<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
<channel>
	<title>Hama &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<atom:link href="https://www.santuynesia.com/blog/tag/hama/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<description>Macul Ilmu</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Feb 2022 13:43:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
	<url>https://www.santuynesia.com/blog/santuyuploads/2021/09/santuynesia-favicon.png</url>
	<title>Hama &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hama dan Penyakit Jagung Manis Beserta Pengendalianya</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/hama-dan-penyakit-jagung-manis</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/hama-dan-penyakit-jagung-manis#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2022 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Hama]]></category>
		<category><![CDATA[Hama Jagung Manis]]></category>
		<category><![CDATA[Jagung Manis]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=4110</guid>
					<description><![CDATA[Hama dan Penyakit Jagung Manis Beserta Pengendalianya &#8211; Budidaya jagung manis merupakan salah satu usaha yang cukup menjanjikan bagi petani. Pasalnya varietas jagung yang menghasilkan rasa manis ini banyak digemari oleh masyarakat. Selain direbus atau dibakar, jagung manis dapat dijadikan menjadi berbagai olahan baik sayuran maupun cemilan. Penjualan jagung manis dipasaran tergolong lebih cepat laku jika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Hama dan Penyakit Jagung Manis Beserta Pengendalianya</strong> <strong> &#8211; </strong><a href="https://santuynesia.com/cara-budidaya-jagung-manis" target="_blank" data-type="post" data-id="4095" rel="noreferrer noopener nofollow">Budidaya jagung manis</a> merupakan salah satu usaha yang cukup menjanjikan bagi petani. Pasalnya varietas jagung yang menghasilkan rasa manis ini banyak digemari oleh masyarakat.</p>
<p>Selain direbus atau dibakar, jagung manis dapat dijadikan menjadi berbagai olahan baik sayuran maupun cemilan.</p>
<p>Penjualan jagung manis dipasaran tergolong lebih cepat laku jika dibandingkan dengan jagung biasa. Selain itu harga jual jagung manis pun lebih tinggi dibandingkan jagung biasa.<ins></ins></p>
<p>Akan tetapi dibalik kelebihan tersebut, budidaya jagung manis terbilang agak sulit karena jagung manis lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Kehadiran hama dan penyakit dalam budidaya jagung manis menjadi acaman yang serius bagi petani.</p>
<p>Oleh karena itu, banyak petani jagung manis harus belajar lebih terkait Hama dan Penyakit Jagung Manis Beserta Pengendalianya. Pada pertemuan kali ini santuynesia.com ingin berbagi informasi terkait hama dan penyakit dari jagung manis.</p>
<h2 class="wp-block-heading" id="hama-dan-penyakit-jagung-manis-beserta-pengendalianya">Hama dan Penyakit Jagung Manis Beserta Pengendalianya</h2>
<p>Berikut ini adalah hama dan penyakit jagung manis beserta pengendalianya yang perlu Anda ketahui.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="hama-jagung-manis">Hama Jagung Manis</h3>
<h4 class="wp-block-heading" id="1-hama-ulat-tongkol-heliothis-armigera">1. Hama Ulat Tongkol (<em>Heliothis armigera</em>)</h4>
<p><a href="https://santuynesia.com/morfologi-tanaman-jagung-manis" target="_blank" data-type="post" data-id="3994" rel="noreferrer noopener nofollow">Tanaman jagung manis</a> yang terserang hama ulat tongkol ini dicirikan dengan adanya bekas gigitan pada biji, dan pada bagian tongkol juga terdapat lubang bekas gigitan. Ulat ini masuk kedalam tongkol melalui klobot dengan cara melubanginya, kemudian memakan biji dan bagian yang dilaluinya.</p>
<p>Cara pengendalian hama ulat tongkol, yaitu dengan cara menyemprotkan Furada 3G, atau insektisida yang sesuai dan dengan dosis yang sesuai pula.</p>
