<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
<channel>
	<title>Sekolah &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<atom:link href="https://www.santuynesia.com/blog/tag/sekolah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<description>Macul Ilmu</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Mar 2022 16:08:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
	<url>https://www.santuynesia.com/blog/santuyuploads/2021/09/santuynesia-favicon.png</url>
	<title>Sekolah &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perpustakaan Sekolah, Pengertian Tujuan dan Manfaatnya</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/perpustakaan-sekolah</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/perpustakaan-sekolah#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Mar 2022 00:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=4579</guid>
					<description><![CDATA[Perpustakaan sekolah hadir untuk memperkaya literasi siswa. Seperti pepatah bijak yang menyebutkan bahwa buku merupakan jendela ilmu, maka perpustakaan sekolah adalah tempat untuk menjumpai jendela pembuka wawasan tersebut. Dalam perpustakaan, dapat dijumpai berbagai referensi bacaan, mulai dari yang bersifat fiksi hingga yang bertajuk non fiksi. Semuanya tersedia lengkap. Karena itu, sangat disayangkan apabila keberadaan tempat untuk menimba ilmu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Perpustakaan sekolah hadir untuk memperkaya literasi siswa. Seperti pepatah bijak yang menyebutkan bahwa buku merupakan jendela ilmu, maka perpustakaan sekolah adalah tempat untuk menjumpai jendela pembuka wawasan tersebut.</p>
<p>Dalam perpustakaan, dapat dijumpai berbagai referensi bacaan, mulai dari yang bersifat fiksi hingga yang bertajuk non fiksi. Semuanya tersedia lengkap. Karena itu, sangat disayangkan apabila keberadaan tempat untuk menimba ilmu ini tidak dimanfaatkan secara optimal oleh warga sekolah.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Pengertian Perpustakaan Sekolah</h2>
<p>Perpustakaan merupakan tempat untuk menyimpan buku bacaan. Disana akan ditemui beraneka ragam jenis buku dengan jutaan judul. Berawal dari kata pustaka yang berarti buku, perpustakaan menjadi tempat yang tepat untuk memperluas wawasan. Begitupun di wilayah sekolah. Peserta didik sebaiknya diarahkan supaya minat bacanya meningkat, sehingga menjadi sering mengunjungi perpustakaan.</p>
<p>Tidak hanya dibaca di tempat, buku yang terdapat di perpustakaan pun dapat dipinjam oleh seluruh membernya. Dibuktikan dengan kepemilikan kartu perpustakaan. Seluruh siswa boleh meminjam buku di perpustakaan sekolah asalkan memiliki kartu peminjaman.</p>
<p>Yang perlu diperhatikan, siswa haruslah mengembalikan buku yang dipinjam tepat waktu. Jika pengembaliannya tidak tepat waktu sesuai dengan rentang waktu yang telah ditetapkan, perpustakaan sebaiknya menerapkan denda. Semakin lama terlambat, maka denda pun semakin meningkat. Hal ini sekaligus dapat melatih sikap disiplin peserta didik.</p>
<h2 class="wp-block-heading">UU yang Mengatur Tentang Perpustakaan</h2>
<p>Kini, telah ada undang-undang yang mengatur mengenai perpustakaan, yaitu UU Perpustakaan, UU Nomor 43 Tahun 2007. Di dalam undang-undang tersebut disebutkan, perpustakaan merupakan sebuah institusi yang melakukan pengelolaan terhadap karya tulis, mengoleksi karya cetak, juga karya rekam. Kepemilikan dari karya-karya tersebut adalah legal, sesuai ketentuan resmi petunjuk legalitas.</p>
<p>Melalui undang-undang ini pun diuraikan bahwa perpustakaan ditujukan untuk menjawab kebutuhan terkait pendidikan, penelitian, informasi, sekaligus rekreasi untuk pengunjung. Dalam perpustakaan sekolah, pengunjung diartikan sebagai seluruh warga sekolah yang menyinggahi perpustakaan. Termasuk di dalamnya, para siswa.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Tujuan Perpustakaan Sekolah</h2>
