<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
<channel>
	<title>Ekonomi &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<atom:link href="https://www.santuynesia.com/blog/ekonomi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<description>Macul Ilmu</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Nov 2025 14:57:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
	<url>https://www.santuynesia.com/blog/santuyuploads/2021/09/santuynesia-favicon.png</url>
	<title>Ekonomi &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kriteria Asuransi Kesehatan Terbaik di Indonesia</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/kriteria-asuransi-kesehatan-terbaik</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/kriteria-asuransi-kesehatan-terbaik#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Feb 2024 16:21:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://mus.my.id/kriteria-asuransi-kesehatan-terbaik</guid>
					<description><![CDATA[Santuynesia &#8211; Selama ini banyak orang yang senang dengan jaminan kesehatan yang diberikan oleh kantor. Namun, tahukah Anda apa saja kriteria asuransi kesehatan terbaik. Setiap tahun, pengobatan dan perawatan medis di Indonesia terus berkembang. Hal ini dapat mempengaruhi banyak orang di Indonesia yang tidak menerima perawatan dan perawatan medis yang tepat. Untuk itu, kita sebagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://santuynesia.com/kriteria-asuransi-kesehatan-terbaik" rel="nofollow noopener" target="_blank">Santuynesia</a></strong> &#8211; Selama ini banyak orang yang senang dengan jaminan kesehatan yang diberikan oleh kantor. Namun, tahukah Anda apa saja kriteria asuransi kesehatan terbaik.</p>
<p>Setiap tahun, pengobatan dan perawatan medis di Indonesia terus berkembang. Hal ini dapat mempengaruhi banyak orang di Indonesia yang tidak menerima perawatan dan perawatan medis yang tepat.</p>
<p>Untuk itu, kita sebagai masyarakat ekonomi yang wajar perlu mengantisipasi biaya pengobatan dan perawatan medis di rumah sakit. Salah satu cara mengantisipasinya yang terbaik adalah dengan memiliki asuransi.</p>
<p>Ya, padahal pemerintah seperti Dinas Kesehatan, memberikan jaminan murah bagi masyarakat di Indonesia yakni BPJS. Namun, sebaiknya orang Indonesia punya asuransi swasta.</p>
<p>Pasalnya, dalam asuransi BPJS ada beberapa jenis obat yang perlu dikeluarkan oleh pasien atau pemegang kartu BPJS untuk biaya pengobatan dan perawatan.</p>
<p>Belum lagi, sebagian besar obat yang tidak tercakup BPJS harganya tidak murah. Nah, jangan sampai Anda salah memilih asuransi terbaik untuk tahun 2024, yuk simak artikel ini.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Pengertian Asuransi Kesehatan</h2>
<p>Pertanyaannya, apakah Anda memiliki <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Asuransi_kesehatan" target="_blank" aria-label="asuransi kesehatan (opens in a new tab)" rel="noreferrer noopener nofollow" class="rank-math-link">asuransi kesehatan</a>? Ataukah Anda tidak tahu asuransi mana yang terbaik untuk Anda dan keluarga?</p>
<p>Asuransi adalah polis dan perjanjian antara dua pihak atau lebih dimana penanggung akan terikat dengan kewajiban pihak yang dipertanggungkan. Jika polis biasanya dibuat, pemegang polis membayar premi asuransi kepada perusahaan asuransi.</p>
<p>Nantinya, perusahaan asuransi akan mengganti kerugian pemegang polis atas kerugian tertanggung.</p>
<p>Asuransi kesehatan akan menanggung semua risiko yang terkait dengan dunia kedokteran, seperti pengobatan atau perawatan.</p>
<p>Tentunya pihak penanggung atau perusahaan asuransi telah menghitung terlebih dahulu biaya pengobatan dan perawatan bagi tertanggung.</p>
<p>Asuransi tentunya merupakan salah satu jenis produk asuransi yang secara khusus menjamin dan melindungi biaya kesehatan dan perawatan nasabah tertanggung jika terjadi sakit atau kecelakaan.</p>
<p>Jadi, Anda beruntung jika Anda sudah memiliki asuransi, yaitu kartu Amerika Anda jika sakit atau kecelakaan. Dengan cara ini, biaya risiko kecelakaan atau sakit dapat diminimalkan dengan menggunakan kartu AS Anda.</p>
<p>Tentunya, seorang tertanggung atau pemilik asuransi seperti Anda harus bisa memastikan bahwa Anda bisa membayar premi setiap bulan atau tahun sesuai dengan polis yang berlaku.</p>
<p>Dengan cara ini, perusahaan atau penanggung juga akan memberikan jaminan bahwa nantinya Anda juga dapat melindungi diri dari biaya medis dan / atau medis, termasuk kecelakaan, kelumpuhan, cacat tetap, atau kematian.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Kriteria Asuransi Kesehatan</h2>
<p>Ada banyak jenis kriteria asuransi kesehatan. Hal ini terlihat dari ragam produk yang dapat dipilih nasabah dengan polis asuransi kesehatan. Namun hal tersebut dapat dilihat dari beberapa hal, diantaranya sebagai berikut:</p>
<ul class="wp-block-list">
<li>Jenis Perawatan</li>
<li>Pengelola Dana</li>
<li>Keikutsertaan Anggota</li>
<li>Jumlah Dana</li>
<li>Pihak Tertanggung atau Nasabah</li>
<li>Cara Klaim asuransi</li>
</ul>
<p>Lalu perusahaan mana saja yang masuk dalam daftar perusahaan asuransi kesehatan terbaik di Indonesia tahun 2024? Supaya tidak salah pilih, simak baik-baik beberapa perusahaan asuransi terbaik Indonesia tahun 2024 ini.</p>
<p>Biasanya, perusahaan-perusahaan ini telah berdiri selama lebih dari 10 tahun untuk mendapatkan kepercayaan publik dalam melindungi risiko kesehatan klien.</p>
<p>Itulah kriteria asuransi kesehatan terbaik di Indonesia tahun 2024 yang patut Anda pilih. Jadi jangan salah membuat pilihan asuransi kesehatan yang justru akan membuat Anda rugi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/kriteria-asuransi-kesehatan-terbaik/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengupas Konsep Ekonomi Kebutuhan dan Kelangkaan</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/konsep-ekonomi-kebutuhan-dan-kelangkaan</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/konsep-ekonomi-kebutuhan-dan-kelangkaan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2022 00:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Kelangkaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=4311</guid>
					<description><![CDATA[Sudahkah Anda tahu apa itu kebutuhan dan kelangkaan? Jika belum, yuk simak pembahasan berikut ini. Kebutuhan merupakan segala sesuatu yang urgen untuk dipenuhi dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup. Misalnya, kebutuhan untuk makan, kebutuhan akan pakaian dan tempat tinggal. Lalu, kelangkaan itu apa? Dalam bahasa kekinian, kelangkaan itu sama dengan ‘limited edition’. Kelangkaan terjadi karena suatu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sudahkah Anda tahu apa itu kebutuhan dan kelangkaan? Jika belum, yuk simak pembahasan berikut ini.</p>
<p>Kebutuhan merupakan segala sesuatu yang urgen untuk dipenuhi dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup. Misalnya, kebutuhan untuk makan, kebutuhan akan pakaian dan tempat tinggal. Lalu, kelangkaan itu apa?</p>
<p>Dalam bahasa kekinian, kelangkaan itu sama dengan ‘limited edition’. Kelangkaan terjadi karena suatu barang hanya diproduksi sedikit atau jarang yang bisa memproduksinya, sementara permintaan pasar cukup banyak.</p>
<p>Kelangkaan merupakan salah satu masalah dalam ekonomi. Dan dengan adanya ilmu ekonomi, diharapkan kelangkaan dapat teratasi sehingga kebutuhan manusia terpenuhi.</p>
<p>Simak pembahasan lengkap mengenai kebutuhan dan kelangkaan berikut ini.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Pengertian Kebutuhan</h2>
<p>Kebutuhan adalah segala sesuatu yang urgen untuk dipenuhi manusia untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Pada dasarnya, kebutuhan antara individu satu dengan lainnya berbeda-beda dan akan berkembang seiring bertambahnya usia.</p>
<p>Jika terpenuhi, kebutuhan manusia baik berupa benda atau jasa akan memberikan kepuasan, baik kepuasaan jasmani maupun rohani. Namun, pada umumnya, ketika kebutuhan satu terpenuhi maka muncullah kebutuhan lain yang juga menuntut untuk dipenuhi.</p>
<p>Nah, Anda juga harus mengetahui mana kebutuhan dan mana keinginan. Keinginan adalah segala sesuatu yang diinginkan manusia untuk mendapatkan kepuasan yang sebaiknya dipenuhi setelah kebutuhan terpenuhi. Oleh karena itu, dahulukan memenuhi kebutuhan sebelum keinginan, sehingga permasalahan ekonomi tidak akan terjadi.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Macam-macam Kebutuhan</h2>
<p>Kebutuhan manusia dapat diklasifikasikan menjadi 4 macam, yakni kebutuhan berdasarkan intensitas atau tingkatan, sifat, waktu pemenuhan dan wujud. Berikut penjelasan lengkap terkait ketiga macam kebutuhan tersebut.</p>
<h3 class="wp-block-heading">1. Kebutuhan Berdasarkan Intensitas</h3>
<p>Kebutuhan manusia berdasarkan intensitasnya atau tingkatannya dapat dibedakan menjadi 3 macam, yakni kebutuhan primer, sekunder dan tersier.</p>
<h4 class="wp-block-heading">a. Kebutuhan Primer</h4>
<p>Kebutuhan primer adalah&nbsp;kebutuhan dasar&nbsp;yang wajib dipenuhi manusia agar mendapatkan hidup yang layak. Bahkan, menurut International Labour Organization (ILO), kebutuhan primer harus dipenuhi oleh masyarakat kaya maupun miskin.</p>
<p>Kelangsungan hidup manusia akan terganggu bahkan terancam jika kebutuhan primer tidak terpenuhi. Contoh dari kebutuhan ini di antaranya papan (tempat tinggal atau rumah), pangan (makan dan minum) dan sandang (pakaian).</p>
<h4 class="wp-block-heading">b. Kebutuhan sekunder</h4>
<p>Kebutuhan sekunder merupakan pelengkap kebutuhan primer. Jadi, kebutuhan ini sebaiknya dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi.</p>
