<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
<channel>
	<title>Sehat &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<atom:link href="https://www.santuynesia.com/blog/tag/sehat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<description>Macul Ilmu</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Mar 2022 03:12:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
	<url>https://www.santuynesia.com/blog/santuyuploads/2021/09/santuynesia-favicon.png</url>
	<title>Sehat &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tips Memilih Pelembap Kulit yang Sehat</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/tips-memilih-pelembap-kulit</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/tips-memilih-pelembap-kulit#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2022 03:12:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pelembap Kulit]]></category>
		<category><![CDATA[Sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=4480</guid>
					<description><![CDATA[Menggunakan pelembap bisa menjadi suatu keharusan bagi sebagian besar wanita. Pelembap memiliki berbagai fungsi di antaranya melindungi kulit, mengurangi&#160;kulit kering&#160;dan pengelupasan kulit, sebagai dasar&#160;make up,&#160;serta menjaga kulit tetap sehat dan terhidrasi dengan baik. Namun, banyaknya produk kecantikan yang ditawarkan sekarang ini, membuat orang kebingungan dalam memilih pelembab kulit yang tepat. Oleh karena itu, Artria akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Menggunakan pelembap bisa menjadi suatu keharusan bagi sebagian besar wanita. Pelembap memiliki berbagai fungsi di antaranya melindungi kulit, mengurangi&nbsp;kulit kering&nbsp;dan pengelupasan kulit, sebagai dasar&nbsp;<em>make up,&nbsp;</em>serta menjaga kulit tetap sehat dan terhidrasi dengan baik. </p>
<p>Namun, banyaknya produk kecantikan yang ditawarkan sekarang ini, membuat orang kebingungan dalam memilih pelembab kulit yang tepat. Oleh karena itu, Artria akan memberikan sedikit ulasan mengenai cara memilih pelembap kulit yang cocok untuk Anda.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Tips Memilih Pelembap Kulit yang Sehat</h2>
<p>Berikut ini adalah cara memilih pelembab kulit yang sehat:</p>
<h3 class="wp-block-heading">1. Kenali jenis kulit</h3>
<p>Mengenali jenis kulit Anda terlebih dahulu sangat penting dilakukan untuk mendapatkan pelembap yang sesuai dengan kebutuhan kulit. Secara umum, terdapat empat golongan jenis kulit, yaitu:</p>
<ol class="wp-block-list"><li><strong>Kulit n</strong><strong>ormal/kombinasi</strong>. Kulit normal dianjurkan untuk menggunakan pelembab berbahan dasar air yang terasa ringan dan tidak berminyak di kulit. Salah satunya adalah dimethicone.</li><li><strong>Kulit s</strong><strong>ensitif.</strong>&nbsp;Bagi Anda yang memiliki kulit sensitif sebaiknya menggunakan pelembab yang mengandung lidah buaya&nbsp;(<em>aloevera</em><em>)</em>&nbsp;atau bahan yang sejuk di kulit, serta menghindari pelembap yang mengandung asam, pewarna, atau pewangi, karena berpotensi membuat kulit mengalami iritasi.</li><li><strong>Kulit k</strong><strong>ering.</strong>&nbsp;Kulit kering lebih cocok menggunakan pelembap yang berbahan dasar minyak untuk mengembalikan kelembapan kulit.</li><li><strong>Kulit b</strong><strong>erminyak.</strong>&nbsp;Kulit berminyak membutuhkan pelembap ringan dan berbahan dasar air yang tidak menyumbat pori-pori.</li></ol>
<h3 class="wp-block-heading">2. Cermati kandungan dalam pelembap</h3>
<p>Setelah Anda mengetahui pelembap yang sesuai dengan kulit Anda, selanjutnya Anda dapat membaca label pada kemasan produk yang Anda pilih. Pelembap yang baik adalah pelembap yang dapat melindungi kulit dan tidak mengandung bahan-bahan berbahaya, seperti bahan aktif dan inaktif,&nbsp;<em>non-comedogenic, hypoallergenic,&nbsp;</em>serta natural vs&nbsp;organik. </p>
<p>Beberapa kandungan yang sebaiknya ada di dalam pelembap adalah petrolatum, minyak mineral, dimethicone, lanolin, serta gliserin, propilen glikol, protein, urea, dan <a href="https://santuynesia.com/manfaat-vitamin-a-b-c-d" target="_blank" data-type="post" data-id="100" rel="noreferrer noopener nofollow">vitamin</a> yang mampu membantu menarik air ke lapisan luar kulit.</p>
<h3 class="wp-block-heading">3. Gunakan Pelembap dengan benar</h3>
<p>Setelah mendapatkan pelembap yang sesuai, Anda dapat mengaplikasikan produk tersebut dengan benar untuk memperoleh hasil yang optimal. Beberapa cara di antaranya:</p>
<ul class="wp-block-list"><li>Gunakan pelembap setelah kulit dalam keadaan bersih;</li><li>Jangan lupakan area kelopak mata dan leher, kecuali petunjuk pemakaian mengatakan sebaliknya;</li><li>Tunggu beberapa menit jika ingin memakai&nbsp;<em>makeup</em>&nbsp;di wajah Anda;</li><li>Jika pelembap Anda tidak memiliki fungsi ganda sebagai pelindung dari sinar UV, Anda dapat memakai tabir surya setelah mengaplikasikan pelembap</li></ul>