<p>Sangat mustahil perpustakaan ada tanpa tujuan. Terdapat tujuan tertentu dari pengadaannya di lingkungan sekolah, yaitu:</p>
<h3 class="wp-block-heading">1. Meningkatkan Literasi Peserta Didik</h3>
<p>Perpustakaan sekolah sangat berpengaruh untuk meningkatkan literasi peserta didik. Sebab, berbagai bacaan telah tersedia. Siswa hanya perlu memilih sesuai yang dikehendaki. Dengan demikian, ilmu yang dimiliki para siswa pun meningkat. Seperti kata pepatah, perpustakaan adalah tempat dahaga pengetahuan.</p>
<h3 class="wp-block-heading">2. Menyediakan Berbagai Sumber Buku</h3>
<p>Saat para siswa diberi tugas oleh guru, mereka diharuskan untuk mencari buku yang bersangkutan sebagai referensi untuk mengerjakan. Adanya perpustakaan akan mempermudah siswa untuk menyelesaikan tugas mereka, karena banyak sumber-sumber buku yang ada di dalamnya. Sekaligus dapat menunjang kegiatan pembelajaran agar semakin baik.</p>
<h3 class="wp-block-heading">3. Memperluas Wawasan Peserta Didik</h3>
<p>Dengan membaca buku, wawasan yang dimiliki peserta didik menjadi semakin luas. Hal tersebut bisa diperoleh melalui perpustakaan. Sebab, di dalam perpustakaan, terdapat informasi-informasi juga referensi penting yang dibutuhkan siswa.</p>
<h3 class="wp-block-heading">4. Melatih Sikap Mandiri Siswa</h3>
<p>Melalui perpustakaan, peserta didik dapat melatih sikap mandiri. Mandiri dalam mencari bacaan yang dibutuhkan, mandiri untuk mengembalikannya di tempat semula, serta mandiri pula dalam meminjam dan mengembalikan. Jadi, sikap mandiri yang harus ditanamkan pada siswa dapat dilatih dengan memanfaatkan eksistensi perpustakaan.</p>
<h3 class="wp-block-heading">5. Menumbuhkan Kemampuan Bertanggung Jawab dan Memecahkan Masalah</h3>
<p>Dengan adanya perpustakaan, peserta didik dapat menumbuhkan kemampuan bertanggung jawab dan memecahkan masalah menggunakan solusi yang membangun. Sebagai contoh, ketika meminjam buku, siswa diajarkan untuk memiliki rasa bertanggung jawab.</p>
<p>Mereka harus mengembalikan buku yang dipinjam dalam kondisi yang sama seperti semula, serta tidak terlambat. Apabila ternyata terlambat atau buku yang dipinjam hilang, mereka akan menerima sanksi khusus. Hal ini yang menjadikan siswa mempunyai kompetensi untuk memecahkan masalah.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Manfaat Perpustakaan Sekolah</h2>
<p>Keberadaan perpustakaan di lingkungan lembaga pendidikan memberikan banyak manfaat positif. Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari keberadaan ladang buku ini di sekolah, antara lain:</p>
<ul class="wp-block-list"><li>Menjadi sarana untuk menumbuhkan minat membaca dari peserta didik.</li><li>Memudahkan siswa untuk mencari informasi dan melakukan <a href="https://santuynesia.com/metode-efektif-pembelajaran-diskusi-kelompok" target="_blank" data-type="post" data-id="4316" rel="noreferrer noopener nofollow">pembelajaran secara kelompok</a>, sehingga mereka bisa saling berdiskusi pada tempat yang nyaman sekaligus referensi yang tepat.</li><li>Melalui berbagai literasi yang tersedia, peserta didik dapat menuntaskan tugasnya dengan jawaban yang tepat.</li><li>Membantu memudahkan akses informasi bagi seluruh warga sekolah mengenai perkembangan teknologi yang sedang terjadi.</li><li>Melatih sikap moral positif pada peserta didik, seperti tanggung jawab ketika meminjam buku, disiplin ketika mengembalikan, dan menjaga kebersihan lingkungan.</li></ul>
<h2 class="wp-block-heading">Strategi Mengoptimalkan Eksistensi Perpustakaan Sekolah</h2>
<p>Sangat disayangkan apabila perpustakaan yang merupakan ladang pengetahuan di sekolah justru diabaikan. Bahkan, sungguh miris melihat perpustakaan menjadi tempat yang jarang dijamah oleh siswa.</p>
<p>Maka dari itu, diperlukan strategi untuk mengoptimalkan eksistensi perpustakaan. Disini, peran dewan pendidik serta tenaga kependidikan khususnya di bidang pengelolaan sekolah sangat dibutuhkan.</p>