<p>Namun, jika kebutuhan sekunder tidak terpenuhi, kelangsungan hidup manusia tidak akan terancam. Contoh dari kebutuhan ini di antaranya meja, kursi, perabotan rumah tangga, ponsel dan sepeda motor.</p>
<h4 class="wp-block-heading">c. Kebutuhan tersier</h4>
<p>Kebutusan tersier merupakan kebutuhan ketiga yang dapat dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Kebutuhan ini berkaitan dengan barang-barang mewah sehingga menuntut si pemenuh kebutuhan berpenghasilan tinggi.</p>
<p>Contoh dari kebutuhan tersier di antaranya mobil mewah, perhiasan dan berlian.</p>
<h3 class="wp-block-heading">2. Kebutuhan Berdasarkan Sifat</h3>
<p>Kebutuhan manusia berdasarkan sifatnya dapat dibedakan menjadi 2 macam, yakni kebutuhan jasmani dan rohani.</p>
<h4 class="wp-block-heading">a. Kebutuhan jasmani</h4>
<p>Kebutuhan jasmani merupakan kebutuhan yang berkaitan dengan fisik atau badan manusia. Dengan terpenuhinya kebutuhan ini, manusia akan hidup sehat.</p>
<p>Kebutuhan jasmani berkaitan dengan pemenuhan kebendaan, seperti kebutuhan makanan dan minuman, alat-alat olahraga dan obat jika sakit.</p>
<h4 class="wp-block-heading">b. Kebutuhan rohani</h4>
<p>Kebutuhan rohani merupakan kebutuhan yang berkaitan dengan jiwa, rohani dan perasaan manusia. Dengan terpenuhinya kebutuhan ini, manusia akan memperoleh perasaan senang, aman, tenteram dan terhibur.</p>
<p>Contoh dari kebutuhan rohani di antaranya menjalankan ajaran agama dengan baik, rekreasi dan mendapat perhatian dari orang tua.</p>
<h3 class="wp-block-heading">3. Kebutuhan Berdasarkan Waktu Pemenuhan</h3>
<p>Kebutuhan manusia berdasarkan waktu pemenuhannya dapat dibedakan menjadi 2, yakni kebutuhan sekarang dan yang akan datang.</p>
<h4 class="wp-block-heading">a. Kebutuhan sekarang</h4>
<p>Kebutuhan sekarang merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi di saat itu juga. Kebutuhan ini bersifat urgen dan tidak bisa ditunda. Jika ditunda, kelangsungan hidup manusia akan terancam.</p>
<p>Contoh dari kebutuhan sekarang adalah makan saat lapat, obat-obatan saat sakit dan pemadam kebakaran saat terjadi kebakaran.</p>
<h4 class="wp-block-heading">b. Kebutuhan yang akan datang</h4>
<p>Kebutuhan yang akan datang merupakan kebutuhan yang berkaitan dengan masa depan. Kebutuhan ini dapat ditunda atau ditangguhkan. Namun, Anda dapat mempersiapkannya mulai dari sekarang, asalkan tidak mengganggu kebutuhan yang lebih urgen untuk dipenuhi.</p>
<p>Contoh dari kebutuhan yang akan datang adalah menabung untuk membeli rumah atau membiayai pendidikan lanjut dan mengikuti program BPJS Kesekatan untuk sewaktu-waktu jika Anda sakit.</p>
<h3 class="wp-block-heading">4. Kebutuhan Berdasarkan Wujud</h3>
<p>Kebutuhan manusia berdasarkan wujudnya dapat dibedakan menjadi 2, yakni kebutuhan material dan spiritual.</p>
<h4 class="wp-block-heading">a. Kebutuhan material</h4>
<p>Kebutuhan material merupakan kebutuhan yang memiliki bentuk nyata. Kebutuhan ini dapat dinikmati secara langsung.</p>
<p>Contohnya adalah makan nasi beserta lauk dan sayurannya dapat kita rasakan lezatnya, minum air dapat kita rasakan kesegarannya dan rumah untuk berlindung.</p>
<h4 class="wp-block-heading">b. Kebutuhan spiritual</h4>
<p>Kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan yang tidak berbentuk nyata. Dengan kata lain, kebutuhan ini berkaitan dengan benda-benda yang tidak beruwujud, sehingga tidak bisa dilihat maupun diraba, namun dapat kita rasakan di dalam hati.</p>
<p>Contohnya adalah orang Islam salat di masjid, orang Protestan dan Katolik ibadah sembahyang di Gereja, orang Hindu sembahyang di Pura, orang Buddha sembahyang di Vihara dan orang Khonghucu sembahyang di Klenteng atau Litang.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Pengertian Kelangkaan</h2>
<p>Setelah mengetahui pengertian dan macam-macam kebutuhan manusia, mari kita membahas kelangkaan. Kelangkaan adalah kondisi di mana jumlah sumber daya yang tersedia kurang atau tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan manusia. Misalnya, Anda melihat emak-emak yang sedang mengatre sangat panjang untuk membeli elpiji di salah satu pemasok.</p>
<p>Dengan kata lain, kelangkaan muncul karena kebutuhan manusia terus bertambah, sementara sumber daya yang tersedia terbatas. Oleh karena itu itu, manusia harus memperlakukan sumber daya yang tersedia dengan bijak agar kelangkaan tidak akan terjadi.</p>
<p>Berdasarkan ilmu ekonomi, kelangkaan memiliki dua makna, di antaranya:</p>
<ul class="wp-block-list"><li>Terbatas, yang berarti tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia;</li><li>Terbatas, yang berarti manusia harus melakukan cara dan pengorbanan untuk mendapatkannya.</li></ul>
<h2 class="wp-block-heading">Faktor-faktor yang Menyebabkan Kelangkaan</h2>
<p>Kelangkaan merupakan salah satu masalah ekonomi yang pasti terjadi di setiap negara atau daerah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kelangkaan itu terjadi, di antaranya.</p>
<h3 class="wp-block-heading">1. Keterbatasan Sumber Daya</h3>
<p>Keterbatasan sumber daya merupakan faktor utama yang menjadikan suatu barang mengalami kelangkaan. Sumber daya yang dimaksud meliputi sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya modal.</p>
<p>Sumber daya alam akan terus berkurang akibat pemenuhan kebutuhan manusia, plus sifat manusia yang serakah. Hal ini berdampak pada kelangkaan.</p>
<p>Kemudian, sumber daya manusia yang berkualitas rendah akan memengaruhi jumlah produksi suatu barang. Adapun sumber daya modal yang rendah membuat produsen menggunakan mesin-mesin berteknologi rendah untuk memproduksi barang. Hal ini juga berdampak pada kelangkaan.</p>
<h3 class="wp-block-heading">2. Perbedaan letak geografi</h3>
<p>Perbedaan letak geografis mengakibatkan sumber daya tersebar tidak merata karena kondisi lingkungan yang berbeda. Ada yang tanahnya subur, pun ada yang tanahnya tandus. Ada yang airnya melimpah, pun ada yang kekeringan. Perbedaan letak geografis ini memunculkan permasalahan ekonomi, yakni kelangkaan.</p>
<h3 class="wp-block-heading">3. Rendahnya kemampuan produksi</h3>
<p>Rendahnya kemampuan produksi dipengaruhi oleh dua faktor, yakni kemampuan sumber daya manusia yang terbatas dan alat-alat produksi yang masih berkualitas rendah. Sehingga, produksi yang dihasilkan akan berjumlah kurang alias tidak dapat memenuhi kebutuhan manusia.</p>
<h3 class="wp-block-heading">4. Pertumbuhan penduduk yang meningkat</h3>
<p>Faktor demografis juga berpengaruh terhadap kelangkaan. Jika pertumbuhan penduduk yang meningkat tidak dibarengi dengan hasil produksi yang meningkat pula, maka dapat dipastikan kebutuhan manusia tidak akan terpenuhi.</p>
<h3 class="wp-block-heading">5. Lambatnya perkembangan teknologi</h3>
<p>Produsen seharusnya mengaplikasikan <a href="/ototekno" target="_blank" data-type="URL" data-id="/ototekno" rel="noreferrer noopener">teknologi</a> produksi terbaru yang lebih efisien dan efektif dalam memproduki barang. Sehingga, kebutuhan manusia yang semakin meningkat dari waktu ke waktu dapat terpenuhi. Sebaliknya, produsen mengabaikan pembaruan teknologi produksi, maka hal ini akan berdampak pada kurangnya jumlah produksi. Sehingga, kebutuhan manusia tidak akan terpenuhi alias mengalami kelangkaan.</p>
<h3 class="wp-block-heading">6. Bencana alam</h3>
<p>Adanya bencana malam dapat menimbulkan kerusakan lingkungan. Hal ini berpengaruh terhadap proses distribusi suatu barang. Misalnya, di daerah A terjadi banjir besar yang mengakibatkan distribusi elpiji mengalami keterlambatan di daerah tersebut dan juga daerah-daerah yang mengharuskan distributor melewati daerah A.</p>
<p>Demikian penjelasan tentang kebutuhan dan kelangkaan. Semoga seluruh kebutuhan kita, terutama kebutuhan primer dapat terpenuhi dengan baik dan kelangkaan tidak terjadi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/konsep-ekonomi-kebutuhan-dan-kelangkaan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inflasi: Pengertian, Penyebab, Dampak &#038; Cara Mengatasi</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/apa-itu-inflasi</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/apa-itu-inflasi#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2022 22:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=4157</guid>
					<description><![CDATA[Pernahkah Anda mendengar kata inflasi? Jika belum, pastinya Anda pernah mendengar kenaikan harga barang-barang di pasar. Salah satu contohnya adalah cabai. Ya, pada waktu tertentu, harga cabai terus merangkak naik, terutama pada saat musim kemarau panjang yang disertai dengan permintaan pasar yang cukup tinggi. Bahkan, tidak jarang cabai per kilogram dibanderol Rp 100 ribu lebih. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pernahkah Anda mendengar kata inflasi? Jika belum, pastinya Anda pernah mendengar kenaikan harga barang-barang di pasar.</p>
<p>Salah satu contohnya adalah cabai. Ya, pada waktu tertentu, harga cabai terus merangkak naik, terutama pada saat musim kemarau panjang yang disertai dengan permintaan pasar yang cukup tinggi. Bahkan, tidak jarang cabai per kilogram dibanderol Rp 100 ribu lebih.</p>
<p>Lonjakan harga secara terus menerus ini memang tidak dapat disebut inflasi, namun ia menjadi penyumbang inflasi.</p>
<p>Dampak inflasi akan berpengaruh terhadap perekonomian negara. Oleh karena itu, pemerintah akan melakukan berbagai cara untuk menjaga laju inflasi supaya tetap terkontrol.</p>
<p>Sebenarnya apa itu inflasi?</p>
<h2 class="wp-block-heading" id="pengertian-inflasi">Pengertian Inflasi</h2>
<p>Secara singkat, inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan harga secara terus menerus. Secara luas, inflasi adalah suat kondisi perekonomian di suatu negara di mana terjadi kecenderungan kenaikan harga dan jasa secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang.</p>
