{"id":2966,"date":"2021-09-09T07:50:48","date_gmt":"2021-09-09T00:50:48","guid":{"rendered":"https:\/\/santuynesia.com\/?p=2966"},"modified":"2021-09-09T07:50:51","modified_gmt":"2021-09-09T00:50:51","slug":"tumbuhan-paku-sejati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/tumbuhan-paku-sejati","title":{"rendered":"Tumbuhan Paku Sejati (Filliciinae): Pengertian dan Ciri-cirinya"},"content":{"rendered":"\n<p>Pada pertemuan kali ini kita ingin berbagi informasi tentang&nbsp;<strong>pengertian tumbuhan paku sejati<\/strong>&nbsp;dan&nbsp;<strong>ciri-ciri tumbuhan paku sejati<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tumbuhan paku sejati<\/strong>&nbsp;(<em>Pterophyta<\/em>) termasuk devisio dari&nbsp;<em>Pteridophyta<\/em>&nbsp;atau tumbuhan paku-pakuan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tumbuhan paku sejati<\/strong>&nbsp;disebut juga dengan paku benar ataupun&nbsp;<em>Filiciinae&nbsp;<\/em>yang tergolong tumbuhan paku dengan daun yang sempurna<em>.<\/em>&nbsp;Kata&nbsp;<em>Filiciinae<\/em>&nbsp;berasal dari kata \u201c<em>filix<\/em>\u201d yang berarti tumbuhan paku sejati.<ins><\/ins><\/p>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Paku_sejati\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">Tumbuhan paku sejati<\/a><\/strong>&nbsp;(<em>Filliciinae<\/em>) adalah kelompok tumbuhan paku yang mendominasi kepulauan Indonesia, Filipina, Australia Utara, dan Guinea.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Campbell (1998: 558), lebih dari 12.000 spesies tumbuhan paku telah dikenal. Secara umum, spesies ini hidup di daratan, khususnya pada daerah tropis seperti halnya di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Habitat tanaman ini pada daerah tropis dan sub tropis yaitu dapat hidup di tanah, perairan, dan tumbuhan lain (<em>epifit<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa tumbuhan paku sejati yang sering hidup pada tanah seperti lereng gunung, yaitu pakis (<em>Nephrolepis<\/em>&nbsp;<em>sp<\/em>.), suplir (<em>Adiantum<\/em>&nbsp;<em>cuneatum<\/em>) dan paku tiang (<em>Alsophilla glauca<\/em>).<ins><\/ins><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk tumbuhan paku sejati yang biasa hidup di perairan, seperti paku air (Azolla pinnata) dan semanggi (<em>Marsilea crenata<\/em>). Sedangkan yang bersifat&nbsp;<em>epifit<\/em>&nbsp;( menempel pada tumbuhan lain, seperti halnya paku sarang burung (<em>Asplenium nidus<\/em>) dan paku tanduk rusa (<em>Platycerium bifurcatum<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Tumbuhan paku ini termasuk tanaman yang sering kita jumpai karena biasa dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Pada dasarnya paku sejati lebih dikenal oleh orang sebagai tumbuhan pakis. Tanaman ini mempunyai daun yang cukup besar (<em>makrofil<\/em>), bertulang banyak, dan mempunyai tangkai.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, daun tanaman ini akan tergulung pada bagian ujungnya ketika masih muda, dan dibagian sisi bawahnya terdapat sporangium.<\/p>\n\n\n\n<p>Spora tanaman ini dihasilkan dari&nbsp;<em>sporangium<\/em>&nbsp;yang tersusun membentuk sorus dan terdapat pada bagian bawah daun.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengenal lebih jelas mengenai tumbuhan paku sejati&nbsp;<em>(Filliciinae)<\/em>, maka perhatikan ciri-ciri tumbuhan paku sejati berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Ciri-ciri Tumbuhan Paku Sejati&nbsp;<em>(Filliciinae)<\/em><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Sebagian besar tumbuh di daerah tropis dan sub tropis.<\/li><li>Habitatnya pada tempat lembab, yaitu dapat hidup ditanah, perairan, dan juga epifit di pohon.<\/li><li>Memiliki akar, daun, dan batang sejati.<\/li><li>Memiliki ukuran batang yang bervariasi.<\/li><li>Batang tumbuhan ini berada di bawah permukaan tanah (rizom).<\/li><li>Memiliki ukuran daun yang besar dibandingkan daun tumbuhan paku lainya.<\/li><li>Saat masih muda daun tumbuhan ini akan menggulung (circinate).<\/li><li>Sporangiumnya terkumpul dalam sorul yang berada dibagian bawah permukaan daun.<\/li><li>Gametofitnya mempunyai klorofil yang berukuran bervariasi.<\/li><li>Sifat&nbsp;<em>gametofit<\/em>&nbsp;yaitu biseksual dan uniseksual.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Demikian artikel tentang,&nbsp;<strong>Tumbuhan Paku Sejati (<em><a href=\"https:\/\/santuynesia.com\/tumbuhan-paku-sejati\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Filliciinae<\/a><\/em>): Pengertian dan Ciri-cirinya<\/strong>. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda. Terima kasih telah membaca.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada pertemuan kali ini kita ingin berbagi informasi tentang&nbsp;pengertian tumbuhan paku sejati&nbsp;dan&nbsp;ciri-ciri tumbuhan paku sejati. Tumbuhan paku sejati&nbsp;(Pterophyta) termasuk devisio dari&nbsp;Pteridophyta&nbsp;atau tumbuhan paku-pakuan. Tumbuhan paku sejati&nbsp;disebut juga dengan paku benar ataupun&nbsp;Filiciinae&nbsp;yang tergolong tumbuhan paku dengan daun yang sempurna.&nbsp;Kata&nbsp;Filiciinae&nbsp;berasal dari kata \u201cfilix\u201d yang berarti tumbuhan paku sejati. Tumbuhan paku sejati&nbsp;(Filliciinae) adalah kelompok tumbuhan paku yang mendominasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2967,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_lock_modified_date":false,"footnotes":""},"categories":[111],"tags":[218,185,217,214],"class_list":["post-2966","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi","tag-filliciinae","tag-flora","tag-paku-sejati","tag-tumbuhan-paku"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":6}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2966"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2966"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2966\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3009,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2966\/revisions\/3009"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2967"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2966"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2966"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2966"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}