{"id":2265,"date":"2020-12-27T04:36:27","date_gmt":"2020-12-26T21:36:27","guid":{"rendered":"https:\/\/santuynesia.com\/?p=2265"},"modified":"2021-03-16T00:11:22","modified_gmt":"2021-03-15T17:11:22","slug":"mengendalikan-emosi-menurut-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/mengendalikan-emosi-menurut-islam","title":{"rendered":"Cara Mengendalikan Emosi Menurut Islam"},"content":{"rendered":"\n<p><strong><a href=\"https:\/\/santuynesia.com\/mengendalikan-emosi-menurut-islam\" class=\"rank-math-link\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Santuynesia<\/a><\/strong> &#8211; Emosi adalah ekspresi perasaan pada manusia. Setiap manusia pasti merasa marah, senang dan sedih, itulah emosi. Emosi manusia dapat berubah tergantung pada kondisi lingkungan serta suasana hati. Namun kini emosi lebih identik dengan amarah. <\/p>\n\n\n\n<p>Meski amarah dan emosi adalah dua hal yang berbeda. Misalnya seperti ini &#8220;tarjo mah adalah orang yang emosional, sedikit marah&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Mengekspresikan emosi memang perlu, namun emosi yang diungkapkan secara berlebihan juga tidak baik, justru dapat merusak keadaan, persahabatan bahkan kesehatan. <\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu kita harus bisa mengendalikan emosi kita. Maka dibawah ini akan kita bahas bagaimana cara <a aria-label=\"mengontrol emosi (opens in a new tab)\" href=\"https:\/\/www.dancow.co.id\/dpc\/artikel\/bunda-ini-5-cara-mengendalikan-emosi-pada-si-kecil\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\" class=\"rank-math-link\">mengontrol emosi<\/a> menurut islam yang harus kita terapkan, yuk simak selengkapnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"toc-0\">Cara Mengendalikan Emosi Menurut Islam<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"toc-6\">1. Perbanyak Membaca Istighfar<\/h3>\n\n\n\n<p>Membaca istighfar adalah salah satu amalan yang paling mudah dilakukan. Kita bisa melakukannya kapan saja, apalagi saat sedang emosi. Padahal, membaca istighfar meminta pengampunan Tuhan atas segala dosa yang telah kita lakukan. Istighfar juga bisa menenangkan hati dan jiwa kita. Membaca istighfar juga bisa mengurangi emosi marah dengan sangat efektif.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"toc-1\">2. Diam Jangan Banyak Bicara<\/h3>\n\n\n\n<p>Ada ungkapan bahwa diam itu emas. Saat mengendalikan emosi, memang benar keheningan itu emas. Kata-kata atau ucapan bisa tajam dan menyakitkan. Pada saat emosi, perkataan atau ucapan juga tidak terkendali, dapat berbicara dan menyakiti hati orang lain yang tentunya akan menambah masalah baru. <\/p>\n\n\n\n<p>Dari Ibn Abbas Ra, Rasulullah Saw. berkata: &#8220;Jika kamu marah, diamlah&#8221; (HR. Ahmad).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"toc-3\">3. Berwudhu dan Mandi<\/h3>\n\n\n\n<p>Wudhu atau mandi bisa menjadi metode yang ampuh untuk mengendalikan emosi atau amarah. Kita semua tahu bahwa emosi atau kemarahan berasal dari iblis dan iblis diciptakan dari api dan api dapat dipadamkan dengan air. Nabi Muhammad S.A.W. berkata:<\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201cSesungguhnya marah itu dari syaitan, dan syaitan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu.\u201d&nbsp;<\/em>(HR. Ahmad dan Abu Daud).<\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201cMarah itu dari syaitan, syaitan dari api, dan air bisa memadamkan api. Apabila kalian marah, mandilah.\u201d<\/em>&nbsp;(HR. Abu Nuaim)<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"toc-2\">4. Membaca Kalimat Ta&#8217;awudz<\/h3>\n\n\n\n<p>Meminta pertolongan Allah agar hal-hal yang merugikan terhindar merupakan hal yang wajib Anda lakukan, termasuk dalam hal mengendalikan emosi. <\/p>\n\n\n\n<p>Emosi atau amarah yang berasal dari nafsu dan nafsu merupakan bagian terlemah dari umat manusia yang selalu menjadi incaran iblis hingga manusia jatuh ke jurang penghinaan. Dengan begitu lebih baik kita memohon kepada Allah agar menjauhkan kita dari godaan setan terkutuk dengan membaca kalimat ta&#8217;awudz. <\/p>\n\n\n\n<p>Rasulullah Saw. berkata: <em>\u201cSungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta\u2019awudz: \u201cA\u2019uudzu billahi minas syaithanir rajiim,\u201d marahnya akan hilang.