<p>Jadi, kenaikan harga yang bersifat sementara tidak dapat disebut sebagai inflasi. Seperti kenaikan harga barang menjelang Idul Fitri. Selain itu, kenaikan satu atau dua barang saja juga tidak dapat disebut inflasi. Misalnya kenaikan harga cabai. Namun, jika kenaikan harga cabai itu berdampak terhadap kenaikan harga barang-barang lainnya secara meluas, hal ini dapat dikatakan sebagai inflasi.</p>
<p>Kenaikan harga barang dan jasa secara meluas akan mengakibatkan penurunan nilai uang. Sehingga, inflasi dapat diartikan juga sebagai penurunan nilai uang terhadap nilai barang dan jasa.</p>
<p>Inflasi mengakibatkan daya beli masyarakat menurun. Penghasilan atau gaji masyarakat akan sulit memenuhi kebutuhan hidup.</p>
<h2 class="wp-block-heading" id="faktor-penyebab-inflasi">Faktor Penyebab Inflasi</h2>
<p>Inflasi tidak terjadi begitu saja alias tanpa sebab. Ada faktor yang memengaruhi kenaikan harga dan barang secara terus menerus, di antaranya:</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="1-meningkatnya-permintaan-demand-pull-inflation">1. Meningkatnya Permintaan (Demand Pull Inflation)</h3>
<p>Inflasi dapat terjadi karena permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa mengalami peningkatan. Sementara, di sisi lain, barang atau jasa yang tersedia jumlahnya terbatas alias tidak mampu mencukupi permintaan masyarakat. Hal ini mengakibatkan terjadinya kelangkaan barang di pasar.</p>
<p>Tidak hanya peningkatan permintaan barang dari masyarakat dalam negeri, permintaan barang -dari masyarakat luar negeri yang tinggi (yang mendorong kegiatan ekspor) juga menjadi penyebab terjadinya inflasi. Selain itu, belanja pemerintah yang tinggi dan permintaan barang atau jasa untuk swasta yang mengalami peningkatan juga menjadi faktor yang memengaruhi terjadinya inflasi.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="2-meningkatnya-biaya-produksi-cost-pull-inflation">2. Meningkatnya Biaya Produksi (Cost Pull Inflation)</h3>
<p>Peningkatan biaya produksi juga menjadi faktor yang memengaruhi terjadinya inflasi. Adapun penyebab dari peningkatan biaya produksi di antaranya harga bahan baku dan upah pekerja naik. Karena hal inilah produsen mengambil keputusan mengerek harga jual barang yang diproduksinya.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="3-tingginya-peredaran-uang">3. Tingginya Peredaran Uang</h3>
<p>Inflasi akan terjadi ketika jumlah uang yang beredar di masyarakat sangat tinggi. Karena jumlah uang yang beredar sangat tinggi, harga barang pun akan mengalami kenaikan. Sebab, daya beli masyarakat juga mengalami kenaikan karena mempunyai banyak uang. Di sisi lain, stok barang tetap statis.</p>
<p>Tingginya peredaran uang di tengah masyarakat bisa membuat harga barang naik 100 persen. Karena hal ini, uang bernominal kecil menjadi tidak berarti.</p>
<p>Barangkali Anda bertanya-tanya mengapa pemerintah tidak mencetak uang banyak kemudian dibagi-bagikan ke masyarakat. Nah, inilah salah satu alasannya.</p>
<h2 class="wp-block-heading" id="dampak-inflasi">Dampak Inflasi</h2>
<p>Inflasi tidak melulu memberikan dampak negatif bagi masyarakat. Ya, ada beberapa pihak yang mendapatkan dampak positif dari inflasi di waktu dan kondisi tertentu. Berikut dampak inflasi.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="1-dampak-terhadap-pendapatan">1. Dampak Terhadap Pendapatan</h3>
<p>Inflasi, pada kondisi tertentu, memberikan dampak positif bagi kalangan pengusaha. Pengusaha akan melakukan lebih memperbanyak produksi guna memenuhi target pasar dan mengejar keuntungan yang lebih karena kenaikan harga barang. Hal ini dapat meningkatkan perekonomian pengusaha.</p>
<p>Sementara itu, bagi masyarakat yang berpenghasilan tetap, mereka akan merasakan dampak negatif dari inflasi. Pengeluaran atau belanja masyarakat berpenghasilan tetap akan membengkak karena harga barang dan jasa mengalami kenaikan drastis dan dalam jangka waktu panjang.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="2-dampak-terhadap-minat-menabung">2. Dampak Terhadap Minat Menabung</h3>
<p>Sebagian besar masyarakat akan malas menabung di bank saat terjadi inflasi. Sebab, bunga <a href="https://santuynesia.com/tips-sebelum-menabung" data-type="post" data-id="162" rel="nofollow noopener" target="_blank">tabungan</a> yang didapat jauh lebih kecil karena tergerus inflasi. Di sisi lain, penabung dituntut untuk membayar biaya administrasi tabungannya setiap bulan.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="3-dampak-terhadap-harga-pokok">3. Dampak Terhadap Harga Pokok</h3>
<p>Inflasi membuat penetapan harga pokok menjadi sulit. Hal ini disebabkan persentase inflasi yang terjadi di kemudian hari sulit diprediksi dengan tepat. Akibatnya, penetapan harga pokok atau harga jual menjadi tidak akurat. Adapun pihak yang paling dirugikan dalam kasus ini adalah produsen.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="4-dampak-terhadap-ekspor">4. Dampak Terhadap Ekspor</h3>
<p>Kemampuan ekspor suatu negara akan mengalami penurunan ketika dihantam inflasi. Hal ini disebabkan biaya ekspor yang meroket tinggi dan daya saing produk ekspor menurun. Ujungnya, pendapatan dari devisa menjadi berkurang.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="5-dampak-terhadap-daya-beli-masyarakat">5. Dampak Terhadap Daya Beli Masyarakat</h3>
<p>Daya beli masyarakat akan mengalami penurunan karena tingginya harga barang dan jasa. Padahal, konsumsi masyarakat merupakan motor penggerak ekonomi Indonesia. Jika daya beli masyarakat rendah, maka pertumbuhan ekonomi nasional akan stagnan, bergerak lambat atau bahkan (parahnya) bergerak ke bawah yang berujung pada resesi.</p>
<h2 class="wp-block-heading" id="cara-mengatasi-inflasi">Cara Mengatasi Inflasi</h2>
<p>Sebagaimana yang disebutkan di awal bahwa pemerintah akan melakukan berbagai cara untuk mengatasi inflasi. Adapun cara yang harus dilakukan pemerintah adalah mengeluarkan kebijakan tertentu.</p>
<p>Berikut cara mengatasi inflasi dengan mengeluarkan kebijakan tertentu:</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="1-kebijakan-fiskal">1. Kebijakan Fiskal</h3>
<p>Pemerintah dapat menerapkan kebijakan fiskal untuk menyelamatkan kondisi ekonomi dari inflasi. Kebijakan ini dapat memengaruhi nominal pengeluaran dan penerimaan pemerintah. Nominal pengeluaran (belanja) pemerintah dapat membuat suatu negara mengalami inflasi karena jumlah uang beredar mengalami peningkatan.</p>
<p>Oleh karena itu, melalui kebijakan fiskal ini, pemerintah harus menghemat rencana pengeluaran negara. Saat pengeluaran ditekan, jumlah permintaan barang akan mengalami penurunan. Ujungnya, harga menjadi turun, dan inflasi dapat dikendalikan.</p>
<p>Cara berikutnya, pemerintah melakukan peningkatan tarif pajak. Kebijakan ini akan membuat aktivitas konsumsi masyarakat menurun. Menurunnya konsumsi masyarakat berpengaruh terhadap permintaan barang dan jasa yang juga mengalami penurunan. Dengan begitu, harga menjadi turun.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="2-kebijakan-moneter">2. Kebijakan moneter</h3>
<p>Cara mengatasi inflasi selanjutnya adalah dengan menggunakan kebijakan moneter. Melalui kebijakan ini, diharapkan kondisi keuangan negara menjadi stabil. Berikut tiga jenis kebijakan moneter yang dapat diterapkan untuk mengatasi inflasi:</p>
<p>Pertama, penetapan persediaan kas oleh bank sentral suatu negara (jika di Indonesia berarti Bank Indonesia). Kebijakan ini dilakukan dengan meningkatkan batas minimum kas atau persentase saldo setiap lembaga perbankan di suatu negara. Dengan peningkatan saldo kas minimum, bank akan sulit mengeluarkan uang lebih banyak. Ya, kebijakan ini memang bertujuan untuk mengurangi peredaran uang, sehingga inflasi dapat diatasi.</p>
<p>Kedua, menerapkan kebijakan diskonto. Caranya dengan meningkatkan nilai suku bunga. Cara ini membuat masyarakat lebih bersemangat menyimpan uangnya di bank. Sehingga, peredaran uang dapat ditekan.</p>
<p>Ketiga, melakukan operasi pasar terbuka. Caranya pemerintah menjual Surat Utang Negara (SUN) kepada masyarakat secara terbuka. SUN merupakan investasi jangka panjang. Cara ini membuat masyarakat beralih melakukan investasi jangka panjang dengan membeli SUN dibandingkan mengeluarkan uang untuk belanja (konsumsi). Jika konsumsi mengalami penurunan, maka permintaan juga mengalami penurunan. Hal ini berpengaruh terhadap penurunan harga.</p>
<p>Lebih lanjut, uang yang diterima pemerintah dari masyarakat yang membeli SUN akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Setelah rampung dan sudah bisa difungsikan, infrastruktur ini akan memperoleh pemasukan. Nah, pemasukan inilah yang akan dikembalikan kepada masyarakat pembeli SUN beserta bunganya.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="3-kebijakan-lainnya">3. Kebijakan Lainnya</h3>
<p>Pemerintah masih bisa menggunakan kebijakan lain jika dua cara di atas masih belum mampu menekan inflasi. Pertama, meningkatkan produksi barang dengan cara memberi subsidi bagi sektor industri agar lebih banyak memproduksi barang. Pemerintah juga bisa membuka keran impor untuk memenuhi produksi barang yang ketersediaannya terbatas.</p>
<p>Cara ini membuat jumlah konsumsi dan permintaan menjadi seimbang. Sehingga, harga menjadi stabil daripada sebelumnya.</p>
<p>Kedua, menetapkan harga maksimum. Harga maksimum adalah harga paling tinggi yang menjadi batasan harga jual. Produsen tidak boleh menetapkan harga jual suatu barang di atas harga maksimum yang telah ditetapkan. Dengan cara ini, inflasi dapat diatasi.</p>
