.</p>
<h3 class="wp-block-heading">1. Sebab Khusus</h3>
<p>Secara khusus, perang dunia 2 meletus karena Jerman yang dipimpin oleh Adolf Hitler menyerbu Kota Danzig, Polandia. Penyerbuan ini dilakukan pada 1 September 1939.</p>
<p>Hitler menjadikan Kota Danzig sebagai sasaran serbuan karena mayoritas penduduk di sana berkebangsaan Jerman. Namun, Polandia tak ambil sikap diam. Polandia sendiri merupakan negara di bawah pengawasan Liga Bangsa-Bangsa (LBB).</p>
<p>Oleh karena itu, Inggris dan Perancis, sebagai negara pendukung LBB menyatakan perang terhadap Jerman pada 3 September 1939. Sekutu-sekutu dari kedua negara itu kemudian membantunya.</p>
<h3 class="wp-block-heading">2. Sebab Umum</h3>
<p>Selain sebab khusus, meletusnya perang dunia 2 juga terjadi karena sebab umum. Berikut adalah sebab umum terjadinya perang dunia 2:</p>
<ul class="wp-block-list"><li>LBB gagal dalam menciptakan perdamaian dunia. LBB bahkan bukan lagi menjadi ‘penengah’ konflik antar negara, lembaga ini justru menjadi alat politik bagi negara-negara besar untuk mencari keuntungan. LBB tak berkutik saat negara-negara besar berbuat seenaknya sendiri, seperti serangan Italia terhadap Ethiopia yang terjadi pada tahun 1935.</li><li>Negara-negara maju saling menebar kecurigaan. Jerman dan Italia curiga terhadap komunisme Rusia. Sementara Rusia pun curiga tergadap nasionalis-sosialis Jerman dan fasisme Italia. Hal ini membuat negara-negara tersebut berlomba-lomba memperkuat sektor militernya.</li><li>Negara-negara maju mencari kawan persekutuan (atau biasa kita kenal dengan sebutan ‘politik aliansi’). Alasanya ialah negara-negara maju khawatir akan meletusnya perang besar. Sehingga terbentuklah dua blok besar pada saat itu. Blok Fasis terdiri dari Jerman, Italia dan Jepang dan Blok Sekutu yang terklasifikasi menjadi dua, di antaranya Blok Komunis terdiri dari Polandia, Rusia, Bulgaria, Rumania, Cekoslavakia dan Yugoslavia dan Blok Demokrasi terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Belanda.</li><li>Adanya politik ekspansi atau perluasan wilayah dengan cara menjajah sehingga menimbulkan pertentangan-pertentangan. Jerman mengumumkan Lebensraum (Jerman Raya) yang meliputi Eropa Tengah. Italia menginginkan Italia Irredenta (Italia Raya) yang terdiri dari seluruh laut Tengah dan Abbesinea. Sementara Jepang mendeklarasikan Kemakmuran Bersama di Asia Tumur Raya. Hal ini menjadi tantangan bagi imperialism Inggris, Perancis dan Amerika Serikat.</li><li>Adanya pertentangan antara paham fasis, komunis dan demokrasi.</li><li>Jerman merasa dihina oleh Perancis melalui Perjanjian Versailles pada akhir perang dunia 1. Sehingga Jerman melakukan balas dendam (Recanche Idea) terhadap Perancis.</li></ul>
<h2 class="wp-block-heading">Latar Belakang Sejarah Terjadinya Perang Dunia 2</h2>
<p>Perang dunia 2 dapat dikatakan sebagai buntut dari perang dunia 1. Perjanjian Versailles dan Konferensi Perdamaian memberikan keuntungan besar bagi negara pemenang (Sekutu). Sementara negara yang kalah, yakni Jerman mendapatkan perlakuan yang tidak adil. Jerman pun menjadi negara yang paling dirugikan akibat perjanjian tersebut. Jerman harus menyerahkan 13 persen wilayahnya kepada negara pemenang. Jerman harus membatasi kekuatan militernya. Jerman pun dituntut membayar ganti rugi akibat perang.</p>
<h3 class="wp-block-heading">Hitler Membangkitkan Jerman</h3>
<p>Pada akhirnya, Jerman mengalami keterpurukan baik di bidang ekonomi maupun politik akibat Perjanjian Versailles. Adalah Adolf Hitler dan Partai Nasional Sosialis (Nazi) naik ke tampuk kekuasaan Jerman.</p>
<p>Pada tahun 1933, Hitler dengan sangat cepat mengonsolidasi kekuasaan. Ia bahkan menggelari dirinya sebagai pemimpin tertinggi (Fuhrer) di Jerman.</p>
<p>Hitler mulai membangkitkan Jerman setelah mengalami kekalahan di perang dunia 1 dan penderitaan yang hebat. Melalui Partai Nazi, Hitler membangun kembali Jerman.</p>