<h4 class="wp-block-heading" id="2-hama-ulat-tanah-agrotis-epsilon">2. Hama Ulat Tanah (<em>Agrotis epsilon</em>)</h4>
<p>Hama ulat tanah (<em>Agrotis epsilon</em>) memiliki warna hitam dan kecoklatan, dan sering ditemui di dataran tinggi maupun dataran rendah. Ulat grayak ini biasa bersembunyi pada bagian celah-celah tanah sekitar pangkal tanaman.</p>
<p>Hama ulat tanah menyerang tanaman jagung yang masih muda dengan cara memakan batang, sehingga batang akan putus dan mati. Hama ulat tanah ini biasa menyerang tanaman pada waktu malam hari, sedangkan pada waktu siang bersembunyi.</p>
<p>Pengendalian hama ulat tanah ini dapat dilakukan dengan cara rotasi tanam, pengolahan tanah yang tepat, dan menjaga kebersihan lahan (<em>sanitasi</em>). Selain itu juga semprotkan insektisida curacron, lannet, atau prevaton. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada waktu malam hari.</p>
<h4 class="wp-block-heading" id="3-hama-penggerek-batang-ostrina-fumacalis">3. Hama Penggerek Batang (<em>Ostrina fumacalis</em>)</h4>
<p>Hama penggerek batang menyerang tanaman jagung manis pada semua fase pertumbuhan, baik fase <em>vegetatif </em>maupun<em> fase generatif.</em></p>
<p>Hama penggerek batang merupakan larva dari telur ngengat yang menetas, dan biasanya telurnya diletakan pada permukaan daun bagian bawah.</p>
<p>Kemudian setelah telur menetas, maka akan menyerang seluruh bagian tanaman. Dimana serangan tersbut mengakibatkan kerusakan pada bunga jantan, daun berlubang, dan batang berlubang.</p>
<p>Cara pengendalianya, yaitu lakukan rotasi tanam. Dapat juga memanfaatkan musuh alami seperti <em>bacillus thuringiensis</em>, predator <em>euborellia annulata</em>, dan <em>Trichogramma</em> spp.</p>
<p>Selain itu dapat menyemprotkan insektisida berbahan aktif&nbsp;<em>karbofuran, triazofos, diklhrofos,&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>monokrotofos.</em></p>
<h4 class="wp-block-heading" id="4-hama-lalat-bibit-atherigona-sp">4. Hama Lalat bibit (<em>Atherigona sp</em>.)</h4>
<p>Larva dari lalat bibit menyerang dari daun-daun atau pucuk-pucuk yang masih muda dengan cara mengigitnya, dan pada akhirnya tanaman akan mati.</p>
<p>Hama ini akan berkembang biak dengan pesat pada waktu musim hujan, sehingga tingkat serangan paling parah ketika musim hujan.</p>
<p>Tanaman yang terserang hama ini menjadi kuning, dan kerdil lalu akan mati. Cara pengendalian hama ini, yaitu menjaga kebersihan lahan (sanitasi),  dan melakukan rotasi tanam.</p>
<p>Selain itu dapat dilakukan perlakuan benih dengan cara mencampurkan benih dengan nematisida seperti&nbsp;<em>furadan, curater, petrofur,&nbsp;</em>atau&nbsp;<em>pentakur</em>. Setelah tanaman berumur 1 minggu semprotkan&nbsp;<em>curacron, regent,&nbsp;</em>atau<em>&nbsp;prevaton.</em></p>
<h4 class="wp-block-heading" id="5-hama-belalang-oxya-sp">5. Hama Belalang (<em>Oxya sp</em>.)</h4>
<p>Hama belalang menyerang tanaman jagung manis dengan cara memakan tanaman yang masih muda, bahkan dapat memakan daun hingga habis.</p>
<p>Hama belalang yang menyerang tanaman jagung manis ini banyak dijumpai pada dataran rendah, sawah, maupun lahan yang dekat dengan padang rumput yang cukup luas.</p>
<p>Cara pengendalian hama belalang tersebut, yaitu dapat mengaplikasikan biopestisida yang berbahan aktif&nbsp;<em>Metharizium anisopliae</em>. Selain itu dapat menggunakan&nbsp;<em>curacron, regent,prevaton, atau lannet.&nbsp;&nbsp;</em></p>
<h3 class="wp-block-heading" id="penyakit-jagung-manis">Penyakit Jagung Manis</h3>
<h4 class="wp-block-heading" id="1-penyakit-hawar-daun-helminthosporium-turcicum">1. Penyakit Hawar Daun (<em>Helminthosporium turcicum</em>)</h4>
<p>Penyakit hawar daun ditandai dengan munculnya bercak kecil berbentuk oval dengan warna hijau tua dan hijau kelabu.</p>
