<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
<channel>
	<title>Pendidikan &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<atom:link href="https://www.santuynesia.com/blog/tag/pendidikan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<description>Macul Ilmu</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Nov 2021 00:15:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
	<url>https://www.santuynesia.com/blog/santuyuploads/2021/09/santuynesia-favicon.png</url>
	<title>Pendidikan &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pengertian Pendidikan Karakter, Tujuan, Fungsi, Nilai, Ciri-ciri dan Kaidahnya</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/pengertian-pendidikan-karakter</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/pengertian-pendidikan-karakter#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Nov 2021 00:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Individu]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=3546</guid>
					<description><![CDATA[Hai sobat&#160;santuyers&#160;kita tahu bahwa indonesia pada tahun ini menerapkan pendidikan berbasis karakter. Tapi kamu tahu ga. Apa sih pendidikan berbasis karakter itu?&#160; Pengertian Pendidikan Karakter Pendidikan berbasis karakter dapat didefinisikan sebagai segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter/sifat siswa. Sehingga dari sini terdapat beberapa pengertian tentang pendidikan tersebut. 1. Menurut Lickona Lickona menngatakan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hai sobat&nbsp;santuyers&nbsp;kita tahu bahwa indonesia pada tahun ini menerapkan pendidikan berbasis karakter. Tapi kamu tahu ga. Apa sih pendidikan berbasis karakter itu?&nbsp;</p>
<h2 class="wp-block-heading" id="rtoc-1">Pengertian Pendidikan Karakter</h2>
<p>Pendidikan berbasis karakter dapat didefinisikan sebagai segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter/sifat siswa. Sehingga dari sini terdapat beberapa pengertian tentang pendidikan tersebut.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="rtoc-2">1. Menurut Lickona</h3>
<p>Lickona menngatakan bahwa pengertian pendidikan berbasis&nbsp; karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="rtoc-3">2. Menurut Suyanto</h3>
<p>Suyanto menelaah pendidikan berbasis karakter sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun&nbsp; negara.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="rtoc-4">3. Menurut Kertajaya</h3>
<p>Pendidikan berbasis Karakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut seperti <a href="https://santuynesia.com/kepribadian-ambivert" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">kepribadian ambivert</a>, serta merupakan “machine” yang mendorong bagaimana seorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu (Kertajaya, 2010).</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="rtoc-5">4. Menurut UU. RI No.20 tahun 2003</h3>
<p>Pendidikan karakter merupakan usaha sadar &nbsp;dan terencana di dalam mewujudkan suasana serta proses pemberdayaan potensi dan juga pembudayaan peserta didik untuk membangun pribadi yang baik untuk warga negara Indonesia.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="rtoc-6">5. Menurut Kamus Psikologi</h3>
<p>Pendidikan karakter&nbsp;menurut kamus psikologi adalah kepribadian yang ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya berkaitan dengan kejujuran seseorang dan sifat – sifat yang relatif &nbsp;tetap. (Dali Gulo, 1982).</p>
<p>Penguatan&nbsp;<strong>pendidikan mora</strong>l&nbsp;(<em>moral education</em>) atau&nbsp;pendidikan karakter&nbsp;(<em>character education</em>)&nbsp; dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda di negara kita.</p>
<p>Krisis moral tersebut antara lain berupa meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan menyontek.</p>
<p>Penyalahgunaan obat-obatan, pornografi, dan perusakan milik orang lain sudah menjadi masalah sosial yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, oleh karena itu pendidikan karakter menjadi sangat penting.</p>
<h2 class="wp-block-heading" id="rtoc-7">Tujuan Pendidikan Karakter</h2>
<p>Tujuan pendidikan berbasis karakter yaitu untuk membentuk bangsa yang tangguh, bangsa yang bermoral, berakhlak mulia, bertoransi serta bekerja atau gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.</p>
<p>Pendidikan ini juga bertujuan untuk membentuk suatu bangsa agar memiliki jiwa yang patriotik atau jiwa suka menolong antar sesama. </p>
