{"id":3906,"date":"2021-12-30T18:20:28","date_gmt":"2021-12-30T11:20:28","guid":{"rendered":"https:\/\/santuynesia.com\/?p=3906"},"modified":"2021-12-30T18:20:32","modified_gmt":"2021-12-30T11:20:32","slug":"tahapan-audit-manajemen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/tahapan-audit-manajemen","title":{"rendered":"Tahapan Audit Manajemen"},"content":{"rendered":"\n<p>Materi audit manajemen ini akan menjelaskan 5 tahapan audit manajemen \/ tahapan proses audit manajemen.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tahapan Audit Manajemen<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Tahapan pelaksanaan audit manajemen \/ tahapan kerja audit manajemen itu seperti apa sih?<\/em> Berikut ini adalah tahapan-tahapan audit manajemen secara umum :<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Audit Pendahuluan<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Mencari dan menggali berbagai informasi tentang latar belakang objek \/ entitas yang mau kita audit.<\/li><li>Memilah berbagai peraturan, ketentuan dan kebijakan yang sudah diterapkan dalam entitas organisasi<\/li><li>Menemukan objek yang mungkin memiliki kelemahan yang potensial<\/li><li>Menetapkan tentantive audit objective \/ audit sementara<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pengujian Pengendalian Manajemen<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Mengukur tingkat\u00a0<a href=\"https:\/\/santuynesia.com\/pengertian-efektif-dan-efisien\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"3788\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">efisiensi dan efektivitas<\/a>\u00a0pengendalian manajemen<\/li><li>Mencari tahu konsep pengendalian internal yang berlaku dalam entitas dan menemukan kelemahannya<\/li><li>Melakukan definitive audit objektive \/ audit yang sesungguhnya<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Audit terinci<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Mengumpulkan berbagai bukti audit yang cukup, relevan dan kompeten<\/li><li>Mengembangkan temuan bukti audit yang saling berhubungan dengan temuan yang lain untuk disajikan dalam kertas kerja audit (KKA) sebagai bahan pertimbangan dalam pendukung kesimpulan dan rekomendasi yang akan dibuat<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pelaporan<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Mengkomunikasikan berbagai hasil temuan audit serta rekomendasinya kepada pihak yang berkepentingan yaitu pihak manajemen.<\/li><li>Membuat laporan komprehensif yang berguna untuk menyajikan temuan penting hasil audit lainnya yang juga berfungsi sebagai pendukung kesimpulan audit dan rekomendasi.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tindak Lanjut<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Mendorong pengguna laporan audit (pihak manajemen) untuk melakukan langkah perbaikan tingkat lanjut sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh auditor.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Nah itulah&nbsp;<em>tahapan audit manajemen yang paling penting<\/em>. Semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman semua.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Materi audit manajemen ini akan menjelaskan 5 tahapan audit manajemen \/ tahapan proses audit manajemen. Tahapan Audit Manajemen Tahapan pelaksanaan audit manajemen \/ tahapan kerja audit manajemen itu seperti apa sih? Berikut ini adalah tahapan-tahapan audit manajemen secara umum : Audit Pendahuluan Mencari dan menggali berbagai informasi tentang latar belakang objek \/ entitas yang mau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3260,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_lock_modified_date":false,"footnotes":""},"categories":[111],"tags":[393,115],"class_list":["post-3906","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi","tag-auditing","tag-manajemen"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":6}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3906"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3906"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3906\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3907,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3906\/revisions\/3907"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3260"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3906"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3906"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3906"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}