<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
<channel>
	<title>Lada &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<atom:link href="https://www.santuynesia.com/blog/tag/lada/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<description>Macul Ilmu</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Dec 2021 01:24:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
	<url>https://www.santuynesia.com/blog/santuyuploads/2021/09/santuynesia-favicon.png</url>
	<title>Lada &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Lada</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/penyakit-tanaman-lada</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/penyakit-tanaman-lada#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Nov 2021 23:55:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Hama]]></category>
		<category><![CDATA[Lada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yukuis.com/?p=229</guid>
					<description><![CDATA[Penyakit Tanaman Lada &#8211; Lada atau disebut juga dengan merica merupakan tanaman rempah yang biasa digunakan sebagai bumbu masak. Selain digunakan sebagai bumbu, lada juga biasa dimanfaatkan sebagai minyak asiri dan minyak wangi (parfum). Dimana parfum dari lada memiliki aroma yang wangi dan khas. Berbeda dengan tanaman kebun lainya, lada memiliki bentuk pohon semak memanjat, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Penyakit Tanaman Lada</strong> &#8211; Lada atau disebut juga dengan merica merupakan tanaman rempah yang biasa digunakan sebagai bumbu masak.</p>
<p>Selain digunakan sebagai bumbu, lada juga biasa dimanfaatkan sebagai minyak asiri dan minyak wangi (parfum). Dimana parfum dari lada memiliki aroma yang wangi dan khas.</p>
<p>Berbeda dengan tanaman kebun lainya, lada memiliki bentuk pohon semak memanjat, dan saat ini banyak dibudidayakan sebagai tanaman perdu.<ins></ins></p>
<p>Tanaman dengan nama latin&nbsp;<em>Piper nigrum L</em>. ini sudah dikenal lama oleh masyarakat Indonesia, sehingga memiliki sebutan yang berbeda-beda untuk setiap daerahnya.</p>
<p>Seperti halnya di (Ende) disebut mbako saah, (Mentawai) raro, (Batak, Aceh, Lampung, Buru, dan Nias) lada, dan (Sunda) merica.</p>
<p>Untuk mengenal lebih jelas tentang tanaman lada, maka berikut ini kami sajikan klasifikasi dari tanaman lada.</p>
<h5 class="wp-block-heading"><strong>Klasifiaksi tanaman lada :</strong></h5>
<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td>Divisi</td><td>Spermatophyta</td></tr><tr><td>Subdivisi</td><td>Angiospermae</td></tr><tr><td>Kelas</td><td>Dicotyledonae</td></tr><tr><td>Famili</td><td>Piperaceae</td></tr><tr><td>Genus</td><td>Piper</td></tr><tr><td>Spesies</td><td><em>Piper nigrum</em></td></tr></tbody></table><figcaption>Klasifikasi tanaman lada</figcaption></figure>
<p>Ada beberapa varietas unggul dari tanaman lada yang sering dibudidayakan oleh petani. Berikut ini adalah beberapa verietas unggul tersebut.<ins></ins></p>
<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td>Varietas</td><td>Daya Adaptasi</td><td>Kepekaan</td><td>Potensi Produksi</td></tr><tr><td>Kekurangan Air</td><td>Kelebihan Air</td><td>Penggerek Batang</td><td>Nematoda</td><td>Busuk Pangkal Batang</td></tr><tr><td>Petaling 1</td><td>Kurang</td><td>Sedang</td><td>Kurang peka</td><td>Peka</td><td>Sangat Peka</td><td>Tinggi</td></tr><tr><td>Petaling 2</td><td>Sedang</td><td>Sedang</td><td>Kurang peka</td><td>Kurang peka</td><td>Peka</td><td>Sedang</td></tr><tr><td>Natar 1</td><td>Sedang</td><td>Sedang</td><td>Kurang peka</td><td>Kurang Peka</td><td>Kurang Peka</td><td>Sedang</td></tr><tr><td>Natar 2</td><td>Sedang</td><td>Kurang</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Sedang</td></tr><tr><td>LDK</td><td>Kurang</td><td>–</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Sedang</td></tr><tr><td>Cunuk</td><td>–</td><td>–</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Sedang</td></tr><tr><td>Bengkayan</td><td>–</td><td>–</td><td>–</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Sedang</td></tr></tbody></table></figure>
<p>Untuk mendapatkan produktivitas yang baik tidak hanya tergantung dari varietas unggul yang digunakan. Akan tetapi perlu pemahaman terkait teknik budidaya tanaman lada secara tepat.</p>
<p>Dimana ada beberapa tahapan penting yang perlu diperhatikan saat proses budidaya tanaman lada.</p>
<p>Antara lain pemahaman syarat tumbuh tanaman lada, pembibitan, persiapan lahan, persiapan tiang panjatan, penanaman, dan <a href="https://santuynesia.com/cara-pemeliharaan-tanaman-lada" target="_blank" data-type="post" data-id="175" rel="noreferrer noopener nofollow">pemeliharaan tanaman lada</a>.</p>
<p>Saat melakukan budidaya tanaman lada, sering kali petani dihadapkan dengan serangan hama dan penyakit.</p>
