<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
<channel>
	<title>Manajemen &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<atom:link href="https://www.santuynesia.com/blog/tag/manajemen/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<description>Macul Ilmu</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Dec 2021 11:20:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
	<url>https://www.santuynesia.com/blog/santuyuploads/2021/09/santuynesia-favicon.png</url>
	<title>Manajemen &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tahapan Audit Manajemen</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/tahapan-audit-manajemen</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/tahapan-audit-manajemen#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2021 11:20:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Auditing]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=3906</guid>
					<description><![CDATA[Materi audit manajemen ini akan menjelaskan 5 tahapan audit manajemen / tahapan proses audit manajemen. Tahapan Audit Manajemen Tahapan pelaksanaan audit manajemen / tahapan kerja audit manajemen itu seperti apa sih? Berikut ini adalah tahapan-tahapan audit manajemen secara umum : Audit Pendahuluan Mencari dan menggali berbagai informasi tentang latar belakang objek / entitas yang mau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Materi audit manajemen ini akan menjelaskan 5 tahapan audit manajemen / tahapan proses audit manajemen.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Tahapan Audit Manajemen</h2>
<p><em>Tahapan pelaksanaan audit manajemen / tahapan kerja audit manajemen itu seperti apa sih?</em> Berikut ini adalah tahapan-tahapan audit manajemen secara umum :</p>
<h3 class="wp-block-heading">Audit Pendahuluan</h3>
<ul class="wp-block-list"><li>Mencari dan menggali berbagai informasi tentang latar belakang objek / entitas yang mau kita audit.</li><li>Memilah berbagai peraturan, ketentuan dan kebijakan yang sudah diterapkan dalam entitas organisasi</li><li>Menemukan objek yang mungkin memiliki kelemahan yang potensial</li><li>Menetapkan tentantive audit objective / audit sementara</li></ul>
<h3 class="wp-block-heading">Pengujian Pengendalian Manajemen</h3>
<ul class="wp-block-list"><li>Mengukur tingkat <a href="https://santuynesia.com/pengertian-efektif-dan-efisien" target="_blank" data-type="post" data-id="3788" rel="noreferrer noopener nofollow">efisiensi dan efektivitas</a> pengendalian manajemen</li><li>Mencari tahu konsep pengendalian internal yang berlaku dalam entitas dan menemukan kelemahannya</li><li>Melakukan definitive audit objektive / audit yang sesungguhnya</li></ul>
<h3 class="wp-block-heading">Audit terinci</h3>
<ul class="wp-block-list"><li>Mengumpulkan berbagai bukti audit yang cukup, relevan dan kompeten</li><li>Mengembangkan temuan bukti audit yang saling berhubungan dengan temuan yang lain untuk disajikan dalam kertas kerja audit (KKA) sebagai bahan pertimbangan dalam pendukung kesimpulan dan rekomendasi yang akan dibuat</li></ul>
<h3 class="wp-block-heading">Pelaporan</h3>
<ul class="wp-block-list"><li>Mengkomunikasikan berbagai hasil temuan audit serta rekomendasinya kepada pihak yang berkepentingan yaitu pihak manajemen.</li><li>Membuat laporan komprehensif yang berguna untuk menyajikan temuan penting hasil audit lainnya yang juga berfungsi sebagai pendukung kesimpulan audit dan rekomendasi.</li></ul>
<h3 class="wp-block-heading">Tindak Lanjut</h3>
<ul class="wp-block-list"><li>Mendorong pengguna laporan audit (pihak manajemen) untuk melakukan langkah perbaikan tingkat lanjut sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh auditor.</li></ul>
<p>Nah itulah&nbsp;<em>tahapan audit manajemen yang paling penting</em>. Semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman semua.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/tahapan-audit-manajemen/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Audit Internal dan Audit Eksternal</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/perbedaan-audit-internal-dan-audit-eksternal</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/perbedaan-audit-internal-dan-audit-eksternal#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2021 11:08:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Audit Eksternal]]></category>
		<category><![CDATA[Audit Internal]]></category>
		<category><![CDATA[Auditing]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=3895</guid>
					<description><![CDATA[Materi akuntansi ini akan menjelaskan perbedaan audit internal audit dan eksternal audit / perbedaan audit internal dan audit external &#38; pengertian audit internal dan eksternal / definisi audit internal dan eksternal. Perbedaan Audit Internal dan Audit Eksternal Apa perbedaan tugas audit internal dan audit eksternal ? Perbedaan lingkup kerja audit internal dan audit eksternal itu seperti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Materi akuntansi ini akan menjelaskan perbedaan audit internal audit dan eksternal audit / perbedaan audit internal dan audit external &amp; pengertian audit internal dan eksternal / definisi audit internal dan eksternal.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Perbedaan Audit Internal dan Audit Eksternal</h2>