<p>Upaya untuk melakukan pengoptimalan, pertama, terkait pada bidang pelayanan. Dalam hal ini, pustakawan harus menyediakan pelayanan yang mampu membuat pengunjung senang. Misalnya, dengan penataan buku sesuai dengan klasifikasi tertentu, sehingga siswa mudah untuk mencari buku yang diinginkan.</p>
<p>Kedua, dengan membuat kondisi perpustakaan senyaman mungkin. Sebagai contoh, ruangan yang bersih cenderung lebih nyaman daripada ruang yang kotor. Karenanya, perpustakaan harus senantiasa bersih, supaya pengunjung nyaman, sehingga akan berkunjung berkali-kali. Peserta didik pun bisa diajarkan mengenai pentingnya kebersihan lingkungan. Kebersihan merupakan sarana untuk mewujudkan kesehatan.</p>
<p>Ketiga, melalui pemanfaatan e-library. Dewasa ini, perkembangan teknologi semakin masif. Boleh dikatakan, semua kegiatan tidak dapat dilepaskan dari sistem dalam jaringan (online). Penggunaan e-library membuat siswa dapat mengakses perpustakaan dengan mudah memakai smartphone masing-masing. Dengan demikian, pencarian judul buku pun tidak perlu memakan waktu lama.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Peningkatan Minat Baca Siswa</h2>
<p>Saat ini, yang sering dijumpai adalah rendahnya minat baca peserta didik, sehingga perpustakaan tak kunjung disinggahi. Padahal, banyak sekali buku di dalamnya yang sangat bermanfaat untuk memperluas wawasan. Diperlukan teknik khusus yang harus diterapkan oleh dewan pendidik, dalam hal ini adalah guru.</p>
<p>Sebaiknya guru memotivasi para siswanya untuk meningkatkan literasi melalui membaca. Jika diibaratkan, sangat disayangkan apabila perpustakaan yang kaya akan pengetahuan hanya dianggurkan. Strategi pengoptimalan yang telah dipaparkan pada bagian sebelumnya dapat menjadi alternatif solusi terhadap permasalahan ini.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/perpustakaan-sekolah/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyusunan Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Contohnya</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/penyusunan-rencana-kerja-sekolah-dan-contohnya</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/penyusunan-rencana-kerja-sekolah-dan-contohnya#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Mar 2022 03:18:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Rencana Kerja Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[RKS]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=4567</guid>
					<description><![CDATA[Rencana Kerja Sekolah (RKS) merupakan sebuah dokumen yang berisi tentang rencana jangka menengah di setiap jenjang sekolah. Adapun jangka waktunya adalah sampai empat tahun setelah rancangan ini ditetapkan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang standar nasional pendidikan. Jadi, RKS dibuat oleh sekolah sebagai pedoman pengembangan mutu, acuan dalam mengawasi dan mengevaluasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Rencana Kerja Sekolah</strong> (RKS) merupakan sebuah dokumen yang berisi tentang rencana jangka menengah di setiap jenjang sekolah. Adapun jangka waktunya adalah sampai empat tahun setelah rancangan ini ditetapkan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang standar nasional pendidikan. </p>
<p>Jadi, RKS dibuat oleh sekolah sebagai pedoman pengembangan mutu, acuan dalam mengawasi dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang dijalankan, juga sebagai dasar dalam pengajuan sumber daya pendidikan yang diperlukan sekolah.</p>
<p>Dalam penyusunan RKS, harus melalui berbagai tahapan agar hasilnya baik dan tertata. Seperti apa tahapan yang harus dilewati dan bagaimana contoh penyusunan RKS akan diuraikan dengan rinci dalam artikel ini.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Tahapan Menyusun RKS</h2>
<p>Rencana Kerja Sekolah bukanlah dokumen sembarangan, tetapi sangat krusial dan mempengaruhi perjalanan sekolah selama empat tahun. Dalam pembentukannya, tidak boleh keliru sedikitpun. Kesalahan sedikit saja menyebabkan dampak yang signifikan terhadap kinerja sekolah, yang pada akhirnya berimbas pada akreditasi sekolah yang bersangkutan.</p>