<p>Hadirnya hama dan penyakit menjadi ancaman yang serius bagi petani. Pasalnya, serangan hama dan penyakit ini dapat menyebabkan kerugian bahkan kehilangan hasil dari budidaya tanaman lada.</p>
<p>Oleh karena itu, maka juga diperlukan cara pengendalian hama dan penyakit utama yang biasa menyerang tanaman lada.</p>
<p>Pada kesempatan kali ini kami ingin berbagi informasi terkait cara pengendalian hama dan penyakit tanaman lada.</p>
<p>Dengan ini, maka diharapkan petani dapat menangani hama dan penyakit secara tepat dan efektif agar kerugian dapat diminimalkan.</p>
<p>Berikut ini adalah pengenalan hama dan penyakit tanaman lada beserta cara pengendalianya.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Lada</h2>
<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Hama</strong></h3>
<p>Terdapat beberapa hama utama yang biasa menyerang pertanaman lada. Diantaranya Kumbang&nbsp;<em>Lophobaris piperis, Dasynus piperis,&nbsp;</em>dan<em>&nbsp;juga Disconocoris hewitti.</em></p>
<p>Berikut ini adalah uraian dari hama-hama tersebut beserta cara pengendalianya.</p>
<h4 class="wp-block-heading"><strong>a. Dasynus piperis</strong></h4>
<p>Jenis serangga&nbsp;<em>Dasynus piperis</em>&nbsp;menyerang tanaman lada dengan cara menghisap buah lada yang masih berumur 4,5 bulan atau lebih.</p>
<p>Oleh karena itu, hal tersebut mengakibatkan buah lada akan berjatuhan sebelum masak. Serangan serangga ini menyebabkan penurunan kualitas buah lada, oleh karena itu perlu adanya pengendalian yang tepat.</p>
<p>Secara umum pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif carbaryl 85 %.</p>
<h4 class="wp-block-heading"><strong>b. Kumbang&nbsp;<em>Lophobaris piperis</em></strong></h4>
<p>Terdapat beberapa ciri gejala yang ditimbulkan akibat serangan dari hama kumbang laphobaris piperis. Dimana infeksi pertama ditandai dengan perubahan warna kulit dibawah buku-buku ranting.</p>
<p>Apabila larva masuk ke dalam ranting, maka bubu-buku ranting akan mengalami kematian, baik itu ranting orthotropis maupun plagiotropis.</p>
<p>Kerusakan pada ranting-ranting yang produktif akan menyebabkan penurunan hasil panen. Sementara itu, untuk ciri infeksi berat akibat serangan hama tersebut, yaitu tanaman akan terlihat berantakan dan produktivitasnya menurun secara keseluruhan.</p>
<p>Cara pengendalian hama kumbang ini dapat dilakukan dengan cara melakukan pemangkasan dan pembakaran cabang atau ranting yang terinfeksi.</p>
<p>Selain itu, lakukan pembasmian sarang kumbang- kumbang yang berada di kebun lada tersebut.</p>
<p>Sementara untuk pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan mengaplikasikan insektisida sistemik. Dimana insektisida yang dapat digunakan adalah insektisida berbahan aktif&nbsp;<em>metomil</em>&nbsp;40 % dan&nbsp;<em>endosulfan</em>.</p>
<h4 class="wp-block-heading"><strong><em>c. Diconocoris hewetti</em></strong></h4>
<p>Diconocoris hewetti merupakan jenis hama yang merusak bunga tanaman lada. Karena bunga dirusak, maka akan mengakibatkan gagalnya pembuahan pada tanaman lada.</p>
<p>Cara pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara memotong dan memusnahkan bagian yang terserang dengan cara dibakar. Setelah itu, lakukan pemusnahan pada serangga dewasa dan juga telurnya.</p>
<p>Selain itu, pengendalian hama&nbsp;<em>diconocoris hewetti&nbsp;</em>dapat dilakukan menggunakan insektisida butiran sebanyak 30 g/ pohon dewasa.</p>
<p>Insektisida ini diberikan pada alur dangkal yang dibuat di luar tajuk tanaman. Sedangkan pemberian insektisida dilakukan pada saat musim hujan tiba.</p>
<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Penyakit</strong></h3>
<p>Beberapa penyakit utama pada <a href="https://santuynesia.com/cara-budidaya-lada" target="_blank" data-type="post" data-id="168" rel="noreferrer noopener nofollow">budidaya tanaman lada</a> yaitu busuk akar dan juga busuk batang.</p>
<p>Dimana serangan penyakit tersebut dapat mengakibatkan penurunan secara drastis terhadap produktivitas tanaman lada yang dibudidayakan.</p>
<p>Berikut ini adalah uraian dari kedua penyakit tersebut beserta cara pengendalianya.</p>
<h4 class="wp-block-heading"><strong>a. Busuk Pangkal Batang</strong></h4>
<p>Busuk pangkal batang merupakan penyakit yang disebabkan oleh cendawan&nbsp;<em><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Phytophthora_palmivora" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">Phytophthora palmivora</a></em>.</p>
<p>Tanaman lada yang terserang penyakit ini tampak terkulai, dimana kulit batang juga tampak berubah warna. Terdapat lingkaran berwarna coklat kelam dengan warna abu-abu pada bagian tengah.</p>
<p>Selain itu, daun bagian bawah akan terjatuh dengan ditandai dengan gejala layu dan daun menguning.</p>
