<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
<channel>
	<title>Islam &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<atom:link href="https://www.santuynesia.com/blog/tag/islam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<description>Macul Ilmu</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Nov 2021 06:05:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
	<url>https://www.santuynesia.com/blog/santuyuploads/2021/09/santuynesia-favicon.png</url>
	<title>Islam &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Peran Pemerintah dalam Menerapkan Norma dan Etika Ekonomi Islam</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/peran-pemerintah-menerapkan-norma-ekonomi-islam</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/peran-pemerintah-menerapkan-norma-ekonomi-islam#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Nov 2021 06:05:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Norma]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=3435</guid>
					<description><![CDATA[Letak keunggulan antara ekonomi Islam dengan ekonomi kapitalis atau sosialis yaitu memperhatikan dua sisi penting (etika dan ekonomi) secara bersamaan. Dengan adanya etika atau akhlak yang baik dalam sistem ekonomi Islam, maka hal tersebut dapat menjadi nilai tambah atau ciri khas tersendiri bagi ekonomi Islam. Tak hanya itu, etika atau akhlak inilah yang berperan untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Letak keunggulan antara ekonomi Islam dengan ekonomi kapitalis atau sosialis yaitu memperhatikan dua sisi penting (etika dan ekonomi) secara bersamaan.</p>
<p>Dengan adanya etika atau akhlak yang baik dalam sistem ekonomi Islam, maka hal tersebut dapat menjadi nilai tambah atau ciri khas tersendiri bagi ekonomi Islam.</p>
<p>Tak hanya itu, etika atau akhlak inilah yang berperan untuk memastikan bahwa kegiatan ekonomi yang dilakukan sejalan dengan ajaran Islam, dan tidak menimbulkan kerusakan atau kerugian bagi orang lain.</p>
<p>Namun, untuk memastikan bahwa etika Islam diterapkan secara benar di setiap lapisan ekonomi masyarakat tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, akan tetapi memerlukan dukungan dari berbagai pihak, khususnya pemerintah.</p>
<p>Dalam hal ini, pemerintah dapat berperan sebagai pihak yang membuka pintu atau jalan untuk masuknya sistem ekonomi Islam ke setiap lapisan masyarakat secara sempurna, dan tidak dipenuhi dengan berbagai hambatan yang tidak menguntungkan.</p>
<p>Dengan memanfaatkan wewenang atau kekuasaannya, pemerintah dapat ikut serta dalam memastikan bahwa aktivitas ekonomi berjalan dengan lancar, dan tidak adanya pihak-pihak yang mencoba untuk menguasai pasar atau menghancurkan berbagai bisnis kecil.</p>
<p>Hal yang paling penting untuk diingat bahwa campur tangan pemerintah tidak boleh menghambat inovasi ataupun kreativitas masyarakat di bidang ekonomi, akan tetapi intervensi tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa inovasi atau kreativitas masyarakat memiliki peluang untuk berkembang dengan baik dan sejalan dengan norma dan etika Islam.</p>
<p>Terkadang ada orang yang bertanya kenapa ekonomi itu harus dikaitkan dengan agama, kenapa tidak dijalankan secara terpisah agar lebih teratur?<br><br>Untuk menjawab pertanyaan tersebut, hal yang perlu diingat bahwa ekonomi dan agama merupakan satu kesatuan, ekonomi tanpa agama akan tersesat, dan begitu juga agama tanpa ekonomi akan terhambat.</p>
<p>Al-Qur&#8217;an sendiri memerintahkan kepada kita untuk gemar bekerja dan mencari nafkah, atau dalam kata lain tidak hanya meminta-minta kepada orang lain.</p>
