{"id":2772,"date":"2021-08-23T01:00:00","date_gmt":"2021-08-22T18:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/santuynesia.com\/?p=2772"},"modified":"2021-08-22T22:27:53","modified_gmt":"2021-08-22T15:27:53","slug":"jenis-dan-contoh-tumbuhan-dikotil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/jenis-dan-contoh-tumbuhan-dikotil","title":{"rendered":"Contoh Tumbuhan Dikotil dan Jenis-jenisnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Tumbuhan berbiji tertutup (<em>Angiospermae<\/em>) dapat dibedakan menjadi dua, yaitu berbiji tunggal (monokotil) dan\u00a0<strong>tumbuhan berbiji dua<\/strong>\u00a0(<em>dikotil<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya&nbsp;<strong>tumbuhan dikotil<\/strong>&nbsp;adalah tumbuhan yang memiliki biji terbelah, sedangkan tumbuhan monokotil memiliki biji tunggal.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kesempatan kali ini kita ingin berbagi informasi terkait&nbsp;<strong>contoh tumbuhan dikotil&nbsp;<\/strong>dan&nbsp;<strong>jenis-jenis dari tumbuhan dikotil.<\/strong><\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Tumbuhan dikotil dan Jenis-jenisnya<\/h2>\n\n\n\n<p><strong>10 contoh tumbuhan dikotil beserta nama latinya :<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><em>ficus elastica<\/em>&nbsp;(karet)<\/li><li><em>Monihot utilisima&nbsp;<\/em>(ketela pohon),<\/li><li><em>Arachis hypogaea<\/em>&nbsp;(kacang tanah)<\/li><li><em>Durio zibberthinus<\/em>&nbsp;(durian)<\/li><li><em>Mimosa pudica<\/em>&nbsp;(putri malu)<\/li><li><em>Plameria acuminata<\/em>&nbsp;(kamboja)<\/li><li><em>Ipomea reptans<\/em>&nbsp;(kangkung)<\/li><li><em>Capsicum annum<\/em>&nbsp;(cabai)<\/li><li><em>Solanum lycopersicum<\/em>&nbsp;(tomat).<\/li><li>Jeruk&nbsp;<em>(Citrus)<\/em><\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis-jenis Tumbuhan Dikotil<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Jenis-jenis <a href=\"https:\/\/santuynesia.com\/tumbuhan-dikotil\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">tumbuhan dikotil<\/a> tergolong sangat banyak dan tersebar dihampir seluruh jenis tumbuhan. Secara umum mungkin Anda pun akan lebih sering menjumpai tumbuhan berkeping dua dibandikan dengan tumbuhan berkeping satu.<\/p>\n\n\n\n<p>Terdapat sekitar 200 ribu tumbuhan yang termasuk ke dalam kategori <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Tumbuhan_berbiji_belah\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">tumbuhan dikotil<\/a>. Berikut ini adalah beberapa jenis dari tumbuhan dikotil yang sering dijumpai :<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Papilionaceace (Kacang-Kacangan)<\/strong><ins><\/ins><\/h3>\n\n\n\n<p>Ciri yang menonjol dari jenis tumbuhan dikotil famili dari Papilinaceace yaitu mahkota bunga berbentuk seperti kupu-kupu, terdapat banyak bintil, dan buah berpolong. Contoh tumbuhan dikotil jenis ini yaitu :&nbsp;<em>Phaseolus radiatus<\/em>&nbsp;(kacang hijau) dan&nbsp;<em>Vigna.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Solanaceae (Terong-Terongan)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa ciri-ciri dari tumbuhan dikotil terong-terongan yaitu mempunyai bunga yang bentuknya menyerupai bintang atau terompet. Selain itu,&nbsp; berbuah dengan lapisan dalam yang berdaging ataupun berair. Contohnya seperti&nbsp;<em>Capsicum annum&nbsp;<\/em>(cabai),&nbsp;<em>Solanum lycopersicum<\/em>&nbsp;(tomat).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Euphorbiaceae (Getah-Getahan)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis tumbuhan dikotil&nbsp;<strong>Euphorbiaceae&nbsp;<\/strong>mempunyai getah berwarna putih yang dapat dilihat dengan cara dilukai (disayat).&nbsp;<strong>Contoh tumbuhan dikotil<\/strong>&nbsp;jenis ini yaitu&nbsp;<em>Havea Brasiliensis<\/em>&nbsp;(karet)<em>Monihot utilisima<\/em>&nbsp;(ketela pohon),<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Malvaceae atau Kapas-Kapasan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ciri tumbuhan dikotil kapas-kapasan yaitu pohonya mempunyai bunga yang besar dengan bentuk menyerupai corong dan kelopak bunganya menyatu. Salah satu contoh tumbuhan dikotil jenis ini adalah&nbsp;<em>Hibiscus rosasinensis<\/em>&nbsp;(kembang sepatu).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Piperaceae<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tumbuhan dikotil jenis&nbsp;<strong>Piperaceae<\/strong>&nbsp;merupakan tanaman berbentuk perdu, akan tetapi ada juga beberapa tanaman yang merambat dengan akarnya yang lekat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Casuarinaceae (Cemara-Cemaraan)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ciri khas dari tumbuhan dikotil cemara-cemaraan yaitu memiliki bentuk ranting beruas dengan dahan yang besar menyerupai jarum. Selain itu, memiliki buah berbentuk menyerupai runjungan kecil.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>7. Capparaceae<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Capparaceae merupakan tumbuhan dikotil yang masuk kategori bunga-bungaan. Memiliki ciri daun tunggal atau majemuk dan menjari dengan ukuran yang kecil. Ciri buah pada tumbuhan ini berbentuk menyerupai kapsul dan memanjang.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikian artikel tentang,\u00a0<strong>contoh tumbuhan dikotil<\/strong>\u00a0dan<strong>\u00a0jenis-jenis tumbuhan dikotil<\/strong>. Semoga dapat menjadi referensi bagi Anda. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) dapat dibedakan menjadi dua, yaitu berbiji tunggal (monokotil) dan\u00a0tumbuhan berbiji dua\u00a0(dikotil). Pada dasarnya&nbsp;tumbuhan dikotil&nbsp;adalah tumbuhan yang memiliki biji terbelah, sedangkan tumbuhan monokotil memiliki biji tunggal. Pada kesempatan kali ini kita ingin berbagi informasi terkait&nbsp;contoh tumbuhan dikotil&nbsp;dan&nbsp;jenis-jenis dari tumbuhan dikotil. Contoh Tumbuhan dikotil dan Jenis-jenisnya 10 contoh tumbuhan dikotil beserta nama latinya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2773,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_lock_modified_date":false,"footnotes":""},"categories":[111],"tags":[192,185,193],"class_list":["post-2772","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi","tag-dikotil","tag-flora","tag-tumbuhan"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":6}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2772"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2772"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2772\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2798,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2772\/revisions\/2798"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2773"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2772"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2772"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2772"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}