<p>Pengendalian hama busuk pangkal batang pada tanaman lada dapat dilakukan dengan cara melakukan isolasi pada tanaman yang sudah terserang.</p>
<p>Isolasi dapat dilakukan dengan membentuk parit untuk memisahkan tanaman yang terserang penyakit tersebut dgn tanaman yang sehat.</p>
<p>Selain itu, pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan menggunakan fungisida berbahan aktif mankozeb dengan dosis 0,18- 0,24 %.</p>
<p>Penyemprotan insektisida ini dilakukan seminggu sekali dengan cara menyemprotkan ke batang pokok tanaman.</p>
<h4 class="wp-block-heading"><strong>b. Busuk Akar</strong></h4>
<p>Penyakit busuk akar disebabkan oleh beberapa cendawan parasit, seperti halnya&nbsp;<em>Fomes lignoses, Rhizoctonia solani,&nbsp;</em>dan<em>&nbsp;Ganoderma lucidum.</em></p>
<p>Beberapa gejala yang dialami berbeda-beda tergantung dari jenis patogen yang menyerangnya.</p>
<p>Akan tetapi, secara umum gejala yang ditimbulkan oleh cendawan&nbsp;<em>Fomes lignosus</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>Ganoderma lucidum</em>&nbsp;yaitu akar tampak berwarna putih.</p>
<p>Setelah tanaman tua, akar tersebut berubah menjadi merah tua atau merah tembaga.</p>
<p>Sementara itu, untuk ciri gejala yang ditimbulkan oleh cendawan Rhizoctonia solani yaitu berupa infeksi berwarna putih keabu-abuan.</p>
<p>Akan tetapi, lama-lama warna tersebut akan berubah menjadi coklat tua. Untuk cara pengendalian penyakit busuk akar ini sama dengan pengendalian penyakit busuk pangkal batang.</p>
<p>Demikian artikel tentang, cara pengendalian hama dan penyakit tanaman lada secara tepat. Semoga dapat menjadi referensi bagi Anda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/penyakit-tanaman-lada/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Pemeliharaan Tanaman Lada Supaya Hasil Panen Maksimal</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/cara-pemeliharaan-tanaman-lada</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/cara-pemeliharaan-tanaman-lada#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Nov 2021 05:01:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lada]]></category>
		<category><![CDATA[Tanaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yukuis.com/?p=175</guid>
					<description><![CDATA[Cara Pemeliharaan Tanaman Lada &#8211; Tanaman lada atau yang disebut dengan nama latin&#160;Piper nigrum L.&#160;termasuk tanaman rempah yang dapat menghangatkan tubuh. Selain itu, tanaman lada memiliki berbagai manfaat untuk bumbu masak, minyak asiri, dan juga minyak parfum. Dimana minyak lada ini memiliki aroma yang khas, sehingga disukai oleh banyak orang. Lada atau yang dikenal dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Cara Pemeliharaan Tanaman Lada</strong> &#8211; Tanaman lada atau yang disebut dengan nama latin&nbsp;<em><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Lada" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">Piper nigrum L</a>.</em>&nbsp;termasuk tanaman rempah yang dapat menghangatkan tubuh.</p>
<p>Selain itu, tanaman lada memiliki berbagai manfaat untuk bumbu masak, minyak asiri, dan juga minyak parfum. Dimana minyak lada ini memiliki aroma yang khas, sehingga disukai oleh banyak orang.</p>
<p>Lada atau yang dikenal dengan merica ini sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak lama. Beberapa daerah penghasil lada antara lain, Lampung, Bengkulu, bangka Belitung, dan Sumatra Selatan.<ins></ins></p>
<p>Selain itu, lada juga banyak dikembangkan di Kalimantan, meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.</p>
<p>Pada dasarnya tanaman lada dikenal sebagai tanaman tahunan yang memanjat. Akan tetapi untuk saat initelah dihasilkan jenis lada perdu yang dapat tumbuh tanpa menggunakan tiang panjatan.</p>
<p>Untuk mengenal lebih jelas mengenai tanaman lada maka berikut ini adalah klasifikasi dari tanaman lada.</p>
<h5 class="wp-block-heading"><strong>Klasifiaksi tanaman lada :</strong></h5>
<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td>Divisi</td><td>Spermatophyta</td></tr><tr><td>Subdivisi</td><td>Angiospermae</td></tr><tr><td>Kelas</td><td>Dicotyledonae</td></tr><tr><td>Famili</td><td>Piperaceae</td></tr><tr><td>Genus</td><td>Piper</td></tr><tr><td>Spesies</td><td><em>Piper nigrum</em></td></tr></tbody></table></figure>
<p>Adapun bagian-bagian dari tanaman lada terdiri dari akar, batang pokok dan cabang, daun, bunga, dan buah.<ins></ins></p>
<p>Pada dasarnya tanaman lada memiliki sistem perakaran tunggang. Akan tetapi, tanaman yang berakar tunggang jarang di temukan karena sebagian besar lada diperbanyak secara vegetatif melalui setek. Oleh karena itu, yang terdapat hanya akar lateral saja.</p>
<p>Tanaman lada memiliki satu batang pokok dengan dua macam cabang. Cabang tanaman tersebut yaitu cabang vertikal (<em>orthotropis</em>) dan horizontal (<em>plagiotropis</em>).</p>