<p>Kemudian semakin lama bercak akan memanjang dengan warna coklat. Panjang bercak tersebut dapat mencapai 5-10 cm dan dengan lebar 1-2 cm.</p>
<p>Tanaman jagung manis yang terserang penyakit ini secara berat, maka akan tampak seperti terbakar kemudian mengering dan mati.</p>
<p>Cara pengendalian penyakit hawar daun, yaitu menggunakan benih yang tahan (resisten) terhadap hawar daun.</p>
<p>Mencabut dan memusnahkan seluruh bagian tanaman yang terserang hawar daun. Kemudian Semprotkan fungisida berbahan aktif&nbsp;<em>mankozeb</em>&nbsp;atau&nbsp;<em>dithiocarbamate</em>&nbsp;sesuai dosis yang dianjurkan.</p>
<h4 class="wp-block-heading" id="2-hawar-daun-helminthosporium-carbonun">2. Hawar daun (<em>Helminthosporium carbonun</em>)</h4>
<p>Serangan penyakit hawar daun (<em>H.carbonum</em>) dicirikan adanya bercak coklat muda atau coklat kekuningan, dan bersudut. Bercak tersebut akan ikut memanjang seiring tumbuh dan memanjangnya daun jagung manis. Panjang bercak dapat mencapai 2,5 cm dengan lebar antara 0,3-0,6 cm.</p>
<p>Serangan berat dapat menyebabkan jaringan tanaman mati kemudian pada akhirnya tanaman pun juga akan mati. Penyebab penyakit ini adalah cendawan&nbsp;<em>Dreschslera zeicola</em>.</p>
<p>Cara pengendalian penyakit hawar daun ini, yaitu dengan menyemprotkan fungisida atau dengan menggunkan tiram dan karboxin.</p>
<h4 class="wp-block-heading" id="3-penyakit-bulai-sclerospora-maydis">3. Penyakit Bulai (<em>Sclerospora maydis</em>)</h4>
<p>Serangan penyakit bulai pada jagung manis ini ditandai dengan daun yang terserang berwarna kuning keputih-putihan sejajar dengan urat daun dan kaku. Bahkan penyakit ini menyerang bagian tongkol jagung dan sepanjang musim tanam.</p>
<p>Cara pengendalian penyakit ini, yaitu dengan cara perlakuan benih dengan memberikan Ridomil 35 SD supaya tidak tumbuh jamur pada biji jagung.</p>
<p>Atau dapat menggunakan benih yang resisten terhadap penyakit bulai tersebut. Memusnahkan tanaman yang telah terinfeksi dengan cara mencabut dan membakarnya, dan lakukan rotasi tanam.</p>
<h4 class="wp-block-heading" id="4-busuk-batang">4. Busuk batang</h4>
<p>Penyakit busuk batang disebabkan oleh bakteri <em>Colletotricum graminearum, Cephalosporium maydi, Cephalosporium acremonium, diplodia maydis, gibberella zeae, Fussarium moniliformi, dan  Macrophomina phaseolina.</em></p>
<p>Penyakit busuk batang biasa menyerang apabila terjadi banjir ataupun melakukan penyiraman secara berlebihan. Penyakit ini apabila tidak segera ditangani maka akan menyebabkan tanaman menjadi mati.</p>
<p>Cara pengendalianya penyakit busuk batang, yaitu rotasi tanam (pergiliran tanaman), mengurangi penggunaan pupuk yang mengandung nitrogen. Selain itu, mengkondisikan drainase dengan baik dan menggunakan benih yang tahan (resisten) terhadap penyakit busuk batang.</p>
<p>Demikian artikel tentang, Hama dan Penyakit Jagung Manis Beserta Pengendalianya. Semoga dapat bermanfaat bagi anda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/hama-dan-penyakit-jagung-manis/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hama dan Penyakit Kacang Buncis Beserta Cara Pengendalianya Secara Tepat</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/hama-dan-penyakit-kacang-buncis</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/hama-dan-penyakit-kacang-buncis#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Feb 2022 03:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Buncis]]></category>
		<category><![CDATA[Hama]]></category>
		<category><![CDATA[Kacang Buncis]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=4081</guid>