<p>Demikian pembahasan lengkap mengenai inflasi. Semoga bermanfaat untuk Anda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/apa-itu-inflasi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>9 Ide Bisnis Dibidang Kuliner yang Perlu Dicoba</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/ide-bisnis-dibidang-kuliner</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/ide-bisnis-dibidang-kuliner#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2022 23:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Ide Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=4103</guid>
					<description><![CDATA[Ide Bisnis Dibidang Kuliner &#8211; Ada beberapa ide bisnis di bidang kuliner yang perlu dicoba. Ide bisnis kuliner ini bisa dibilang cukup menggiurkan karena potensi konsumen untuk membeli kuliner tersebut yang cukup besar. Dalam teori Abraham Maslow tentang segitiga kebutuhan, memang salah satu kebutuhan utama manusia yaitu makanan. Tanpa ada makanan yang mencukupi, maka manusia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Ide Bisnis Dibidang Kuliner</strong> &#8211; Ada beberapa ide bisnis di bidang kuliner yang perlu dicoba. Ide bisnis kuliner ini bisa dibilang cukup menggiurkan karena potensi konsumen untuk membeli kuliner tersebut yang cukup besar.</p>
<p>Dalam teori Abraham Maslow tentang segitiga kebutuhan, memang salah satu kebutuhan utama manusia yaitu makanan. Tanpa ada makanan yang mencukupi, maka manusia akan mati. Oleh sebab itulah berbisnis kuliner pasti akan laku keras, karena orang akan mati kalau tidak membeli makanan.</p>
<h2 class="wp-block-heading" id="ide-bisnis-dibidang-kuliner-yang-perlu-dicoba">Ide Bisnis Dibidang Kuliner yang Perlu Dicoba</h2>
<p>Lalu apa saja sih ide bisnis dibidang kuliner&nbsp;yang perlu dicoba? Berikut ini kami paparkan 9 ide bisnis dibidang kuliner yang perlu dicoba.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="1-membuka-usaha-kedaiy-cilok">1. <strong>Membuka Usaha Kedaiy Cilok</strong></h3>
<p>Ingin dapat pelanggan yang banyak? Buka usaha kedaiy Cilok aja. Usaha ini cukup menggiurkan karena kebanyakan orang menyukai bisnis ini. Semua orang suka cilok. Tua muda semuanya suka cilok.</p>
<p>Beberapa minggu yang lalu ada pedagang cilok&nbsp; di Boyolali yang viral. Bukan hanya karena paras penjualnya yang cantik, tapi karena kuliner cilok sendiri memang disukai banyak orang.</p>
<p>Ukuran cilok yang enak tentu saja yang mempunyai bumbu pas. Sambal harus pas cita rasanya.</p>
<p>Selain itu perhatikan pula bahan-bahan yang dipakai untuk membuat ciloknya. Usahakan menggunakan bahan-bahan cilok yang memang dari tepung berkualitas.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="2-usaha-katering-untuk-aqiqah">2. <strong>Usaha Katering untuk Aqiqah</strong></h3>
<p>Ide bisnis kuliner kedua yang tak kalah menariknya yaitu usaha katering. Orang-orang yang berbisnis katering untuk aqiqah biasanya cukup laris karena semua orang memang butuh aqiqah.</p>
<p>Setiap anak yang lahir di dunia harus diaqiqahi. Adanya kepercayaan teologi yang semacam ini membuat&nbsp;<a href="https://santuynesia.com/cara-memulai-bisnis-online" target="_blank" data-type="post" data-id="92" rel="noreferrer noopener nofollow">bisnis</a> aqiqah&nbsp;laris manis di konsumen.</p>
<p>Agar banyak orang puas dengan layanan aqiqah di tempatmu. Berikanlah menu aqiqah dengan cita rasa yang seenak mungkin. Semakin enak cita rasanya, maka semakin banyak pula konsumen yang membeli layanan aqiqah di tempatmu.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="3-usaha-kuliner-olos">3. <strong>Usaha Kuliner Olos</strong></h3>
<p>Usaha kuliner yang cukup laris berikutnya yaitu olos. Beberapa tahun belakangan usaha kuliner olos memang sedang viral.</p>
<p>Banyak orang-orang membuka usaha olos dengan pembeli yang cukup banyak. Semua orang nampaknya sangat suka dengan olos.</p>
<p>Agar olos mampu menggaet pembeli dalam jumlah banyak, disarankan menambahkan variasi bumbu-bumbu olos. Buatlah adonan olos yang segurih mungkin. Jika olos yang dibuat kalian gurih, maka konsumenmu akan semakin banyak pula.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="4-membuka-usaha-kuliner-buble-tea">4. <strong>Membuka Usaha Kuliner Buble Tea</strong></h3>
<p>Belakangan ini banyak orang-orang membuka usaha kuliner buble tea. Usaha kuliner ini cukup digemari karena memang buble tea banyak penggemarnya.</p>
<p>Buble tea adalah minuman dari Jepang yang telah dikonversi ke dalam lidah masyarakat Indonesia. Agar rasanya lebih sesuai dengan lidah Indonesia, kalian bisa menambhakan taping yang cita rasanya lebih melokal.</p>
<p>Boleh deh ditambahi dawet, kismis, irisan buah pisang, dan beberapa taping menarik lainnya. Untuk lokasi jualannya disarankan pilih lokasi yang dekat dengan kampus atau sekolah.</p>
<p>Agar mampu menjangkau beragam segmen. Berikanlah beberapa varian rasa pada buble tea. Adanya varian rasa ini membuat pembeli bisa menentukan pilihannya untuk membeli buble tea.</p>
<p>Nah itulah empat ide bisnis di bidang kuliner yang perlu dicoba. Kalian mau pilih ide bisnis yang mana nih kira-kira? Semoga ide bisnismu laris manis di pasaran ya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/ide-bisnis-dibidang-kuliner/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sistem Operasional Perbankan Syariah</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/sistem-operasional-perbankan-syariah</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/sistem-operasional-perbankan-syariah#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Dec 2021 18:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Operasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=2629</guid>
					<description><![CDATA[Santuynesia &#8211; Sistem Operasional Perbankan Syariah &#8211; Secara umum, Bank Syariah berfungsi sebagai penggerak perekonomian suatu negara melalui transaksi keuangan dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip syariah dalam operasionalnya. Salah satu hal yang paling dihindari yaitu praktek simpan-pinjam yang berbasis bunga&#160;(interest),&#160;hal ini bertujuan untuk menjaga kesetaraan, keadilan, serta keseimbangan antara keuntungan di dunia dan akhirat. Akan tetapi, bank [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="/">Santuynesia</a></strong> &#8211; <strong>Sistem Operasional Perbankan Syariah</strong> &#8211; Secara umum, Bank Syariah berfungsi sebagai penggerak perekonomian suatu negara melalui transaksi keuangan dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip syariah dalam operasionalnya.</p>
<p>Salah satu hal yang paling dihindari yaitu praktek simpan-pinjam yang berbasis bunga&nbsp;<em>(interest),</em>&nbsp;hal ini bertujuan untuk menjaga kesetaraan, keadilan, serta keseimbangan antara keuntungan di dunia dan akhirat.</p>
<p>Akan tetapi, bank syariah juga dikenal sebagai bank yang menerapkan prinsip bagi hasil, dan berbagai jenis akad-akad lainnya yang sudah dibuat dan dijalankan dengan berpedoman pada aturan syariah.</p>
<p>Selanjutnya, nilai-nilai tersebut diimplementasikan ke dalam tiga hal oleh Bank Syariah yaitu pembiayaan produk, pendanaan produk, dan layanan jasa (Izziyana, 2017).</p>
<p>Sejalan dengan nilai di atas maka sistem operasional perbankan syariah dapat terbentuk sebagai berikut:</p>
<ul class="wp-block-list"><li>Sistem simpanan murni</li><li>Sistem bagi hasil dalam penyaluran dana Bank Syariah</li><li>Sistem jual beli dan margin keuntungan</li><li>Sistem sewa<em> (al-ijarah)</em></li><li>Sistem <em>fee </em>(jasa) (Wafa, 2017).</li></ul>
<h2 class="wp-block-heading">Sistem Operasional Perbankan Syariah</h2>
<p>Berikut ini merupakan rangkaian penjelasan dari 5 (lima) sistem operasional perbankan syariah.</p>
<h3 class="wp-block-heading">1. Sistem Simpanan Murni (Tabungan&nbsp;<em>Mudharabah,</em>&nbsp;Deposito&nbsp;<em>Mudharabah,</em>&nbsp;dan Giro&nbsp;<em>Wadi&#8217;ah</em>)</h3>
<p>Sistem simpanan murni sering diistilahkan dengan&nbsp;<em>al-wadiah,</em>&nbsp;yang mana&nbsp;<em>al-wadiah</em>&nbsp;itu sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu&nbsp;<em>at-tarku</em>&nbsp;yang bermakna meninggalkan. Diistilahkan demikian karena pemilik harta meninggalkan hartanya pada orang lain.</p>
<p>Sedangkan secara istilah&nbsp;<em>al-wadiah</em>&nbsp;yaitu kegiatan penitipan barang pada seseorang, sebuah lembaga, atau tempat penitipan lainnya dengan syarat dan ketentuan tertentu sesuai dengan akad&nbsp;<em>wadiah</em>&nbsp;(titipan) yang dibolehkan dalam Islam.</p>
<p>Penitipan ini bertujuan untuk melindungi harta benda dari kehilangan atau kerusakan akibat satu dan lain hal (Afif, 2013).</p>
<h4 class="wp-block-heading">1.1 Tabungan <em>Mudharabah</em></h4>
<p>Tabungan&nbsp;<em>mudharabah</em>&nbsp;merupakan tabungan yang dibentuk dan dijalankan sesuai dengan akad atau skema&nbsp;<em>mudharabah.</em></p>
<p>Di mana, <a href="/tag/bank-syariah" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Bank Syariah</a> berperan sebagai pihak yang mengelola dana <em>(mudharib) </em>dan nasabah bertindak sebagai pihak yang menyetorkan dana <em>(sahibul mal).</em></p>
<p>Apabila Bank Syariah mendapatkan keuntungan dari hasil pengelolaan dana tersebut, maka akan dibagi dengan nasabah sesuai dengan jumlah yang telah disepakati disaat pertamakali akad disetujui.</p>
<p>Sedangkan apabila bank mengalami kerugian dalam mengelola dana maka yang bertanggung jawab adalah nasabah&nbsp;<em>(sahibul mal)&nbsp;</em>selama kerugian tersebut bukan akibat dari kelalain pihak bank (Purwaningsih, 2016).</p>
<h4 class="wp-block-heading">1.2 Deposito <em>Mudharabah</em></h4>
<p>Deposito&nbsp;<em>mudharabah</em>&nbsp;merupakan simpanan yang hanya dapat ditarik sesuai dengan jangka waktu tertentu yang telah disepakati antara pihak bank dengan nasabah, dengan menggunakan sistem bagi hasil (Musthofa, 2016).</p>