<p>Intinya bahwa pemisahan antara ekonomi dengan agama bukan membuat ekonomi semakin maju dan teratur, akan tetapi semakin kacau, dan saling memakan harta orang lain secara batil.</p>
<p>Dalam hal ini, pemerintah harus bekerja keras untuk memastikan bahwa tidak ada peluang untuk memisahkan antara ekonomi dan agama, karena ini merupakan salah satu tugas penting pemerintah.</p>
<p>Pengabaian terhadap hal tersebut akan menimbulkan berbagai penyakit dalam struktur ekonomi masyarakat, seperti timbulnya monopoli, ikhtikar, maysir, gharar, penipuan (tadlis), penjualan barang-barang yang haram, dan berbagai penyakit lainnya.</p>
<p>Oleh karena itu, Islam sangat mengharapkan agar pemerintah dapat menerapkan norma dan etika ekonomi Islam dalam struktur perekonomiannya secara menyeluruh dan sempurna.</p>
<p>Jika kita meninjau sejarah Islam, hampir tidak ada yang namanya pemisahan antara ekonomi dan agama, ini artinya bahwa kombinasi antara agama dan ekonomi sama sekali bukan hal yang baru.</p>
<p>Tanpa adanya usaha pemerintah dalam menerima dan mendukung <a href="https://santuynesia.com/ekonomi" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">ekonomi</a> Islam, maka dapat dipastikan bahwa sistem ekonomi Islam dan berbagai industri Syariah akan jalan di tempat, atau sulit untuk berkembang dan maju.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/peran-pemerintah-menerapkan-norma-ekonomi-islam/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kerangka Keuangan Islam</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/kerangka-keuangan-islam</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/kerangka-keuangan-islam#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Oct 2021 16:32:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=3418</guid>
					<description><![CDATA[Kerangka Keuangan Islam &#8211; Aturan dan norma Islam bersumber dari Al-Qur&#8217;an dan Sunnah. Kata Sunnah berarti cara bertindak, aturan perilaku atau praktik yang ditetapkan. Diterapkan pada kehidupan Nabi Muhammad, ini berarti, oleh karena itu, aturan yang diambil dari perkataan atau tindakan Nabi baik dalam pernyataan atau tindakan tertentu atau dalam persetujuannya atas tindakan atau praktik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Kerangka Keuangan Islam</strong> &#8211; Aturan dan norma Islam bersumber dari Al-Qur&#8217;an dan Sunnah. Kata Sunnah berarti cara bertindak, aturan perilaku atau praktik yang ditetapkan.</p>
<p>Diterapkan pada kehidupan Nabi Muhammad, ini berarti, oleh karena itu, aturan yang diambil dari perkataan atau tindakan Nabi baik dalam pernyataan atau tindakan tertentu atau dalam persetujuannya atas tindakan atau praktik orang lain, seperti yang tercatat dalam hadits atau tradisi.</p>
<p>Istilah hadits dengan demikian mengacu pada laporan kejadian tertentu.</p>
<p>Meskipun orang sering menemukan kata Sunnah dan hadits yang digunakan hampir secara bergantian, yang terakhir mengacu pada tradisi atau kisah Nabi sementara yang pertama berkaitan dengan praktik atau aturan yang disimpulkan darinya.</p>
<p>Selain dua sumber utama <a href="/tag/hukum">hukum</a> ini, ada dua sumber yang bergantung, yaitu ijmak (konsensus) dan qiyas (penalaran dengan analogi).</p>
<p>Jika seseorang tidak dapat menemukan teks yang relevan dari Al-Qur&#8217;an atau hadits maka orang tersebut beralih ke sumber ketiga, yaitu konsensus umum di antara para ulama pada masa tertentu mengenai suatu aturan yang sesuai dan dapat diterapkan pada situasi yang dihadapi.</p>
<p>Keputusan yang dengan suara bulat diputuskan menjadi tetap dan pasti dan bagian dari badan permanen yurisprudensi Islam.</p>