					<description><![CDATA[Hama dan Penyakit Kacang Buncis Beserta Cara Pengendalianya &#8211; Budidaya kacang buncis merupakan salah satu usaha yang memiliki prospek yang menjanjikan, juga ada manfaat kacang buncis loh. Akan tetapi banyak petani kacang buncis yang merasa kawatir karena kehadiran hama dan penyakit yang biasa menyerang buncis. Kehadiran hama dan penyakit menjadi ancaman serius bagi petani kacang buncis. Apabila tidak ditangani [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Hama dan Penyakit Kacang Buncis Beserta Cara Pengendalianya</strong> &#8211; Budidaya kacang buncis merupakan salah satu usaha yang memiliki prospek yang menjanjikan, juga ada <a href="https://santuynesia.com/manfaat-kacang-buncis" target="_blank" data-type="post" data-id="4068" rel="noreferrer noopener nofollow">manfaat kacang buncis</a> loh.</p>
<p>Akan tetapi banyak petani kacang buncis yang merasa kawatir karena kehadiran hama dan penyakit yang biasa menyerang buncis.</p>
<p>Kehadiran hama dan penyakit menjadi ancaman serius bagi petani <a href="https://santuynesia.com/cara-panen-kacang-buncis-dan-pasca-panennya" data-type="post" data-id="4058" rel="nofollow noopener" target="_blank">kacang buncis</a>. Apabila tidak ditangani secara serius, maka akan menyebabkan petani mengalami penurunan hasil bahkan sampai kehilangan hasil.</p>
<p>Oleh karena itu, maka diperlukan pengetahuan yang lebih terkait hama dan penyakit buncis beserta cara pengendalianya. Pada kesempatan kali ini Santuynesia.com ingin berbagi informasi terkait Hama dan Penyakit Buncis Beserta Cara Pengendalianya Secara Tepat.</p>
<h2 class="wp-block-heading" id="hama-dan-penyakit-kacang-buncis">Hama dan Penyakit Kacang Buncis</h2>
<p>Dengan mengetahui hama dan penyakit buncis beserta cara pengendalianya diharapkan akan dapat menunjang keberhasilan anda didalam mengatasi hama dan penyakit tersebut.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="hama-kacang-buncis">Hama Kacang Buncis</h3>
<h4 class="wp-block-heading" id="1-kumbang-daun-epilachna-henosepilachna-signatipennis-boisduval-atau-epilachna-signatipennis-boisduval">1. Kumbang daun epilachna (<em>Henosepilachna signatipennis Boisduval</em> atau <em>Epilachna signatipennis Boisduval</em>)</h4>
<p>Hama kumbang daun ini memiliki ciri-ciri bentuk tubuh oval dengan warna merah atau coklat kekuningan. Panjang kumbang ini sekitar 6-8 mm, sedangkan telurnya berukuran sangat kecil dengan bentuk oval dan berwarna kuning.</p>
<p>Kumbang ini menyerang daun buncis dan menyebabkan daun berlubang-lubang. Pada tingkat serangan yang berat akan membuat daun hanya tinggal tulang daunya saja.</p>
<p>Selain itu, pertumbuhan tanaman akan menjadi terhamabat, sehingga tanaman buncis pun menjadi kerdil.</p>
<p>Cara pengendalian hama kumbang ini, yaitu bila sudah jelas terlihat adanya telur atau larva maupun kumbang tersebut maka dapat langsung anda bunuh secara menual.</p>
<p>Selain itu, juga dapat anda basmi menggunakan insektisida Lannate 25 WP, dengan konsentrasi 1,5-3 cc/L air atau 300-6001 larutan setiap hektarnya.</p>
<h4 class="wp-block-heading" id="2-lalat-kacang-agromyza-phaseoli-coquillett">2. Lalat Kacang (<em>Agromyza phaseoli Coquillett</em>)</h4>
<p>Hama lalat kacang memiliki ciri-ciri yang jantan panjangnya sekitar 1,9 mm, sedangkan lalat yang betina lebih besar yaitu 2,2 mm. Tubuhnya berwarna mengkilap, kecuali bagian sayap, antena, dan juga kakinya yaitu berwarna coklat.</p>
<p>Telur berukuran sangat kecil dan diletakkan pada bagian daun yang masih muda. Sedangkan larvanya berwarna putih krem dengan ujung kepala runcing dan menggerek daun.</p>
<p>Hama lalat kacang menyebabkan daun berlubang dari tepi menuju tulang daun atau tangkai. Pada bagian pangkal batang akan membengkok, tanaman menjadi layu, menguning, dan pada akhirnya mati.</p>
<p>Apabila tanaman tidak mati, maka tumbuhnya akan kerdil, sehingga produksinya menjadi sedikit.</p>
<p>Cara pengendalianya, yaitu cabut tanaman yang terserang secara berat dan musnahkan dengan cara dibakar.</p>