<h4 class="wp-block-heading">1.3 Giro <em>Wadiah</em></h4>
<p>Giro&nbsp;<em>wadiah</em>&nbsp;merupakan sebuah fasilitas simpanan yang diberikan oleh Bank Syariah kepada nasabah dengan menggunakan akad&nbsp;<em>wadiah.</em></p>
<p>Giro&nbsp;<em>wadiah</em>&nbsp;ini dibagi ke dua prinsip utama yaitu prinsip&nbsp;<em>amanah</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>dhamanah.</em></p>
<p>Prinsip&nbsp;<em>amanah</em>&nbsp;adalah prinsip di mana pihak yang menerima titipan hanya diamanahkan (dipercayai) untuk menjaga barang titipan dan tidak berhak untuk memanfaatkannya.</p>
<p>Sementara prinsip&nbsp;<em>dhamanah</em>&nbsp;adalah prinsip di mana pihak yang menerima titipan boleh memanfaatkan barang titipan serta bertanggung jawab apabila terjadi kerusakan atau kehilangan barang titipan.</p>
<h3 class="wp-block-heading">2. Sistem Bagi Hasil (<em>Musyarakah</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>Mudharabah</em>)</h3>
<p>Berikut ini merupakan bentuk operasional Bank Syariah yang dilandasakan kepada sistem bagi hasil:</p>
<h4 class="wp-block-heading">2.1 <em>Musyarakah</em></h4>
<p>Secara bahasa&nbsp;<em>musyarakah</em>&nbsp;berasal dari bahasa Arab yaitu&nbsp;<em>syaraka</em>&nbsp;yang berarti bersekutu Sedangkan menurut istilah&nbsp;<em>musyarakah</em>&nbsp;adalah akad kerjasama yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih yang bertujuan untuk melakukan sebuah usaha, di mana masing-masing pihak memberikan kontribusi berupa dana dan usaha dengan jumlah dan kadar yang sudah diperjanjikan diawal akad.</p>
<p>Apabila usaha yang dijalankan mengalami kerugian ataupun keuntungan maka kedua hal tersebut akan ditanggung dan dibagi sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat (Trimulato, 2017).</p>
<h4 class="wp-block-heading">2.2 <em>Mudharabah</em></h4>
<p>Istilah&nbsp;<em>mudharabah</em>&nbsp;berasal dari bahasa Arab yaitu<em>&nbsp;dharab</em>&nbsp;yang berarti berjalan atau memukul.</p>
<p>Sedangkan pengertian secara teknis yaitu bentuk kerja sama yang dilakukan oleh dua pihak, di mana pihak pertama berperan sebagai<em>&nbsp;sahibul mal</em>&nbsp;(pemilik modal) dan pihak kedua sebagai&nbsp;<em>mudharib&nbsp;</em>(pengelola modal).</p>
<p>Dalam transaksi perbankan yang menjadi&nbsp;<em>sahibul mal</em>&nbsp;adalah nasabah dan yang menjadi&nbsp;<em>mudharib&nbsp;</em>yaitu Bank Syariah.</p>
<p>Apabila dalam mengelola dana Bank Syariah memperoleh keuntungan maka keuntungan tersebut akan dibagi dengan nasabah dengan porsi yang telah disepakati sebelumnya.</p>
<p>Namun, bila bank mengalami kerugian dalam mengelola dana maka yang akan menanggung kerugian tersebut yaitu nasabah selama kerugian yang ada bukan akibat dari kelalaian bank (Susana, 2011).</p>
<h3 class="wp-block-heading">3. Sistem Jual Beli dan Margin Keuntungan (<em>Murabahah</em>)</h3>
<p>Pembiayaan&nbsp;<em>murabahah</em>&nbsp;merupakan pembiayaan yang dilakukan oleh perbankan syariah dengan nasabahnya sesuai akad&nbsp;<em>murabahah</em>&nbsp;(jual beli).</p>
<p>Secara teknis pihak bank berperan sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli.</p>
<p>Penentuan keuntungan atau laba yang akan diambil oleh Bank Syariah diberitahukan kepada nasabah pada awal akad, hal ini bertujuan agar tidak terjadinya kesalahpahaman ataupun kezaliman di kemudian hari.</p>
<p>Proses pembayaran biasanya dilakukan dalam bentuk cicilan tetap setiap bulannya (tidak ada perubahan terhadap jumlah cicilan) dikarenakan total yang harus dibayarkan oleh nasabah kepada Bank Syariah langsung dibagi dengan jumlah bulan pelunasan (Fidyah, 2017).</p>
<h3 class="wp-block-heading">4. Sistem Sewa&nbsp;<em>(Al-Ijarah)</em></h3>
<p><em>Al-Ijarah</em>&nbsp;merupakan akad dengan kegiatan pemindahan hak guna terhadap suatu barang atau jasa yang ditawarkan, lama waktu akad<em>&nbsp;ijarah&nbsp;</em>sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat oleh pihak penyewa dengan pihak yang menyewakan.</p>
<p>Metode pembayaran biaya sewa dapat dilakukan dengan berbagai cara yang sesuai dengan kesepakatan serta sesuai dengan syariat Islam.</p>
<p><em>Al-Ijarah</em>&nbsp;ini tidak diakhiri dengan pemindahan kepemilikan dari pemilik barang kepada penyewa. Hal ini tentunya berbeda dengan<em>&nbsp;ijarah muntahiyah bittamlik</em>&nbsp;yang mana diakhiri dengan perpindahan kepemilikan di akhir periode sewa-menyewa (Vhintara, 2017).</p>
<h3 class="wp-block-heading">5. Sistem&nbsp;<em>Fee</em>/Jasa (Bank Garansi, Inkaso, dan&nbsp;<em>Transfer</em>)</h3>
<p>Berikut ini merupakan bentuk operasional Bank Syariah yang didasari oleh sistem<em>&nbsp;fee</em>/jasa:</p>
<h4 class="wp-block-heading">5.1 Bank Garansi</h4>
<p>Bank garansi merupakan jaminan yang diterbitkan oleh Bank Syariah dalam bentuk warkat, yang bertujuan untuk menunjukkan akan adanya kewajiban keuangan pihak bank untuk melunasi atau membayar kepada pihak yang mendapatkan/menerima jaminan, hal ini dilakukan bank apabila pihak yang telah dijamin oleh bank melakukan wanprestasi (cedera janji) (Hirin, 2014).</p>
<h4 class="wp-block-heading">5.2 Inkaso</h4>
<p>Inkaso merupakan jasa yang diberikan oleh pihak bank dalam hal menagih utang kepada pihak tertentu sebagai kegiatan melaksanakan amanat dari pihak ketiga dan sesuai dengan yang ditunjuk oleh pihak yang memberikan amanat kepada pihak bank.</p>
<h4 class="wp-block-heading">5.3 <em>Transfer</em></h4>
<p>Bentuk pembayaran<em> (transfer)</em> yang dilakukan oleh pihak bank hampir sama dengan <em>transfer</em> yang dilakukan oleh pihak nasabah, di mana bank membayar dengan cara <em>mentransfer</em> uang melalui rekening bank.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/sistem-operasional-perbankan-syariah/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kesalahan dalam Berinvestasi yang Harus Dihindari</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/kesalahan-dalam-berinvestasi</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/kesalahan-dalam-berinvestasi#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Nov 2021 04:01:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Risk Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yukuis.com/?p=248</guid>
					<description><![CDATA[Kesalahan dalam Berinvestasi &#8211; Otoritas Jasa Keuangan dalam materi edukasinya (20/11/2020) menyatakan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan adalah dengan berinvestasi. Namun terkadang investor salah, sehingga investasinya tidak membawa hasil yang diharapkan. Menurut OJK, tujuh kesalahan yang sering dilakukan dalam berinvestasi harus dihindari, tetapi disini kita menambahkan beberapa kesalahan dalam berinvestasi, apa aja itu? [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Kesalahan dalam Berinvestasi</strong> &#8211; Otoritas Jasa Keuangan dalam materi edukasinya (20/11/2020) menyatakan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan adalah dengan berinvestasi. Namun terkadang investor salah, sehingga investasinya tidak membawa hasil yang diharapkan.</p>
<p>Menurut OJK, tujuh kesalahan yang sering dilakukan dalam berinvestasi harus dihindari, tetapi disini kita menambahkan beberapa kesalahan dalam berinvestasi, apa aja itu? yuk simak penjelasannya berikut ini.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Kesalahan dalam Berinvestasi</h2>
<h3 class="wp-block-heading">1. Tidak Ada Tujuan Investasi yang Jelas</h3>
<p>Tujuan investasi berkaitan erat dengan jumlah uang yang diharapkan di masa depan, pengembalian investasi dan tingkat risiko investasi yang bersedia Anda tanggung.</p>
<p>Jika Anda memiliki tujuan berinvestasi dana kuliah yang akan memakan waktu 10-15 tahun dari sekarang, maka berinvestasi di saham atau reksa dana adalah pilihan yang sangat baik.</p>
<p>Sebagian besar investor, terutama pemula, tidak memiliki tujuan investasi yang jelas. “Kebanyakan hanya ikut-ikutan, tapi tidak mengerti alat yang digunakan untuk investasi. Karena investasi butuh tujuan yang jelas,” kata OJK.</p>
<h3 class="wp-block-heading">2. Risiko yang Tidak Realistis</h3>
<p>Kesalahan dalam berinvestasi, risiko selalu berbanding lurus dengan pertumbuhan hasil investasi. Semakin banyak uang yang diinvestasikan, semakin besar risikonya. Banyak investor yang tergiur dengan tingkat keuntungan yang tidak masuk akal, terutama ketika risiko yang ditawarkan kecil.</p>
<p>&#8220;Jangan sampai tergiur dengan janji keuntungan yang tidak wajar,&#8221; OJK menekankan.</p>
<h3 class="wp-block-heading">3. Memiliki Harapan yang Terlalu Tinggi</h3>
<p>Aturan utama yang berlaku untuk berinvestasi adalah bahwa semakin tinggi risiko yang bersedia Anda ambil, semakin tinggi pengembaliannya.</p>
<p>Dengan demikian, tidak mungkin untuk mengandalkan pengembalian yang tinggi jika Anda ragu untuk berinvestasi pada instrumen berisiko tinggi.</p>
<h3 class="wp-block-heading">4. Analisis yang Tidak Memadai</h3>
<p>Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, Anda harus membuat perhitungan yang jelas dan memadai. Silakan lakukan ini sebelum menginvestasikan dana yang cukup besar ke dalam kendaraan investasi.</p>
<p>“Perlu dianalisa secara cermat keuntungan yang mungkin diperoleh dalam jangka waktu tertentu dan risiko yang mungkin terjadi,” jelas OJK.</p>
<h3 class="wp-block-heading">5. Salah Menilai Kinerja</h3>
<p>Seperti yang telah kami jelaskan di atas, masing-masing instrumen investasi memberikan pengembalian jangka panjang yang optimal, misalnya saham, dan ada juga instrumen yang memberikan hasil investasi optimal dalam jangka pendek hingga 3 tahun.</p>