<p>Otoritas ijmak didasarkan pada ketidakpercayaan terhadap pendapat individu.</p>
<p>Ada jaminan kebebasan dari kesalahan dalam pikiran komunal.<ins></ins></p>
<p>Jika masyarakat sependapat tentang masalah tertentu di wilayah di mana pandangan bulat mereka tidak bertentangan dengan Al-Qur&#8217;an atau Sunnah, itu diterima sebagai valid.</p>
<p>Pembatasan kewenangan ijmak, yaitu tidak boleh bertentangan dengan Al-Qur&#8217;an atau Sunnah, jelas merupakan salah satu hal yang signifikan.</p>
<p>Jika baik Al-Qur&#8217;an maupun Sunnah atau ijmak tidak dapat memberikan putusan untuk memecahkan masalah yang dihadapi, para ahli hukum telah, melalui refleksi yang saleh dan hati-hati, untuk mendapatkan keputusan yang sesuai dengan kesimpulan logis dari yang khusus ke umum atau sebaliknya, dan/atau dengan analogi.</p>
<p>Penalaran logis dengan analogi, yang dikenal sebagai qiyas, adalah subjek dari banyak penyelidikan filosofis untuk mengekstrak prinsip yang mendasari dari keadaan tertentu dari kasus tertentu.</p>
<p>Penting untuk mengingatkan diri kita sendiri tentang prinsip penting hukum Islam yang dijelaskan oleh salah satu ulama terkenal, Fakhruddin Al-Razi: hukum dalam Islam ditentukan oleh apa yang Allah dan Rasul-Nya katakan, bukan oleh analogi dan penalaran.</p>
<p>Beberapa dari arahan atau aturan yang paling penting, aksiomatik bagi umat Islam dan relevan dengan subjek kita, adalah bahwa:</p>
<ul class="wp-block-list"><li>Al-Qur&#8217;an adalah firman Allah yang diturunkan, ditransmisikan secara verbatim, dan dijelaskan paling otoritatif melalui Sunnah.</li><li>Syariah adalah Hukum Ilahi, diturunkan langsung dari kata-kata Al-Qur&#8217;an atau dari Sunnah, atau secara tidak langsung dari sumber yang sama melalui deduksi atau analogi yang beralasan.</li><li>Akal manusia memiliki kedaulatan yang cukup besar di dalam hukum; ia tidak memiliki kedaulatan atas hukum. Dengan kata lain, apa yang telah Allah izinkan tidak dapat dilarang tanpa syarat, dan apa yang telah Dia larang juga tidak dapat diizinkan tanpa syarat.</li><li>Hukum mencakup prinsip umum bahwa jika tidak ada yang dilarang secara khusus, hal itu dapat dianggap, pada prinsipnya, untuk diizinkan.</li><li>Konsep kemakmuran didefinisikan dalam Syariah dalam istilah keridhaan Allah, bukan dalam hal akumulasi kekayaan. Kebajikan, kebenaran, dan pemenuhan hamba kepada Allah adalah kunci kesenangan-Nya. Kebajikan dan kebenaran dapat dicapai melalui perbuatan baik dan pemurnian perilaku manusia dari kejahatan.</li><li>Konsep properti (maal) adalah spesial dan unik dalam Islam. Maal, apakah sebagai kekayaan atau pendapatan, dianggap sebagai kebaikan, nikmat, dari Allah; itu bukan kejahatan. Surga terbuka sama bagi yang kaya dan yang miskin. Maal adalah sarana yang dapat digunakan untuk kebaikan atau kejahatan; kemiskinan tidak selalu terkait dengan kebaikan; memang, dalam beberapa kasus, itu mungkin terkait dengan ketidakpercayaan atau melemahnya keyakinan. Yang penting bukanlah apakah seseorang memiliki kekayaan tetapi bagaimana itu diperoleh dan bagaimana membelanjakannya.</li></ul>
<h3 class="wp-block-heading">Tujuan Islam (Maqashid Asy-Syariah)</h3>
<p>Ini didasarkan pada tauhid (keesaan Tuhan).</p>
<p>Tauhid menyiratkan bahwa alam semesta telah dirancang dan diciptakan secara sadar oleh Allah dan tidak terjadi secara kebetulan.</p>
<p>Manusia adalah Khalifah atau wakil tertinggi di bumi dan sumber daya yang dimilikinya adalah perwalian (amanah).</p>
<p>Khalifah pada dasarnya berarti persatuan dan persaudaraan mendasar umat manusia.</p>