<p>Lakukan penyemprotan menggunakan insektisida sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Lakukan rotasi tanam dengan menanam tanaman yang bukan merupakan kacang-kacangan.</p>
<h4 class="wp-block-heading" id="3-ulat-jengkal-plusia-signata-fabricius-atau-phytometra-signata-fabricius-dan-plucia-chalcites-esper">3. Ulat jengkal (<em>Plusia signata Fabricius</em> atau <em>Phytometra signata Fabricius</em> dan <em>Plucia chalcites Esper</em>)</h4>
<p>Hama ulat jengkal memiliki ciri tubuh berwarna hijau dengan garis samping yang berwarna lebih muda,  dan memiliki panjang sekitar 2 cm.</p>
<p>Hama ulat ini menyerang daun muda maupun daun yang sudah tua. Daun yang terserang akan berlubang- lubang dan bahkan dapat habis tinggal menyisakan tulang daunya saja.</p>
<p>Hal tersebut mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat, sehingga tanaman pun kerdil. Baca <a href="https://santuynesia.com/morfologi-kacang-buncis" target="_blank" data-type="post" data-id="3631" rel="noreferrer noopener nofollow">klasifikasi dan morfologi kacang buncis</a>.</p>
<p>Cara pengendalianya, yaitu lakukan sanitasi lahan atau membersihkan tanaman pengganggu (gulma) di sekitar area tanaman. Dimana gulma merupakan tempat persembunyian ulat jengkal tersebut.</p>
<p>Kemudian dapat dikendalikan secara mekanis dengan membunuhnya menggunakan tangan. Selain itu gunakan juga insektisida hotathion 40Ec.</p>
<h4 class="wp-block-heading" id="4-kutu-daun-aphis-gossypii-glover">4. Kutu daun (<em>Aphis gossypii Glover</em>)</h4>
<p>Kutu daun merupakan hama yang menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan dalam tanaman.</p>
<p>Dimana hama ini memiliki ciri-ciri berwarna hijau tua sampai hitam ataupun kuning kecoklatan, dan menghasilkan embun madu, sehingga dikerumuni serangga seperti semut.</p>
<p>Hama kutu ini menyerang daun tanaman buncis dan mengakibatkan tanaman menjadi kerdil, batangnya berpilin, daun mengeriting, dan berwarna kuning. Gejala serangan kutu daun ini akan terlihat lebih jelas pada daun-daun yang masih muda.</p>
<p>Cara pengendalianya, yaitu dapat lakukan secara alami dengan menggunakan musuh alami seperti lalat, lembing, dan juga jeis&nbsp;<em>Coconellidae</em>. Selain itu juga dapat diatasi menggunakan insektisida Orthene 75 Sp.</p>
<h4 class="wp-block-heading" id="5-penggerek-daun-etiellza-zinckenella-treitschke">5. Penggerek daun (<em>Etiellza zinckenella Treitschke</em>)</h4>
<p>Hama penggerek daun ini menyerang polong buncis yang masih muda, sehingga mengakibatkan kerusakan.</p>
<p>Selain itu pada bagian biji buncis pun juga akan keropos. Akan tetapi serangan hama penggerek daun ini tidak sampai menyebabkan tanaman menjadi mati.</p>
<p>Cara pengendalianya, yaitu penanaman secara serentak dan lakukan sanitasi lahan supaya tidak ada tanaman inang di areal tanam budidaya buncis.</p>
<p>Selain itu, lakukan penyemprotan menggunakan TOP-BN (MOSA BN) dengan dosis 30 gr (1/3sachet) dicampur dengan air 14 liter.&nbsp; Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada waktu sore hari.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="penyakit-kacang-buncis">Penyakit Kacang Buncis</h3>
<h4 class="wp-block-heading" id="1-layu-fussarium-fussarium-oxysporum">1. Layu Fussarium (Fussarium oxysporum)</h4>
<p>Layu fusarium merupakan jenis penyakit tanaman yang disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum.</p>
<p>Dimana miseliumnya berupa benang berwarna putih dan cendawan ini hidup didalam tanah serta menyerang akar tanaman buncis.</p>
<p>Tanaman yang terserang penyakit layu ini dicirikan dengan menguningya tanaman, diikuti layu, dan kerdil. Sementara itu, apabila tanaman dipotong batangnya secara melintang akan terlihat warna coklat.</p>
<p>Bagi tanaman yang mampu bertahan akan menghasilkan buah yang jumlahnya sedikit dan kecil-kecil.</p>