<p>Jika saat ini Anda sedang berinvestasi di pasar saham dan melihat bahwa setelah 1-2 tahun imbal hasil berfluktuasi dan cenderung menurun, jangan panik tentang hal ini.</p>
<p>Fluktuasi saham sangat wajar dalam jangka pendek, sehingga jenis investasi ini lebih cocok untuk tujuan keuangan jangka panjang di atas 10 tahun.</p>
<h3 class="wp-block-heading">6. Periode Investasi, Instrumen dan Tujuannya Tidak Sesuai</h3>
<p>Setiap alat investasi memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ada jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Pilih instrumen yang sesuai dengan kebutuhan kita. Sesuaikan jangka waktu investasi dan tujuan yang ingin kita capai.</p>
<h3 class="wp-block-heading">7. Tidak Mengevaluasi Investasi Secara Teratur</h3>
<p>Sementara investasi berorientasi pada masa depan, investasi perlu ditinjau atau dinilai secara teratur.</p>
<p>Kami menyarankan Anda secara teratur dan terus-menerus memeriksa investasi Anda setidaknya setiap 3 bulan sekali.</p>
<h3 class="wp-block-heading">8. Tidak Ada Diversifikasi Investasi</h3>
<p><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Diversifikasi" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">Diversifikasi</a> berarti pendistribusian portofolio yang dimiliki oleh berbagai jenis risiko investasi yang ada guna mengurangi tingkat potensi kerugian.</p>
<p>Misalnya, Anda mendistribusikan investasi dalam obligasi, saham, real estat, pinjaman peer-to-peer, dan logam mulia.</p>
<p>Ketika satu instrumen investasi jatuh nilainya, jenis investasi lain dapat mengimbangi kerugian yang Anda terima.</p>
<p>Tentu saja, Anda tidak bisa mendapatkan hal seperti ini jika Anda menginvestasikan semua uang Anda hanya dalam satu jenis kendaraan investasi.</p>
<p>Jangan sampai kita menaruh semua uang kita pada satu alat investasi. Karena jika alat tersebut mengalami kerugian, maka resikonya akan lebih besar.</p>
<h3 class="wp-block-heading">9. Jangan Fokus Pada Rencana yang Sudah Kamu Buat</h3>
<p>Kesalahan dalam berinvestasi menurut OJK, kedisiplinan diperlukan untuk menghindari hal-hal yang mengaburkan tujuan investasi kita. Karena pemeliharaan lebih sulit daripada memperoleh kekayaan.</p>
<h3 class="wp-block-heading">10. Anda Salah dalam Memperhitungkan Risiko</h3>
<p>Tidak ada investasi yang tidak mengandung resiko sama sekali, semua jenis investasi pasti memiliki resiko dan yang membedakan hanyalah tingkat resiko yang dimiliki.</p>
<p>Jika Anda masih muda dan memiliki profil risiko yang agresif, tidak ada salahnya untuk mengambil risiko yang lebih tinggi untuk mendapatkan return yang lebih tinggi.</p>
<p>Jika Anda tidak yakin dengan jenis risiko yang akan Anda ambil, Anda harus mengetahui <a href="https://santuynesia.com/risiko-investasi" target="_blank" data-type="post" data-id="243" rel="noreferrer noopener nofollow">resiko investasi</a> dan tujuan investasi serta jangka waktu investasi Anda sebelumnya.</p>
<h3 class="wp-block-heading">11. Membuat keputusan terlalu cepat</h3>
<p>Ini adalah kesalahan umum yang sering dilakukan oleh investor pemula. Semangat yang terlalu mulia tanpa pertimbangan yang matang bisa membuat kita salah mengambil keputusan. “Pada akhirnya itu menghambat peluang Anda untuk mendapatkan pengembalian yang tinggi,” kata OJK.</p>
<h3 class="wp-block-heading">12. Anda Tidak Memperhitungkan Inflasi Tahunan</h3>
<p>Inflasi adalah kenaikan umum harga dalam perekonomian, yang menyebabkan penurunan daya beli penduduk. Ini adalah salah satu alasan mengapa nilai uang Anda menurun setiap tahun.</p>
<p>Jika Anda mengabaikan inflasi dan hanya menyimpan uang Anda di tabungan, jangan heran jika uang Anda jatuh nilainya.</p>
<p>Tingkat inflasi rata-rata di Indonesia adalah antara 3% dan 8% per tahun, dan sebagai investor yang cerdas, Anda harus dapat menemukan kendaraan investasi yang memiliki tingkat pengembalian lebih tinggi daripada tingkat inflasi.</p>
<p>Nahh, demikianlah ulasan kesalahan dalam berinvestasi yang harus dihindari, semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua.</p>
<hr class="wp-block-separator"/>
<p>Ref: koinworks, bareksa.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/kesalahan-dalam-berinvestasi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Risiko Investasi yang Perlu Diketahui Para Investor</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/risiko-investasi</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/risiko-investasi#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Nov 2021 02:01:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Investor]]></category>
		<category><![CDATA[Risiko Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yukuis.com/?p=243</guid>
					<description><![CDATA[Risiko Investasi &#8211; Setiap investasi tentu memiliki risikonya masing-masing, baik itu reksa dana, instrumen obligasi, saham atau lainnya. Risiko dapat diartikan sebagai suatu kenyataan yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan sebelumnya. Dalam dunia investasi ada istilah “high risk – high return” yang artinya semakin tinggi risikonya maka semakin banyak keuntungan yang bisa didapatkan. Oleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Risiko Investasi</strong> &#8211; Setiap investasi tentu memiliki risikonya masing-masing, baik itu reksa dana, instrumen obligasi, saham atau lainnya.</p>
<p>Risiko dapat diartikan sebagai suatu kenyataan yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan sebelumnya.</p>
<p>Dalam dunia investasi ada istilah “high risk – high return” yang artinya semakin tinggi risikonya maka semakin banyak keuntungan yang bisa didapatkan.</p>
<p>Oleh karena itu, ketika Anda memutuskan untuk mulai berinvestasi, Anda perlu memahami apa saja risikonya.</p>
<p>Dengan demikian, Anda akan dapat memilih instrumen yang tepat, dengan mempertimbangkan tujuan keuangan, kondisi keuangan, dan ketahanan Anda terhadap risiko yang ada.</p>
<p>Pasalnya, investasi bisa menjadi tidak efektif jika tidak disesuaikan dengan faktor-faktor di atas.</p>
<p>Sayang, bukan?</p>
<p>Oiya, sebelumnya kita sudah bahas juga tentang memilih <a href="https://santuynesia.com/investasi-saham-atau-reksa-dana" target="_blank" data-type="post" data-id="217" rel="noreferrer noopener nofollow">investasi saham atau reksa dana</a>. Kalau begitu, mari kita mulai membahas risiko yang ada di dunia investasi selanjutnya!</p>
<h2 class="wp-block-heading">Risiko Investasi yang Perlu Diketahui Para Investor</h2>
<h3 class="wp-block-heading">1. Risiko Suku Bunga</h3>
<p>Risiko suku bunga adalah risiko yang timbul dari penurunan nilai relatif aset berbunga (seperti pinjaman atau obligasi) yang disebabkan oleh kenaikan suku bunga.</p>
<p>Perubahan suku bunga pasar tentunya akan mempengaruhi pendapatan investasi atau imbal hasil yang diperoleh.</p>
<p>Biasanya, bahkan jika suku bunga naik, harga obligasi berbunga tetap akan turun, dan sebaliknya.</p>
<p>Metode tertua yang masih digunakan untuk mengukur risiko suku bunga adalah dengan menggunakan maturitas obligasi.</p>
<p>Misalnya, suku bunga obligasi pada umumnya adalah 8-10%, tetapi kemudian pemerintah menerbitkan sukuk untuk penjualan eceran dengan suku bunga hingga 12%.</p>
<p>Dengan demikian, investor pasti akan lebih memilih sukuk ini untuk ritel.</p>
<h3 class="wp-block-heading">2. Risiko Pasar</h3>
<p>Berikutnya adalah risiko investasi berdasarkan fluktuasi pasar atau fluktuasi nilai aset bersih (NAB).</p>
<p>Fluktuasi ini disebabkan oleh perubahan emosional di pasar keuangan seperti saham dan obligasi.</p>
<p>Perubahan dapat terjadi karena beberapa faktor seperti krisis ekonomi, masalah, kerusuhan, spekulasi, dan perubahan politik.</p>
<p>Risiko investasi ini juga sering disebut sebagai risiko sistematis, artinya risiko ini tidak dapat dihindari dan investor pasti akan mengalaminya terlepas dari profil risikonya.</p>
<p>Padahal, adanya risiko ini bisa menyebabkan investor kehilangan modal.</p>
<p>Misalnya ada masalah dengan kesehatan presiden suatu negara, hal ini dapat menyebabkan fluktuasi nilai mata uang negara tersebut terhadap dolar, kemudian naik.</p>
<p>Saat Anda dihadapkan pada fluktuasi pasar, tidak perlu panik dan segera menarik dana investasi Anda.</p>
<p>Pasalnya, penurunan atau peningkatan aset seperti itu sebenarnya tidak terjadi setiap saat.</p>
<h3 class="wp-block-heading">3. Risiko Likuiditas</h3>
<p>Risiko investasi semacam ini biasanya bersumber dari kesulitan dalam menyediakan dana dalam jangka waktu tertentu.</p>
<p>Misalnya, ada salah satu pihak yang tidak dapat membayar kewajibannya pada saat jatuh tempo secara tunai.</p>
<p>Sementara suatu pihak dapat dikatakan memiliki harta yang cukup berharga untuk melunasi utangnya, apabila harta tersebut tidak dapat diubah menjadi uang tunai, maka harta tersebut dapat dikatakan tidak likuid.</p>
<p>Adapun hal ini dapat terjadi jika pihak yang berhutang tidak dapat menjual hartanya karena tidak ada pihak lain yang berminat untuk membelinya.</p>
<p>Namun perlu dicatat bahwa risiko likuiditas berbeda dengan penurunan tajam harga aset.</p>
<p>Jika terjadi penurunan harga aset, pasar menganggap aset tersebut tidak berharga.</p>
<p>Sedangkan jika terjadi risiko likuiditas, hal ini dapat terjadi karena tidak ada pihak yang tertarik untuk menukar atau membeli aset karena sulitnya menggabungkan kedua belah pihak.</p>
<p>Akibatnya, risiko likuiditas biasanya paling mungkin terjadi di pasar negara berkembang atau pasar dengan volume rendah.</p>
<p>Risiko ini terkait dengan percepatan penerbitan surat berharga perusahaan yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder.</p>
<h3 class="wp-block-heading">4. Risiko Inflasi</h3>
<p>Risiko inflasi juga dikenal sebagai risiko daya beli, yang menunjukkan bahwa nilai moneter suatu investasi saat ini tidak akan setinggi di masa depan karena perubahan daya beli akibat inflasi.</p>
