{"id":4823,"date":"2022-04-09T13:53:59","date_gmt":"2022-04-09T06:53:59","guid":{"rendered":"https:\/\/santuynesia.com\/?p=4823"},"modified":"2022-04-09T13:54:05","modified_gmt":"2022-04-09T06:54:05","slug":"sejarah-kenaikan-isa-al-masih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/sejarah-kenaikan-isa-al-masih","title":{"rendered":"Perayaan Hari Raya dan Sejarah Kenaikan Isa Al Masih"},"content":{"rendered":"\n<p><strong><a href=\"\/\">SantuyNesia<\/a><\/strong> &#8211; Salah satu peringatan\u00a0Hari Besar agama Kristen\u00a0teradapat beberapa perayaan terkhusus adalah perayaan Hari Besar Sejarah Kenaikan Isa Al Masih, yang akan di bahas selain\u00a0kebiasaan \u2013 kebiasaan Gereja Kristen maupun Protestan\u00a0yang di rayakan serta di bahasa pula sejarah kenaikan isa Al Masih dibawah ini.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"rtoc-1\">Siapakah Isa Al Masih?<\/h2>\n\n\n\n<p>Yesus dari Nazaret atau Yesus Kristus, adalah tokoh utama Kekristenan. Menurut ajaran sebagian besar denominasi Kristen, Yesus dipandang sebagai Putra Allah (Anak Allah). Umat Kristen meyakini bahwa Yesus adalah Mesias (atau Kristus, Yang Diurapi) yang dinantikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kebanyakan akademisi sepakat bahwa Yesus adalah orang Galilea, rabi Yahudi yang mewartakan pesannya secara lisan, dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, dan disalibkan sesuai perintah Prefek Romawi Pontius Pilatus.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Islam, Yesus (umumnya ditransliterasikan sebagai Isa) dipandang sebagai Al-Masih (Mesias) dan salah satu nabi Allah yang penting. Menurut umat Muslim, Yesus merupakan seorang pembawa kitab suci dan dilahirkan dari seorang perawan, namun bukan Putra Allah. Bagi sebagian besar kalangan Muslim, Yesus tidak disalibkan tetapi secara jasmani diangkat ke Surga oleh Allah.<\/p>\n\n\n\n<p>Sitem yudaisme menolak mereka berkeyakinan bahwa Yesus adalah Mesias yang dinantikan, dengan alasan bahwa kematian Yesus di kayu salib menandakan bahwa ia ditolak oleh Allah dan kebangkitannya adalah suatu legenda Kristen.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"rtoc-2\">Peristiwa Kenaikan Yesus Kristus<\/h2>\n\n\n\n<p>Kenaikan Yesus Kristus adalah peristiwa yang terjadi 40 hari setelah Kebangkitan Yesus, di mana disaksikan oleh murid-murid-Nya, Yesus Kristus terangkat naik ke langit dan kemudian hilang dari pandangan setelah tertutup awan, seperti yang dicatat dalam bagian Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya pada hari Minggu (yaitu 3 hari sesudah kematian-Nya di atas kayu salib), Yesus menunjukkan diri-Nya kepada para murid, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Yesus berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.<\/p>\n\n\n\n<p>Injil Markus, Injil Lukas dan Kitab Kisah Para Rasul mencatat peristiwa kenaikan ini secara eksplisit. Injil Matius dan Injil Yohanes tidak menyebutkan secara jelas, melainkan hanya merujuknya.<\/p>\n\n\n\n<p>Markus mencatat bahwa sesudah Tuhan Yesus menyampaikan pesan-pesan terakhir kepada murid-murid-Nya, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.&nbsp;<strong>(Markus 16:19)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Lukas mencatat: Yesus membawa mereka ke luar kota Yerusalem sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.&nbsp;<strong>(Lukas 24:50-52)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Matius 26:64 \u2013 Jawab Yesus: \u201cEngkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.\u201d\u00a0<strong>(Matius 26:64)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"rtoc-3\">Kronologi Kenaikan Isa Al Masih<\/h3>\n\n\n\n<p>Pada hari kenaikan-Nya, ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang\u2014demikian kata-Nya\u2013\u201ctelah kamu dengar daripada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Percakapan ini rupanya berlanjut sambil berjalan ke luar kota Yerusalem ke arah Betania di sebelah timur.