<p>Cabang vertikal tanaman ini tumbuh membentuk kerangka dasar pohon lada, mengayu, dan juga beruas dengan panjang sekitar 5-12 cm. Sedangkan cabang horizontal dengan akar pelekat terbentuk dari buku antar ruas yang pertumbuhanya agak membengkak.</p>
<p>Selanjutnya, tanaman lada memliki bentuk daun bulat telur dengan ujung meruncing. Daun ini merupakan daun tunggal dan bertangkai daun 2-5 cm serta membentuk aluran.</p>
<p>Daun tanaman lada berwarna hijau tua dengan bagian atas yang mengkilap, sedangkan bagian bawahnya pucat dengan titik kelenjar.</p>
<p>Bunga tanaman lada memiliki bentuk menyerupai malai dan agak menggelantung dengan panjang sekitar 5-25 cm.</p>
<p>Selain itu, bunga&nbsp; tanaman lada tidak bercabang, berporos tunggal, dan terdapat bunga kecil dengan jumlah kisaran 150.</p>
<p>Sementara itu, untuk buah lada memiliki bentuk bulat, tidak bertangkai, berbiji tunggal, dan berdaging.</p>
<p>Buah ini berdiameter sekitar 4-6 mm dengan kulit buah berwarna hijau saat muda dan berubah merah setelah masak. Sedangkan panjang malai buah bisa mencapai 15 cm.</p>
<p>Sementara itu, biji tanaman ini memiliki diameter rata-rata sekitar 3-4 mm dan embrionya sangat kecil. Biji tanaman lada tertutup selapis daging buah yang memiliki lendir.</p>
<p>Secara umum <a href="https://santuynesia.com/cara-budidaya-lada" data-type="post" data-id="168" rel="nofollow noopener" target="_blank">budidaya tanaman lada</a> tergolong cukup mudah apabila sudah memahami teknik-teknik budidayanya secara tepat.</p>
<p>Terdapat beberapa tahapan yang perlu diperhatikan sebelum melakukan budiaya tanaman lada.</p>
<p>Tahapan tersebut, meliputi pemahaman syarat tumbuh, pembibitan, persiapan lahan, penanaman, dan pemeliharaan.</p>
<p>Akan tetapi, pada pertemuan kali ini kita ingin berbagi informasi terkait cara pemeliharaan tanaman lada secara tepat.</p>
<p>Dengan ini diharapkan supaya petani lada dapat melakukan pemeliharaan secara tepat agar dapat meningkatkan hasil panen.</p>
<p>Terdapat beberapa tahapan yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan taman lada. Antara lain penjagaan kondisi lahan, pengaturan pertumbuhan tanaman, pemangkasan, dan pemupukan. Berikut ini adalah cara pemeliharaan tanaman lada.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Cara Pemeliharaan Tanaman Lada Supaya Hasil Panen Maksimal</h2>
<h3 class="wp-block-heading">1. Menjaga Kondisi Lingkungan</h3>
<p>Ada beberapa cara yang perlu dilakukan untuk menjaga kondisi lingkungan agar lahan tetap baik untuk budidaya lada. Diantaranya memperhatikan drainase air dan mencegah erosi pada lahan yang miring. Kemudian bersihkan berbagai gulma yang berada di areal pertanaman dengan cara mencabutnya&nbsp; atau menggunakan alat seperti sabit.</p>
<p>Tutup tanah menggunakan mulsa plastik agar kelembaban tetap terjaga dan mencegah pertumbuhan gulma disekitar tanaman. Selain itu, perlu dilakukan penggemburan tanah pada saat musim kemarau.</p>
<h3 class="wp-block-heading">2. Pengaturan Pertumbuhan Tanaman</h3>
<p>Mengingat tanaman lada tidak bisa tumbuh dengan sendirinya, maka diperlukan pengaturan pertumbuhan.</p>
<p>Kegiatan ini harus dilakukan sejak tunas baru mulai tumbuh dari ruas setek dalam bentuk cabang&nbsp;<em>orthotropis</em>.</p>
<p>Saat masih muda tanaman ini belum membentuk akar pekat, akan tetapi pertumbuhanya sangat cepat.</p>
<p>Oleh karena itu, maka tanaman harus diikat pada tiang panjat agar tidak menjalar diatas permukaan tanah.</p>
<p>Pengikatan ini sebaiknya dilakukan secara hati-hati agar tunas yang baru dapat tumbuh dengan baik dan tidak patah.</p>
<p>Pengikatan yang terlalu erat akan menyebabkan batang menjadi rusak. Pengikatan ini tetap dilakukan hingga tanaman mencapai tinggi sekitar 1,5 m dan telah tumbuh akar lekat di tiap buku cabang.</p>
<p>Bagi jenis tanaman lada perdu perlu dikelilingi tiang penyangga setelah dewasa. Tujuanya agar cabang tidak tidak menyentuh pada permukaan tanah.</p>
<p>Dimana tanaman lada yang permukaanya menyentuh tanah akan membuat kelembaban tinggi, sehingga mudah terserang penyakit.</p>
<h3 class="wp-block-heading">3. Pemangkasan</h3>
<p>Pemangkasan perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengatur tumbuhnya cabang-cabang pada tanaman.</p>
<p>Sebelum mencapai ketinggian maksimum, pada bagian ujung-ujung sulur orthotropis perlu dilakukan pemangkasan tiga kali berturut-turut. Tujuanya untuk membentuk kerangka tanaman di tiang panjatan.</p>
<p>Setelah mencapai 10 ruas, cabang orthotropis dipotong 7 ruas atau disebut juga jurus 10 ruas.</p>
<p>Pemangkasan dilakukan 7-8 kali hingga batang tanaman lada mencapai pucuk panjatan yang tingginya mencapai 4 m. Sebelum tanaman berumur tujuh tahun cabang orthotropis harus dipangkas.</p>
<p>Cabang-cabang tanaman ini biasanya dapat mengganggu ranting-ranting produksi.</p>
