{"id":4610,"date":"2022-03-16T21:37:50","date_gmt":"2022-03-16T14:37:50","guid":{"rendered":"https:\/\/santuynesia.com\/?p=4610"},"modified":"2022-03-16T21:38:14","modified_gmt":"2022-03-16T14:38:14","slug":"yuk-luangkan-waktu-melakukan-peregangan-di-tempat-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/yuk-luangkan-waktu-melakukan-peregangan-di-tempat-kerja","title":{"rendered":"Yuk Luangkan Waktu Melakukan Peregangan di Tempat Kerja"},"content":{"rendered":"\n<p>Kesibukan yang menyita waktu serta harus duduk selama berjam-jam dalam jangka waktu yang lama, akan membawa pengaruh buruk untuk kesehatan tubuh. Oleh karena itu, pernahkah Anda terpikir untuk melakukan peregangan di tempat kerja (kantor)? <\/p>\n\n\n\n<p>Ternyata dengan meluangkan sedikit waktu untuk melakukan peregangan bisa membuat Anda terhindar dari gangguan kesehatan lho!<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Melakukan Peregangan di Tempat Kerja<\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini adalah beberapa tips peregangan di tempat kerja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Perbaiki posisi duduk<\/h3>\n\n\n\n<p>Posisi duduk sempurna dapat diperoleh dengan memosisikan kaki berpijak sejajar. Bagi Anda yang memakai sepatu hak tinggi, lepaskan selama berada duduk di meja agar tumit sejajar di atas lantai dan lutut yang harus lebih rendah dari punggul. <\/p>\n\n\n\n<p>Jadikanlah tulang duduk sebagai tumpuan. Kemudian, mengangkat bokong dengan tangan, memudahkan Anda mendapatkan posisi paling bawah dari tulang panggul.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Peregangan ringan<\/h3>\n\n\n\n<p>Peregangan yang dapat Anda lakukan bisa dimulai dari leher. Lenturkan leher Anda ke depan-belakang, kanan-kiri, dan menoleh secara perlahan. Kemudian, lanjutkan ke bahu dengan cara memutarnya ke depan dan belakang sepuluh kali. <\/p>\n\n\n\n<p>Peregangan untuk pergelangan tangan dan kaki dapat Anda lakukan dengan memutar secara bergantian searah dan berlawanan arah jam. Peregangan ini dapat Anda lakukan saat merasa pegal atau butuh penyegaran.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Memanfaatkan waktu istirahat<\/h3>\n\n\n\n<p>Waktu makan siang yang terbatas kadang menyulitkan pegawai kantoran untuk melakukan olahraga ringan seperti\u00a0peregangan. Namun, keterbatasan waktu tersebut dapat diakali dengan beberapa hal. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika Anda biasa membeli makan siang di restoran atau kantin, Anda bisa membawa bekal sendiri untuk menghemat waktu, sehingga Anda mempunyai waktu istirahat lebih panjang untuk berolahraga sebelum kembali bekerja tanpa kelelahan atau mengantuk.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Aktif sepanjang jam istirahat<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika masih mempunyai waktu tersisa setelah makan dan peregangan, Anda bisa membuat tubuh menjadi lebih aktif selama istirahat berlangsung. Misalnya dengan naik turun tangga, namun jika cuaca sedang mendung atau hujan, Anda bisa memanfaatkan waktu tersebut dengan&nbsp;<em>power nap&nbsp;<\/em>selama 10-15 menit. Tidur siang singkat yang berkualitas akan membuat Anda lebih jernih dalam bekerja dan tidak mudah mengantuk sampai jam pulang kerja.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kesibukan yang menyita waktu serta harus duduk selama berjam-jam dalam jangka waktu yang lama, akan membawa pengaruh buruk untuk kesehatan tubuh. Oleh karena itu, pernahkah Anda terpikir untuk melakukan peregangan di tempat kerja (kantor)? Ternyata dengan meluangkan sedikit waktu untuk melakukan peregangan bisa membuat Anda terhindar dari gangguan kesehatan lho! Melakukan Peregangan di Tempat Kerja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4611,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_lock_modified_date":false,"footnotes":""},"categories":[106],"tags":[615,149],"class_list":["post-4610","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-bekerja","tag-kesehatan"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":6}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4610"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4610"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4610\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4612,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4610\/revisions\/4612"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4611"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4610"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4610"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4610"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}