<p>Hitler menerapkan paham chauvinisme. Chauvinisme adalah paham yang menganggap ras dirinya lebih unggul dibandingkan ras lainnya. Hitler ingin menjadikan ras murni Jerman, ras Arya sebagai superioritas ras. Menurut pemimpin tertinggi Jerman itu, perang merupakan cara untuk memperluas ruang hidup agar ras dapat berkembang.</p>
<p>Adapun beberapa tindakan yang dilakukan Hitler untuk membangkitkan Jerman dari keterpurukan:</p>
<ul class="wp-block-list"><li>Menolak isi Perjanjian Versailles;</li><li>Mengembangkan militer atau angkatan perang yang gahar;</li><li>Mendeklarasikan semangat anti-Yahudi dengan mengusir bahkan membunuh orang-orang Yahudi;</li><li>Melakukan kerja sama politik dengan Italia dan Jepang;</li><li>Membentuk secret police (polisi rahasia) alias Gestapo.</li></ul>
<p>Pada tahun 1930, Hitler mulai mempersenjatai angkatan perang Jerman dan melanggar Perjanjian Versailles. Usai membentuk kerja sama politik dengan Italia dan Jepang, pada tahun 1938, Hitler mengirim angkatan perangnya untuk menduduki Austria. Pada tahun 1939, Jerman juga menduduki Cekoslovia.</p>
<p>Di sisi lain, negara-negara yang bersahabat dengan Cekoslovia, seperti Uni Soviet dan Amerika Serikat tengah disibukkan oleh masalah internal dalam negeri. Sehingga, serangan yang dilakukan Jerman terabaikan. Perancis dan Inggris juga memilih untuk diam karena dua negara ini ingin menghindari pertentangan.</p>
<h3 class="wp-block-heading">Perancis &amp; Inggris Menyatakan Perang dengan Jerman</h3>
<p>Hitler kemudian memperluas wilayah ekspansinya. Pada 1 September 1939, pasukan perang Jerman menyerbu Polandia bagian barat, tepatnya di Kota Danzig. Dua hari kemudian, Perancis dan Inggris yang menjamin dukungan militer&nbsp; untuk Polandia menyatakan perang terhadap Jerman. Pada tanggal inilah, perang dunia 2 dimulai.</p>
<p>Pada 17 September 1939, angkatan perang Soviet (negara ini bersahabat dengan Jerman) melancarkan penyerbuan ke Polandia bagian timur. Karena diserang oleh dua pihak dari sisi barat dan timur, Polandia tersungkur dengan cepat.</p>
<p>Kemudian, pasukan Soviet yang dipimpin oleh Joseph Stalin ini memperluas wilayah penyerbuannya dengan menduduki negara Baltik, yakni Latvia, Lithuania dan Estonia. Soviet pun berhasil mengalahkan Finlandia.</p>
<p>Enam bulan setelah Jerman dan Soviet menyerbu Polandia, berita tentang adanya perang masih belum dipercaya banyak orang. Lebih dari itu,warga Eropa justru menyebut penyerbuan itu sebagai perang palsu.</p>
<p>Perang pun meluas hingga Eropa Barat. Pada saat inilah, warga menjadi panik dan mulai menyadari adanya perang.</p>
<h3 class="wp-block-heading">Perang Dunia 2 Meluas Eropa Barat</h3>
<p>Perang dunia 2 mulai meluas hingga ke Eropa Barat. Jerman memperluas wilayah penyerbuannya hingga ke Norwegia dan Denmark, pada 9 April 1940. Jerman kemudian sukses menduduki Belanda dan Belgia pada 10 Mei 1940.</p>
<p>Tiga hari kemudian, Jerman menyerang angkatan perang Prancis yang berada di Sedan. Sebagai informasi, Sedan menjadi daerah ‘pertahanan yang rumit’ yang dibangun setelah berakhirnya perang dunia 1. Bahkan, Sedan dianggap sebagai daerah penghalang pertahanan yang tidak bisa ditembus oleh angkatan perang manapun.</p>
<p>Akan tetapi, hal itu bukanlah mustahil bagi Jerman. Pasukan Hitler berhasil menerobos daerah itu dengan tank dan pesawat yang terus bergerak maju.</p>
<p>Petinggi fasis Italia, Benito Mussolini tertarik bekerja sama dengan Hitler di tengah keterpurukan Prancis. Jerman menyetujuinya, dan Italia menyatakAn perang terhadap Perancis maupun Inggris pada 10 Juni 1940.</p>
<p>Pada akhirnya, Jerman berhasil menduduki Perancis. Sebagai negara kalah, wilayah Prancis dibagi menjadi dua. Satu di bawah pendudukan angkatan perang Jerman dan lainnya di bawah kepemimpinan Phillippe Petain, yang berpusat di Vichy (Perancis).</p>