<p>Hal ini membutuhkan konsep untuk memastikan implementasinya, sehingga harus disertai dengan keadilan.</p>
<p>Oleh karena itu, penegakan keadilan telah dinyatakan oleh Al-Qur&#8217;an sebagai salah satu tujuan utama.</p>
<p>Faktanya, Al-Qur&#8217;an menempatkan keadilan &#8220;terdekat dengan takwa&#8221; dalam arti pentingnya keadilan dalam keyakinan Islam.</p>
<p>Komitmen kuat Islam untuk persaudaraan dan keadilan menjadikan kesejahteraan semua manusia sebagai tujuan utama Islam.</p>
<p>Kesejahteraan ini mencakup kepuasan fisik, karena kebahagiaan dan kedamaian hanya dapat diperoleh dengan cara realisasi yang seimbang dari kebutuhan material dan spiritual dari kepribadian manusia.</p>
<p>Oleh karena itu, maksimalisasi total output saja tidak bisa menjadi tujuan yang memadai bagi masyarakat Muslim.</p>
<p>Maksimalisasi output harus dibarengi dengan upaya yang diarahkan untuk memastikan kesehatan spiritual sebagai inti batin kesadaran manusia, serta keadilan dan permainan yang adil di semua tingkat interaksi manusia.</p>
<p>Hanya pengembangan semacam ini yang akan sesuai dengan Maqashid asy-Syariah atau tujuan Syariah.</p>
<h3 class="wp-block-heading">Aturan Mengenai Objek Kontrak</h3>
<p>Ada beberapa aturan penting yang berhubungan dengan objek kontrak, antara lain:</p>
<h4 class="wp-block-heading">Keabsahan</h4>
<p>Objeknya harus halal (mubah), yaitu sesuatu yang diperbolehkan untuk diperdagangkan.</p>
<p>Itu harus mal mutaqawwim, yaitu subjek dan penyebab yang mendasarinya harus halal; dan itu tidak boleh dilarang oleh hukum Islam, atau mengganggu ketertiban umum atau moralitas.</p>
<p>Yang melekat pada keabsahan objek tersebut adalah kondisi bahwa seseorang tidak boleh menyerahkan kepada pihak lain hak milik atau kepemilikan atas suatu objek yang bukan dia sendiri pemiliknya, tanpa izin dari pemilik sahnya.</p>
<h4 class="wp-block-heading">Keberadaan</h4>
<p>Objek kontrak harus ada pada saat kontrak.</p>
<p>Maka dari itu, menjual janin adalah ilegal, misalnya.</p>
<p>Oleh karena itu, ketika objek kontrak adalah sesuatu yang nyata, itu harus ada pada saat kontrak, tetapi di mana objeknya adalah janji untuk diserahkan atau dibuat, maka objek janji itu tidak perlu ada pada saat kontrak, tetapi harus memungkinkan dan pasti; yaitu, harus mampu didefinisikan dan disampaikan.</p>
<h4 class="wp-block-heading">Pengiriman</h4>
<p>Objek kontrak harus mampu akan pengiriman tertentu.</p>
<p>Jika suatu kontrak terdiri dari kewajiban yang harus dilaksanakan, maka kewajiban tersebut harus dapat dilaksanakan dengan pasti.</p>
<p>Oleh karena itu, para ahli hukum klasik melarang penjualan unta yang telah melarikan diri, burung di udara, atau ikan di air.</p>
<p>Objek kontrak harus jelas dan pasti.</p>
<p>Perhatian utama para fuqaha adalah untuk mencegah konflik dan keuntungan yang tidak dapat dibenarkan yang timbul dari kontrak yang tidak pasti atau aleatory.</p>
<p>Syarat bahwa objek harus dapat diserahkan atau dieksekusi dapat dipahami sebagai aspek syarat hak atas kepemilikan, yaitu bahwa objek tersebut harus ada dalam kepemilikan orang yang bermaksud mengalihkan kepemilikan.</p>
<p>Jika objek kontrak adalah barang nyata, sebuah item, maka kepemilikannya harus diketahui, dan hak untuk mentransfer harus legal; dan kuantitas serta nilainya harus diketahui (tidak ada transaksi yang sah jika benda tersebut dilarang dalam hukum Islam).</p>
<p>Jika objek kontrak adalah janji untuk memproduksi atau menyerahkan suatu barang, sebuah item, di masa depan janji tersebut harus layak dan barang yang akan dikirim harus diketahui (didefinisikan).</p>
<h4 class="wp-block-heading">Penentuan yang Tepat</h4>