<p>Pemangkasan juga perlu dilakukan pada tanaman panjatan hidup guna mempertahankan tinngkat pertumbuhan yang maksimum.</p>
<p>Pemangkasan pada tanaman panjatan hidup dilakukan sebanyak tiga kali dalam setahun pada awal, pertengahan, dan akhir musim hujan.</p>
<h3 class="wp-block-heading">4. Pemupukan</h3>
<p>Dalam melakukan budidaya tanaman perlu dilakukan pemupukan. Dimana pemupukan ini merupakan tahapan perawatan yang sangat penting untuk mengembalikan tingkat kesuburan tanah.</p>
<p>Terdapat beberapa jenis pupuk organik yang bisa digunakan. Diantaranya pupuk kandang, sisa-sisa tanaman, pupuk guona, ampas minyak kedelai, tepung darah, tepung tulang serta sisa pengolahan ikan.</p>
<p>Jenis pupuk guano lebih sering digunakan karena memiliki kandungan bahan organik yang lebih banyak.</p>
<p>Untuk dosis pemupukan yang diberikan yaitu 2,5 kg setiap tiang panjatan dan diberikan sebanyak empat kali dalam satu tahun.</p>
<p>Kegiatan pemupukan ini sudah dimulai sejak awal penanaman. Semantara itu, untuk pupuk lain yang dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman yaitu urea, TSP, dan KCL.</p>
<p>Untuk meningkatkan pH tanah agar tidak asam, maka tanaman perlu diberi dolomit.</p>
<p>Pemberian pupuk ini dapat dilakukan pada alur dangkal disekitar tajuk tanaman dengan cara disebarkan.</p>
<p>Setelah itu, pupuk ditutup dengan tanah. Sedangkan dosis pupuk tergantung pada umur tanaman dan hasil analisa tanah yang digunakan untuk budidaya.</p>
<p>Demikian artikel tentang, cara pemeliharaan tanaman lada supaya hasil panen maksimal. Semoga dapat menjadi referensi bagi Anda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/cara-pemeliharaan-tanaman-lada/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Budidaya Lada Dengan Hasil yang Baik</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/cara-budidaya-lada</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/cara-budidaya-lada#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Nov 2021 17:01:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[Lada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yukuis.com/?p=168</guid>
					<description><![CDATA[Cara Budidaya Lada &#8211; Lada atau merica yang disebut dengan naman latin&#160;Piper Nigrum L. merupakan tanaman rempah-rempah berbentuk biji-bijian. Tanaman ini dapat digunakan sebagai bumbu masak dan juga dapat menghangatkan tubuh. Selain itu, lada juga sering dimanfaatkan sebagai minyak asiri dan minyak parfum. Dimana lada memiliki aroma yang khas, sehingga banyak disukai oleh orang. Berbeda [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Cara Budidaya Lada</strong> &#8211; Lada atau merica yang disebut dengan naman latin&nbsp;<em>Piper Nigrum L</em>. merupakan tanaman rempah-rempah berbentuk biji-bijian. Tanaman ini dapat digunakan sebagai bumbu masak dan juga dapat menghangatkan tubuh.</p>
<p>Selain itu, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Lada" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">lada</a> juga sering dimanfaatkan sebagai minyak asiri dan minyak parfum. Dimana lada memiliki aroma yang khas, sehingga banyak disukai oleh orang.</p>
<p>Berbeda dengan tanaman perkebunan yang lain, lada memiliki bentuk pohon semak yang memanjat dan juga dalam bentuk tanaman perdu.</p>
<p>Tanaman lada dikenal di Indonesia sudah sejak lama, oleh karena itu secara tidak langsung mempengaruhi pengenalanya. Tanaman lada disetiap daerah memiliki sebutan yang berbeda-beda.</p>
<p>Seperti di (Batak, Aceh, Lampung, Buru, dan Nias) disebut lada, (Flores) ngguru, (Bima) saga, dan (Sunda) merica dan pedas.</p>
<p>Sementara itu, untuk daerah penghasil lada, antara lain Bangka Belitung, Lampung, Bengkulu, Sumatra Selatan, Kalbar, Kaltim, dan Kalteng.<ins></ins></p>
<p>Untuk mengenal lebih jelas mengenai tanaman lada, maka perhatikan berikut ini adalah klasifikasi dari tanaman lada.</p>
<h5 class="wp-block-heading">Klasifiaksi Tanaman Lada:</h5>
<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td>Divisi</td><td>Spermatophyta</td></tr><tr><td>Subdivisi</td><td>Angiospermae</td></tr><tr><td>Kelas</td><td>Dicotyledonae</td></tr><tr><td>Famili</td><td>Piperaceae</td></tr><tr><td>Genus</td><td>Piper</td></tr><tr><td>Spesies</td><td><em>Piper nigrum</em></td></tr></tbody></table><figcaption>klasifikasi tanaman lada</figcaption></figure>
<p>Bagian-bagian tanaman lada terdiri dari akar, batang pokok dan cabang, daun, bunga, dan juga buah.</p>
<p>Dimana tanaman ini memiliki sistem perakaran tunggang. Akan tetapi, untuk akar tunggang jarang di temukan dalam tanaman ini karena sebagian besar lada diperbanyak melalui setek. Oleh karena itu, yang terdapat hanya akar lateral.</p>
<p>Tanaman lada memiliki satu batang pokok dengan dua macam&nbsp; cabang, yaitu cabang vertikal (orthotropis) dan horizontal (plagiotropis).</p>