<p>Usai menduduki Perancis, Hitler tertarik untuk mencaplok Inggris. Inggris saat itu memiliki pertahanan yang kuat di Selat Inggris. Sehingga, pasukan Jerman melakukan penyerangan melalui udara untuk membuka jalan Selat Inggris.</p>
<p>Di tengah pertempuran Jerman dengan Inggris, angkatan udara Britania Raya, Royal Air Force (RAF) berhasil memukul mundur angkatan udara Jerman, Luftwaffe dalam pertempuran Britania. Kekalahan ini membuat Hitler tak lagi menyerang Inggris. Inggris pun dapat sedikit bernapas lega.</p>
<h3 class="wp-block-heading">Jerman Serang Uni Soviet Melalui Operasi Barbarossa</h3>
<p>Pada tahun 1941, Jerman berhasil menduduki kawasan Balkan (Eropa bagian tenggara). Penaklukan ini, bagi Hitler, merupakan langkah awal yang baik untuk melakukan serangan ke Uni Soviet Socialist Republics (USSR).</p>
<p>Hitler berharap berhasil mencaplok Uni Soviet karena wilayahnya yang sangat luar. Hal ini, menurut dia, dapat menjadikan ruang hidup untuk perkembangan ras murni Jerman, ras Arya.</p>
<p>Di sisi lain, bagi Hitler, pendudukan kawasan Balkan merupakan strategi untuk melenyapkan Yahudi di Eropa. Sebab, menurutnya, Yahudi menjadi penyebab sektor ekonomi dan politik di Eropa mengalami ketidakstabilan. Ia pun merencanakan gerakan genosida atau pembunuhan secara besar-besaran dan mempercayakan ‘misi’ ini kepada kepala polisi Jerman, Heinrich Himmler. Selama tiga tahun berikutnya, lebih dari 6 juta orang Yahudi dibunuh di kamp-kamp konsentrasi yang didirikan oleh Austria dan Polandia.</p>
<p>Pada 22 Juni 1941, Jerman mulai melakukan penyerangan ke Uni Soviet melalui Operasi Barbarossa. Uni Soviet mengerahkan kekuatan militer yang luar biasa untuk menghadang Jerman. Namun, tank, pesawat dan persenjataan yang dimiliki Uni Soviet itu sudah kuno, sehingga meski kalah jumlah kekuatan, militer Jerman yang sudah modern berhasil mendekati Moskow pada Juli 1941.</p>
<p>Akan tetapi, Hitler menunda melanjutkan invasi ke Uni Soviet karena dua hal. Pertama karena musim dingin yang melanda Uni Soviet, dan kedua karena adanya kesalahpahaman dengan petinggi Jerman di lapangan.</p>
<h3 class="wp-block-heading">Gejolak di Asia Pasifik</h3>
<p>Perang dunia 2 tidak hanya terjadi di belahan Bumi bagian Eropa saja. Perang juga berlangsung di Asia Pasifik. Jepang yang merupakan negara sahabat Jerman menyerang pangkalan laut utama  Amerika Serikat di Pearl Harbor, Hawaii pada 7 Desmber 1941. Akibatnya, sebanyak 2.300 tentara Amerika tumbang.</p>
<p>Rakyat Amerika pun marah dengan kejadian tersebut. Mereka mendesak pemerintahan Amerika ikut terlibat dalam perang dunia 2. Permintaan tersebut terkabulkan, pada 8 Desember 1941, Amerika menyatakan perang terhadap Jepang.</p>
<p>Jerman sebagai negara sahabat Jepang merespons pernyataan tersebut. Hitler pun menyatakan perang terhadap Amerika.</p>
<p>Amerika berhasil memukul mundur Jepang dalam serangkaian serangan. Di salah satu daerah Kepulauan Solomon selatan, Guadalcanal, pada Agustus 1942 hingga Februari 1943, Amerika mengalahkan pasukan Jepang. Pada pertengahan 1943, Amerika melakukan serangan amfibi di pulau-pulau utama yang diduduki Jepang di Pasifik.</p>
<h3 class="wp-block-heading">Sekutu Bangkit</h3>
<p>Amerika bersama Inggris kemudian menyerang Jerman dan Italia pada tahun 1943. Sekutu berhasil menghabisi Italia dan menyebabkan pemerintahan Benito Mussolini runtuh.</p>
<p>Pada 6 Juni 1944, Sekutu melancarkan serangan besar-besaran ke Eropa. Sebanyak 156.000 tentara gabungan dari Amerika, Inggris dan Kanada dikerahkan. Sebagai respons, Jerman mengerahkan seluruh kekuatan perangnya yang tersisa di Eropa Barat.</p>
<p>Hitler berusaha mengalahkan Amerika dan Inggris dalam Pertempuran Bulge pada Desember 1944 – Januari 1945. Inilah serangan besar terakhir yang dilakukan Jerman di perang dunia 2.</p>
<p>Namun, serangan Jerman tidak membawa hasil, Sekutu justru melakukan pemboman udara secara intensif pada Februari 1945. Pasukan Hitler tak bisa membendung serangan tersebut, bahkan Berlin sudah terkepung.</p>
