{"id":4755,"date":"2022-04-01T18:13:01","date_gmt":"2022-04-01T11:13:01","guid":{"rendered":"https:\/\/santuynesia.com\/?p=4755"},"modified":"2022-04-01T18:13:06","modified_gmt":"2022-04-01T11:13:06","slug":"pengertian-neraca-lajur-dan-kegunaannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/pengertian-neraca-lajur-dan-kegunaannya","title":{"rendered":"Pengertian Neraca Lajur dan Kegunaannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Pengertian neraca lajur menurut para ahli yaitu:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>Neraca lajur adalah suatu cara yang teratur untuk menghitung dan merancang data bagi laporan keuangan. Neraca lajur ini memperlihatkan dengan jelas semua data yang diperlukan untuk membuat laporan keuangan.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Informasi dalam kolom nama akun dan kolom neraca sisa diambil langsung dari neraca sisa yang belum disesuaikan. Dua kolom penyusuaian debit dan kredit ditandai dengan sebuah huruf yang merujuk kepada\u00a0<a href=\"https:\/\/santuynesia.com\/macam-macam-ayat-jurnal-penyesuaian\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"4411\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">jurnal penyusuaian<\/a>nya. Misalkan dalam kolom debit terdapat huruf (a) dengan jumlah penyusuaian piutang (A\/R) sebesar Rp. 250.000 dan pada kolom kredit, huruf (a) merujuk pada pendapatan jasa sebesar Rp. 250.000<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kegunaan Worksheet atau Neraca Lajur<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Apa kegunaan neraca lajur ?<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Neraca lajur akan membantu mengidentifikasikan akun apa saja yang perlu disesuaikan dengan cara menyusun seluruh\u00a0<a href=\"https:\/\/santuynesia.com\/pengertian-akun-dalam-akuntansi\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"3970\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">akun<\/a>\u00a0dan nilai sisa yang belum disesuaikan serta membantu menemukan kesalahan-kesalahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Neraca lajur digunakan untuk membantu penyiapan laporan keuangan, pencatatan jurnal penyesuaian dan jurnal penutup. Walupun neraca lajur telah menunjukkan besarnya laba bersih atau kerugian bersih untuk periode tersebut, namun masih perlu dibuat laporan keuangan. Pemisahan akun ke dalam neraca dan ke dalam laporan laba rugi akan mempermudah penyiapan laporan tersebut. Neraca lajur sering disebut sebagai kertas kerja (worksheet). Kertas kerja terdiri atas 10 kolom dan dibuat untuk mempermudah didalam penyusunan laporan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah itulah pembahasan singkat mengenai\u00a0pengertian neraca lajur dan kegunaannya. Semoga kamu mengerti tentang pengertian neraca lajur dan tujuannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian neraca lajur menurut para ahli yaitu: Neraca lajur adalah suatu cara yang teratur untuk menghitung dan merancang data bagi laporan keuangan. Neraca lajur ini memperlihatkan dengan jelas semua data yang diperlukan untuk membuat laporan keuangan. Informasi dalam kolom nama akun dan kolom neraca sisa diambil langsung dari neraca sisa yang belum disesuaikan. Dua kolom [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3260,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_lock_modified_date":false,"footnotes":""},"categories":[111],"tags":[439,650,651],"class_list":["post-4755","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi","tag-akuntansi-pengantar","tag-neraca","tag-neraca-lajur"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":6}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4755"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4755"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4755\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4756,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4755\/revisions\/4756"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3260"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4755"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4755"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4755"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}