<p>Kemudian lada memliki bentuk daun bulat telur dengan ujung meruncing tunggal serta bertangkai daun 2-5 cm dan membentuk aluran.</p>
<p>Bunga tanaman ini berbentuk malai dan agak menggelantung dengan panjang 5-25 cm. Selain itu, bunga&nbsp; tidak bercabang, berporos tunggal, dan terdapat bunga kecil dengan jumlah kisaran 150.</p>
<p>Buah lada memiliki bentuk bulat, tidak bertangkai, berbiji tunggal, dan berdaging. Buah ini berdiameter sekitar 4-6 mm dengan kulit buah berwarna hijau saat muda dan berubah merah setelah masak.</p>
<p>Sementara itu, untuk biji lada memiliki diameter yang kecil, rata-rata sekitar 3-4 mm dan embrionya sangat kecil. Biji tanaman ini dilapisi daging buah yang memiliki lendir.</p>
<p>Terdapat beberapa varietas unggul dari tanaman lada yang sering dibudidayakan. Berikut ini adalah beberapa verietas unggul tersebut.</p>
<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td>Varietas</td><td>Daya Adaptasi</td><td><strong>Kepekaan</strong></td><td>Potensi Produksi</td></tr><tr><td>Kekurangan Air</td><td>Kelebihan Air</td><td>Penggerek Batang</td><td>Nematoda</td><td>Busuk Pangkal Batang</td></tr><tr><td>Petaling 1</td><td>Kurang</td><td>Sedang</td><td>Kurang peka</td><td>Peka</td><td>Sangat Peka</td><td>Tinggi</td></tr><tr><td>Petaling 2</td><td>Sedang</td><td>Sedang</td><td>Kurang peka</td><td>Kurang peka</td><td>Peka</td><td>Sedang</td></tr><tr><td>Natar 1</td><td>Sedang</td><td>Sedang</td><td>Kurang peka</td><td>Kurang Peka</td><td>Kurang Peka</td><td>Sedang</td></tr><tr><td>Natar 2</td><td>Sedang</td><td>Kurang</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Sedang</td></tr><tr><td>LDK</td><td>Kurang</td><td>–</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Sedang</td></tr><tr><td>Cunuk</td><td>–</td><td>–</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Sedang</td></tr><tr><td>Bengkayan</td><td>–</td><td>–</td><td>–</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Sedang</td></tr></tbody></table></figure>
<p>Selain penggunaan bibit unggul, untuk mendapatkan produktivitas yang tinggi maka diperlukan teknik budidaya yang baik.</p>
<p>Pada kesempatan kali ini kita ingin berbagi informasi terkait cara budidaya tanaman lada secara tepat. Dimana berdasarkan dari teknik budidayanya tanaman lada saat ini dikenal dengan lada tiang dan lada perdu.</p>
<p>Terdapat beberapa tahapan yang perlu diperhatikan dalam melakukan proses budidaya tanaman ini. Berikut ini adalah beberapa tahapan-tahapan tersebut.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Cara Budidaya Lada Dengan Hasil yang Baik</h2>
<h3 class="wp-block-heading">1. Syarat Tumbuh</h3>
<p>Secara umum tanaman lada dapat tumbuh dengan baik pada jenis tanah andosol, latosol, podsolik, dan granosol. Akan tetapi, tanaman ini juga menghendaki tanah yang subur dengan drainase yang baik.</p>
<p>Selain itu, produktivitas dari tanaman lada juga dipengaruhi oleh kedalaman air tanah. Dimana kedalaman tanah yang ideal tidak dapat ditentukan dengan mudah.</p>
<p>Akan tetapi, air tanah dengan kedalaman 0,5 cm dibawah permukaan tanah tidak ditolelir oleh tanaman ini.</p>
<p>Untuk mengantisipasi agar ketinggian air dapat diperdalam, maka sebaiknya tanaman lada ditanam pada bedengan dengan ketinggian minimal 15 cm. Selain itu, sekeliling kebun juga perlu dibuatkan selokan dengan kedalaman 50 cm.</p>
<p>Sementara itu, curah hujan yang dikehendaki oleh tanaman lada yaitu antara 2.000-3.000 mm/tahun atau rata-rata 2.300 mm/tahun.</p>
<p>Sedangkan suhu yang sesuai untuk budidaya tanaman lada sekitar 20-34<sup>o</sup>C. Suhu optimum kisaran 21-27<sup>o</sup>C dipagi hari, 26-32<sup>o</sup>C disiang hari, dan 24-30<sup>o</sup>C pada sore hari.</p>
<p>Untuk kelembaban udara yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman lada, yaitu antara 50-100%.</p>
<h3 class="wp-block-heading">2. Pembibitan</h3>
<p>Secara umum pembibitan tanaman lada dapat dilakukan secara vegetatif dan generatif. Akan tetapi sebagian besar pembibitan ini menggunakan cara vegetatif karena lebih praktis dan efisien.</p>
<p>Selain itu, bibit yang dihasilkan pun memiliki sifat yang sama dengan induknya.</p>
<p>Bibit tanaman yang dipilih harus memenuhi syarat. Diantaranya bibit harus diambil dari pohon induk yang sehat, kemurnian jenis terjamin, dan mempunyai ukuran optimum.</p>
<p>Bibit tanaman lada harus diambil dari pohon yang sudah berumur 2 tahun dan talah mengalami pemangkasan pertama dan kedua.</p>
<h4 class="wp-block-heading">A. <strong>Pembibitan Lada Panjat</strong></h4>
<p>Cara pembibitan lada dengan tiang panjat terdapat dua ukuran setek tujuh ruas dan satu ruas (berdaun satu). Dimana setek tujuh ruas ini adalah setek yang diambil dari pohon induk sebanyak tujuh ruas. Jenis setek tujuh ruas ini dapat secara langsung ditanam. Untuk pengambilan stek ini sebaiknya dilakukan menjelang waktu tanam. Berikut ini adalah cara-cara pengambilan setek tujuh ruas :</p>