<p>Kondisi Jerman kemudian semakin tidak karuan. Adolf Hitler, sang pemimpin tertinggi Jerman memilih bunuh diri pada 30 April di bunker-nya (tempat perlindungannya) di Berlin. Pada 8 Mei, Jerman secara resmi menyatakan menyerah.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Pasca Perang Dunia 2</h2>
<p>Perang dunia 2 dapat dikatakan sebagai perang terdahsyat sepanjang sejarah. Berbeda dengan perang dunia 1 yang merenggut nyawa sekitar 10 juta serdadu dan 13 juta warga sipil, perang dunia 2 lebih banyak lagi, yakni merenggut nyawa hingga 60 juta jiwa, termasuk 6 juta orang Yahudi yang dibantai secara besar-besaran oleh pasukan Hitler. Jutaan orang lainnya pun mengalami terluka dan tidak sedikit orang yang kehilangan rumah dan hartanya karena peperangan dahsyat tersebut.</p>
<p>Akhir perang dahsyat ini ditandai dengan disetujuinya perjanjian damai melalui Konferensi Postdam dan Perjanjian San Francisco. Konferensi Postdam merupakan perjanjian antara Sekutu dan Jerman yang digelar pada 2 Agustus 1945. Melalui konferensi ini, disepakati pembagian Jerman menjadi empat wilayah pendudukan, bagian barat dikendalikan Amerika Serikat, Inggris dan Prancis dan bagian timur dikendalikan oleh Uni Soviet. Tentara Jerman juga harus dikurangi jumlah pasukan dan peralatannya. Dan tokoh-tokoh Nazi dan penjahat perang dihukum di bawah kendali internasional. Jerman pun dituntut membayar ganti rugi perang kepada Sekutu.</p>
<p>Kemudian, Perjanjian San Francisco antara Sekutu dan Jepang. Perjanjian ini digelar pada 8 September 1951. Melalui perjanjian ini disepakati bahwa pulau-pulau Jepang harus tunduk terhadap pengawasan Amerika Serikat. Kemudian, Kepulauan Sakhalin Selatan dan Kuriil dikendalikan oleh Uni Soviet. Penjahat perang dihukum di bawah pengawasan internasional. Dan Jepang, sebagaimana Jerman, dituntut untuk membayar ganti rugi perang kepada Sekutu.</p>
<p>Pasca perang, paham komunis dan liberal pun menyebar ke seluruh dunia. Penyebaran dua ideologi ini disertai dengan kemunculan dua negara adidaya, yakni Amerika Serikat dan Uni Soviet. Kedua negara tersebut bersaing memperebutkan pengaruh dunia.</p>
<p>Itulah penjelasan tentang <a href="/">latar belakang sejarah perang dunia 2</a>, mulai dari sebab-sebab terjadinya, latar belakang hingga akhir dari perang dunia 2. Semoga penjelasan ini memberikan pengetahuan dan wawasan baru untuk Anda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/latar-belakang-sejarah-perang-dunia-2/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Latar Belakang Sejarah Terjadinya Perang Dunia 1</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/latar-belakang-sejarah-perang-dunia-1</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/latar-belakang-sejarah-perang-dunia-1#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2022 01:42:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=4267</guid>
					<description><![CDATA[Anda sudah tahu sejarah perang dunia 1? Perang dunia 1 disebut-sebut sebagai perang yang paling destruktif (atau merusak) dalam sejarah modern. Sebab, dalam peperangan yang mengerikan itu, sebanyak hampir 10 juta serdadu tewas. Lebih lanjut, sebanyak 21 juta orang mengalami luka-luka akibat perang ini. Dan diperkirakan sebanyak 13 juta warga sipil (non-militer) tewas di peperangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Anda sudah tahu sejarah perang dunia 1? Perang dunia 1 disebut-sebut sebagai perang yang paling destruktif (atau merusak) dalam <a href="/tag/sejarah" target="_blank" rel="noreferrer noopener">sejarah</a> modern. Sebab, dalam peperangan yang mengerikan itu, sebanyak hampir 10 juta serdadu tewas. Lebih lanjut, sebanyak 21 juta orang mengalami luka-luka akibat perang ini. Dan diperkirakan sebanyak 13 juta warga sipil (non-militer) tewas di peperangan ini.</p>