<p><em>Apa perbedaan tugas audit internal dan audit eksternal ? Perbedaan lingkup kerja audit internal dan audit eksternal itu seperti apa sih ?</em><ins></ins></p>
<h3 class="wp-block-heading">Audit Internal</h3>
<p>Audit internal adalah proses audit yang dilakukan oleh auditor internal. Sedangkan pengguna dari laporan audit internal ini adalah pihak manajemen dari entitas / perusahaan itu sendiri.</p>
<p>Tujuan audit internal adalah untuk :<ins></ins></p>
<ul class="wp-block-list"><li>Mengukur tingkat <a href="https://santuynesia.com/pengertian-efektif-dan-efisien" target="_blank" data-type="post" data-id="3788" rel="noreferrer noopener nofollow">efektivitas dan efisiensi</a> penggunaan sumber daya</li><li>Menentukan tingkat kepatuhan pada setiap departemen / lini perusahaan</li><li>Mengukur pengendalian internal perusahaan</li><li>Mengevaluasi kinerja laporan keuangan dengan target yang ingin dicapai</li></ul>
<h3 class="wp-block-heading">Audit Eksternal</h3>
<p>Audit eksternal adalah proses audit yang dilakukan oleh auditor eksternal. Pengguna dari laporan audit eksternal ini adalah pihak ketiga perusahaan seperti kreditor dan investor. Audit eksternal seringkali disebut dengan istilah audit laporan keuangan.</p>
<p>Tujuan audit eksternal adalah untuk :</p>
<ul class="wp-block-list"><li>Menentukan apakah laporan auditee telah disusun sesuai dengan PABU / prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum</li></ul>
<p>Nah itulah beberapa <em>perbedaan audit internal dan audit eksternal</em> yang patut kamu ketahui. Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/perbedaan-audit-internal-dan-audit-eksternal/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prosedur Audit Manajemen</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/prosedur-audit-manajemen</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/prosedur-audit-manajemen#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2021 11:03:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Audit]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=3891</guid>
					<description><![CDATA[Materi audit manajemen kali ini akan menjelaskan prosedur pelaksanaan audit manajemen / prosedur audit manajemen Prosedur Audit Manajemen Sebelumnya kita sudah membahas tentang pengertian audit manajemen dan tujuan audit manajemen. Lalu seperti apa sih prosedur audit manajemen / program kerja audit manajemen ? Program audit manajemen / prosedur audit manajemen secara umum terdiri dari tiga bagian yang yaitu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Materi audit manajemen kali ini akan menjelaskan prosedur pelaksanaan audit manajemen / prosedur audit manajemen</p>
<h2 class="wp-block-heading">Prosedur Audit Manajemen</h2>
<p>Sebelumnya kita sudah membahas tentang <a href="https://santuynesia.com/pengertian-audit-manajemen-menurut-para-ahli" target="_blank" data-type="post" data-id="3780" rel="noreferrer noopener nofollow">pengertian audit manajemen</a> dan <a href="https://santuynesia.com/tujuan-audit-manajemen" target="_blank" data-type="post" data-id="3785" rel="noreferrer noopener nofollow">tujuan audit manajemen</a>. Lalu seperti apa sih prosedur audit manajemen / program kerja audit manajemen ?</p>
<p>Program audit manajemen / prosedur audit manajemen secara umum terdiri dari tiga bagian yang yaitu prosedur analitis, prosedur evaluasi dan prosedur tes kepatuhan. Jadi prosedur audit manajemen sumber daya manusia, prosedur audit manajemen fungsi pemasaran, prosedur audit manajemen fungsi pembelian dsb kurang lebih esensinya sama saja.</p>
<h3 class="wp-block-heading">Analytical Review Procedure / Prosedur Analitis</h3>
<ul class="wp-block-list"><li>Membandingkan serta menganalisis kinerja laporan keuangan periode berjalan dengan periode yang lalu</li><li>Menghitung sekaligus menyelidiki alasan naik atau turunnya angka pada laporan keuangan tersebut</li><li>Menghitung dan menganalisis gap / variance yang terjadi</li><li>Membandingkan anggaran yang sudah ditetapkan dengan realisasinya</li><li>Menghitung rasio likuiditas, profitabilitas dan aktivitas tahun berjalan dan tahun lalu, kemudian membandingkan rasio tersebut dengan rasio industri yang sejenis</li><li>Membuat analisis rasio horizontal dan vertikal lainnya</li></ul>
<h3 class="wp-block-heading">Prosedur Evaluasi</h3>
<ul class="wp-block-list"><li>Menguji tingkat <a href="https://santuynesia.com/pengertian-efektif-dan-efisien" target="_blank" data-type="post" data-id="3788" rel="noreferrer noopener nofollow">efisiensi dan efektifitas</a> pada penerapan sistem pengendalian manajemen perusahaan</li></ul>