<p>Objek kontrak harus ditentukan secara tepat seperti esensi, kuantitas, dan nilainya.</p>
<p>Demikian pula, di mana suatu objek merupakan kewajiban kinerja, sifat dan nilai kewajiban juga harus ditentukan secara tepat.</p>
<p>Dalam kasus manfaat yang diperoleh dari properti, tindakan atau jasa yang tidak ada pada saat kontrak, objek kontrak yang diusulkan harus layak dan mampu untuk definisi yang tepat, serta sah.</p>
<p>Ini adalah prinsip yang diformulasikan oleh para fuqaha untuk mencegah ketidakpastian dan konflik antara pihak-pihak yang terikat kontrak dalam situasi di mana kontrak dibatalkan atau diakhiri karena suatu alasan dan salah satu pihak sedang mencari pemulihan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/kerangka-keuangan-islam/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Puasa Dalam Islam</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/keutamaan-puasa-dalam-islam</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/keutamaan-puasa-dalam-islam#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Oct 2021 07:59:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=3352</guid>
					<description><![CDATA[Keutamaan Puasa dalam Islam -nSebagaimana dengan amalan-amalan lain memiliki keutamaan masing-masing, begitupun dengan puasa atau shaum. Apalagi puasa disebut sebagai amal ibadah yang sangat afdhal, tentunya lebih memiliki bermacam keutamaan yang besar dan mulia. Berikut keutamaan puasa. 1. Puasa adalah Ibadah Seluruh Umat Allah telah menjadikan puasa sebagai sarana ibadah kepada-Nya untuk seluruh umat, dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Keutamaan Puasa dalam Islam</strong> -nSebagaimana dengan amalan-amalan lain memiliki keutamaan masing-masing, begitupun dengan puasa atau shaum. Apalagi puasa disebut sebagai amal ibadah yang sangat afdhal, tentunya lebih memiliki bermacam keutamaan yang besar dan mulia. Berikut keutamaan puasa.</p>
<h2 class="wp-block-heading">1. Puasa adalah Ibadah Seluruh Umat</h2>
<p>Allah telah menjadikan puasa sebagai sarana ibadah kepada-Nya untuk seluruh umat, dan mewajibkannya atas mereka. Allah berfirman :</p>
<p class="has-text-align-right" style="font-size:clamp(15.747px, 0.984rem + ((1vw - 3.2px) * 0.645), 24px);"><strong>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ</strong></p>
<p>“<em>Hai orang-orang yang beriman diwaibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.</em>” (Al-Baqarah [2] : 183)</p>
<p>Sekiranya puasa itu bukan suatu ibadah yang agung, hingga mengharuskan semua manusia beribadah dengannya serta mendapat pahala karenanya, tidaklah mungkin Allah mewajibkannya kepada seluruh umat.</p>
<h3 class="wp-block-heading">2. Pelebur Dosa dan Kesalahan</h3>
<p>Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda :</p>
<p class="has-text-align-right" style="font-size:clamp(15.747px, 0.984rem + ((1vw - 3.2px) * 0.645), 24px);"><strong>مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ</strong></p>
<p>“<em>Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya di masa lalu akan diampuni.</em>” (HR.Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Rasulullah ﷺ juga bersabda :</p>
<p class="has-text-align-right" style="font-size:clamp(15.747px, 0.984rem + ((1vw - 3.2px) * 0.645), 24px);"><strong>فِتْنَةُ الرَجُلِ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ تُكَفِّرُهَا الصَلَاةُ وَالصِّيَامُ وَالصَّدَقَةُ وَالأَمْرُ بِالمَعْرُوْفِ وَالنَّهْيُ عَنِ المُنْكَرُ</strong></p>
<p>“Keluarga, harta, dan anak dapat menjerumuskan seseorang dalam maksiat (fitnah), namun fitnah itu akan terhapus dengan shalat, puasa, sedekah, amar ma’ruf (mengajak pada kebaikan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran).” (HR.Bukhari dan Muslim)</p>