<p>Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perang dunia 1, yuk kita simak ulasan berikut ini. Dalam ulasan berikut ini, Anda akan mendapatkan pengetahuan mengenai sebab-sebab, latar belakang hingga kerugian akibat terjadinya perang dunia 1. Langsung saja, kita bahas satu per satu. Yuk, simak dengan seksama.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Sebab-sebab Terjadinya Perang Dunia 1</h2>
<p>Sebelum menuju ke latar belakang perang dunia 1, Anda harus mengetahui terlebih dahulu sebab-sebab dari perang ini. Sebab-sebab terjadinya perang dunia 1 diklasifikasikan menjadi dua, yakni sebab khusus dan sebab umum.</p>
<p>Sebab khusus berkaitan dengan terbunuhnya sang putra mahkota Austria bernama Franz Ferdinand pada 28 Juni 1914. Sedangkan sebab umum berkaitan dengan berkembangnya industrialisasi dan militer di negara-negara Eropa. Berikut ulasan lebih lengkap mengenai sebab-sebab terjadinya perang dunia 1.</p>
<h3 class="wp-block-heading">1. Sebab Khusus</h3>
<p>Secara khusus, meletusnya perang dunia 1 disebabkan oleh aksi pembunuhan sang putra mahkota Austria, Franz Ferdinand pada 28 Juni 1914. Pembunuhan ini dilakukan oleh Gavrilo Principle di ibu kota Bosnia Herzegovina, Sarajevo. Gavrilo Principle sendiri merupakan anggota kelompok nasionalis Slavia yang memiliki markas pusat di Serbia.</p>
<p>Karena pembunuhan ini, muncullah pertentangan antar negara yang disusul dengan pernyataan perang. Satu bulan kemudian, tepatnya pada 28 Juli 1914, Austria menyatakan perang terhadap Serbia. Hal ini dikarenakan Serbia tidak menggubris ultimatum dari Austria yang terkenal dengan nama ‘Ultimatum Hasbburg’. Adapun isi ultimatum tersebut adalah meminta Serbia menyerahkan pembunuh sang putra mahkota Austria dalam waktu dekat.</p>
<p>Rusia yang merasa berkepentingan dengan wilayah Balkan, segera membantu Serbia untuk melawan Austria. Austria sendiri memiliki sekutu Jerman untuk membantunya melakukan serangan ke Serbia.</p>
<p>Pada 30 Juli 1914, Rusia melontarkan ultimatum meminta Austria menarik pasukannya yang berada di Serbia. Ultimatum itu tidak digubris. Sekutu Austria, Jerman justru menyatakan perang terhadap Rusia pada 1 Agustus 1914.</p>
<p>Lebih lanjut, sekutu Rusia, yakni Prancis dan Inggris turut membantunya dalam melawan Jerman dan Austria. Prancis dan Inggris kemudian menyatakan perang terhadap Jerman pada 4 Agustus 1914.</p>
<p>Dengan adanya ultimatum dan pernyataan perang dari beberapa negara ini, perang dunia pun meletus. Dengan kata lain, perang, dalam waktu singkat, telah meluas ke seluruh Eropa.</p>
<h3 class="wp-block-heading">2. Sebab Umum</h3>
<p>Selain sebab khusus, meletusnya perang dunia 1 juga terjadi karena sebab umum. Ada dua faktor yang mempengaruhi perang dunia 1 jika dilihat dari sebab umum, yakni industrialiasi yang semakin bekembang dan sektor militer di negara-negara Eropa yang mulai menunjukkan kemajuan.</p>
<p>Sejumlah negara di Eropa, yaitu Rusia, Prancis, Jerman, Belanda, Italia dan Austria saling berlomba-lomba di bidang pengembangan industri. Oleh karena itu, mereka saling berebut sumber bahan baku industri, wilayah pemasaran dan tempat untuk menanamkan kelebihan modal di negara-negara jajahan. Ya, saat itu, negara-negara jajahan dijadikan ajang rebutan bagi negara-negara Eropa.</p>
<p>Keadaan menjadi semakin panas seiring dilakukannya pengembangan militer secara besar-besaran oleh negara-negara Eropa. Setiap negara Eropa memperkuat militernya dengan peralatan canggih, dan bahkan menerapkan wajib militer untuk rakyatnya. Saat itulah, negara-negara Eropa saling bersaing membuat senjata-senjata militer baik dalam segi kualitas maupun kauntitas.</p>
<p>Lebih lanjut, negara-negara Eropa kemudian membentuk persekutuan yang terbagi menjadi dua. Pertama, persekutuan Blok Entente yang terdiri dari Inggris, Prancis, Serbia dan Rusia. Kedua, persekutuan Blok Sentral yang terdiri dari Jerman dan Austria. Ya, perang dunia 1 dapat dikatakan sebagai perang antara persekutuan Blok Entente melawan persekutuan Blok Sentral.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Latar Belakang Sejarah Perang Dunia 1</h2>