<h3 class="wp-block-heading">Compliance Test / Tes Kepatuhan</h3>
<ul class="wp-block-list"><li>Menguji kriteria ketaatan dan tingkat kepatuhan seperti kebijakan perusahaan,&nbsp;standar profesi serta peraturan pemerintah yang berlaku di setiap bagian / departemen perusahaan.</li></ul>
<p>Nah itulah prosedur audit manajemen secara umum. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/prosedur-audit-manajemen/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengertian Audit Manajemen Menurut Para Ahli</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/pengertian-audit-manajemen-menurut-para-ahli</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/pengertian-audit-manajemen-menurut-para-ahli#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Dec 2021 15:04:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[Auditing]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=3780</guid>
					<description><![CDATA[Materi akuntansi kali ini akan menjelaskan definisi dan jenis audit manajemen, konsep dasar audit manajemen &#38; macam-macam pengertian audit manajemen. Apa yang dimaksud dengan audit manajemen ? Apa itu audit manajemen ? Pengertian Audit Manajemen Menurut Para Ahli Pengertian audit manajemen adalah&#160;tindakan evaluasi semua kegiatan departemen perusahaan dengan maksud untuk memberikan saran yang tepat kepada manajemen. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Materi akuntansi kali ini akan menjelaskan definisi dan jenis audit manajemen, konsep dasar audit manajemen &amp; macam-macam pengertian audit manajemen.</p>
<p><em>Apa yang dimaksud dengan audit manajemen ? Apa itu audit manajemen ?</em><ins></ins></p>
<h2 class="wp-block-heading">Pengertian Audit Manajemen Menurut Para Ahli</h2>
<p><strong>Pengertian audit manajemen adalah</strong>&nbsp;tindakan evaluasi semua kegiatan departemen perusahaan dengan maksud untuk memberikan saran yang tepat kepada manajemen. Dengan kata lain, audit manajemen adalah tugas yang berorientasi pada masa depan dengan mengevaluasi semua tingkatan manajemen usaha secara tepat waktu seperti manajemen produksi, manajemen penjualan dll. Tujuan audit manajemen adalah untuk meningkatkan kapasitas keuntungan produktif perusahaan, tujuan sosial perusahaan dan pengembangan sumber daya manusia sehingga tujuan organisasi dapat dicapai dengan mudah.</p>
<p><strong>Arti audit manajemen adalah</strong>&nbsp;proses pengevaluasian terhadap tingkat efektivitas dan efisiensi dalam kinerja operasional perusahaan. Jenis audit manajemen terdiri dari 4 bagian yaitu audit operasional, audit kepatuhan, audit internal dan audit laporan keuangan.<ins></ins></p>
<p><strong>Audit manajemen adalah</strong>&nbsp;proses&nbsp;audit&nbsp;yang terpusat pada&nbsp;analisis dan&nbsp;evaluasi&nbsp;prosedur&nbsp;manajemen&nbsp;serta&nbsp;kinerja&nbsp;organisasi&nbsp;secara keseluruhan.&nbsp;Audit&nbsp;manajemen&nbsp;dilakukan&nbsp;untuk menemukan&nbsp;kelemahan dan&nbsp;untuk mengadakan&nbsp;perbaikan&nbsp;dalam organisasi.&nbsp;Audit manajemen juga disebut&nbsp;dengan&nbsp;audit operasional audit&nbsp;audit kinerja.</p>
<p><strong>Definisi audit manajemen adalah</strong>&nbsp;pengukuran dan pelaporan tentang efektivitas dari prosedur bisnis tertentu. Audit manajemen biasanya dilakukan secara internal. Tidak seperti audit kepatuhan yang hanya memastikan bahwa prosedur sedang diikuti, audit manajemen menantang asumsi dan tujuan tersebut dari prosedur, yaitu dengan tertuju pada peningkatan efisiensi. Audit manajemen juga bisa merekomendasikan perubahan dalam prosedur dan kebijakan tertentu akibat inefisiensi yang terjadi para perusahaan.</p>
<p><strong>Audit manajemen adalah</strong>&nbsp;proses pengevalusian sekaligus penilaian yang sistematis terhadap metode dan kebijakan organisasi manajemen seperti kebijakan administrasi, penggunaan sumber daya, perencanaan taktis dan strategis, dan kebijakan karyawan yang bertujuan untuk memperbaiki organisasi di masa yang akan datang.</p>
<p><strong>Audit manajemen adalah</strong>&nbsp;prosedur pemeriksaan kegiatan operasi suatu perusahaan seperti kebijakan akuntansi, kebijakan internal perusahaan dan kebijakan operasional untuk mengetahui apakah dalam kegiatan operasi perusahaan tersebut sudah dilakukan secara 3E yaitu efektif, efisien dan ekonomis.</p>
<p>Nah semoga kamu bisa memahami <a href="https://santuynesia.com/pengertian-audit-manajemen-menurut-para-ahli" rel="nofollow noopener" target="_blank">pengertian audit manajemen</a> ini ya teman 🙂</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/pengertian-audit-manajemen-menurut-para-ahli/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manajemen Berbasis Sekolah: Pengertian, Tujuan, Manfaat, Konsep, Prinsip, dan Komponen</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/manajemen-berbasis-sekolah</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/manajemen-berbasis-sekolah#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Oct 2021 03:11:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=3508</guid>