\u201d<\/em>&nbsp;(HR. Bukhari dan Muslim)<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"toc-4\">5. Merubah Posisi Badan<\/h3>\n\n\n\n<p>Mengubah posisi tubuh saat Anda sedang emosional atau marah bisa menjadi cara yang ampuh untuk mengendalikan emosi Anda. Inti dari perubahan posisi tubuh ini misalnya kota dalam keadaan emosi sambil berdiri, berusaha duduk, jika dalam keadaan duduk emosi tidak mereda cobalah berbaring. Dari Abu Dzar Ra, Rasulullah Saw. menasihati:<\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201cApabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur.\u201d<\/em>&nbsp;(HR. Ahmad dan Abu Daud)<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"toc-5\">6. Saling Memaafkan<\/h3>\n\n\n\n<p>Memaafkan orang yang telah berbuat salah sama kita adalah hal yang sulit. Hanya seorang ksatria dan jiwa hebat yang bisa dengan mudah memaafkan. Percaya diri bukan berarti tidak bisa dilakukan, malah kita harus belajar saling memaafkan dan mudah memaafkan. <\/p>\n\n\n\n<p>Ada banyak keuntungan dari saling memaafkan. Salah satunya, masalah bisa segera diselesaikan jika kita saling memaafkan. Bahkan perang yang hebat dan mengerikan akan berakhir jika kedua belah pihak dapat saling memaafkan. Allah SWT. berkata:<\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201cDan jika mereka marah mereka memberi maaf.\u201d<\/em>&nbsp;(QS. Asy-Syuura: 37)<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"toc-8\">7. Sholat Sunnah<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain puasa sunnah, kita ini juga bisa melaksanakan sholat sunnah untuk mengontrol emosi atau belajar mengendalikan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Emosi\" target=\"_blank\" aria-label=\"emosi (opens in a new tab)\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\" class=\"rank-math-link\">emosi<\/a>. Bahkan berwudhu sebelum sholat bisa menghapus emosi marah. Selain mendapat pahala, shalat sunat juga bisa membuat hati kita tenang dan sejuk.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"toc-7\">8. Melakukan Puasa Sunnah<\/h3>\n\n\n\n<p>Padahal, puasa menahan nafsu. Kita bisa mengurangi nafsu makan, nafsu dan amarah dengan melakukan sunnah dengan cepat. Ada banyak amalan puasa sunnah yang bisa kita lakukan untuk belajar mengendalikan nafsu seperti puasa senin kamis dan puasa daud.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Islam banyak hal yang diajarkan. Salah satunya dalam hal mengendalikan emosi. <a href=\"https:\/\/santuynesia.com\/mengendalikan-emosi-menurut-islam\" class=\"rank-math-link\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Cara mengontrol emosi menurut islam<\/a> bisa anda terapkan yang sudah dijelaskan pada artikel ini dalam keseharian anda. <\/p>\n\n\n\n<p>Dan Anda juga harus tahu bahwa mengendalikan emosi lebih baik daripada kita memiliki emosi. Karena pada dasarnya emosi berasal dari nafsu dan nafsu berasal dari iblis. Oleh karena itu, bisa dipastikan jika kita tidak bisa mengendalikan hawa nafsu atau emosi kita, tentu hanya kerugian yang kita dapat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Santuynesia &#8211; Emosi adalah ekspresi perasaan pada manusia. Setiap manusia pasti merasa marah, senang dan sedih, itulah emosi. Emosi manusia dapat berubah tergantung pada kondisi lingkungan serta suasana hati. Namun kini emosi lebih identik dengan amarah. Meski amarah dan emosi adalah dua hal yang berbeda. Misalnya seperti ini &#8220;tarjo mah adalah orang yang emosional, sedikit [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_lock_modified_date":false,"footnotes":""},"categories":[106],"tags":[83],"class_list":["post-2265","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-islam"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":6}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2265"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2265"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2265\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2271,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2265\/revisions\/2271"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2265"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2265"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.santuynesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2265"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}