<p>Perang dunia 1 berlangsung dari 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918. Perang diawali dari pertikaian antara Austria dan Serbia. Kemudian, perang semakin meluas karena sekutu-sekutu dari kedua negara tersebut turut membela. Bagaimana cerita lengkapnya? Yuk simak ulasan ini hingga tuntas.</p>
<h3 class="wp-block-heading">Terbunuhnya Putra Mahkota Austria</h3>
<p>Pada 28 Juni 1914, sang putra mahkota Austria, Franz Ferdinand dibunuh saat melakukan kunjungan negara ke ibu kota Bosnia Herzegovina, Sarajevo. Adalah Gavrilo Principle yang membunuh Ferdinand. Gavrilo Principle adalah anggota kelompok nasionalis Slavia yang memiliki markas pusat di Serbia. Ia merupakan bagian dari kelompok teroris Bosnia yang berhubungan dengan Black Hand.</p>
<p>Perlu Anda ketahui, Black Hand adalah perkumpulan rahasia yang revolusioner di Serbia. Kelompok ini memiliki semboyan ‘Union or Death’ (Uni atau Mati). Kolonel Apis Dimitrievich yang merupakan kepala seksi (Intelligence) dari Staf Umum tentara Serbia menjadi pemimpin kelompok ini. Adapun misi utama dari Black Hand adalah teror dan pembunuhan.</p>
<p>Kembali ke cerita. Gavrilo saat itu melepaskan dua tembakan dalam jarak dekat ke mobil sang putra mahkota Austria. Tidak hanya Ferdinand, istrinya juga terbunuh dalam peristiwa tersebut. Dengan membunuh sang putra mahkota Austria, Gavrilo dan kawan-kawan berharap timbul ketegangan di Kekaisaran Hapsburg.</p>
<p>Austria betul-betul marah dan ingin menyatakan perang dengan Serbia. Namun, Austria membutuhkan persetujuan dari sekutunya, yakni Jerman. Jerman pun merespons dengan cepat, ia menyetujui Austria mengangkat senjata melawan Serbia. Kedua negara itu pun menginginkan serangan yang cepat agar Serbia kewalahan sebelum negara-negara lain ikut campur dalam perang ini.</p>
<p>Pada 23 Juli 1914, Austria melontarkan ultimatum kepada Serbia, yang salah satunya berisi tuntutan penyelidikan si pembunuh sang putra mahkota. Austria meminta Serbia merespons ultimatumnya dalam waktu 40 jam.</p>
<p>Serbia pun dengan cepat menjawab ultimatum tersebut. Serbia setuju dengan semua tuntutan Austria kecuali satu hal. Ialah Serbia tidak akan memberikan izin kepada Austria memasuki wilayahnya untuk menyelediki pembunuhan tersebut.</p>
<h3 class="wp-block-heading">Terbentuknya Blok Sentral &amp; Blok Entente</h3>
<p>Merespons penolakan itu, Austria, pada 28 Juli 1914 menyatakan perang terhadap Serbia. Seiring berjalannya waktu, perang menjadi besar karena para sekutu turut membantu kedua negara tersebut. Austria dibantu oleh Jerman yang membentuk persekutuan Blok Sentral. Sementara Serbia dibantu oleh Inggris, Prancis dan Rusia yang membentuk persekutuan Blok Entente.</p>
<p>Jerman yang membantu Austria pun menyatakan perang terhadap Prancis. Tepatnya pada tanggal 4 Agustus 1914, Jerman menerobos Belgia untuk melancarkan serangan ke Prancis. Inggris dan Rusia tak ingin tinggal diam, ia bantu Prancis dalam perang melawan Jerman itu. Dengan demikian, selain Austria dan Serbia, terdapat empat negara Eropa yang juga terlibat perang.</p>
<p>Lebih lanjut, perang Austria melawan Serbia hanya dijadikan empat negara tersebut sebagai ‘alasan’ untuk saling membalaskan dendam. Di samping itu, keempat negara itu juga memanfaatkan kesempatan ini sebagai ajang saling menunjukkan kekuatan.</p>
<p>Perang kemudian terjadi di dua front, yakni di front timur dan front barat. Jerman yang hanya ‘sendirian’ tak gentar menghadapi serangan dari Prancis dan Rusia. Di front timur, Jerman menghadapi Rusia. Sedangkan di front barat, Jerman menghadapi Prancis. Saat itu, Jerman memutuskan untuk menumbangkan Prancis terlebih dahulu sebelum membidik Rusia.</p>