<p>1). Pilih satu cabang orthotropis yang kuat dan sudah berumur 2 tahun atau lebih serta sudah dilakukan pemangkasan pertama dan kedua. Selain itu, batang tersebut harus mempunyai ruas minimum tujuh ruas.</p>
<p>2). Potong cabang tanaman hingga membentuk setek. Pemotongan ini dilakukan tanpa harus mengeluarkan tiang panjat.</p>
<p>3). Pada bagian ujungnya diipotong dan dibuang per cabang pada ruas 3-4.</p>
<p>4). Selanjutnya setek dipotong diruas pertama setelah 7-10 hari. Biasanya setalah 7 hari pucuk baru mulai tumbuh dan luka karena pemotongan sudah tertutup oleh kulit baru. Setelah dipotong, maka selanjutnya setek dapat dilepaskan dari tiang panjat.</p>
<p>Sementara itu, tanaman lada juga sangat mungkin disetek dengan satu buku yang masih berdaun dan berakar pelekat.</p>
<p>Hal tersebut disebabkan karena batang dan cabang tanaman yang buku-bukunya dilengkapi akar pelekat akan mudah berakar jika disetek.</p>
<p>Berikut ini adalah langkah-langkah dari setek satu buku (setek daun) :</p>
<p>1). Pertama adalah pengambilan bahan setek. Bahan setek berasal dari cabang sehat, dengan warna agak merah dan berstruktur cukup keras. Celupkan potongan bahan setek ke dalam air sebelum dicelupkan ke dalam hormon. Hormon yang dapat digunakan yaitu&nbsp;<em>Rootone</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>Rhizophon</em>.</p>
<p>2). Langkah selanjutnya yaitu penyemaian bahan setek. Setalah selesai dicelupkan dalam hormon, maka &nbsp;kemudian setek dapat disemai pada media semai. Median yang digunakan sebaiknya seimbang tidak banyak menggunakan pasir, agar air tidak mudah hilang.</p>
<p>3). Membuat naungan untuk setek. Persemaian tanaman perlu diberi naungan berupa atap atau daun-daunan untuk melindungi setek dari sengantan matahari secara langsung. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk naungan yaitu Gleichnia sp. (pakis pranjangan, paku payung, dan paku kurung).</p>
<p>4). Penanaman setek. Setek ditanam agak miring pada bedengan selebar 1 m. Untuk jarak tanam diatur sedekat mungkin dengan jarak 5 cm. Setek ditanam dalam dua larikan dengan daun yang saling berhadapan.</p>
<p>5). Langkah terakhir yaitu pemindahan bibit setek ke dalam polibag. Setek daun yang sudah memiliki akar yang banyak dapat dipindahkan ke dalam polibag. Media tanam yang dapat digunakan yaitu campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 7:3. Setelah itu, bibit setek sebaiknya disusun dengan rapi dan diberi tiang panjat sementara.</p>
<h4 class="wp-block-heading">B. Pembibitan Lada Perdu</h4>
<p>Jenis lada perdu berbeda dengan lada panjat, yaitu tidak membutuhkan tiang panjat, sehingga dapat mengurangi biaya produksi.</p>
<p>Penanaman lada&nbsp; jenis ini dapat menghasilkan populasi per satuan luas lebih banyak dan produksinya lebih awal.</p>
<p>Selain itu, dapat dilakukan secara tumpang sari atau tanaman sela dia antara tanaman kelapa atau lainya.</p>
<p>Pembibitan lada perdu secara setek dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu setek cabang bertapak dan setek cabang berbuah.</p>
<p>Setek cabang bertapak merupakan setek berdaun 3-4 helai yang disertai satu buku sulur panjat dan dibuat dari cabang primer.</p>
<p>Daun penumpu dan tunas tidur yang ada pada buku sulur panjat harus dipotong agar tidak terbentuk sulur panjat.</p>
<p>Setek ini termasuk kurang efisien karena cabang tersebut ada cabang sekunder dan tersier yang berpotensi sebagai bahan setek.</p>
<p>Akan tetapi, perlu kita ketahui bahwa perbanyakan dengan setek ini lebih mudah berhasil. Hal tersebut dikarenakan adanya satu sulur panjat di pangkal setek.</p>
<p>Dimana&nbsp; akar atau primordia akarnya sudah ada pada sulur panjat sebagai telapak.</p>
<p>Selanjutnya cara setek berikutnya yaitu setek cabang buah. Dimana setek ini diambil dari cabang primer, sekunder, dan juga tersier.</p>
<p>Cabang-cabang tersebut cenderung sulit berakar karena bagian buku tidak memiliki primordia akar. Setek cabang buah ini menyertakan 1-3 helai daun. Teknik yang digunakan untuk menyemai setek ini hampir sama dengan setek cabang bertelapak.</p>
<p>Agar pertumbuhan akar dan tunas dapat berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, maka dapat menmberikan zat pengatur tumbuh. Salah satunya dapat mencelupkan setek pada urine sapi yang mengandung auksin.</p>
<h3 class="wp-block-heading">3. Persiapan Lahan</h3>
<p>Tahapan awal sebelum dilakukan penanaman maka perlu dilakukan pengolahan lahan terlebih dahulu.</p>
<p>Pada lahan yang ditumbuhi alang-alang dan pepohonan kecil, kegiatan bukan hanya penebangan pohon saja, akan tetapi perlu membuang tunggulnya.</p>