<p>Ketika akreditasi mengalami penurunan, misal dari yang awalnya A menjadi B, yang akan merasakan akibatnya adalah siswa. Sebab, berhubungan dengan pencarian sekolah lanjutan dan pekerjaan kelak. Oleh karena itu, agar kemungkinan terburuk ini tidak terjadi, maka sebaiknya ikuti tahapan pembuatan RKS berikut:</p>
<h3 class="wp-block-heading">1. Membentuk Tim Pengembang Sekolah (TPS)</h3>
<p>TPS merupakan tim bentukan dewan pendidik dan komite sekolah, yang bertugas untuk menyusun Rencana Kerja Sekolah. Pembentukan tim ini harus dilakukan secara musyawarah untuk menghasilkan mufakat, sebagai pengamalan sila ke-4 Pancasila, sesuai dengan pedoman yang ada.</p>
<p>Perlu adanya kualifikasi khusus yang harus dipenuhi oleh tim pengembang sekolah ini, seperti pemahaman yang cukup mengenai peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai standar nasional pendidikan, cakap dalam menetapkan metode pembelajaran efektif, kemampuan membuat kebijakan peningkatan mutu yang benar, dan kualifikasi lain yang terkait.</p>
<p>Pada dasarnya, TPS harus diisi oleh orang-orang yang sangat mumpuni, karena tugasnya yang berat. Mereka yang berkompeten mampu merumuskan RKS dengan baik dan benar.</p>
<h3 class="wp-block-heading">2. Meneliti Serinci Mungkin Mengenai Kondisi Sekolah Saat Ini</h3>
<p>Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi mendetail tentang keadaan saat ini, sehingga kebijakan dalam kerangka RKS tepat sasaran. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan evaluasi terhadap sekolah, membandingkan hasil dari evaluasi tersebut dengan yang ada pada acuan standar sekolah, dan menetapkan tantangan utama yang dihadapi sekolah.</p>
<h3 class="wp-block-heading">3. Menetapkan Kondisi Masa Depan yang Diharapkan Untuk Sekolah</h3>
<p>Kondisi yang diharapkan dapat menjadi dasar dalam kebijakan yang akan dibuat. Selain itu, juga bisa menjadi tujuan yang akan dicapai di masa mendatang. Hal ini tercermin dalam visi, misi, tujuan yang dimiliki sekolah, dan indikator kinerja. Oleh karena itu, aspek-aspek tersebut harus dirumuskan sebelum membuat Rencana Kerja Sekolah.</p>
<h3 class="wp-block-heading">4. Merangkai Program dan Kegiatan yang Tepat</h3>
<p>Program dan kegiatan yang dirangkai, menjadi acuan di masa yang akan datang. Penentuan program-program harus sesuai dengan kondisi yang ada, juga harus disusun secara terstruktur. Alangkah baiknya membuat berbagai kegiatan positif yang bersifat realistis, sehingga dapat terlaksana tanpa kendala-kendala yang besar.</p>
<p>Setelah selesai disusun, maka harus ditentukan pula penanggung jawab dari setiap kegiatan yang akan digalakkan. Penanggung jawab akan bertanggung jawab penuh terhadap program yang di bawahinya, serta menjamin keberhasilan program dan kegiatan tersebut. </p>
<h3 class="wp-block-heading">5. Menyusun Rencana Anggaran Sekolah</h3>
<p>Rencana anggaran sekolah dapat disusun melalui pembuatan rencana program, rencana pendanaan, dan perhitungan sumber pendanaan. Hal ini dimaksudkan agar pengelolaan keuangan dan pertanggungjawaban mudah dilakukan, tidak ada penyelewengan dana.</p>
<p>Yang terpenting, setelah menyusun rencana program dan rencana pendanaan, maka harus disesuaikan dengan sumber pendanaan. Dengan kata lain, harus menentukan dari mana sumber yang akan mendanai kegiatan agar alokasi dana berjalan tepat sasaran dan kegiatan tidak kekurangan dana.</p>
<h3 class="wp-block-heading">6. Menentukan Rencana Kerja Tahunan Sekolah (RKTS) serta Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS)</h3>
<p>Langkah pertama, merumuskan RKTS beserta jadwalnya. Rencana kerja tahunan tersebut harus mendorong kemajuan sekolah. Setelah itu, menetapkan berbagai program dan kegiatan yang telah dirangkai pada tahap sebelumnya, sekaligus kegiatan rutin yang akan dilaksanakan. &nbsp;Yang terakhir, menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dilengkapi indikator keberhasilan.</p>