<p>Pada September 1914, Jerman sudah masuk ke sungai Marne dan menebar ancaman ke Paris. Ancaman Jerman kemudian dibalas dengan perlawanan sengit dari Prancis. Di sisi lain, Jerman harus menghadapi Rusia yang sudah masuk ke Prusia (wilayah perbatasan antara Jerman dan Rusia).</p>
<p>Jerman saat itu dapat dikatakan sudah terkepung. Sebab, Prancis dapat menahan serangan Jerman di sungai Marne. Sementara Rusia masih bisa tetap bertahan di Prusia. Pasukan perang kedua belah pihak pun mengambil posisi dalam parit-parit perlindungan yang memanjang sejauh 78 km dari laut Utara hingga perbatasan Swiss.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, perang antara Inggris, Prancis dan Rusia melawan Jerman mulai melambat. Ketiga negara itu memanfaatkan keadaan untuk memperkuat diri di luar Eropa dengan memperluas daerah jajahannya. Inggris dan Prancis pun memasuki daerah jajahan Jerman di Kamerun, Togoland dan Afrika Timur. Inggris dan Prancis melancarkan serangan ke daerah jajahan Jerman tersebut.</p>
<p>Nasib buruk kembali menimpa Jerman. Di Asia Pasifik, daerah jajahan Jerman di Karolina, Mariana dan Kepulauan Marshall telah dikuasai (atau diambil alih) oleh Jepang.</p>
<h3 class="wp-block-heading">Amerika Ikut Terlibat</h3>
<p>Pada 31 Januari 1917, Jerman melancarkan serangan besar-besaran kepada Inggris melalui perang kapal selam. Melalui perang ini, Jerman menenggelamkan 5 kapal dagang dan kapal penumpang Amerika Serikat. Padahal, Amerika saat itu tidak terlibat perang. Namun, pada akhirnya Amerika menyatakan perang terhadap Jerman pada 10 April 1917 karena peristiwa penenggelaman kapal tersebut.</p>
<p>Keterlibatan Amerika dalam perang ini pun memberikan keuntungan bagi Blok Entente. Di sisi lain, Blok Sentral juga mendapatkan keuntungan dari peristiwa revolusi buruh di Rusia.</p>
<p>Rusia saat itu (pada awal tahun 1917) dalam keadaan kisruh. Pada Februari 1917, pengelolaan perang yang tidak bagus oleh pemerintah Tsar mengakibatkan munculnya pemberontakan yang meluas dalam revolusi buruh. Revolusi ini pun berhasil menggulingkan kekuasaan Kaisar Nicolas II. Hal inilah yang membuat Blok Sentral mendapatkan keuntungan.</p>
<p>Namun, sejak Amerika mulai masuk ke benua Eropa pada tahun 1918, Blok Sentral mulai kewalahan. Pasukan perang Blok Entente memukul mundur pasukan perang Jerman di sungai Marne. Blok Entente pun terus merangsek maju ke garis pertahanan Jerman di Front Barat. Akibatnya, Blok Sentral mulai menyerah.</p>
<p>Jerman digempur habis-habisan oleh Amerika dan kawan-kawan. Akibatnya, pasukan Jerman mulai rontok dan rakyatnya menderita kelaparan. Lebih lanjut, Jerman juga mengalami masalah internal, yakni meletusnya pemberontakan rakyat di negara tersebut. Gerakan-gerakan kelompok komunis di Munchen pada akhirnya menggulingkan kekaisaran Wilhelm II, sehingga terbentuklah negara republik.</p>
<h3 class="wp-block-heading">Jerman Menyerah</h3>
<p>Pada akhirnya, perang dunia 1 berakhir pada 11 November 1918. Pada 28 Juni 1919 Jerman ‘dipaksa’ untuk menyerahkan 13 persen wilayahnya dan membatasi angkatan perangnya melalui Perjanjian Versailles.</p>
<p>Perjanjian Versailles adalah perjanjian damai yang secara resmi mengakhiri perang dunia 1 antara Jerman dan Blok Entente. Setelah 6 bulan bernegosiasi melalui Konferensi Perdamaian Paris, perjanjian ini akhirnya disetujui oleh seluruh pihak, termasuk Jerman.</p>
<p>Satu hal penting dari Perjanjian Versailles adalah Jerman bersedia bertanggung jawab penuh sebagai penyebab peperangan. Jerman dituntut melakukan perbaikan fasilitas-fasilitas di negara-negara tertentu sebagai akibat dari perang.</p>
<p>Melalui Perjanjian Versailles, Jerman harus memenuhi beberapa hal, yakni menyerahkan sebagian wilayahnya ke sejumlah negara tetangganya. Jerman juga harus melepaskan koloni seberang lautan dan Afrika. Jerman pun harus melakukan pembatasan pasukan militer yang diharapkan ke depannya tidak akan terjadi peperangan lagi.</p>