<p>Cara pengendalianya, yaitu penggunaan benih yang tahan (resisten) terhadap penyakit tersebut. Musnahkan tanaman yang terserang penyakit tersebut dengancara dibakar.</p>
<p>Selain itu, lakukan penyiraman dengan ditambahkanya fungisida pada tanah bekas tanaman yang terserang.</p>
<h4 class="wp-block-heading" id="2-embun-tepung-erysiphe-polygoni-d-c">2. Embun Tepung ( <em>Erysiphe polygoni D.C</em>.)</h4>
<p>Emun tepung merupakan penyakit yang disebabkan oleh cendawan <em>Erysiphe polygoni. </em>Dimana penyakit ini disebarkan melalui spora dan menyerang saat kondisi udara panas.</p>
<p>Serangan cendawan ini dicirikan oleh timbulnya warna putih keabu-abuan (beludru) pada permukaan daun buncis. Sementara itu, pada bagian polong juga terdapat tepung akan tetapi berwarna coklat suram.</p>
<p>Cara pengendalianya, yaitu Potong dan musnahkan bagian tanaman yang terserang dengan cara dibakar. Salain itu, semprotkan fungisida Morestan 25WP, dengan konsentrasi 0,5-1 gram/ Liter air dan voleme larutan yaitu 1.000 L/ha.</p>
<h4 class="wp-block-heading" id="3-hawar-daun-xanthomonas-campestris">3. Hawar Daun (<em>Xanthomonas campestris</em>)</h4>
<p>Hawar daun merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri&nbsp;<em>Xanthomonas campestris.&nbsp;</em>Bakteri hawar daun masuk dan menyerang tanaman melalui luka akibat gigitan serangga, stomata, ataupun akar tanaman.</p>
<p>Serangan penyakit hawar daun dicirikan dengan adanya bercak coklat kekuningan pada bagian tepi daun yang kemudian meluas hingga tulang daun utama.</p>
<p>Daun pun layu, mengering, dan berwarna coklat kekuningan, serta pada akhirnya rontok.</p>
<p>Cara pengendalinya, yaitu memilih bibit yang bermutu baik, serta perlakuan benih. Dimana perlakuan benih dapat dilakukan dengan cara merendam benih dalam Sublimat dengan dosis 1gr/ Liter air selama kurang lebih 30 menit.</p>
<h4 class="wp-block-heading" id="4-busuk-lunak-erwinia-carotovora">4. Busuk Lunak (<em>Erwinia carotovora</em>)</h4>
<p>Busuk Lunak merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri <em>Erwinia carotovora.</em> Busuk lunak ini menyerang jika tanaman buncis terdapat luka.</p>
<p>Serangan penyakit ini dicirikan oleh adanya bercak kecoklatan dan berair pada bagian daun tanaman buncis.</p>
<p>Gejala ini akan menyebar dengan cepat ke seluruh tanaman , sehingga mengakibatkan menjadi lunak, berbau busuk, dan akhirnya roboh.</p>
<p>Cara pengendalianya, yaitu musnahkan tanaman yang terserang secaara berat dengan cara dibakar. Selain itu, kondisikan supaya tanah bekas tanaman yang sakit jangan sampai berserakan atau menyebar kemana-mana.</p>
<h4 class="wp-block-heading" id="5-penyakit-karat-uromyces-appendiculatus">5. Penyakit Karat (<em>Uromyces appendiculatus</em>)</h4>
<p>Penyakit karat pada tanaman buncis disebabkan oleh cendawan&nbsp;<em>Uromyces appendiculatus.&nbsp;</em>Dimana penyebaran penyakit ini melalui aliran air, hembusan angin, serangga, maupun terbawa dari bibit selama pengangkutan.</p>
<p>Serangan penyakit karat ini ditandai munculnya bintik-bintik berwarna coklat pada bagian daun sebelah atas maupun bawah. Selain itu juga disertai klorosis pada bagian atas maupun bawah daun.</p>
<p>Cara pengendalianya, yaitu dapat menanam varietas buncis yang tahan (resisten) terhadap penyakit karat, misalnya Manoa Wonder. Selain itu bagi tanaman yang terserang parah cabut dan musnahkan dengan cara dibakar.</p>
<p>Demikian artikel tentang, Hama dan Penyakit Buncis Beserta Cara Pengendalianya Secara Tepat. Semoga dapat bermanfaat bagi anda yang sedang mencari informasi terkait cara mengatasi hama dan penyakit tanaman buncis.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/hama-dan-penyakit-kacang-buncis/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Lada</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/penyakit-tanaman-lada</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/penyakit-tanaman-lada#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Nov 2021 23:55:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Hama]]></category>