					<description><![CDATA[Salah satu hal yang mendasari segala kegiatan di suatu lembaga pendidikan adalah manajemen berbasis sekolah&#160;(MBS). Adanya MBS diharapkan mampu membantu lembaga mencapai tujuan yang diinginkan, mampu menjaga keseimbangan tujuan-tujuan yang berseberangan. Di samping itu, diharapkan MBS mampu mencapai efektifitas dan efisiensi di lembaga terkait. Selengkapnya, simak penjelasan tentang manajemen berbasi sekolah berikut ini. Pengertian Manajemen Berbasis Sekolah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Salah satu hal yang mendasari segala kegiatan di suatu lembaga pendidikan adalah <strong>manajemen berbasis sekolah&nbsp;</strong>(MBS). Adanya MBS diharapkan mampu membantu lembaga mencapai tujuan yang diinginkan, mampu menjaga keseimbangan tujuan-tujuan yang berseberangan. </p>
<p>Di samping itu, diharapkan MBS mampu mencapai efektifitas dan efisiensi di lembaga terkait. Selengkapnya, simak penjelasan tentang <strong>manajemen berbasi sekolah </strong>berikut ini.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Pengertian Manajemen Berbasis Sekolah</h2>
<p>Menurut Nurkolis (2006: 11), MBS merupakan model pengelolaan lembaga pendidikan dengan memberikan kewenangan lebih besar untuk mengelola lembaganya sendiri secara langsung. Mulyasa (2002) mengemukakan MBS adalah konsep otonomi lembaga pendidikan untuk menentukan kebijakan dalam rangka meningkatkan efisiensi, mutu, serta pemerataan pendidikan.</p>
<p>Melalui MBS diharapkan mampu mengakomodasi keinginan masyarakat dan menjalin kerja sama erat antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemerintah. Adapun pengertian MBS menurut Sudarwan Danim (2005) yakni MBS adalah proses kerja komunitas lembaga pendidikan.</p>
<p>Caranya adalah dengan cara menerapkan otonomi, kaidah-kaidah, partisipasi, sustainabilitas, dan akuntabilitas untuk mencapai tujuan pembelajaran dan pendidikan yang bermutu. Dalam hal ini, mutu dari pendidikan mengacu pada proses, masukan, luaran, serta dampaknya. Hal ini membuat kualitas atau mutu MBS ditinjau dari perspektif yang luas.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Tujuan dan Manfaat Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah</h2>
<p>Subakir dan Sapari (2001) berpendapat tujuan utama dari penerapan MBS adalah guna meningkatkan efisiensi dalam meningkatkan dan mengelola relevansi pendidikan. Melalui wewenang yang lebih besar dan luas, lembaga pendidikan dapat lebih mudah mengelola urusannya sendiri. Menurut Mulyasa (2006), terdapat beberapa tujuan MBS, yakni sebagai berikut.</p>
<h3 class="wp-block-heading">1. Peningkatan Efisiensi</h3>
<p>Tujuan ini didapatkan melalui keleluasaan dalam mengelola SDM yang berpartisipasi serta penyederhanaan birokrasi.</p>
<h3 class="wp-block-heading">2. Peningkatan Mutu</h3>
<p>Mutu pendidikan dapat tercapai melalui partisipasi orang tua terhadap lembaga pendidikan. Selain itu fleksibilitas dalam mengelola lembaga pendidikan dan kelas, serta peningkatan profesionalisme kepala lembaga pendidikan dan guru juga berperan penting.</p>
<h3 class="wp-block-heading">3. Peningkatan Pemerataan</h3>
<p>Tujuan ini diperoleh melalui peningkatan partisipasi masyarakat. Hal ini membuat pemerintah dapat lebih berkonsentrasi terhadap kelompok-kelompok tertentu.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Manfaat Manajemen Berbasis Sekolah</h2>
<p>MBS dapat bermanfaat untuk memberdayakan dan memandirikan lembaga pendidikan melalui pemberian keluwesan, kewenangan, serta sumber daya. Depdiknas (2000) mengemukakan beberapa manfaat dari&nbsp;<strong>manajemen berbasis sekolah</strong>, di antaranya sebagai berikut.</p>
<h3 class="wp-block-heading">1. Dapat Mengoptimalkan Sumber Daya</h3>
<p>Manfaat ini dapat diperoleh karena lembaga pendidikan mengetahui kekuatan, kekurangan, peluang, serta ancaman bagi lembaga tersebut.</p>
<h3 class="wp-block-heading">2. Dapat Mengetahui Kebutuhan Lembaga Pendidikan Terkait</h3>
<p>Dalam hal ini khususnya input pendidikan yang kemudian dikembangkan dalam proses pendidikan. Proses ini disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat perkembangan siswa.</p>
<h3 class="wp-block-heading">3. Mencapai Sasaran Mutu Pendidikan Sesuai Rencana</h3>
<p>Lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab terhadap mutu pendidikan kepada orang tua siswa, masyarakat, dan pemerintah. Hal ini membuat lembaga pendidikan harus mengusahakan semaksimal mungkin agar sasaran yang direncanakan tercapai.</p>
<h3 class="wp-block-heading">4. Persaingan Antar Lembaga Pendidikan yang Sehat</h3>
<p>Manfaat ini dapat tercapai melalui usaha-usaha yang inovatif serta dukungan orang tua siswa, masyarakat, dan Pemda.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Konsep dan Prinsip Dasar Manajemen Berbasis Sekolah</h2>
<p>Depdiknas (2005) mengemukakan beberapa konsep dasar dari pelaksanaan&nbsp;<strong>manajemen berbasis sekolah</strong>, yaitu sebagai berikut.</p>