<h3 class="wp-block-heading">3. Pahala Tanpa Batas</h3>
<p>Di antara keutamaan puasa adalah pahala yang akan diperoleh tidak dalam julah tertentu, akan tetapi ia akan diberi pahala tanpa batas. Berdasarkan pada hadits Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :</p>
<p class="has-text-align-right" style="font-size:clamp(15.747px, 0.984rem + ((1vw - 3.2px) * 0.645), 24px);"><strong>قَالَ اللهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ, فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ, وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ&nbsp; أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوْفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ المِسْكِ لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ</strong></p>
<p><em>“Allah berfirman, ‘Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya, dan puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian berpuasa, maka janganlah ia berkata keji dan berteriak-teriak. Jika ada orang yang mencacinya atau mengajaknya berkelahi, maka hendaklah ia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’ Dan demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasalebih harum di sisi Allah daripada bau misk. Orang yang berpuasa mempunyai dua kegembiraan, ia bergembira Ketika berbuka, dan ia bergembira Ketika bertemu dengan Rabbnya.</em>” (HR.Bukhari ; 190)</p>
<p>Dalam riwayat Muslim disebutkan :</p>
<p class="has-text-align-right" style="font-size:clamp(15.747px, 0.984rem + ((1vw - 3.2px) * 0.645), 24px);"><strong>كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الحَسَنَةُ عَشْرَ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي</strong></p>
<p>“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipat-gandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman, ‘Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku.” (HR.Muslim ; 1151)</p>
<h3 class="wp-block-heading">4. Memberi Syafaat Pada Hari Kiamat</h3>
<p>Puasa akan memberi syafaat kepada pelakunya besok pada hari kiamat.</p>
<p>Dari Abdullah bin Amru, Nabi ﷺ bersabda :</p>
<p class="has-text-align-right" style="font-size:clamp(15.747px, 0.984rem + ((1vw - 3.2px) * 0.645), 24px);"><strong>الصِّيَامُ وَالقُرْأَنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ القِيَمَةِ, يَقُوْلُ الصِّيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِيْ فَيْهِ, وَيَقُوْلُ القُرْأَنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِيْ فَيْهِ, قَالَ فَيُشَفَّعَانِ</strong></p>
<p>“<em>Puasa dan Al-Qur’an kelak pada hari kiamat akan memberi syafaat kepada seorang hamba. Puasa berkata, ‘Duhai Rabb, aku telah menahannya dari makanan dan nafsu syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafaat kepadanya.’ Dan Al-Qur’an berkata, ‘Aku telah menahannya dari tidur dimalam hari, maka izinkanlah aku memberi syafaat kepadanya.’ Beliau melanjutkan sabdanya, ‘Maka keduanya (puasa dan Al-Qur’an) pun memberi syafaat kepadanya.</em>” (HR.Ahmad ; 6337)</p>
<p>Semua ketentuan dari <a href="https://santuynesia.com/keutamaan-puasa-dalam-islam" rel="nofollow noopener" target="_blank">keutamaan puasa</a> dalam islam tentunya akan diperoleh jika pelakunya betul-betul menjalankan rukun puasa dengan baik, dan mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.&nbsp;<em>Wallahu a’lam</em></p>
<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>
