<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
<channel>
	<title>Risiko Investasi &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<atom:link href="https://www.santuynesia.com/blog/tag/risiko-investasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<description>Macul Ilmu</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Dec 2021 01:25:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
	<url>https://www.santuynesia.com/blog/santuyuploads/2021/09/santuynesia-favicon.png</url>
	<title>Risiko Investasi &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Risiko Investasi yang Perlu Diketahui Para Investor</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/risiko-investasi</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/risiko-investasi#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Nov 2021 02:01:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Investor]]></category>
		<category><![CDATA[Risiko Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yukuis.com/?p=243</guid>
					<description><![CDATA[Risiko Investasi &#8211; Setiap investasi tentu memiliki risikonya masing-masing, baik itu reksa dana, instrumen obligasi, saham atau lainnya. Risiko dapat diartikan sebagai suatu kenyataan yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan sebelumnya. Dalam dunia investasi ada istilah “high risk – high return” yang artinya semakin tinggi risikonya maka semakin banyak keuntungan yang bisa didapatkan. Oleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Risiko Investasi</strong> &#8211; Setiap investasi tentu memiliki risikonya masing-masing, baik itu reksa dana, instrumen obligasi, saham atau lainnya.</p>
<p>Risiko dapat diartikan sebagai suatu kenyataan yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan sebelumnya.</p>
<p>Dalam dunia investasi ada istilah “high risk – high return” yang artinya semakin tinggi risikonya maka semakin banyak keuntungan yang bisa didapatkan.</p>
<p>Oleh karena itu, ketika Anda memutuskan untuk mulai berinvestasi, Anda perlu memahami apa saja risikonya.</p>
<p>Dengan demikian, Anda akan dapat memilih instrumen yang tepat, dengan mempertimbangkan tujuan keuangan, kondisi keuangan, dan ketahanan Anda terhadap risiko yang ada.</p>
<p>Pasalnya, investasi bisa menjadi tidak efektif jika tidak disesuaikan dengan faktor-faktor di atas.</p>
<p>Sayang, bukan?</p>
<p>Oiya, sebelumnya kita sudah bahas juga tentang memilih <a href="https://santuynesia.com/investasi-saham-atau-reksa-dana" target="_blank" data-type="post" data-id="217" rel="noreferrer noopener nofollow">investasi saham atau reksa dana</a>. Kalau begitu, mari kita mulai membahas risiko yang ada di dunia investasi selanjutnya!</p>
<h2 class="wp-block-heading">Risiko Investasi yang Perlu Diketahui Para Investor</h2>
<h3 class="wp-block-heading">1. Risiko Suku Bunga</h3>
<p>Risiko suku bunga adalah risiko yang timbul dari penurunan nilai relatif aset berbunga (seperti pinjaman atau obligasi) yang disebabkan oleh kenaikan suku bunga.</p>
<p>Perubahan suku bunga pasar tentunya akan mempengaruhi pendapatan investasi atau imbal hasil yang diperoleh.</p>
<p>Biasanya, bahkan jika suku bunga naik, harga obligasi berbunga tetap akan turun, dan sebaliknya.</p>
<p>Metode tertua yang masih digunakan untuk mengukur risiko suku bunga adalah dengan menggunakan maturitas obligasi.</p>
<p>Misalnya, suku bunga obligasi pada umumnya adalah 8-10%, tetapi kemudian pemerintah menerbitkan sukuk untuk penjualan eceran dengan suku bunga hingga 12%.</p>
<p>Dengan demikian, investor pasti akan lebih memilih sukuk ini untuk ritel.</p>
<h3 class="wp-block-heading">2. Risiko Pasar</h3>
<p>Berikutnya adalah risiko investasi berdasarkan fluktuasi pasar atau fluktuasi nilai aset bersih (NAB).</p>
<p>Fluktuasi ini disebabkan oleh perubahan emosional di pasar keuangan seperti saham dan obligasi.</p>
<p>Perubahan dapat terjadi karena beberapa faktor seperti krisis ekonomi, masalah, kerusuhan, spekulasi, dan perubahan politik.</p>
<p>Risiko investasi ini juga sering disebut sebagai risiko sistematis, artinya risiko ini tidak dapat dihindari dan investor pasti akan mengalaminya terlepas dari profil risikonya.</p>
<p>Padahal, adanya risiko ini bisa menyebabkan investor kehilangan modal.</p>
<p>Misalnya ada masalah dengan kesehatan presiden suatu negara, hal ini dapat menyebabkan fluktuasi nilai mata uang negara tersebut terhadap dolar, kemudian naik.</p>
<p>Saat Anda dihadapkan pada fluktuasi pasar, tidak perlu panik dan segera menarik dana investasi Anda.</p>
<p>Pasalnya, penurunan atau peningkatan aset seperti itu sebenarnya tidak terjadi setiap saat.</p>
<h3 class="wp-block-heading">3. Risiko Likuiditas</h3>
<p>Risiko investasi semacam ini biasanya bersumber dari kesulitan dalam menyediakan dana dalam jangka waktu tertentu.</p>
<p>Misalnya, ada salah satu pihak yang tidak dapat membayar kewajibannya pada saat jatuh tempo secara tunai.</p>
<p>Sementara suatu pihak dapat dikatakan memiliki harta yang cukup berharga untuk melunasi utangnya, apabila harta tersebut tidak dapat diubah menjadi uang tunai, maka harta tersebut dapat dikatakan tidak likuid.</p>