<h3 class="wp-block-heading">1. Otonomi</h3>
<p>Konsep ini merupakan kewenangan lembaga pendidikan dalam mengatur dan mengurus segala kepentingannya. Tujuannya agar dapat mencapai sasaran yang direncanakan dan menciptakan mutu pendidikan yang lebih baik.</p>
<h3 class="wp-block-heading">2. Kemandirian</h3>
<p>Dalam hal ini merupakan langkah lembaga pendidikan dalam mengambil keputusan. Diharapkan lembaga tidak tergantung pada birokrasi terpusat dalam mengelola ketersediaan sumber daya. Hal ini juga berlaku ketika mengambil strategi, kebijakan, dan metode pemecahan persoalan. Akhirnya lembaga dapat memanfaatkan peluang yang adan dan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan lembaga.</p>
<h3 class="wp-block-heading">3. Demokratis</h3>
<p>Keikutsertaan seluruh elemen lembaga pendidikan yang terlibat dalam menyusun, menetapkan, melaksanakan hingga&nbsp;mengevaluasi&nbsp;pelaksanaan MBS. Hal ini guna mencapai tujuan lembaga pendidikan dan memperoleh dukungan dari seluruh elemen lembaga tersebut.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Komponen yang Terdapat dalam Manajemen Berbasis Sekolah</h2>
<p>Mulyasa (2006) mengemukakan, ada 7 komponen yang harus dikelola oleh lembaga pendidikan dengan baik dalam mengimplementasikan MBS, yakni sebagai berikut:</p>
<h3 class="wp-block-heading">1. Manajemen Kurikulum</h3>
<p>Manajemen kurikulum adalah kegiatan yang bertolak pada kelancaran pembinaan keadaan proses belajar mengajar. Kurikulum merupakan segala pengalaman pendidikan yang diberikan lembaga pendidikan kepada seluruh siswa di dalam maupun di luar lembaga.</p>
<h3 class="wp-block-heading">2. Manajemen Kesiswaan</h3>
<p>Manajemen kesiswaan merupakan pengaturan dan penataan terhadap aktivitas yang berhubungan dengan siswa. Hal ini dimulai dari masuk hingga keluarnya siswa tersebut dari lembaga terkait. Gunanya adalah untuk mengatur segala kegiatan bidang kesiswaan sehingga pembelajaran dapat berjalan tertib, lancar, teratur, dan tujuan pendidikan tercapai.</p>
<h3 class="wp-block-heading">3. Manajemen Tenaga Guru</h3>
<p>Salah satu kunci keberhasilan MBS adalah keberhasilan pimpinannya dalam mengelola tenaga pendidik yang ada. Manajemen guru memiliki tujuan mendayagunakan tenaga guru dengan efektif dan efisien agar hasilnya optimal, seperti model pembelajaran <em><a href="/pembelajaran-talking-stick" target="_blank" rel="noreferrer noopener">talking stick</a></em>.</p>
<h3 class="wp-block-heading">4. Manajemen Pembiayaan dan Keuangan</h3>
<p>Manajemen ini dalam suatu lembaga pendidikan adalah komponen produksi yang berperan penting terhadap terlaksananya proses belajar mengajar bersama komponen-komponen lainnya.</p>
<p>Lembaga pendidikan perlu melaksanakan manajemen komponen keuangan dengan baik dan teliti. Hal ini dimulai dari proses menyusun anggaran, membelanjakan anggaran, hingga pengawasan dan pertanggungjawaban berdasarkan ketentuan.</p>
<p>Tujuannya agar dana lembaga pendidikan benar-benar dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Selain itu juga untuk menghindari adanya kebocoran dana, korupsi, kolusi, serta nepotisme.</p>
<h3 class="wp-block-heading">5. Manajemen Sarana Prasarana</h3>
<p>Sarana mencakup peralatan dan perlengkapan yang dimanfaatkan guna menunjang proses belajar mengajar. Sementara prasarana merupakan fasilitas yang secara tidak langsung berperan menunjang proses pendidikan. Hal-hal yang perlu diatur adalah perencanaan kebutuhan, pengadaan, pemeliharaan, hingga pengawasan sarana dan prasarana.</p>
<h3 class="wp-block-heading">6. Manajemen Hubungan Lembaga Pendidikan dan Masyarakat</h3>
<p>Hubungan masyarakat merupakan kegiatan organisasi guna menciptakan relasi yang harmonis dengan masyarakat. Tujuannya agar masyarakat memberikan dukungan dengan sadar dan sukarela.</p>
<p>Kegiatan yang dilakukan dapat berupa memberikan informasi dan pencerahan sehingga masyarakat memahami tugas dan fungsi yang diemban oleh lembaga pendidikan. Hal ini juga termasuk tentang kegiatan yang telah, sedang, dan akan dilaksanakan agar hubungan pihak lembaga pendidikan dan masyarakat lebih harmonis.</p>
<h3 class="wp-block-heading">7. Manajemen Layanan Khusus</h3>
<p>Manajemen layanan khusus meliputi manajemen kesehatan, perpustakaan, dan keamanan lembaga pendidikan. Perpustakaan berperan sebagai sarana pendidikan yang amat penting sehingga harus diselenggarakan dengan efektif dan efisien.</p>
<p>Begitu pula dengan manajemen kesehatan dan keamanan. Tanggung jawab lembaga pendidikan adalah melaksanakan proses pembelajaran, mengembangkan iptek, keterampilan sikap, menjaga serta meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani siswa. Lembaga pendidikan juga perlu memberikan pelayanan terkait keamanan pada siswa dan guru agar proses belajar dapat tenang dan nyaman.</p>