<p>Disisi lain, juga untuk membentuk jiwa seseorang agar berkembang secara dinamis, berorientasi terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk menciptakan manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan yang Maha Esa.</p>
<h2 class="wp-block-heading" id="rtoc-8">Fungsi Pendidikan Karakter</h2>
<p>Fungsi pendidikan karakter yaitu untuk mengembangkan potensi dasar seorang anak agar berhati baik, memiliki perilaku yang baik serta berpikiran yang baik.</p>
<p>Pada fungsi besarnya yaitu yaitu untuk memperkuat dan membangun perilaku anak bangsa yang multikultur.</p>
<p>Hal ini juga memiliki fungsi untuk meningkatkan peradaban manusia dan menjadi bangsa yang baik di dalam pergaulan dunia.</p>
<p>Ini tidak hanya didapatkan di bangku sekolah, melainkan dari berbagai media yang meliputi lingkungan, keluarga, media teknologi, dunia usaha dan juga pemerintahan.</p>
<h2 class="wp-block-heading" id="rtoc-9">Nilai-nilai Pendidikan Karakter</h2>
<h3 class="wp-block-heading">1. Religius</h3>
<p>Yaitu sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.</p>
<h3 class="wp-block-heading">2. Jujur</h3>
<p>Adalah perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.</p>
<h3 class="wp-block-heading">3. Toleransi</h3>
<p>Merupakan sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.</p>
<h3 class="wp-block-heading">4. Mandiri</h3>
<p>Yang di maksud mandiri adalah Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.</p>
<h3 class="wp-block-heading">5. Demokratis</h3>
<p>Yaitu Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.</p>
<h3 class="wp-block-heading">6. Rasa Ingin Tahu</h3>
<p>Adalah Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.\</p>
<h3 class="wp-block-heading">7. Disiplin</h3>
<p>Adalah tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.</p>
<h3 class="wp-block-heading">8. Kerja Keras</h3>
<p>Merupakan sikap yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.</p>
<h3 class="wp-block-heading">9. Kreatif</h3>
<p>Yaitu Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Ciri-ciri Pendidikan Karakter</h2>
<p>Menurut Foerster dan Majid (2010) menyebutkan, paling tidak empat dasar ciri – cirinya, yaitu:</p>
<p>1. Keteraturan interior dimana setiap tindakan seseorang harus diukur berdasarkan hirarki nilai. Maka nilai disini menjadi pedoman yang bersikat normative dalam setiap tindakan manusia.</p>
<p>2. Koherensi disini adaalah yang diharapkan dapat memberikan keberanian dan membuat seseorang teguh pada prinsip, dan tidak terombang-ambing pada situasi baru atau takut resiko.</p>
<p>3. Otonomi. disini mengharuskan seseorang menginternalisasikan aturan dari luar sampai menjadi nilai-nilai bagi kepribadian pribadi, Keteguhan dan kesetiaan.</p>
<p>4. Keteguhan daya tahan seseorang guna menginginkan apapun yang dipandang baik. Dan kesetiaan merupakan dasar bagi penghormatan atas komitmen yang dipilih.</p>
<h2 class="wp-block-heading" id="rtoc-10">Kaidah Dasar Pendidikan Karakter</h2>
<p>Kaidah -Kaidah ini berfungsi sebagai fondasi utama penguatan pendidikan tersebut. Berikut ini kaidah terbut yaitu:</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="rtoc-11">1. Pancasila</h3>
<p>Negara kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) ditegakkan atas dasar prinsip-prinsip kehidupan kebangsaan dan kenegaraan yang disebut Pancasila.</p>
<p>Ini berarti nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi nilai-nilai yang mengatur kehidupan politik, hukum, ekonomi, kemasyarakatan, budaya dan seni.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="rtoc-12">2. Agama</h3>
<p>Masyarakat Indonesia ialah masyarakat beragam. Oleh karena itu, kehidupan individu, masyarakat dan bangsa selalu didasari pada ajaran agama dan kepercayaannya. Secara politis, kehidupan kenegaraan pun didasari pada nilai-nilai yang berasal dari agama.</p>
<p>Atas dasar pertimbangan itu, maka nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa harus didasarkan pada nilai-nilai dan kaidah yang berasal dari agama.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="rtoc-13">3. Budaya</h3>
<p>Nilai-nilai budaya dijadikan dasar dalam pemberian makna terhadap suatu konsep dan arti dalam komunikasi antar anggota masyarakat.</p>
<p>Posisi budaya yang demikian penting dalam kehidupan masyarakat mengharuskan budaya menjadi sumber nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/pengertian-pendidikan-karakter/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
