{"id":273,"date":"2021-06-30T21:04:37","date_gmt":"2021-06-30T14:04:37","guid":{"rendered":"http:\/\/mus.my.id\/menjaga-kebersihan-paru-paru"},"modified":"2021-06-30T21:04:41","modified_gmt":"2021-06-30T14:04:41","slug":"menjaga-kebersihan-paru-paru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/menjaga-kebersihan-paru-paru","title":{"rendered":"Cara Menjaga Kebersihan Paru Paru Sejak Dini"},"content":{"rendered":"\n<p><strong><a href=\"https:\/\/santuynesia.com\/menjaga-kebersihan-paru-paru\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Santuynesia<\/a><\/strong> &#8211; Asap kendaraan, polusi asap rokok bisa menyebabkan paru-paru ternoda. Selain itu, udara yang tercemar dapat merusak sistem pernafasan dan menimbulkan berbagai masalah mulai dari asma hingga kanker paru-paru.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Agar tidak terkena masalah kesehatan ini, tentunya ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Cara mudah untuk melindungi dan membersihkan paru-paru.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Bersihkan ventilasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Pembersihan ventilasi merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan paru-paru. Ventilasi, mulai dari kamar tidur, kamar mandi hingga dapur, harus bebas debu dan kuman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Menggunakan air purifier<\/h3>\n\n\n\n<p>Penjernih udara memang didesain untuk membersihkan udara di dalam ruangan, namun usahakan untuk menggunakan penjernih udara ini untuk meningkatkan kualitas udara di dalam rumah dan cara ini adalah langkah awal terbaik untuk membersihkan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Paru-paru\" target=\"_blank\" aria-label=\"paru-paru (opens in a new tab)\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\" class=\"rank-math-link\">paru-paru<\/a> kita.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Konsumsi makanan sehat<\/h3>\n\n\n\n<p>Makan makanan yang sehat ternyata bisa mempengaruhi kesehatan paru-paru kita. Dan langkah makan sehat yang dapat diawali untuk menjaga kesehatan paru-paru yaitu:<\/p>\n\n\n\n<p>Mulailah hari dengan minum segelas jus lemon. Saat tubuh terhidrasi dengan baik, proses pembersihan paru-paru menjadi lebih lancar.<\/p>\n\n\n\n<p>Makan makanan yang kaya vitamin C seperti kiwi, anggur, tomat, jeruk, dan brokoli. Jangan lupa untuk memasukkan makanan dengan kandungan antioksidan tinggi seperti bawang putih, apel, teh hijau atau jahe.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Lakukan aktivitas di luar ruangan<\/h3>\n\n\n\n<p>Menghirup udara segar di pagi hari membuat jaringan di paru-paru tumbuh dan berfungsi lebih baik. Hindari berolahraga di luar saat polusi berada pada level tertinggi. Dan selain itu, jauhi asap rokok atau sampah yang terbakar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Hindari kebiasaan merokok<\/h3>\n\n\n\n<p>Pertimbangkan untuk mulai berhenti merokok karena salah satu zat penyumbang berbahaya di paru-paru adalah merokok. Anda tidak hanya dipengaruhi tetapi juga orang lain di sekitar Anda. Organ pernapasan akan terasa lebih ringan karena bersih dan bebas lendir.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<p>Ref: hidokter.com\/6-kunci-menjaga-paru-paru-bersih-dari-debu-dan-zat-polusi.html<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Santuynesia &#8211; Asap kendaraan, polusi asap rokok bisa menyebabkan paru-paru ternoda. Selain itu, udara yang tercemar dapat merusak sistem pernafasan dan menimbulkan berbagai masalah mulai dari asma hingga kanker paru-paru.\u00a0 Agar tidak terkena masalah kesehatan ini, tentunya ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Cara mudah untuk melindungi dan membersihkan paru-paru. 1. Bersihkan ventilasi Pembersihan ventilasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2634,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_lock_modified_date":false,"footnotes":""},"categories":[108],"tags":[121],"class_list":["post-273","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sehat","tag-tips"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":6}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/273"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=273"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/273\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2635,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/273\/revisions\/2635"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2634"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=273"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=273"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=273"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}