<h3 class="wp-block-heading">7. Pengesahan RKS yang Telah Dibuat dan Penyosialisasian</h3>
<p>Sebelum disahkan, Rencana Kerja Sekolah harus disetujui oleh Dewan Pendidik dengan memperhatikan pertimbangan yang diberikan Komite Sekolah. Kemudian, RKS yang telah disetujui tersebut akan disahkan. Pada sekolah negeri, pengesahan dilakukan oleh Dinas Pendidikan, sedangkan pada sekolah swasta pengesahan dilakukan oleh penyelenggara sekolah. </p>
<p>Setelah disahkan, bukan berarti semua tahapan telah selesai. Akan tetapi, RKS yang telah disahkan itu harus disosialisasikan kepada seluruh pemangku kepentingan di sekolah yang bersangkutan.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Contoh Rencana Kerja Sekolah</h2>
<p>Pada bagian ini akan disajikan contoh dari aspek dan indikator dalam Rencana Kerja Sekolah yang dapat digunakan pada semua jenjang, baik SD, SMP, maupun SMA. Contoh yang akan dipaparkan ini dapat digunakan sebagai referensi yang tepat.</p>
<h3 class="wp-block-heading">1. Indikator Keberhasilan Sekolah</h3>
<ul class="wp-block-list"><li>Sekolah yang bersih, rapi, indah dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.</li><li>Mampu membina dengan baik <a href="https://santuynesia.com/gaya-belajar-siswa" target="_blank" data-type="post" data-id="134" rel="noreferrer noopener nofollow">karakter siswa</a> dalam hubungannya dengan Tuhan, sesama makhluk hidup, dan manusia lain.</li><li>Cakap dalam meningkatkan penguasaan pengetahuan serta mengembangkan keterampilan siswa.</li><li>Menjadi pusat dalam pengembangan komponen kecakapan hidup seluruh siswa.</li><li>Berhasil mengembangkan minat dan bakat siswa untuk meraih berbagai prestasi akademik dan non akademik.</li></ul>
<h3 class="wp-block-heading">2. Indikator Keberhasilan Untuk Siswa</h3>
<ul class="wp-block-list"><li>Peningkatan karakter ke arah yang lebih baik.</li><li><a href="https://santuynesia.com/prestasi-belajar-siswa" data-type="post" data-id="4559" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">Meraih prestasi</a> sesuai minat dan bakat yang dimiliki.</li><li>Kemampuan berpikir kritis, logis, mandiri, dan kreatif.</li><li>Mampu menyelesaikan masalah dengan baik.</li><li>Tidak pernah melakukan pelanggaran berat terhadap tata tertib sekolah.</li></ul>
<h3 class="wp-block-heading">3. Standar Kompetensi Lulusan</h3>
<ul class="wp-block-list"><li>Seluruh mata pelajaran dalam hasil pelajaran telah melewati Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).</li><li>Aktif mengikuti pembelajaran di kelas dibuktikan dengan presensi minimal 75% hadir.</li><li>Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan sekolah.</li><li>Tidak pernah melakukan pelanggaran berat terhadap tata tertib.</li><li>Mengikuti program-program yang diselenggarakan.</li><li>Hasil ujian bisa dinyatakan lulus, nilainya memenuhi batas minimal.</li><li>Telah menuntaskan seluruh materi hingga penghujung tahun kelulusan dan dinyatakan berhasil.</li></ul>
<p>Penyusunan Rencana Kerja Sekolah merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan, karena berhubungan dengan pengembangan dari sekolah yang bersangkutan. Tanpa adanya pedoman yang tepat yang bisa dipegang, maka program kerja sekolah tidak berjalan secara terencana dan sistematis.</p>
<p>RKS harus sesuai dengan garis lintasannya, sama sekali tidak boleh menyeleweng sedikitpun. Keberadaan RKS menjadi sangat penting karena menjadi acuan kinerja sekolah dalam empat tahun. RPS yang dibuat harus mendorong kemajuan sekolah yang bersangkutan. Dalam artikel ini, telah diuraikan mengenai RPS beserta contohnya, yang dapat digunakan sebagai kerangka pemberi gambaran mengenai Rencana Kerja Sekolah.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/penyusunan-rencana-kerja-sekolah-dan-contohnya/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