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: \u201cTuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Jawab Yesus: \u201cEngkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Kisah Para Rasul mencatat: Sesudah Yesus mengatakan kata-kata terakhirnya, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: \u201cHai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.\u201d&nbsp;<strong>(Kisah Para Rasul 1:9-11)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"rtoc-4\">Lokasi Kenaikan Isa Al Masih<\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa kita injil debagai rujukan dimana tempat Isa Al Masih diangkat ke langit, berikut ini beberapa rujukan tempat dimana Peristiwa Sejarah Kenaikan Isa Al Masih.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Di luar kota Yerusalem, dekat Betania, di bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya \u201cseperjalanan Sabat\u201d jauhnya dari Yerusalem. \u201cSeperjalanan Sabat\u201d itu berjarak kira-kira 2000 langkah atau sekitar 1,5 km (1 mil).<\/li><li>Sejarah kenaikan ini bukan di dalam kota Betania, yang terletak di sebelah timur Bukit Zaitun, kira-kira 3 kilometer (2 mil) di timur Yerusalem.<\/li><li>Bukit Zaitun (bahasa Inggris: Mount Olivet atau Mount Olive) terdiri dari 3 puncak yang memanjang sekitar 2 kilometer (1,5 mil).<\/li><li>Gereja \u201cChurch of the Holy Ascension\u201d pernah didirikan di sana, sebelum direbut oleh Saladin tahun 1187 dan diubah menjadi masjid \u201cKapel Kenaikan\u201d (Chapel of Ascension) sampai sekarang. Menurut tradisi, ini adalah tempat kenaikan Yesus.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"rtoc-5\">Keajaiban yang Terjadi Pasca Kenaikan Isa Al Masih<\/h2>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Berikut ini beberapa rujukan yang diambil tentang keajaiban yang terjadi setelah peristiwa sejarah kenaikan Isa Al Masih.<\/li><li>Injil Markus mencatat secara garis besar bahwa sesudah itu pergilah murid-murid Yesus memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.<\/li><li>Injil Lukas mencatat bahwa segera setelah pulang ke Yerusalem dengan sukacita, para murid senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah. Catatan kecil ini menjadi penghubung ke Kisah Para Rasul yang juga ditulis oleh Lukas.<\/li><li>Kisah Para Rasul mencatat bahwa rasul-rasul itu kembali ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Setelah menunggu 10 hari di Yerusalem, para murid mengalami pencurahan Roh Kudus pada hari raya Shavuot atau Pentakosta, dan kemudian mereka mulai memberitakan Injil ke seluruh dunia. Jadi pada akhirnya sama dengan catatan dalam Injil Markus.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"rtoc-6\">Perayaan Hari Raya Kenaikan Isa Al Masih menurut Adat Kesenian Kristen<\/h2>\n\n\n\n<p>Hari raya Kenaikan Yesus Kristus atau Kenaikan Isa Almasih (Mikraj Isa Almasih) adalah nama hari raya umat Kristen untuk memperingati kenaikan Yesus ke sorga. Perayaan berpindah ini selalu jatuh pada hari Kamis, 40 hari setelah hari raya Paskah, 10 hari sebelum hari raya Pentakosta.<\/p>\n\n\n\n<p>Kisah Kenaikan telah sering menjadi subjek Seni Kristen. Memasuki abad ke-6 ikonografi Kenaikan telah terbentuk dan memasuki abad ke-9 adegan Kenaikan sudah digambarkan pada kubah-kubah gereja. Rabbula Gospels (c. 586) memuat sejumlah lukisan Kenaikan tertua.<\/p>\n\n\n\n<p>Kebanyakan lukisan Kenaikan mempunyai dua bagian, yaitu bagian atas untuk pemandangan sorgawi dan bagian bawah untuk pemandangan duniawi. Kristus yang sedang terangkat naik bisa membawa panji Kebangkitan atau dalam postur memberi berkat dengan tangan kanan-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Gerakan pemberkatan oleh Kristus dengan tangan kanan ditujukan kepada kelompok di dunia di bawah-Nya dan memberi makna bahwa Ia sedang memberkati seluruh Gereja. Di tangan kiri-Nya, Ia bisa membawa suatu kitab Injil atau gulungan, memberi makna pengajaran dan pemberitaan Injil.