<p>Akibatnya, risiko investasi ini dapat merugikan daya beli masyarakat untuk berinvestasi akibat kenaikan harga rata-rata konsumen.</p>
<p>Risiko inflasi ini pada umumnya muncul pada saat investor memegang uang tunai atau berinvestasi pada instrumen yang berhubungan dengan inflasi.</p>
<p>Nilai uang atau aset mereka dapat dikurangi dengan inflasi.</p>
<p>Misalnya, jika seorang investor memiliki 40% dari portofolio tunai $100.000.000 dan inflasi 5%, nilai tunai portofolio akan kehilangan $20.000.000 per tahun ($100 juta x 0,4 x 0,05) karena inflasi.</p>
<h3 class="wp-block-heading">5. Risiko Negara</h3>
<p>Risiko ini juga bisa disebut risiko politik.</p>
<p>Alasannya didasarkan pada kondisi politik negara dan karena perubahan ketentuan peraturan perundang-undangan yang menyebabkan penurunan pendapatan.</p>
<p>Padahal, bukan tidak mungkin jika investasi yang dilakukan pada akhirnya hilang begitu saja atau merugi akibat perubahan ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>
<p>Oleh karena itu, jika ada investor yang ingin menginvestasikan uangnya di luar negeri, ada baiknya melihat kondisi politik di dalam negeri.</p>
<p>Jika kondisi politik baik, juga akan berdampak positif pada jalur investasi di masa depan.</p>
<h3 class="wp-block-heading">6. Risiko Valas atau Nilai Tukar Mata Uang</h3>
<p>Risiko nilai tukar mata uang asing (Forex) adalah risiko yang disebabkan oleh perubahan nilai tukar di pasar.</p>
<p>Perubahan ini tidak lagi sesuai dengan harapan, terutama ketika nilainya dikonversi ke mata uang lokal.</p>
<p>Kesederhanaan risiko investasi ini bersumber dari fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain.</p>
<p>Biasanya, risiko nilai tukar mata uang asing disebut sebagai risiko nilai tukar atau risiko nilai tukar mata uang asing.</p>
<p>Misalnya, seorang investor ingin melakukan investasi yang mengharuskannya menggunakan dolar AS atau mata uang dolar AS.</p>
<p>Pada saat yang sama, nilai tukar rupee terhadap dolar AS melemah, sehingga investor harus membelanjakan rupee lebih banyak daripada saat rupee terapresiasi.</p>
<p>Sebab, penguatan dolar terhadap rupiah bisa membawa kerugian.</p>
<h3 class="wp-block-heading">7. Risiko Re-investment</h3>
<p>Risiko investasi terakhir yang harus diwaspadai investor adalah reinvestasi, atau risiko yang terkait dengan pengembalian aset keuangan, yang mengharuskan mereka melakukan tindakan reinvestasi.</p>
<p>Saat menginvestasikan kembali, ada kemungkinan lebih besar bahwa arus kas investasi akan membawa pengembalian yang lebih rendah ketika diinvestasikan kembali dalam sarana investasi lain.</p>
<p>Misalnya, seorang investor memiliki portofolio obligasi dengan kupon 3,45% untuk jangka waktu 5 tahun.</p>
<p>Jadi, lima tahun kemudian, imbal hasil obligasi turun menjadi 2,55%.</p>
<p>Namun kabar baiknya adalah karena pendapatan dari obligasi yang dimiliki investor termasuk dalam tingkat bunga tetap, investor menerima seluruh pembayaran bunga 5% dan jumlah pokok investasi sesuai kesepakatan.</p>
<p>Masalah akan muncul ketika seorang investor menginvestasikan kembali uangnya untuk membeli obligasi lain dari kelas yang sama (yang saat ini memiliki tingkat bunga 2,55%), jadi tentu saja dia tidak lagi menerima bunga kupon 5%, tetapi akan menerima tingkat bunga saat ini.</p>
<p>Jadi, ketika ingin berinvestasi kembali, investor perlu benar-benar memahami bagaimana mengelola atau <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_investasi" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">memanajemen risiko investasi</a> ini.</p>
<p>Nahh, demikianlah penjelasanan tentang risiko investasi yang harus diketahui sebelum memulai berinvestasinya. Semoga ulasan ini bermanfaat untuk kita semua.</p>
<hr class="wp-block-separator"/>
<p>Ref: koinworks.com/blog/risiko-investasi-yang-perlu-diketahui</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/risiko-investasi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Peran Teknologi dalam Bisnis Yang Memiliki Banyak Manfaat</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/peran-teknologi-dalam-bisnis</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/peran-teknologi-dalam-bisnis#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Nov 2021 18:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yukuis.com/?p=234</guid>
					<description><![CDATA[Peran Teknologi dalam Bisnis &#8211; Perkembangan teknologi tidak hanya berlaku untuk kemudahan individu semata, melainkan sudah merambah juga ke dunia usaha. Buktinya banyak perusahaan atau UKM yang melek teknologi demi kemajuan bisnis yang dijalankan. Dengan memanfaatkan teknologi, bukan tidak mungkin bisnis Anda semakin berkembang. Hasilnya pun akan berbeda jauh dengan usaha yang tidak mengandalkan teknologi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Peran Teknologi dalam Bisnis</strong> &#8211; Perkembangan teknologi tidak hanya berlaku untuk kemudahan individu semata, melainkan sudah merambah juga ke dunia usaha. Buktinya banyak perusahaan atau UKM yang melek teknologi demi kemajuan bisnis yang dijalankan. Dengan memanfaatkan teknologi, bukan tidak mungkin bisnis Anda semakin berkembang. Hasilnya pun akan berbeda jauh dengan usaha yang tidak mengandalkan teknologi sama sekali.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Peran Teknologi dalam Bisnis</h2>
<p>Peran teknologi dalam memajukan dunia bisnis di antaranya untuk media promosi, membangun serta menjaga hubungan dengan relasi bisnis atau pelanggan, menjaga data bisnis lebih baik, bisa berbisnis tanpa mengenal waktu, dan laporan keuangan yang lebih efisien. Untuk lebih jelasnya terkait peran teknologi dalam bisnis ini akan diuraikan pada poin-poin di bawah ini.</p>
<h3 class="wp-block-heading">1. Media Promosi</h3>
<p>Peran teknologi dalam bisnis yang paling masif adalah sebagai <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Media_sosial" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">media promosi</a>. Jika dahulu Anda harus memiliki satu tempat usaha, sekarang tidak lagi mesti seperti itu. Dulu, Anda mesti mengeluarkan uang yang lebih untuk menyewa tempat usaha. Nah, teknologi memudahkan Anda dalam hal seperti itu, yakni tidak perlu lagi menyewa tempat usaha yang mahal. Cukup dengan mendaftar di salah satu media promosi online.</p>
<h3 class="wp-block-heading">2. Membangun dan Menjaga Hubungan dengan Relasi Bisnis atau Pelanggan</h3>
<p>Membangun komunikasi dengan mitra bisnis atau para pelanggan sudah mulai dilakukan oleh mereka para pelaku wirausaha. Mereka mengandalkan kemajuan teknologi dengan membangun relasi secara online. Dengan adanya teknologi, Anda bisa melakukan pertemuan atau rapat secara online. Hanya satu hal yang penting, Anda harus bertanggung jawab dan bisa berkomitmen menjalin komunikasi lewat online.</p>
<h3 class="wp-block-heading">3. Menjaga Data Bisnis dengan Lebih Baik</h3>
<p>Perusahaan besar sudah mulai menggunakan cloud sebagai basis penyimpanan data agar lebih aman. Data yang disimpan di Cloud bisa dikatakan lebih aman daripada hanya ditulis tangan. Karena bisa saja Anda lupa menyimpan buku catatan atau mungkin hilang atau bisa juga rusak karena terkena air. Pada intinya, kemungkinan resiko yang terjadi lebih krusial jika data disimpan hanya di atas kertas saja.</p>
<p>Untuk memasukkan data ke Cloud, Anda hanya membutuhkan USB, flash disk, atau hard disk. Manfaatnya memang memudahkan akses. Namun tidak hanya itu, Anda sekaligus berperan dalam menyelamatkan bumi dari penggunaan kertas yang berlebihan. Kemudian kantor tempat Anda bekerja tidak perlu lagi dipenuhi dengan lemari-lemari besar, karena semua data sudah disimpan di Cloud.</p>
<h3 class="wp-block-heading">4. Bisa Melakukan Bisnis Tanpa Mengenal Waktu</h3>
<p>Perkembangan teknologi yang bisa diakses dalam dua puluh empat jam memberikan peluang kepada Anda untuk berbisnis tanpa mengenal waktu. Tentunya ini lebih efisien dibandingkan Anda membuka toko offline yang memiliki batas waktu tertentu. Kemudian, Anda bisa melakukan bisnis ini dimanapun dan kapan pun. Bahkan ketika Anda sedang dalam perjalanan, bisnis tetap akan berjalan dengan baik.</p>
<h3 class="wp-block-heading">5. Laporan Keuangan yang Mudah</h3>
<p>Pengelolaan laporan keuangan akan lebih mudah dilakukan dengan cara online dibandingkan offline. Anda bisa menggunakan software atau aplikasi tertentu untuk membuat laporan keuangan. Dengan ini, Anda tidak perlu lagi membuat laporan keuangan manual dengan cara hitung yang manual juga. Karena di aplikasi tersebut sudah ada rumus tertentu yang dapat menghitung laporan keuangan perusahaan Anda.</p>
<p>Nah, demikianlah peran teknologi dalam <a href="/bisnis" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">bisnis</a>. Memahami teknologi untuk kebutuhan wirausaha menjadi hal yang sangat penting. Banyak perusahaan yang telah membuktikannya, bahwa mereka bisa sukses dengan bantuan teknologi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/peran-teknologi-dalam-bisnis/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara dan Alat Pembayaran Internasional untuk UKM Indonesia</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/alat-pembayaran-internasional</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/alat-pembayaran-internasional#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Nov 2021 18:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Transaksi]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yukuis.com/?p=225</guid>