<p>Disadur dari buku&nbsp;<em>Fiqih Shiyam Ramadhan.</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/keutamaan-puasa-dalam-islam/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Mengendalikan Emosi Menurut Islam</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/mengendalikan-emosi-menurut-islam</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/mengendalikan-emosi-menurut-islam#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2020 21:36:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=2265</guid>
					<description><![CDATA[Santuynesia &#8211; Emosi adalah ekspresi perasaan pada manusia. Setiap manusia pasti merasa marah, senang dan sedih, itulah emosi. Emosi manusia dapat berubah tergantung pada kondisi lingkungan serta suasana hati. Namun kini emosi lebih identik dengan amarah. Meski amarah dan emosi adalah dua hal yang berbeda. Misalnya seperti ini &#8220;tarjo mah adalah orang yang emosional, sedikit [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://santuynesia.com/mengendalikan-emosi-menurut-islam" class="rank-math-link" rel="nofollow noopener" target="_blank">Santuynesia</a></strong> &#8211; Emosi adalah ekspresi perasaan pada manusia. Setiap manusia pasti merasa marah, senang dan sedih, itulah emosi. Emosi manusia dapat berubah tergantung pada kondisi lingkungan serta suasana hati. Namun kini emosi lebih identik dengan amarah. </p>
<p>Meski amarah dan emosi adalah dua hal yang berbeda. Misalnya seperti ini &#8220;tarjo mah adalah orang yang emosional, sedikit marah&#8221;</p>
<p>Mengekspresikan emosi memang perlu, namun emosi yang diungkapkan secara berlebihan juga tidak baik, justru dapat merusak keadaan, persahabatan bahkan kesehatan. </p>
<p>Oleh karena itu kita harus bisa mengendalikan emosi kita. Maka dibawah ini akan kita bahas bagaimana cara <a aria-label="mengontrol emosi (opens in a new tab)" href="https://www.dancow.co.id/dpc/artikel/bunda-ini-5-cara-mengendalikan-emosi-pada-si-kecil" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow" class="rank-math-link">mengontrol emosi</a> menurut islam yang harus kita terapkan, yuk simak selengkapnya.</p>
<h2 class="wp-block-heading" id="toc-0">Cara Mengendalikan Emosi Menurut Islam</h2>
<h3 class="wp-block-heading" id="toc-6">1. Perbanyak Membaca Istighfar</h3>
<p>Membaca istighfar adalah salah satu amalan yang paling mudah dilakukan. Kita bisa melakukannya kapan saja, apalagi saat sedang emosi. Padahal, membaca istighfar meminta pengampunan Tuhan atas segala dosa yang telah kita lakukan. Istighfar juga bisa menenangkan hati dan jiwa kita. Membaca istighfar juga bisa mengurangi emosi marah dengan sangat efektif.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="toc-1">2. Diam Jangan Banyak Bicara</h3>
<p>Ada ungkapan bahwa diam itu emas. Saat mengendalikan emosi, memang benar keheningan itu emas. Kata-kata atau ucapan bisa tajam dan menyakitkan. Pada saat emosi, perkataan atau ucapan juga tidak terkendali, dapat berbicara dan menyakiti hati orang lain yang tentunya akan menambah masalah baru. </p>
<p>Dari Ibn Abbas Ra, Rasulullah Saw. berkata: &#8220;Jika kamu marah, diamlah&#8221; (HR. Ahmad).</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="toc-3">3. Berwudhu dan Mandi</h3>
<p>Wudhu atau mandi bisa menjadi metode yang ampuh untuk mengendalikan emosi atau amarah. Kita semua tahu bahwa emosi atau kemarahan berasal dari iblis dan iblis diciptakan dari api dan api dapat dipadamkan dengan air. Nabi Muhammad S.A.W. berkata:</p>
<p><em>“Sesungguhnya marah itu dari syaitan, dan syaitan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu.”&nbsp;</em>(HR. Ahmad dan Abu Daud).</p>
<p><em>“Marah itu dari syaitan, syaitan dari api, dan air bisa memadamkan api. Apabila kalian marah, mandilah.”</em>&nbsp;(HR. Abu Nuaim)</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="toc-2">4. Membaca Kalimat Ta&#8217;awudz</h3>