<p>Anda dapat mengevaluasi pelembap jika sudah digunakan secara teratur selama beberapa hari atau minggu. Pelembap yang baik seharusnya bisa membuat kulit Anda terlihat kenyal, lembut, dan bercahaya. </p>
<p>Namun, jika Anda merasa pelembap yang Anda gunakan masih belum cocok, bahkan sampai menimbulkan masalah pada kulit. Anda harus menghentikan penggunaan dan konsultasi pada dokter spesialis kulit. Anda juga dapat memilih dan mencoba produk lainnya dengan mencermati bahan yang terkandung.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/tips-memilih-pelembap-kulit/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenali Berbagai Jenis Lupus</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/jenis-lupus</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/jenis-lupus#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Mar 2022 12:18:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Lupus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=4453</guid>
					<description><![CDATA[Lupus&#160;adalah penyakit autoimun yang dapat menyerang siapa saja. Lupus bisa menyerang berbagai bagian dan organ tubuh, mulai dari kulit, sel darah, sendi, ginjal, jantung, paru-paru, sumsum tulang belakang, hingga ke otak. Meskipun lupus sudah cukup familiar di telinga, tapi tahukah Anda bahwa lupus memiliki beberapa jenis? Sangat penting untuk mengetahui jenis lupus, karena agar bisa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Lupus&nbsp;adalah penyakit autoimun yang dapat menyerang siapa saja. Lupus bisa menyerang berbagai bagian dan organ tubuh, mulai dari kulit, sel darah, sendi, ginjal, jantung, paru-paru, sumsum tulang belakang, hingga ke otak. </p>
<p>Meskipun lupus sudah cukup familiar di telinga, tapi tahukah Anda bahwa lupus memiliki beberapa jenis? Sangat penting untuk mengetahui jenis lupus, karena agar bisa mendapatkan pengobatan yang tepat.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Penyakit Lupus terbagi Menjadi Beberapa Jenis</h2>
<h3 class="wp-block-heading">1. Lupus Eritematosus Sistemik (Systemic Lupus Erythematosus/SLE)</h3>
<p>Lupus eritematosus sistemik merupakan jenis lupus yang paling sering terjadi. Jenis lupus ini terjadi secara sistemik atau menyeluruh pada tubuh penderitanya, dan bisa menyerang berbagai organ, tapi paling sering terjadi pada sendi, ginjal, dan kulit. Gejala utama pada lupus sistemik ini adalah terjadinya inflamasi kronis pada <a href="https://santuynesia.com/organ-pencernaan-manusia" target="_blank" data-type="post" data-id="4338" rel="noreferrer noopener nofollow">organ-organ</a> tersebut.</p>
<h3 class="wp-block-heading">2. Lupus Eritematosus Kutaneus (Cutaneous Lupus Erythematosus/CLE)</h3>
<p>Jenis lupus ini merupakan lupus pada kulit yang dapat berdiri sendiri dan merupakan bagian dari SLE. CLE terbagi lagi menjadi tiga jenis, yaitu&nbsp;<em>acute cutaneous lupus erythematosus</em>&nbsp;(ACLE),&nbsp;<em>subacute cutaneous lupus erythematosus</em>&nbsp;(SCLE), dan&nbsp;<em>chronic cutaneous lupus erythematosus</em>&nbsp;(CCLE).</p>
<h3 class="wp-block-heading">3. Lupus Eritematosus Neonatal</h3>
<p>Lupus eritematosus neonatal merupakan jenis lupus yang menyerang bayi baru lahir. Lupus ini akibat autoantibodi, yaitu anti-Ro, anti-La, dan anti-RNP. Ibu yang melahirkan bayi dengan lupus jenis ini belum tentu mengidap lupus juga. Namun, seorang ibu tidak perlu khawatir, karena lupus eritematosus neonatal ini biasanya hanya terjadi pada kulit saja dan akan menghilang dengan sendirinya.&nbsp;</p>
<p>Meskipun demikian, lupus jenis ini juga bisa menyebabkan&nbsp;<em>congenital heart block</em>, yaitu gangguan irama jantung pada bayi yang baru lahir. Namun, kondisi tersebut sangat jarang terjadi, dan bisa diatasi dengan pemasangan alat pacu jantung</p>
<h3 class="wp-block-heading">4. Lupus Akibat Penggunaan Obat</h3>
<p>Jenis obat-obatan tertentu bisa menimbulkan efek samping yang terlihat mirip dengan gejala lupus pada orang yang tidak mengidap SLE. Namun, jenis lupus ini hanya bersifat sementara dan akan menghilang dengan sendirinya beberapa bulan setelah mengonsumsi obat yang memicu gejala lupus tersebut dihentikan. Obat-obatan yang bisa menyebabkan jenis lupus ini, antara lain metildopa,&nbsp;<em>D-penicillamine&nbsp;</em>(obat untuk mengatasi keracunan logam berat),&nbsp;<em>procainamide</em>, serta&nbsp;<em>minocycline</em>&nbsp;(obat jerawat).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/jenis-lupus/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