<p>Adapun hal ini dapat terjadi jika pihak yang berhutang tidak dapat menjual hartanya karena tidak ada pihak lain yang berminat untuk membelinya.</p>
<p>Namun perlu dicatat bahwa risiko likuiditas berbeda dengan penurunan tajam harga aset.</p>
<p>Jika terjadi penurunan harga aset, pasar menganggap aset tersebut tidak berharga.</p>
<p>Sedangkan jika terjadi risiko likuiditas, hal ini dapat terjadi karena tidak ada pihak yang tertarik untuk menukar atau membeli aset karena sulitnya menggabungkan kedua belah pihak.</p>
<p>Akibatnya, risiko likuiditas biasanya paling mungkin terjadi di pasar negara berkembang atau pasar dengan volume rendah.</p>
<p>Risiko ini terkait dengan percepatan penerbitan surat berharga perusahaan yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder.</p>
<h3 class="wp-block-heading">4. Risiko Inflasi</h3>
<p>Risiko inflasi juga dikenal sebagai risiko daya beli, yang menunjukkan bahwa nilai moneter suatu investasi saat ini tidak akan setinggi di masa depan karena perubahan daya beli akibat inflasi.</p>
<p>Akibatnya, risiko investasi ini dapat merugikan daya beli masyarakat untuk berinvestasi akibat kenaikan harga rata-rata konsumen.</p>
<p>Risiko inflasi ini pada umumnya muncul pada saat investor memegang uang tunai atau berinvestasi pada instrumen yang berhubungan dengan inflasi.</p>
<p>Nilai uang atau aset mereka dapat dikurangi dengan inflasi.</p>
<p>Misalnya, jika seorang investor memiliki 40% dari portofolio tunai $100.000.000 dan inflasi 5%, nilai tunai portofolio akan kehilangan $20.000.000 per tahun ($100 juta x 0,4 x 0,05) karena inflasi.</p>
<h3 class="wp-block-heading">5. Risiko Negara</h3>
<p>Risiko ini juga bisa disebut risiko politik.</p>
<p>Alasannya didasarkan pada kondisi politik negara dan karena perubahan ketentuan peraturan perundang-undangan yang menyebabkan penurunan pendapatan.</p>
<p>Padahal, bukan tidak mungkin jika investasi yang dilakukan pada akhirnya hilang begitu saja atau merugi akibat perubahan ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>
<p>Oleh karena itu, jika ada investor yang ingin menginvestasikan uangnya di luar negeri, ada baiknya melihat kondisi politik di dalam negeri.</p>
<p>Jika kondisi politik baik, juga akan berdampak positif pada jalur investasi di masa depan.</p>
<h3 class="wp-block-heading">6. Risiko Valas atau Nilai Tukar Mata Uang</h3>
<p>Risiko nilai tukar mata uang asing (Forex) adalah risiko yang disebabkan oleh perubahan nilai tukar di pasar.</p>
<p>Perubahan ini tidak lagi sesuai dengan harapan, terutama ketika nilainya dikonversi ke mata uang lokal.</p>
<p>Kesederhanaan risiko investasi ini bersumber dari fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain.</p>
<p>Biasanya, risiko nilai tukar mata uang asing disebut sebagai risiko nilai tukar atau risiko nilai tukar mata uang asing.</p>
<p>Misalnya, seorang investor ingin melakukan investasi yang mengharuskannya menggunakan dolar AS atau mata uang dolar AS.</p>
<p>Pada saat yang sama, nilai tukar rupee terhadap dolar AS melemah, sehingga investor harus membelanjakan rupee lebih banyak daripada saat rupee terapresiasi.</p>
<p>Sebab, penguatan dolar terhadap rupiah bisa membawa kerugian.</p>
<h3 class="wp-block-heading">7. Risiko Re-investment</h3>
<p>Risiko investasi terakhir yang harus diwaspadai investor adalah reinvestasi, atau risiko yang terkait dengan pengembalian aset keuangan, yang mengharuskan mereka melakukan tindakan reinvestasi.</p>
<p>Saat menginvestasikan kembali, ada kemungkinan lebih besar bahwa arus kas investasi akan membawa pengembalian yang lebih rendah ketika diinvestasikan kembali dalam sarana investasi lain.</p>
<p>Misalnya, seorang investor memiliki portofolio obligasi dengan kupon 3,45% untuk jangka waktu 5 tahun.</p>
<p>Jadi, lima tahun kemudian, imbal hasil obligasi turun menjadi 2,55%.</p>
<p>Namun kabar baiknya adalah karena pendapatan dari obligasi yang dimiliki investor termasuk dalam tingkat bunga tetap, investor menerima seluruh pembayaran bunga 5% dan jumlah pokok investasi sesuai kesepakatan.</p>
<p>Masalah akan muncul ketika seorang investor menginvestasikan kembali uangnya untuk membeli obligasi lain dari kelas yang sama (yang saat ini memiliki tingkat bunga 2,55%), jadi tentu saja dia tidak lagi menerima bunga kupon 5%, tetapi akan menerima tingkat bunga saat ini.</p>
<p>Jadi, ketika ingin berinvestasi kembali, investor perlu benar-benar memahami bagaimana mengelola atau <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_investasi" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">memanajemen risiko investasi</a> ini.</p>
<p>Nahh, demikianlah penjelasanan tentang risiko investasi yang harus diketahui sebelum memulai berinvestasinya. Semoga ulasan ini bermanfaat untuk kita semua.</p>
<hr class="wp-block-separator"/>
<p>Ref: koinworks.com/blog/risiko-investasi-yang-perlu-diketahui</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/risiko-investasi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