<p>Dalam praktiknya,&nbsp;<strong>manajemen berbasis sekolah</strong>&nbsp;akan berjalan dengan baik apabila seluruh komunitas lembaga pendidikan turut berpartisipasi. Komunitas ini &nbsp;mencakup kepala lembaga pendidikan, komite, dan guru. Masing-masing komunitas lembaga pendidikan harus memiliki tanggung jawab terhadap tugas pokok dan fungsinya.</p>
<p>Jika dalam menjalankan pekerjaan secara efektif, efisien, dan disertai niat ikhlas, MBS dapat berjalan lancar. Jadi, sangat dibutuhkan kerjasama yang holistik dari semua anggota sekolah untuk mewujudkan tujuan tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/manajemen-berbasis-sekolah/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengelolaan Modal Kerja Secara Komprehensif</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/pengelolaan-modal-kerja-secara-komprehensif</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/pengelolaan-modal-kerja-secara-komprehensif#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2020 07:34:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=2173</guid>
					<description><![CDATA[Santuynesia &#8211; Pengelolaan Modal Kerja sangatlah penting untuk membantu kesuksesan suatu usaha atau bisnis dalam jangka panjang. Pengelolaan modal kerja menunjang kita agar memenuhi kewajiban yang harus dilakukan, sehingga proses kegiatan dapat berjalan dengan baik. Secara sederhana, modal kerja adalah nilai bersih dari aset lancar dikurangi kewajiban lancar. Jika dijelaskan lebih lengkap, modal kerja adalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://santuynesia.com/pengelolaan-modal-kerja-secara-komprehensif" class="rank-math-link" rel="nofollow noopener" target="_blank">Santuynesia</a></strong> &#8211; Pengelolaan Modal Kerja sangatlah penting untuk membantu kesuksesan suatu usaha atau bisnis dalam jangka panjang. Pengelolaan modal kerja menunjang kita agar memenuhi kewajiban yang harus dilakukan, sehingga proses kegiatan dapat berjalan dengan baik. </p>
<p>Secara sederhana, modal kerja adalah nilai bersih dari aset lancar dikurangi kewajiban lancar. Jika dijelaskan lebih lengkap, modal kerja adalah jumlah dari kas dan setara kas, piutang usaha, dan persediaan (bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi), dikurangi dengan hutang usaha.</p>
<p>Lalu apa saja hal-hal yang harus dilakukan mauapun diperhatikan dalam mengelola <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_modal_kerja" target="_blank" aria-label="modal kerja (opens in a new tab)" rel="noreferrer noopener nofollow" class="rank-math-link">modal kerja</a> secara optimal? </p>
<h3 class="wp-block-heading">1. Pengelolaan Kas dan Setara Kas</h3>
<p>Penyusunan Anggaran Kas (Cash Budget) –Anggaran kas berisi prediksi arus kas masuk dan arus kas keluar selama suatu periode. Dengan membuat anggaran kas, perusahaan memiliki pedoman dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya.</p>
<h3 class="wp-block-heading">2. Pengelolaan Piutang Usaha</h3>
<ul class="wp-block-list"><li>Mengumpulkan Informasi Kredit<br>a) <strong>Laporan Keuangan</strong>, perusahaan dapat meminta pelanggan untuk menyediakan laporan keuangannya, seperti laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, dan sebagainya.<br><br>b) <strong>Bank</strong>, pada umumnya memberikan bantuan kepada perusahaan yang menjadi nasabahnya dalam menyediakan informasi mengenai kredit perusahaan lainnya.<br><br>c) <strong>Catatan</strong> pembayaran perusahaan pelanggan di masa lalu.</li></ul>
<ul class="wp-block-list"><li>Menganalisa Kredit<br>a) <strong>Character</strong>, berkaitan dengan niat pelanggan untuk memenuhi kewajibannya.<br>b) <strong>Capacity</strong>, berkaitan dengan kemampuan pelanggan untuk memenuhi kewajibannya.<br>c) <strong>Capital</strong>, berkaitan dengan kemampuan pelanggan untuk menyediakan modal sendiri.<br>d) <strong>Collateral</strong>, berkaitan dengan jaminan yang disediakan pelanggan jika gagal memenuhi kewajibannya.<br>e) <strong>Conditions</strong>, berkaitan dengan kondisi ekonomi secara umum yang mempengaruhi bisnis pelanggan</li></ul>
<ul class="wp-block-list"><li>Menentukan Kebijakan Kredit<br>a) <strong>Jangka waktu kredit</strong>, jangka waktu kredit biasanya adalah 30 hari. Hal ini dikombinasikan dengan pemberian sejumlah potongan tunai.<br><br>b) <strong>Potongan tunai</strong>, potongan tunai mendorong pelanggan untuk membayar lebih cepat dari jangka waktu kredit yang ditentukan sehingga jangka waktu piutang dapat terpangkas. Di sisi lain, potongan tunai akan berdampak pada berkurangnya jumlah piutang yang diterima.<br><br>c) <strong>Jenis Kredit</strong>, jenis kredit yang paling umum adalah dalam bentuk open account, yaitu penjual dan pembeli mencatat transaksi di masing-masing rekeningnya. Selain itu, perusahaan juga dapat meminta pelanggan untuk menandatangani wesel tagih (promissory note) untuk transaksi dalam jumlah besar atau ketika perusahaan memperkirakan akan terjadi masalah dalam pelunasannya.</li></ul>
