{"id":2875,"date":"2021-08-31T07:11:59","date_gmt":"2021-08-31T00:11:59","guid":{"rendered":"https:\/\/santuynesia.com\/?p=2875"},"modified":"2021-08-31T07:12:01","modified_gmt":"2021-08-31T00:12:01","slug":"jamur-yang-menguntungkan-dan-merugikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/jamur-yang-menguntungkan-dan-merugikan","title":{"rendered":"Contoh Jamur yang Menguntungkan dan Merugikan (Lengkap)"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jamur yang Menguntungkan dan Merugikan<\/strong> &#8211; Seperti yang kita ketahui&nbsp;<strong>jamur<\/strong>&nbsp;tidak termasuk dalam kingdom plantae, melainkan memiliki kingdom sendiri yaitu kingdom&nbsp;<em>fungi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara umum, jamur (<em>fungi<\/em>) merupakan organisme eukariotik yang tidak memiliki klorofil seperti halnya tumbuhan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jamur<\/strong>&nbsp;termasuk organisme yang tidak bisa membuat makanan sendiri atau disebut heterotrof. Dimana jamur bisa mendapatkan makanan dengan cara mengabsorbsi dari lingkungan atau substratnya.<ins><\/ins><\/p>\n\n\n\n<p>Cara hidup jamur yaitu menjadi&nbsp;<em>parasit<\/em>, bersifat&nbsp;<em>saprofit<\/em>, dan bersimbiosis mutualisme.<\/p>\n\n\n\n<p>Jamur (<em>fungi<\/em>) hidup pada tempat yang lembab, air laut dan tawar, serta ditempat asam. Kondisi kelembapan yang tinggi diikuti suhu yang rendah membuat jamur mudah berkembang biak menjadi banyak dalam waktu yang singkat.<\/p>\n\n\n\n<p>Jamur (<em>fungi<\/em>) dapat berkembang biak melalui dua cara, yaitu seksual dan aseksual.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, <a href=\"https:\/\/santuynesia.com\/ciri-ciri-jamur\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">ciri-ciri jamur<\/a> secara umum yang membedakan dengan tumbuhan. Diantaranya, yaitu jamur tidak berklorofil, bersifat&nbsp;<em>heterotrof<\/em>, organisme&nbsp;<em>eukariotik<\/em>, bertubuh uniseluler dan multiseluler, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jamur yang Menguntungkan dan Merugikan (Lengkap)<\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam kehidupan manusia, jamur (<em>fungi<\/em>) memiliki peranan yang cukup banyak. Baik itu menguntungkan bagi manusia ataupun merugikan. Jamur memiliki bentuk dan ukuran yang bervariatif.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, jamur bersel banyak terdiri atas spora dan miselium. Jamur (<em>fungi<\/em>) dengan sel banyak ini terdiri dari benang-benang halus yang disebut hifa.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jamur<\/strong>&nbsp;yang mempunyai manfaat, sering digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh jamur (<em>fungi<\/em>) yang bermanfaat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><em><a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Aspergillus_oryzae\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">Aspergillus oryzae<\/a><\/em>&nbsp;adalah jamur yang bermanfaat untuk mengempukkan adonan roti.<\/li><li><em>Aspergillus niger<\/em>&nbsp;adalah jamur yang menghasilkan oksigen dari sari buah, dan juga mampu menjernihkan sari buah.<\/li><li><em>Higroporus<\/em>dan&nbsp;<em>Lycoperdon<\/em>&nbsp;<em>perlatum<\/em>&nbsp;adalah jamur yang berguna sebagai dekomposer.<\/li><li><em>Khamir Saccharomyces<\/em>termasuk jamur yang berfungsi sebagai fermentor industri keju, roti, dan juga minuman bir.<\/li><li><em>Rhizopus oligosporus<\/em>, adalah jenis jamur yang mengurai biji kedelai dan membentuk tempe.<\/li><li><em>Neurospora sitophila<\/em>&nbsp;adalah jenis jamur yang digunakan untuk fermentesi kedelai menjadi oncom.<\/li><li><em>Penicillium roqueforti<\/em>, adalah jamur yang bermanfaat untuk melakukan fermentasi pada susu menjadi keju.<\/li><li>Jamur kuping<em>&nbsp;(Auricularia auricula),<\/em>bermanfaat untuk mengurai sisa-sisa tanaman yang telah mati.<\/li><li><em>Trichoderma&nbsp;sp.&nbsp;<\/em>adalah jamur yang dapat menghasilkan enzim selulase.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Selain membawa manfaat, ada beberapa jenis jamur yang merugikan bagi mahluk hidup lainya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh jamur (fungi) yang merugikan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><em>Pneumonia carinii<\/em>adalah jamur yang dapat menyebabkan penyakit pneumonia pada paru \u2013 paru manusia.<\/li><li><em>Candida albicans<\/em>, termasuk jenis jamur yang menyerang organ kelamin seorang wanita, sehingga menyebabkan keputihan.<\/li><li><em>Claviceps purpurea<\/em>&nbsp;adalah jenis jamur yang menyerang bagian bunga pada tanaman serealia, seperti halnya gandum. Jika dikonsumsi maka dapat menyebabkan penyakit&nbsp;<em>ergotisme<\/em>.<\/li><li><em>Aspergillus fumigatus<\/em>, adalah jenis jamur yang menyebabkan infeksi pada seseorang yang kekebalan tubuhnya dalam kondisi lemah. Contoh seperti halnya seorang pasien rumah sakit.<\/li><li><em>Endothia parasitica<\/em>, adalah jenis jamur yang menyebabkan penyakit hawar. Dimana tanaman yang biasa diserang adalah tanaman chestnut (<em>kastanye<\/em>).<\/li><li><em>Puccinia graminis<\/em>, termasuk jenis jamur yang menyebabkan penyakit karat batang yang sering terjadi pada tanaman serealia. Seperti halnya, tanaman padi dan gandum.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Demikian artikel tentang, contoh jamur yang menguntungkan dan merugikan (lengkap). Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jamur yang Menguntungkan dan Merugikan &#8211; Seperti yang kita ketahui&nbsp;jamur&nbsp;tidak termasuk dalam kingdom plantae, melainkan memiliki kingdom sendiri yaitu kingdom&nbsp;fungi. Secara umum, jamur (fungi) merupakan organisme eukariotik yang tidak memiliki klorofil seperti halnya tumbuhan. Jamur&nbsp;termasuk organisme yang tidak bisa membuat makanan sendiri atau disebut heterotrof. Dimana jamur bisa mendapatkan makanan dengan cara mengabsorbsi dari lingkungan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2876,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_lock_modified_date":false,"footnotes":""},"categories":[111],"tags":[186,185,206,205],"class_list":["post-2875","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi","tag-fauna","tag-flora","tag-fungi","tag-jamur"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":6}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2875"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2875"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2875\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2917,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2875\/revisions\/2917"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2876"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2875"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2875"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2875"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}