					<description><![CDATA[Berbicara tentang alat pembayaran internasional tentunya sudah tidak asing lagi bagi para pelaku bisnis, terutama yang melakukan bisnis dalam skala global. Pada saat yang sama, instrumen pembayaran internasional adalah prosedur yang dihasilkan dalam transaksi perdagangan dengan negara lain. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui apa dan bagaimana menggunakan alat pembayaran, terutama jika Anda memiliki [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Berbicara tentang alat pembayaran internasional tentunya sudah tidak asing lagi bagi para pelaku bisnis, terutama yang melakukan bisnis dalam skala global. Pada saat yang sama, instrumen pembayaran internasional adalah prosedur yang dihasilkan dalam transaksi perdagangan dengan negara lain.</p>
<p>Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui apa dan bagaimana menggunakan alat pembayaran, terutama jika Anda memiliki pemasok tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri. Selain itu, jika ingin memperluas bisnis, Anda juga harus menyiapkan jenis pembayaran yang akan digunakan nantinya.</p>
<p>Sebelumnya kita telah menjelaskan <a href="https://santuynesia.com/alat-pembayaran" target="_blank" data-type="post" data-id="197" rel="noreferrer noopener nofollow">alat pembayaran tunai dan non tunai</a>, nah pada kesempatan kali ini ada berbagai metode dan alat pembayaran internasional yang dapat digunakan dalam transaksi perdagangan. </p>
<h2 class="wp-block-heading">Alat Pembayaran Internasional</h2>
<h3 class="wp-block-heading">1. Tunai atau uang tunai</h3>
<p>Cara pertama untuk melakukan pembayaran internasional adalah tunai atau tunai, dan ini adalah cara termudah.</p>
<p>Anda dapat menggunakan cara ini saat berada di luar negeri, atau transfer secara manual di bank dengan mentransfer uang tunai.</p>
<p>Metode pembayaran tunai atau tunai ini biasanya digunakan jika pihak bisnis sebagai importir dan pemasok sebagai eksportir tidak mengetahuinya dengan baik.</p>
<p>Ini dapat digunakan untuk membangun kepercayaan untuk pertama kalinya.</p>
<p>Dalam hal ini pembayaran dapat dilakukan dalam mata uang rupiah atau mata uang negara lain sesuai dengan kesepakatan dengan konsumen/supplier.</p>
<p>Selain pelaku bisnis, orang yang biasanya melakukan pembayaran tunai antara lain wisatawan, peziarah, tenaga kerja Indonesia (TKI).</p>
<h3 class="wp-block-heading">2. Cek</h3>
<p>Anda dapat menggunakan cek sebagai alat pembayaran internasional berikutnya.</p>
<p>Proses pembayaran akan ditangani oleh importir yang mengirimkan cek kepada eksportir melalui bank yang ditunjuk di negara eksportir.</p>
<p>Adapun ke depan, tujuan bank adalah bank yang memiliki cabang di negara pengimpor.</p>
<p>Perlu dicatat bahwa transfer dana akan dilakukan jika cek itu dikukuhkan dengan tanda tangan atau stempel resmi dari yang berwenang.</p>
<h3 class="wp-block-heading">3. Wesel</h3>
<p>Wesel atau wesel sudah dikenal sejak dahulu sebagai alat pembayaran, terutama untuk transaksi internasional.</p>
<p>Dengan menggunakan transfer uang, Anda dapat dengan mudah melakukan transaksi pembayaran di dalam atau luar negeri tanpa perlu rekening bank.</p>
<p>Jika Anda ingin menggunakan pengiriman uang sebagai alat pembayaran internasional, Anda harus menyerahkan formulir pengiriman uang ke penyedia pengiriman uang.</p>
<p>Anda dapat menemukannya di Pos Indonesia atau bank biasa.</p>
<p>Kemudian masukkan nomor rekening bank atau nama penerima yang dituju beserta jumlah uangnya.</p>
<p>Penerima atau pengirim uang tidak perlu menggunakan rekening bank, karena PIN akan digunakan untuk mengkonfirmasi penerimaan.</p>
<h3 class="wp-block-heading">4. letter of credit (L/C)</h3>
<p>Dalam perdagangan internasional, letter of credit sebenarnya menyerupai pengiriman uang.</p>
<p>Bedanya, jika tagihan harus dibayar penuh, kredit atau cicilan dapat digunakan dalam letter of credit.</p>
<p>Anda sebagai importir dapat mengajukan pinjaman dari bank, dan jika bank menyetujui aplikasi pinjaman Anda, Anda akan diberikan letter of credit.</p>
<p>Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa letter of credit menggantikan jaminan kredit dan pembayaran kepada eksportir.</p>
<p>Nantinya, jika terjadi keterlambatan pembayaran, pihak bank akan membayarkannya kepada penjual.</p>
<p>Setelah itu, dana yang dihimpun oleh bank akan menjadi utang kepada pembeli.</p>
<p>Pada prinsipnya alat pembayaran ini akan memudahkan kelancaran transaksi jual beli yang berlangsung antar negara.</p>
<p>Metode pembayaran ini dapat digunakan untuk transaksi jika salah satu pihak tidak saling percaya.</p>
<p>Cara ini dinilai lebih aman, terutama bagi Anda yang pernah melakukan pengiriman ke luar negeri namun khawatir barangnya tidak akan terbayar.</p>
<h3 class="wp-block-heading">5. Transfer Telegraf</h3>
<p>Alat pembayaran internasional ini hampir seperti cek.</p>
<p>Bedanya, penerima dana harus mencairkan cek terlebih dahulu.</p>
<p>Sedangkan wire transfer adalah perintah dari pemilik asli dana untuk mentransfer dananya ke rekening lain melalui sistem perbankan otomatis.</p>
<p>Dengan demikian, penerima dana tidak perlu memiliki checklist.</p>
<p>Biasanya cara ini dilakukan oleh bank dalam negeri yang menyasar masyarakat di luar negeri,</p>
<p>Sumber dana yang digunakan oleh bank juga merupakan rekening Anda sebagai pengirim dana.</p>
<p>Oleh karena itu, pastikan Anda memilih bank yang terpercaya, karena transaksi menggunakan bank tersebut dapat dianggap berisiko tinggi.</p>
<h3 class="wp-block-heading">6. Kartu kredit</h3>
<p>Berikutnya adalah alat pembayaran internasional paling sederhana yang dapat digunakan untuk transaksi perdagangan antar negara dalam skala kecil.</p>
<p>Kartu kredit memang banyak digunakan sebagai alat pembayaran, apalagi jika Anda menggunakan e-commerce seperti eBay dan Amazon.</p>
<p>Pastikan kartu kredit Anda memiliki cap Visa atau Mastercard untuk penggunaan di seluruh dunia.</p>
<p>Namun karena kemudahannya, Anda harus menggunakan kartu kredit dengan bijak agar tidak merugikan Anda di kemudian hari.</p>
<h3 class="wp-block-heading">7. Valuta Asing</h3>
<p>Bagi yang belum tahu, mata uang asing merupakan alat pembayaran internasional yang menggunakan nilai tukar.</p>
<p>Tetapi untuk mempermudah, pembayaran biasanya dilakukan dalam dolar AS.</p>
<p>Alasannya adalah bahwa dolar AS adalah mata uang internasional.</p>
<p>Bisa dikatakan cara ini bisa dibilang cukup sederhana karena akan dihitung dalam mata uang yang sama, jadi tidak perlu menghitung selisihnya.</p>
<h3 class="wp-block-heading">8. Kompensasi pribadi</h3>
<p>Jika Anda menggunakan alat pembayaran ini dalam transaksi internasional, pembayaran akan dilakukan secara nasional.</p>
<p>Apa artinya? Simak ilustrasi berikut agar lebih jelas, yuk!</p>
<p>Anto dari Indonesia membeli suatu barang di Amerika seharga $1000.</p>
<p>Asep dari Amerika kemudian membeli barang dari Ucok di Indonesia dengan harga yang sama.</p>
<p>Dengan demikian, keempat pihak dapat menggunakan kompensasi pribadi, asalkan mereka saling mengenal dan percaya.</p>
<p>Langkah-langkahnya akan sebagai berikut.</p>
<p>Anto akan memberikan Ucok 1000 dolar, kemudian Asep akan memberikan Asep jumlah yang sama.</p>
<p>Mudah, kan?</p>
<h3 class="wp-block-heading">9. Rekening escrow</h3>
<p>Rekening escrow adalah rekening yang terbuka untuk dua pihak.</p>
<p>Dengan demikian, akses dan penggunaan digunakan secara bersamaan.</p>
<p>Nah, menggunakan alat pembayaran ini membutuhkan tingkat kepercayaan yang tinggi antara kedua belah pihak.</p>
<p>Kesepakatan akan berlanjut sebagai berikut:</p>
<p>Pembeli mentransfer uang ke rekening Escrow.<br>Penjual kemudian dapat menarik uang ke rekening yang sama.</p>
<h3 class="wp-block-heading">10. Pembayaran kemudian</h3>
<p>Sebenarnya jenis pembayaran ini sama dengan cash on delivery atau cash on delivery, tetapi secara internasional.</p>
<p>Pembayaran ini biasanya dilakukan jika importir dan eksportir kesulitan untuk saling mengenal karena masalah jarak.</p>
<p>Nantinya, pembayaran baru akan dilakukan saat barang dikirim dan diterima oleh importir.</p>
<p>Cara ini mungkin merupakan cara yang disukai importir karena eksportir akan menanggung resiko transportasi.</p>
<h3 class="wp-block-heading">11. Emas</h3>
<p>Ya, Anda bisa menggunakan emas sebagai alat pembayaran internasional.</p>
<p>Emas memiliki fungsi yang sama dengan uang tunai, dimana nilai barang yang dijual harus sama dan sama dengan berat emasnya.</p>
<p>Keunggulan yang paling disukai dari alat pembayaran ini adalah emas tidak mudah rusak dan inflasi tidak dapat dihindari.</p>
<p>Inilah mengapa emas disebut juga sebagai safe haven, karena setiap gejolak yang terjadi di dunia tidak akan mempengaruhi nilai emas itu sendiri dan cenderung tetap stabil.</p>
<h3 class="wp-block-heading">12. Paypal</h3>
<p>Alat pembayaran internasional yang terakhir yaitu menggunakan PayPal.</p>
<p><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/PayPal" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">PayPal</a> adalah akun virtual yang menyediakan layanan transfer atau pembayaran online.</p>
<p>Anda dapat melakukan transaksi antar negara dimana saja dengan menggunakan metode online.</p>
<p>Saat ini, PayPal telah menjadi alat pembayaran lintas batas virtual yang populer dan paling banyak digunakan.</p>
<p>Keamanan dengan PayPal juga cukup tinggi dan jaringannya luas.</p>
<p>Nah, dari pembahasan alat pembayaran internasional di atas, mana yang paling Anda sukai? Sampaikan informasi ini kepada teman atau kolega yang membutuhkan, ya. Semoga bermanfaat.</p>
<hr class="wp-block-separator"/>
<p>Ref: koinworks.com/blog/alat-pembayaran</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/alat-pembayaran-internasional/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