<p>Akan tetapi jika kondisi lahan hanya ditumbuhi alang-alang, maka pembersihan dapat dilakukan secara manual ataupun menggunakan herbisida sistemik.</p>
<p>Setalah selesai pembersihan, selanjutnya diilanjutkan dengan pengolahan lahan menggunakan cangkul ataupun menggunakan traktor.</p>
<p>Untuk lahan yang vegetasinya alang-alang dapat diolah sebanyak dua kali dalam sebulan. Sedangkan untuk lahan yang vegetasinya hutan sekunder sebaiknya dilakukan pengolahan tiga kali dalam sebulan.</p>
<p>Setalah itu, tanah dibiarkan selama dua minggu dan selanjutnya digaru atau dibajak. Setalah di olah tanah diratakan dan dibuat petakan agar pengelolaan tanaman menjadi lebih mudah.</p>
<h3 class="wp-block-heading">4. Pembuatan Bedengan</h3>
<p>Setelah selesai pengolahan lahan, maka langkah selanjutnya yaitu pembuatan bedengan. Dimana bedengan ini hanya dibuat pada kondisi tanah yang datar dan mempunyai air yang dangkal.</p>
<p>Untuk kondisi tanah yang miring tidak perlu lagi dibuat bedengan karena sudah terbentuk berupa teras-teras.</p>
<p>Bedengan dibuat dengan jarak antar guludan 2 meter yang dipisahkan dengan saluran air atau parit dengan kedalaman 30 cm.</p>
<h3 class="wp-block-heading">5. Persiapan Tiang Panjatan</h3>
<p>Terdapat dua jenis tiang panjatan untuk tanaman lada, yaitu tiang panjatan hidup dan mati. Tiang panjat hidup yaitu berupa tanaman pohon seperti halnya lamtoro gung, dadap,&nbsp; kapok dan kalikiria. Penanaman tiang panjatan hidup sebelum dilakukan pengolahan tanah.</p>
<p>Tinggi setek yang ditanam kisaran 60-70 cm. Sedangkan letak tiang panjatan yaitu ditengah-tegah bedengan dan berdekatan dengan lubang tanam.</p>
<p>Keuntungan penggunaan tiang panjatan hidup adalah dapat meningkatkan kadar nitrogen dan daun-daun hasil pemangkasan dapat dimanfaatkan sebagai mulsa.</p>
<p>Kerugianya yaitu terjadi kompetisi antara tanaman utama (lada) dengan tiang panjatan hidup. Selain itu, tiang panjat hidup dapat juga&nbsp; menjadi inang hama dan penyakit.</p>
<p>Sementara itu, untuk jenis tiang panjatan mati yaitu berupa kayu apaun untuk panjatan kecuali bambu.</p>
<p>Beberapa jenis kayu mati yang dapat digunakan, antara lain kayu belam, belian, melangir, mendaru, dan juga kayu ulin.</p>
<p>Selain kayu, tiang panjatan juga dapat dibuat dari beton karena permukaan kasar, sehingga mudah ditempeli oleh akar lekat.</p>
<p>Keuntungan menggunakan tiang panjatan mati, yaitu panjatan dapat didirikan tepat waktu, ukuran dapat sama, dan tidak perlu pemangkasan.</p>
<p>Selain itu, tidak terjadi kompetisi, tahan hembusan angin, dan tidak menjadi inang untuk hama dan penyakit.</p>
<h3 class="wp-block-heading">6. Penanaman</h3>
<p>Sebelum dilakukan penanaman, maka sebaiknya sudah dipastikan bahwa bibit sudah disiapkan. Untuk bibit yang berupa setek panjang harusnya memiliki panjang minimal tujuh ruas.</p>
<p>Siapkan lubang tanaman ukuran 20cm x 20cm x 20cm dengan jarak tanam 2,5m x 2,5m jika menggunakan tiang panjatan mati.</p>
<p>Akan tetapi, jika menggunakan tiang panjatan hidup maka gunakan jarak tanam 2,75 m x 2,75 m.</p>
<p>Bibit setek panjang kemudian ditanam pada lubang hingga kedalaman empat ruas. Setek diletakkan dengan kemiringan 45<sup>O</sup>&nbsp;mengarah ke tiang panjat.</p>
<p>Lubang ditutup kembali menggunakan tanah yang halus dan agak ditekan agar bibit dapat berdiri kokoh. Selanjutnya sisa ruas setek dibagian luar diikatkan ke tiang panjat.</p>
<p>Sementara itu, untuk penanaman lada perdu secara umum memiliki tahapan yang sama dengan lada panjat.</p>
<p>Hanya saja perbedaanya terdapat pada jarak tanamanya. Dimana jarak tanaman untuk lada perdu, yaitu 1,5 m x 1 m. Penanaman bibit ini dapat dilakukan dengan pola monokultur maupun polikultur.</p>
<p>Lubang tanaman yang perlu disiapkan yaitu berukuran 60 cm x 60 cm x&nbsp; 60cm. Pengisian lubang tanam dilakukan hingga terbentuk guludan setinggi 15-20 cm.</p>
<p>Tambahkan tanaman pelindung, seperti pakis, alang-alang, resam, atau andam. Selain itu, tutup tanah disekitar bibit menggunakan mulsa plastik.</p>
<h3 class="wp-block-heading">7. Pemeliharaan Tanaman</h3>
<p>Sebagai upaya untuk mengoptimalkan kondisi lingkungan dan produksi serta menjaga kondisi lahan dan tanaman, maka perlu dilakukan pemeliharaan tanaman.</p>
<p>Pemeliharaan tanaman terbagi menjadi beberapa tahapan, antara lain penjagaan kondisi lahan, pengaturan pertumbuhan tanaman, pemangkasan, dan pemupukan.&nbsp;</p>
<p>Demikian artikel tentang <a href="https://santuynesia.com/cara-budidaya-lada" data-type="post" data-id="168" rel="nofollow noopener" target="_blank">cara budidaya lada</a> dengan hasil yang baik. Semoga dapat menjadi referensi bagi Anda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/cara-budidaya-lada/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
