{"id":4360,"date":"2022-02-28T09:44:34","date_gmt":"2022-02-28T02:44:34","guid":{"rendered":"https:\/\/santuynesia.com\/?p=4360"},"modified":"2022-02-28T09:44:40","modified_gmt":"2022-02-28T02:44:40","slug":"kata-kerja-aktif-dan-pasif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/kata-kerja-aktif-dan-pasif","title":{"rendered":"Kata Kerja (verba) Aktif dan Pasif"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Kata kerja adalah<\/strong> kata yang menyatakan makna perbuatan, pekerjaan tindakan, proses atau keadaan. Secara umum, verba atau kata kerja memiliki ciri-ciri berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Verba berfungsi utama sebagai predikat atau sebagai inti predikat dalam kalimat maupun dapat juga mempunyai fungsi lain<\/li><li>Verba mengandung makna dasar perbuatan (aksi), proses, atau keadaan yang bukan sifat atau kualitas<\/li><li>Verba khususnya bermakna keadaan, tidak dapat diberi prefiks ter- yang berarti &#8220;paling&#8221;<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Perhatikan contoh berikut<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Pencuri itu <em>lari<\/em><\/li><li>Para siswa sedang <em>membaca <\/em>di perpustakaan<\/li><li>Orang itu tidak akan <em>pergi <\/em>sekarang<\/li><li>Bom itu <em>meledak <\/em>di pusat keramaian<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Kata lari, membaca dan pergi adalah kata verba yang mengandung makna perbuatan, sedangkan kata meledak adalah kata verba yang mengandung makna proses.<\/p>\n\n\n\n<p>Bila dilihat dari segi bentuknya, verba dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu verba asal dan verba turunan. Verba asal adalah verba yang dapat berdiri sendiri tanpa afiks (imbuhan) dalam konteks sintaktis. Sedangkan verba turunan yaitu verba yang harus atau dapat memakai afiks, bergantung tingkat keformalan bahasa atau pada posisi sintaksisnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun ditinjau dari hubungan kata kerja dengan kata benda dalam kalimat, kata kerja dibedakan menjadi kata kerja aktif dan kata kerja pasif. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kata kerja aktif<\/strong> adalah kata kerja yang berawalan <em>me-<\/em>, <em>ber-<\/em>, atau tanpa awalan. Contohnya <em>menyanyi, menulis, mencintai, berdua, berkata, makan, pergi, tidur, datang<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kata kerja pasif<\/strong> adalah kata kerja yang berawalan <em>di- <\/em>atau <em>ter-<\/em>. Contohnya <em>ditinjau, dilamar, dimakan, ditembak, terlena, tertawa, tersiksa, terbawa, terkenal<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah ulasan mengenai <a href=\"https:\/\/santuynesia.com\/kata-kerja-aktif-dan-pasif\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">kata kerja aktif dan pasif<\/a>, semoga bermanfaat untuk kita semua.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kata kerja adalah kata yang menyatakan makna perbuatan, pekerjaan tindakan, proses atau keadaan. Secara umum, verba atau kata kerja memiliki ciri-ciri berikut ini. Verba berfungsi utama sebagai predikat atau sebagai inti predikat dalam kalimat maupun dapat juga mempunyai fungsi lain Verba mengandung makna dasar perbuatan (aksi), proses, atau keadaan yang bukan sifat atau kualitas Verba [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3260,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_lock_modified_date":false,"footnotes":""},"categories":[111],"tags":[117,549,503],"class_list":["post-4360","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi","tag-bahasa-indonesia","tag-kata-kerja","tag-pengetahuan"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":6}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4360"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4360"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4360\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4363,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4360\/revisions\/4363"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3260"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4360"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4360"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4360"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}