<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
<channel>
	<title>Paku Kawat &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<atom:link href="https://www.santuynesia.com/blog/tag/paku-kawat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<description>Macul Ilmu</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2021 16:48:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
	<url>https://www.santuynesia.com/blog/santuyuploads/2021/09/santuynesia-favicon.png</url>
	<title>Paku Kawat &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Paku Kawat (Lycopsida): Pengertian, Habitat, dan Ciri-cirinya</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/tumbuhan-paku-kawat</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/tumbuhan-paku-kawat#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2021 23:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Flora]]></category>
		<category><![CDATA[Lycopsida]]></category>
		<category><![CDATA[Paku Kawat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=2957</guid>
					<description><![CDATA[Pada dasarnya Subdivisi&#160;Lycopsida&#160;adalah tumbuhan paku heterospora yang menghasilkan dua jenis spora, diantaranya mikrospra dan makrospora. Tumbuhan tersebut biasa disebut paku kawat atau paku rambut. Hal tersebut dikarenakan paku kawat memilliki bentuk daun berkawat mirip seperti pinus. Selain itu,&#160;paku kawat/ paku lumut&#160;(Lycopsida) sering disebut juga dengan&#160;club moss&#160;(lumut ganda) ataupun&#160;pine&#160;(pinus tanah). Akan tetapi tumbuhan paku kawat tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada dasarnya Subdivisi&nbsp;<em>Lycopsida</em>&nbsp;adalah tumbuhan paku heterospora yang menghasilkan dua jenis spora, diantaranya mikrospra dan makrospora.</p>
<p>Tumbuhan tersebut biasa disebut paku kawat atau paku rambut. Hal tersebut dikarenakan paku kawat memilliki bentuk daun berkawat mirip seperti pinus.</p>
<p>Selain itu,&nbsp;<strong>paku kawat/ paku lumut</strong>&nbsp;(<em><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Lycopodiopsida" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">Lycopsida</a></em>) sering disebut juga dengan&nbsp;<em>club moss&nbsp;</em>(lumut ganda) ataupun&nbsp;<em>pine</em>&nbsp;(pinus tanah).</p>
<p>Akan tetapi tumbuhan paku kawat tidak termasuk dalam kategori tumbuhan lumut ataupun pinus.</p>
<p><strong>Tumbuhan paku kawat</strong>&nbsp;diperkirakan sudah ada sejak lama, yaitu pada masa&nbsp;<em>Devonian</em>.</p>
<p>Masa&nbsp;<em>Devonian</em>&nbsp;adalah zaman berkembangnya jenis-jenis ikan, yaitu sekitar 360 juta tahun yang lalu. Tumbuhan ini juga diperkirakan tumbuh melimpah pada masa karboniferus.</p>
<p>Pada masa tersebut&nbsp;<strong>paku kawat</strong>&nbsp;(<em>Lycopsida</em>) sudah menjadi endapan batu bara atau fosil. Di masa Karboniferus tumbuhan paku kawat mempunyai ukuran yang cukup besar, yaitu sekitar 3 meter.<ins></ins></p>
<p>Tumbuhan paku kawat ini banyak tumbuh pada rawa-rawa selama jutaan tahun. Akan tetapi, tumbuhan paku kawat ini menjadi punah ketika kondisi rawa-rawa menjadi kering.</p>
<p>Untuk saat ini ada&nbsp;<em>Lycopsida</em>&nbsp;yang masih bertahan hidup, tetapi memiliki ukuran yang berbeda dengan yang dahulu.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Paku Kawat (<em>Lycopsida</em>): Pengertian, Habitat, dan Ciri-cirinya</h2>
<p><strong>Paku kawat&nbsp;</strong>(<em>Lycopsida</em>) saat ini memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dan&nbsp;<strong>habitat</strong>nya pada daerah tropis dan sub tropis. Tanaman ini banyak tumbuh pada tanah, epifit pada kulit pohon tetapi tidak bersifat parasit.</p>
<p>Sementara di Indonesia sendiri terdapat dua jenis spesies dari (<em>Lycopsida</em>) paku kawat, yaitu&nbsp;<em>Lycopodium cernuum</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>Lycopodium clavatum</em>.</p>
<p>Kedua spesies tumbuhan tersebut disebut paku kawat karena memiliki struktur yang mirip dengan paku kawat.</p>
<p>Meskipun kecil dan hanya jenis tumbuhan paku-pakuan, akan tetapi&nbsp;<strong>Lycopsida memiliki beberapa manfaat.</strong></p>
<p>Seperti halnya spesies<em>&nbsp;Lycopodium cernuun</em>&nbsp;mempunyai bentuk yang menarik, sehingga sering kali dimanfaatkan untuk hiasan (tanaman hias).</p>
<p>Selain itu, tumbuhan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan rangkaian bunga. &nbsp;Sedangkan manfaat lain untuk spesies&nbsp;<em>Lycopodium clavatum,</em>&nbsp;yaitu dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan</p>
<p>Untuk mengenal lebih jelas mengenai <a href="https://santuynesia.com/tumbuhan-paku-kawat" rel="nofollow noopener" target="_blank">tumbuhan paku kawat</a> ( Lycopsida), maka perhatikan ciri-ciri dari tumbuhan paku kawat berikut ini.</p>
<h3 class="wp-block-heading"><strong>Ciri-ciri Paku Kawat (Lycopsida)</strong></h3>
<ul class="wp-block-list"><li>Tumbuhan ini sudah mempunyai akar, batang, dan juga daun sejati.</li><li>Berupa tumbuhan yang menjalar.</li><li>Batang berukuran kecil, sedangkan percabanganya berbentuk menggarpu ( dikotomi).</li><li>Habitatnya pada hutan tropis dan sub tropis</li><li>Tumbuh pada tanah atau menempel pada pohon.</li><li>Terdapat dua jenis sporangium pada paku rane atau Selaginella, diantaranya makrosporangium dan mikrosporangium.</li><li>Sporangium yang dihasilkan tunggal dan sporangium ini terdapat pada sporofil yang tersusun membentuk strobilus di bagian ujung batang.</li><li>Sedangkan stobilus mempunyai bentuk kerucut menyerupai konus pada pinus.</li></ul>
<p>Demikian artikel tentang,&nbsp;<strong>Paku Kawat (<em>Lycopsida</em>): Pengertian, Habitat, dan Ciri-cirinya</strong>. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/tumbuhan-paku-kawat/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