<ul class="wp-block-list"><li>Memantau Pengumpulan Piutang<br>a)Mengingatkan pelanggan tentang telah jatuh temponya piutang.<br>b)Menunjuk karyawan untuk menagih pelanggan secara langsung.<br>c)Melakukan anjak piutang (factoring), yaitu menjual piutang kepada pihak ketiga.<br>d)Melakukan upaya hukum untuk melakukan penagihan.</li></ul>
<h3 class="wp-block-heading">3. Pengelolaan Persediaan</h3>
<ol class="wp-block-list"><li><strong>Biaya penyimpanan</strong> terdiri atas biaya modal atas dana yang terikat pada persediaan, biaya penyimpanan dan penanganan persediaan, biaya asuransi, penyusutan atau keusangan. Semakin banyak jumlah persediaan, semakin besar biaya penyimpanannya, dan sebaliknya.<br></li><li><strong>Biaya pemesanan </strong>terdiri atas biaya pengiriman order/pesanan, biaya pengiriman barang, dan penanganannya. Semakin banyak jumlah persediaan yang dipesan setiap kali pemesanan, frekuensi pemesanan yang harus dilakukan semakin berkurang, sehingga biaya pemesanan akan semakin kecil, dan sebaliknya.<br></li><li><strong>Biaya kehabisan persediaan</strong> terdiri atas kerugian karena kehilangan kesempatan untuk menjual, kehilangan kepercayaan pelanggan, maupun penundaan atau penghentian jadwal produksi.</li></ol>
<h3 class="wp-block-heading">4. Siklus Operasi (Operating Cycle)</h3>
<p>Siklus operasi memiliki peran yang tak kalah penting untuk menentukan jumlah modal kerja yang dibutuhkan. Siklus operasi adalah rentang waktu antara kegiatan pembelian bahan baku dan pengumpulan kas yang berasal dari piutang perusahaan. </p>
<p>Siklus operasi, termasuk di dalamnya adalah siklus kas, terdiri dari 3 komponen yaitu: </p>
<ol class="wp-block-list"><li>periode perputaran persediaan (inventory turnover days) = Rata-rata persediaan/HPP x 365 hari</li><li>periode penagihan piutang (average collection period). Rata-rata piutang/HPP x 365 hari</li><li>periode pelunasan hutang (average disbursement period). Rata-rata hutang/HPP x 365 hari</li></ol>
<p>Semakin lama periode perputaran persediaan dan periode penagihan piutang, semakin besar kebutuhan modal kerja perusahaan, sedangkan semakin lama periode hutang makan semakin kecil kebutuhan modal kerja perusahaan, demikian pula sebaliknya.</p>
<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>
<p>Referensi : <em>Wardana, Girindra. “<a href="https://www.jtanzilco.com/blog/detail/268/slug/pengelolaan-modal-kerja-secara-komprehensif" target="_blank" aria-label="Pengelolaan Modal Kerja Secara Komprehensif (opens in a new tab)" rel="noreferrer noopener nofollow" class="rank-math-link">Pengelolaan Modal Kerja Secara Komprehensif</a>” jtanzilco.com. 16 Nov 2015. 14 Des 2020 .</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/pengelolaan-modal-kerja-secara-komprehensif/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyusunan Anggaran dalam Manajemen Keuangan</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/penyusunan-anggaran-dalam-manajemen-keuangan</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/penyusunan-anggaran-dalam-manajemen-keuangan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2020 01:07:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=2175</guid>
					<description><![CDATA[Santuynesia &#8211; Siapa disini yang tak kenal istilah budgeting dalam akuntasi. Budgeting merupakan salah satu tahap manajemen keuangan. Sebelum membahas budgeting lebih dalam, lebih baik kita mengkaji ulang arti manajemen keuangan. Manajemen keuangan berarti aktivitas mengelola dan mengatur keuangan dengan beberapa tahapan, antara lain&#160;perencanaan, pengelolaan, penyimpanan juga pengendalian dana dan aset yang dimiliki suatu perusahaan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://santuynesia.com/penyusunan-anggaran-dalam-manajemen-keuangan" class="rank-math-link" rel="nofollow noopener" target="_blank">Santuynesia</a></strong> &#8211; Siapa disini yang tak kenal istilah budgeting dalam akuntasi. Budgeting merupakan salah satu tahap manajemen keuangan. Sebelum membahas budgeting lebih dalam, lebih baik kita mengkaji ulang arti manajemen keuangan.</p>
<p>Manajemen keuangan berarti aktivitas mengelola dan mengatur keuangan dengan beberapa tahapan, antara lain&nbsp;perencanaan, pengelolaan, penyimpanan juga pengendalian dana dan aset yang dimiliki suatu perusahaan.</p>
<p>Fokus manajemen keuangan lebih menekankan pada pembuatan keputusan untuk masa depan. Menurut Made Sudana dalam bukunya ‘Manajemen Keuangan Teori dan Praktik’, tugas manajemen keuangan adalah memanfaatkan pandangan akuntansi tentang kondisi keuangan perusahaan di masa lalu dan saat ini. Konsentrasinya fokus pada pertanyaan “<em>what do we do now?</em>” dan “<em>where do we go from here?</em>”</p>
<h3 class="wp-block-heading">Apa itu <em>Budgeting</em> atau Penganggaran</h3>
<p><em>Budgeting</em>&nbsp;berasal dari bahasa Inggris yang artinya penganggaran; proses penyusunan anggaran. Biasanya proses itu dilakukan di awal tahun guna memperkirakan arus keuangan masuk dan keluar selama satu periode. Lalu, seberapa penting penganggaran ini untuk keuangan perusahaan?&nbsp;</p>