		<category><![CDATA[Lada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yukuis.com/?p=229</guid>
					<description><![CDATA[Penyakit Tanaman Lada &#8211; Lada atau disebut juga dengan merica merupakan tanaman rempah yang biasa digunakan sebagai bumbu masak. Selain digunakan sebagai bumbu, lada juga biasa dimanfaatkan sebagai minyak asiri dan minyak wangi (parfum). Dimana parfum dari lada memiliki aroma yang wangi dan khas. Berbeda dengan tanaman kebun lainya, lada memiliki bentuk pohon semak memanjat, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Penyakit Tanaman Lada</strong> &#8211; Lada atau disebut juga dengan merica merupakan tanaman rempah yang biasa digunakan sebagai bumbu masak.</p>
<p>Selain digunakan sebagai bumbu, lada juga biasa dimanfaatkan sebagai minyak asiri dan minyak wangi (parfum). Dimana parfum dari lada memiliki aroma yang wangi dan khas.</p>
<p>Berbeda dengan tanaman kebun lainya, lada memiliki bentuk pohon semak memanjat, dan saat ini banyak dibudidayakan sebagai tanaman perdu.<ins></ins></p>
<p>Tanaman dengan nama latin&nbsp;<em>Piper nigrum L</em>. ini sudah dikenal lama oleh masyarakat Indonesia, sehingga memiliki sebutan yang berbeda-beda untuk setiap daerahnya.</p>
<p>Seperti halnya di (Ende) disebut mbako saah, (Mentawai) raro, (Batak, Aceh, Lampung, Buru, dan Nias) lada, dan (Sunda) merica.</p>
<p>Untuk mengenal lebih jelas tentang tanaman lada, maka berikut ini kami sajikan klasifikasi dari tanaman lada.</p>
<h5 class="wp-block-heading"><strong>Klasifiaksi tanaman lada :</strong></h5>
<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td>Divisi</td><td>Spermatophyta</td></tr><tr><td>Subdivisi</td><td>Angiospermae</td></tr><tr><td>Kelas</td><td>Dicotyledonae</td></tr><tr><td>Famili</td><td>Piperaceae</td></tr><tr><td>Genus</td><td>Piper</td></tr><tr><td>Spesies</td><td><em>Piper nigrum</em></td></tr></tbody></table><figcaption>Klasifikasi tanaman lada</figcaption></figure>
<p>Ada beberapa varietas unggul dari tanaman lada yang sering dibudidayakan oleh petani. Berikut ini adalah beberapa verietas unggul tersebut.<ins></ins></p>
<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td>Varietas</td><td>Daya Adaptasi</td><td>Kepekaan</td><td>Potensi Produksi</td></tr><tr><td>Kekurangan Air</td><td>Kelebihan Air</td><td>Penggerek Batang</td><td>Nematoda</td><td>Busuk Pangkal Batang</td></tr><tr><td>Petaling 1</td><td>Kurang</td><td>Sedang</td><td>Kurang peka</td><td>Peka</td><td>Sangat Peka</td><td>Tinggi</td></tr><tr><td>Petaling 2</td><td>Sedang</td><td>Sedang</td><td>Kurang peka</td><td>Kurang peka</td><td>Peka</td><td>Sedang</td></tr><tr><td>Natar 1</td><td>Sedang</td><td>Sedang</td><td>Kurang peka</td><td>Kurang Peka</td><td>Kurang Peka</td><td>Sedang</td></tr><tr><td>Natar 2</td><td>Sedang</td><td>Kurang</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Sedang</td></tr><tr><td>LDK</td><td>Kurang</td><td>–</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Sedang</td></tr><tr><td>Cunuk</td><td>–</td><td>–</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Sedang</td></tr><tr><td>Bengkayan</td><td>–</td><td>–</td><td>–</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Sedang</td></tr></tbody></table></figure>
<p>Untuk mendapatkan produktivitas yang baik tidak hanya tergantung dari varietas unggul yang digunakan. Akan tetapi perlu pemahaman terkait teknik budidaya tanaman lada secara tepat.</p>
<p>Dimana ada beberapa tahapan penting yang perlu diperhatikan saat proses budidaya tanaman lada.</p>