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"rtoc-7\">Bangunan Bersejarah Bukti Kenaikan Isa Al Masih<img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/web.archive.org\/web\/20210302073141im_\/https:\/\/specialdays.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/200px-Intihuatana_Solar_Clock.jpg\" alt=\"\"><\/h2>\n\n\n\n<p>Situs Kenaikan secara tradisional adalah Bukit Zaitun (\u201cMount Olivet\u201d atau \u201cMount of Olives\u201d), di mana terletak desa Betania. Sebelum perpindahan agama Kaisar Konstantinus pada tahun 312 M, orang Kristen mula-mula memperingati Kenaikan Kristus dalam suatu gua di bukit itu, dan memasuki tahun 384 Kenaikan diperingati di tempat sekarang, lebih ke atas bukit dari gua tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekitar tahun 390 seorang perempuan Romawi kaya bernama Poimenia mendanai pembangunan gedung gereja yang disebut \u201cEleona Basilica\u201d (elaion dalam bahasa Yunani berarti \u201ckebun zaitun\u201d, dari elaia \u201cpohon zaitun,\u201d dan sering disebutkan kemiripannya dengan kata eleos yang berarti \u201crahmat, anugerah\u201d). Gereja ini dihancurkan oleh tentara Persia Sasaniyah pada tahun 614. Kemudian dibangun kembali, dihancurkan, dan dibangun lagi oleh tentara Perang Salib.<\/p>\n\n\n\n<p>Gereja terakhir ini dihancurkan oleh kaum Muslim, menyisakan hanya suatu bangunan bersegi-delapan berukuran 12\u00d712 meter (disebut sebuah martyrium\u2014\u201dmemorial\u201d\u2014atau \u201cEdicule\u201d) yang masih ada sampai sekarang. Situs ini akhirnya dikuasai oleh dua emisari Saladin pada tahun 1198 dan tetap menjadi milik Wakaf Islam Yerusalem sejak saat itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Kapel Kenaikan (Chapel of the Ascension) sekarang merupakan tempat suci bagi orang Kristen dan Muslim, yang diyakini menandai tempat di mana Yesus terangkat naik ke sorga; dalam gereja\/masjid bulat ini terdapat sebuah batu dengan bekas tapak kaki Yesus. Gereja Ortodoks Rusia juga memiliki sebuah Konven Kenaikan (Convent of Ascension) di puncak Bukit Zaitun.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah Peringatan Hari Besar dan Sejarah kenaikan Isa Al Masih jangan Lupa Share ke teman \u2013 temanmu ya yang terpenting tulis kritik dan Saran di kolom komentar di bawah ya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SantuyNesia &#8211; Salah satu peringatan\u00a0Hari Besar agama Kristen\u00a0teradapat beberapa perayaan terkhusus adalah perayaan Hari Besar Sejarah Kenaikan Isa Al Masih, yang akan di bahas selain\u00a0kebiasaan \u2013 kebiasaan Gereja Kristen maupun Protestan\u00a0yang di rayakan serta di bahasa pula sejarah kenaikan isa Al Masih dibawah ini. Siapakah Isa Al Masih? Yesus dari Nazaret atau Yesus Kristus, adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4827,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_lock_modified_date":false,"footnotes":""},"categories":[67],"tags":[671,670,190],"class_list":["post-4823","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam","tag-hari-raya","tag-isa-al-masih","tag-sejarah"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":6}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4823"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4823"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4823\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4829,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4823\/revisions\/4829"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4827"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4823"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4823"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4823"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}