<p>Meminta pertolongan Allah agar hal-hal yang merugikan terhindar merupakan hal yang wajib Anda lakukan, termasuk dalam hal mengendalikan emosi. </p>
<p>Emosi atau amarah yang berasal dari nafsu dan nafsu merupakan bagian terlemah dari umat manusia yang selalu menjadi incaran iblis hingga manusia jatuh ke jurang penghinaan. Dengan begitu lebih baik kita memohon kepada Allah agar menjauhkan kita dari godaan setan terkutuk dengan membaca kalimat ta&#8217;awudz. </p>
<p>Rasulullah Saw. berkata: <em>“Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: “A’uudzu billahi minas syaithanir rajiim,” marahnya akan hilang.”</em>&nbsp;(HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="toc-4">5. Merubah Posisi Badan</h3>
<p>Mengubah posisi tubuh saat Anda sedang emosional atau marah bisa menjadi cara yang ampuh untuk mengendalikan emosi Anda. Inti dari perubahan posisi tubuh ini misalnya kota dalam keadaan emosi sambil berdiri, berusaha duduk, jika dalam keadaan duduk emosi tidak mereda cobalah berbaring. Dari Abu Dzar Ra, Rasulullah Saw. menasihati:</p>
<p><em>“Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur.”</em>&nbsp;(HR. Ahmad dan Abu Daud)</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="toc-5">6. Saling Memaafkan</h3>
<p>Memaafkan orang yang telah berbuat salah sama kita adalah hal yang sulit. Hanya seorang ksatria dan jiwa hebat yang bisa dengan mudah memaafkan. Percaya diri bukan berarti tidak bisa dilakukan, malah kita harus belajar saling memaafkan dan mudah memaafkan. </p>
<p>Ada banyak keuntungan dari saling memaafkan. Salah satunya, masalah bisa segera diselesaikan jika kita saling memaafkan. Bahkan perang yang hebat dan mengerikan akan berakhir jika kedua belah pihak dapat saling memaafkan. Allah SWT. berkata:</p>
<p><em>“Dan jika mereka marah mereka memberi maaf.”</em>&nbsp;(QS. Asy-Syuura: 37)</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="toc-8">7. Sholat Sunnah</h3>
<p>Selain puasa sunnah, kita ini juga bisa melaksanakan sholat sunnah untuk mengontrol emosi atau belajar mengendalikan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Emosi" target="_blank" aria-label="emosi (opens in a new tab)" rel="noreferrer noopener nofollow" class="rank-math-link">emosi</a>. Bahkan berwudhu sebelum sholat bisa menghapus emosi marah. Selain mendapat pahala, shalat sunat juga bisa membuat hati kita tenang dan sejuk.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="toc-7">8. Melakukan Puasa Sunnah</h3>
<p>Padahal, puasa menahan nafsu. Kita bisa mengurangi nafsu makan, nafsu dan amarah dengan melakukan sunnah dengan cepat. Ada banyak amalan puasa sunnah yang bisa kita lakukan untuk belajar mengendalikan nafsu seperti puasa senin kamis dan puasa daud.</p>
<p>Dalam Islam banyak hal yang diajarkan. Salah satunya dalam hal mengendalikan emosi. <a href="https://santuynesia.com/mengendalikan-emosi-menurut-islam" class="rank-math-link" rel="nofollow noopener" target="_blank">Cara mengontrol emosi menurut islam</a> bisa anda terapkan yang sudah dijelaskan pada artikel ini dalam keseharian anda. </p>
<p>Dan Anda juga harus tahu bahwa mengendalikan emosi lebih baik daripada kita memiliki emosi. Karena pada dasarnya emosi berasal dari nafsu dan nafsu berasal dari iblis. Oleh karena itu, bisa dipastikan jika kita tidak bisa mengendalikan hawa nafsu atau emosi kita, tentu hanya kerugian yang kita dapat.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/mengendalikan-emosi-menurut-islam/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