<p>Menurut Nafirin (2004), ada beberapa manfaat yang diperoleh perusahaan jika menerapkan sistem penganggaran. Di antaranya ialah membantu perusahaan dalam memberikan batasan atas jumlah dana yang akan dicari dan dikeluarkan; </p>
<ol class="wp-block-list"><li>Untuk landasan yuridis dalam menentukan suatu sumber dan investasi dana.</li><li>Membantu manajemen terkait untuk menjalankan pemeriksaan terhadap rincian sumber dana dan investasi di dalam anggaran.</li><li>Memudahkan dalam memahami sumber dan investasi dana.</li><li>Untuk melengkapi rancangan yang telah disusun dan </li><li>Membantu manajemen untuk menampung dan menganalisis serta membuat keputusan dalam aktivitas operasional perusahaan.</li></ol>
<h3 class="wp-block-heading">Fungsi Anggaran dalam Manajemen Keuangan</h3>
<p>Selain itu, <a aria-label="penganggaran (opens in a new tab)" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Anggaran" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow" class="rank-math-link">penganggaran</a> berfungsi untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Dengan keuangan yang sudah diatur, semua aktivitas dapat berjalan lancar sebagaimana mestinya. Sistem penganggaran ini juga merupakan langkah menghindari defisit keuangan. Jika itu terjadi, suatu perusahaan akan bangkrut.</p>
<p>Nah, dengan sistem penyusunan anggaran yang dalam kata lainnya dibagi-bagi jatah, pengelola keuangan akan tahu lebih awal kondisi keuangan saat ini untuk ke depannya. Seandainya dalam perancangan mengalami defisit, perusahaan bisa lebih awal mencari solusi untuk mencari sumber pendapatan anggaran.</p>
<p>Fungsi lainnya dari penganggaran, yaitu sebagai pedoman kerja. Logikanya, orang yang mempunyai pedoman pasti hidupnya lebih terarah, karena ia mempunyai tujuan kerja maupun tujuan hidup. </p>
<p>Demikian pula dengan penganggaran yang dapat dijadikan pedoman sirkulasi keuangan perusahaan. Karena, penganggaran merupakan tahap awal untuk sebuah proses manajemen keuangan yang sehat dan terarah.</p>
<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>
<p>Ref: <em>Aliya, Diana. “Penyusunan Anggaran Manajemen Keuangan.” lpmdinamika.co. 30 Nov 2020. 1 Des 2020 .</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/penyusunan-anggaran-dalam-manajemen-keuangan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Makalah Pengantar Manajemen Syariah</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/makalah-pengantar-manajemen-syariah</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/makalah-pengantar-manajemen-syariah#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2020 21:54:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Makalah Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=1019</guid>
					<description><![CDATA[Makalah Pengantar Manajemen Syariah Makalah pengantar manajemen syariah pdf, pengertian manajemen syariah, sejarah manajemen syariah, dasar-dasar manajemen syariah, perencanaan dan strategi manajemen dalam islam, perkembangan manajemen dalam islam, manajemen syariah makalah. Bagi teman-teman yang ingin Makalah Pengantar Manajemen Syariah format word bisa klik dibawah Demikian makalah mengenai pengantar manajemen syariah. Baca juga kategori terkait. Terimakasih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading">Makalah Pengantar Manajemen Syariah</h2>
<p><a href="https://santuynesia.com/makalah-pengantar-manajemen-syariah" class="rank-math-link" rel="nofollow noopener" target="_blank">Makalah pengantar manajemen syariah</a> pdf, pengertian <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen" target="_blank" aria-label="manajemen  (opens in a new tab)" rel="noreferrer noopener nofollow" class="rank-math-link">manajemen </a>syariah, sejarah manajemen syariah, dasar-dasar manajemen syariah, perencanaan dan strategi manajemen dalam islam, perkembangan manajemen dalam islam, manajemen syariah makalah.</p>
<figure><iframe src="https://drive.google.com/file/d/14j4qGEwtJ7-9XwtGMvI1iHS8zA29gttD/preview" width="640" height="480"></iframe></figure>
<p>Bagi teman-teman yang ingin Makalah Pengantar Manajemen Syariah format word bisa klik dibawah</p>
<div class="wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-block-buttons-is-layout-flex">
<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link" href="https://semawur.com/IsJc2JY0lm" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">Klik Disini</a></div>
</div>
<p>Demikian makalah mengenai <a href="https://santuynesia.com/makalah-pengantar-manajemen-syariah" class="rank-math-link" rel="nofollow noopener" target="_blank">pengantar manajemen syariah</a>. Baca juga <a href="/edukasi" target="_blank" aria-label=" (opens in a new tab)" rel="noreferrer noopener" class="rank-math-link">kategori terkait</a>. Terimakasih telah berkunjung. </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/makalah-pengantar-manajemen-syariah/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