<p>Perjanjian Versailles juga menciptakan keadaan menjadi lebih kondusif karena didirikannya Liga Bangsa-Bangsa (LBB). LBB ini memainkan peran sebagai ‘penengah’ dalam konflik-konflik internasional sehingga dapat mencegah terjadinya kembali peperangan antar negara.</p>
<p>Namun, di sisi lain, tidak sedikit warga Jerman yang menganggap perjanjian Versailles sebagai penghinaan atas kekalahan Jerman di perang dunia 1.</p>
<p>Berikut adalah isi dari Perjanjian Versailles secara lengkap:</p>
<ul class="wp-block-list"><li>Jerman menyerahkan Alsace-Lorraine kepada Perancis;</li><li>Jerman kehilangan semua daerah jajahannya yang diambil alih oleh Jepang, Perancis dan Inggris;</li><li>Angkatan perang Jerman dikurangi (atau diperkecil);</li><li>Jerman wajib membayar ganti rugi perang senilai 132 miliar mark (satuan mata uang Jerman) emas;</li><li>Inggris menguasai kapal perang dan kapal dagang milik Jerman;</li><li>Sekutu menduduki daerah Jerman bagian barat, Sungai Rhijn (Rhein) selama 15 tahun.</li></ul>
<h2 class="wp-block-heading">Kerugian Akibat Perang Dunia 1</h2>
<p>Perang dunia 1 telah membuat banyak kerugian di berbagai bidang. Di bidang sosial, perang ini merenggut korban jiwa yang sangat banyak.</p>
<h3 class="wp-block-heading">23 Juta Jiwa Melayang</h3>
<p>Ya, perang dunia 1 menewaskan hampir sepuluh juta serdadu dalam pertempuran. Sementara&nbsp; yang terluka dalam pertempuran diperkirakan mencapai 21 juta orang. Jumlah ini jauh lebih banyak dari jumlah kematian militer di seluruh perang pada 100 tahun sebelumnya. Tidak heran, jika perang dunia 1 disebut sebagai perang paling merusak dalam sejarah modern.</p>
<p>Pada 1 Juli 1916, adalah tanggal dengan korban jiwa terbanyak dalam satu hari. Militer Inggris diperkirakan tumbang hingga 57 ribu jiwa. Adapun Rusia dan Jerman menderita jumlah kematian militer terbanyak saat itu, yakni sekitar 1.773.700 jiwa untuk Rusia dan sekitar 1.700.000 jiwa untuk Jerman.</p>
<p>Di samping itu, perang dunia 1 juga menewaskan warga sipil atau non-militer. Adapun jumlahnya, menurut para pakar, mencapai 13 juta jiwa.</p>
<p>Jumlah kematian penduduk militer maupun non-militer kemudian melesat jauh setelah wabah flu Spanyol merebak ke seluruh dunia. Ya, flu Spanyol saat ini menjadi wabah influenza yang paling mematikan dalam sejarah.</p>
<h3 class="wp-block-heading">Krisis Ekonomi</h3>
<p>Perang dunia 1 juga menjadi penyebab terjadinya krisis ekonomi. Kemiskinan merajalela karena tenaga manusia tercurah untuk keperluan perang. Warga yang negaranya berperang pun kehilangan tempat tinggal. Perang mengerikan ini juga membuat industri-industri di berbagai negara over produksi. Hal ini disebabkan perdagangan internasional terhenti sehingga distribusi barang macet.</p>
<p>Perang dunia 1 juga membuat kekacauan pembayaran. Saat itu, terjadi perbedaan nilai mata uang yang sangat besar antara Jerman dan Austria terhadap dolar Amerika (USD). Bahkan, pada puncak krisisnya, mata uang Jerman betul-betul sangat lemah di mata dolar Amerika, yakni 4.000.000.000 Mark jerman sama dengan 1 USD.</p>
<h3 class="wp-block-heading">Kerusakan yang Sangat Besar</h3>
<p>Di samping itu, perang dunia 1 juga telah merusak berbagai sarana dan pra-sarana fisik maupun non-fisik. Industri di Eropa mengalami kemunduran. Angka pengangguran pun meningkat di mana-mana. Sektor pertanian ikut ‘hancur’ sehingga mengakibatkan kepalaran di mana-mana.</p>
<p>Itulah ulasan tentang <a href="https://santuynesia.com/latar-belakang-sejarah-perang-dunia-1" rel="nofollow noopener" target="_blank">latar belakang sejarah perang dunia 1 </a>dan kerugian yang terjadi akibat peperangan tersebut. Semoga ulasan ini memberikan pengetahuan dan wawasan baru untuk Anda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/latar-belakang-sejarah-perang-dunia-1/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
