{"id":4002,"date":"2022-01-12T21:45:49","date_gmt":"2022-01-12T14:45:49","guid":{"rendered":"https:\/\/santuynesia.com\/?p=4002"},"modified":"2022-01-30T07:04:27","modified_gmt":"2022-01-30T00:04:27","slug":"klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-sawi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-sawi","title":{"rendered":"Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Sawi Secara Lengkap"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Sawi<\/strong> &#8211; Tanaman sawi\u00a0atau\u00a0<em>Brassica campestris .L,\u00a0<\/em>merupakan tanaman dikotil berbentuk perdu dengan sifat pertumbuhan dwi musim. Tanaman sawi masih termasuk dalam famili yang sama dengan tanaman kubis-kubisan, seperti kubis bunga, lobak, dan juga brokoli.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Sawi<\/h2>\n\n\n\n<p>Sawi\u00a0merupakan tanaman sayuran yang kandungan gizinya cukup tinggi, sehingga baik untuk kesehatan tubuh. Ada beberapa penelitian yang menunjukan bahwa senyawa <em>brassinin<\/em>\u00a0yang terkandung dalam sawi dapat membantu mencegah timbulnya tumor payudara.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, mengonsumsi\u00a0sawi\u00a0juga dapat menyehatkan mata dan mengendalikan kadar kolesterol didalam darah. Sehingga hal tersebut akan dapat mengurangi resiko serangan jantung.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara garis besar\u00a0sawi\u00a0dikelompokan menjadi dua tipe, yaitu\u00a0<em>Brassica campestris<\/em> grup\u00a0<em>Pekinensis<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>B. Campestris\u00a0<\/em>grup\u00a0<em>Chinensis.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Sawi\u00a0yang termsuk dalam grup\u00a0<em>pekinensis<\/em>\u00a0di antaranya pe-tsai atau bok choy. Sedangkan yang termasuk grup Chinensis adalah choy sum atau chai sim atau sawi bakso dan pak choy.<\/p>\n\n\n\n<p>Asal-usul\u00a0sawi\u00a0dari kelompok\u00a0<em>Barassica<\/em>\u00a0<em>campestris<\/em>\u00a0diperkirakan berasal dari kawasan Mediterania dan daerah Timur dekat , Afghanistan, Iran, dan Pakistan Barat.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, bukti lain juga menunjukan bahwa tanaman sawi berasal dari Cina dan Asia bagian Timur. Di Cina sawi telah dibudidayakan sejak abad ke- 5 setelah Masehi.<ins><\/ins><\/p>\n\n\n\n<p>Waktu yang begitu lama tersebut membuat tanaman\u00a0sawi\u00a0berulang-ulang dalam mengalami persilangan alami maupun seleksi yang dilakukan manusia untuk mendapatkan sifat-sifat yang diinginkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, maka tak heran apabila sekarang terdapat berbagai varietas sawi yang dibudidayakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, di Indonesia sendiri ada tiga jenis\u00a0sawi\u00a0yang dapat dibudidayakan oleh petani, antara lain sawi putih (sawi jabung), sawi hijau, dan sawi huma.<\/p>\n\n\n\n<p>Sawi putih (B. Juncea L. Var Rugosa Roxb &amp; Prain) memiliki batang yang tegak dan bintil yang pendek serta berdaun lebar dengan warna hijau tua.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan\u00a0sawi\u00a0hijau memiliki batang yang pendek dengan warna daun agak keputih-putihan serta memiliki rasa yang pahit. Dan yang terahir adalah sawi huma memiliki bentuk yang relatif kecil dan pendek, bisa dikatakan tanaman kerdil.<\/p>\n\n\n\n<p>Supaya anda tahu lebih jelas mengenai\u00a0tanaman sawi, maka pada pertemuan kali ini kita\u00a0ingin berbagi informasi terkait klasifikasi dan morfologi dari tanaman sawi. Berikut ini adalah\u00a0Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Sawi Secara Lengkap.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Klasifikasi Tanaman Sawi<\/h2>\n\n\n\n<p><strong>Klasifikasi tanaman sawi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td>Kingdom<\/td><td>Plantae<\/td><\/tr><tr><td>Sub kingdom<\/td><td>Tracheobinonta<\/td><\/tr><tr><td>Super Devisio<\/td><td>Spermatophyta<\/td><\/tr><tr><td>Devisio<\/td><td>Magnoliophyta<\/td><\/tr><tr><td>Kelas<\/td><td>Magnoliophyta<\/td><\/tr><tr><td>Sub Kelas<\/td><td>Dileniidae<\/td><\/tr><tr><td>Ordo<\/td><td>Capparales<\/td><\/tr><tr><td>Familia<\/td><td>Brassicaceae<\/td><\/tr><tr><td>Genus<\/td><td>Brassica<\/td><\/tr><tr><td>Spesies<\/td><td><em>Brassica juncea<\/em>&nbsp;L.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption>Klasifikasi tanaman sawi<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Setelah anda mengetahui\u00a0klasifikasi dari tanaman sawi, selanjutnya yaitu\u00a0morfologi dari tanaman sawi. Seperti yang telah dijelaskan di awal bahwa tanaman sawi terbagi menjadi tiga jenis yaitu sawi putih, sawi hijau, dan sawi huma.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Morfologi Tanaman Sawi<\/h2>\n\n\n\n<p>Adapun\u00a0<a href=\"\/tag\/morfologi\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">morfologi<\/a> dari tanaman sawi\u00a0terbagi menjadi lima, antara lain morfologi akar, morfologi daun, morfologi batang, morfologi bunga, dan morfologi buah dan biji. Berikut ini adalah\u00a0morfologi dari tanaman sawi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Morfologi Akar<\/h3>\n\n\n\n<p>Tanaman sawi\u00a0memiliki perakaran yaitu akar tunggang dan akar bercabang yang membentuk bulat panjang dan menyebar pada permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n<p>Akar\u00a0tanaman sawi<strong>\u00a0<\/strong>dapat menembus kedalaman tanah antara 30-50 cm dari permukaan tanah. Fungsi dari akar tanaman tersebut yaitu untuk menyerap unsur hara yang berada pada permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Morfologi daun<\/h3>\n\n\n\n<p>Daun\u00a0tanaman sawi\u00a0berbentuk lonjong dan bulat serta lebar. Daun\u00a0tanaman sawi berwarna hijau muda hingga hijua tua dan tidak berbulu. Selain itu, tanaman sawi memiliki tangkai daun yang pendek hingga panjang tergantung dari varietasnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Morfologi batang<\/h3>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya batang\u00a0tanaman sawi\u00a0memiliki ukuran yang pendek dan beruas, sehingga tidak terlihat dengan jelas. \u00a0Seperti halnya tanaman lain batang tanaman ini berfungsi untuk menopang atau menyangga berdirinya tanaman sawi.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu,&nbsp;<strong>tanaman sawi<\/strong>&nbsp;memiliki daun yang halus dan tidak berbulu serta tangakinya berbentuk pipih.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Morfologi bunga<\/h3>\n\n\n\n<p>Tanaman sawi\u00a0memiliki struktur bunga yang bentuknya memanjang dan juga bercabang banyak.\u00a0Tanaman sawi\u00a0memiliki bunga yang terdiri dari empat kelopak daun, empat mahkota yang warnanya kuning, empat buah benang sari, dan satu buah putik berongga.<\/p>\n\n\n\n<p>Proses penyerbukan tanaman ini dapat berlangsung secara alami dengan bantuan angin dan juga binatang kecil.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Morfologi Buah dan Biji<\/h3>\n\n\n\n<p>Tanaman sawi\u00a0memiliki buah yang termasuk jenis polong-polongan. Dimana buah tanaman sawi berbentuk bulat atau lonjong dengan warna keputihan hingga kehijauan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada setiap satu buah terdapat 2-8 butir biji. Biji tanaman sawi berbentuk bulat dan berukuran sangat kecil dengan warna coklat hingga kehitaman. Selain itu biji tanaman sawi memiliki permukaan licin, keras, mengkilap dan juga berlendir.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekian artikel tentang,\u00a0Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Sawi Secara Lengkap. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi anda yang sedang mencari informasi terkait\u00a0klasifikasi dan morfologi dari tanaman sawi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Sawi &#8211; Tanaman sawi\u00a0atau\u00a0Brassica campestris .L,\u00a0merupakan tanaman dikotil berbentuk perdu dengan sifat pertumbuhan dwi musim. Tanaman sawi masih termasuk dalam famili yang sama dengan tanaman kubis-kubisan, seperti kubis bunga, lobak, dan juga brokoli. Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Sawi Sawi\u00a0merupakan tanaman sayuran yang kandungan gizinya cukup tinggi, sehingga baik untuk kesehatan tubuh. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4003,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_lock_modified_date":false,"footnotes":""},"categories":[111],"tags":[149,464,300,465,193],"class_list":["post-4002","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi","tag-kesehatan","tag-klasifikasi-tumbuhan","tag-morfologi","tag-tanaman-sawi","tag-tumbuhan"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":6}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4002"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4002"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4002\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4004,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4002\/revisions\/4004"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4003"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4002"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4002"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4002"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}