<p>Antara lain pemahaman syarat tumbuh tanaman lada, pembibitan, persiapan lahan, persiapan tiang panjatan, penanaman, dan <a href="https://santuynesia.com/cara-pemeliharaan-tanaman-lada" target="_blank" data-type="post" data-id="175" rel="noreferrer noopener nofollow">pemeliharaan tanaman lada</a>.</p>
<p>Saat melakukan budidaya tanaman lada, sering kali petani dihadapkan dengan serangan hama dan penyakit.</p>
<p>Hadirnya hama dan penyakit menjadi ancaman yang serius bagi petani. Pasalnya, serangan hama dan penyakit ini dapat menyebabkan kerugian bahkan kehilangan hasil dari budidaya tanaman lada.</p>
<p>Oleh karena itu, maka juga diperlukan cara pengendalian hama dan penyakit utama yang biasa menyerang tanaman lada.</p>
<p>Pada kesempatan kali ini kami ingin berbagi informasi terkait cara pengendalian hama dan penyakit tanaman lada.</p>
<p>Dengan ini, maka diharapkan petani dapat menangani hama dan penyakit secara tepat dan efektif agar kerugian dapat diminimalkan.</p>
<p>Berikut ini adalah pengenalan hama dan penyakit tanaman lada beserta cara pengendalianya.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Lada</h2>
<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Hama</strong></h3>
<p>Terdapat beberapa hama utama yang biasa menyerang pertanaman lada. Diantaranya Kumbang&nbsp;<em>Lophobaris piperis, Dasynus piperis,&nbsp;</em>dan<em>&nbsp;juga Disconocoris hewitti.</em></p>
<p>Berikut ini adalah uraian dari hama-hama tersebut beserta cara pengendalianya.</p>
<h4 class="wp-block-heading"><strong>a. Dasynus piperis</strong></h4>
<p>Jenis serangga&nbsp;<em>Dasynus piperis</em>&nbsp;menyerang tanaman lada dengan cara menghisap buah lada yang masih berumur 4,5 bulan atau lebih.</p>
<p>Oleh karena itu, hal tersebut mengakibatkan buah lada akan berjatuhan sebelum masak. Serangan serangga ini menyebabkan penurunan kualitas buah lada, oleh karena itu perlu adanya pengendalian yang tepat.</p>
<p>Secara umum pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif carbaryl 85 %.</p>
<h4 class="wp-block-heading"><strong>b. Kumbang&nbsp;<em>Lophobaris piperis</em></strong></h4>
<p>Terdapat beberapa ciri gejala yang ditimbulkan akibat serangan dari hama kumbang laphobaris piperis. Dimana infeksi pertama ditandai dengan perubahan warna kulit dibawah buku-buku ranting.</p>
<p>Apabila larva masuk ke dalam ranting, maka bubu-buku ranting akan mengalami kematian, baik itu ranting orthotropis maupun plagiotropis.</p>
<p>Kerusakan pada ranting-ranting yang produktif akan menyebabkan penurunan hasil panen. Sementara itu, untuk ciri infeksi berat akibat serangan hama tersebut, yaitu tanaman akan terlihat berantakan dan produktivitasnya menurun secara keseluruhan.</p>
<p>Cara pengendalian hama kumbang ini dapat dilakukan dengan cara melakukan pemangkasan dan pembakaran cabang atau ranting yang terinfeksi.</p>
<p>Selain itu, lakukan pembasmian sarang kumbang- kumbang yang berada di kebun lada tersebut.</p>
<p>Sementara untuk pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan mengaplikasikan insektisida sistemik. Dimana insektisida yang dapat digunakan adalah insektisida berbahan aktif&nbsp;<em>metomil</em>&nbsp;40 % dan&nbsp;<em>endosulfan</em>.</p>
<h4 class="wp-block-heading"><strong><em>c. Diconocoris hewetti</em></strong></h4>
<p>Diconocoris hewetti merupakan jenis hama yang merusak bunga tanaman lada. Karena bunga dirusak, maka akan mengakibatkan gagalnya pembuahan pada tanaman lada.</p>
<p>Cara pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara memotong dan memusnahkan bagian yang terserang dengan cara dibakar. Setelah itu, lakukan pemusnahan pada serangga dewasa dan juga telurnya.</p>
<p>Selain itu, pengendalian hama&nbsp;<em>diconocoris hewetti&nbsp;</em>dapat dilakukan menggunakan insektisida butiran sebanyak 30 g/ pohon dewasa.</p>
<p>Insektisida ini diberikan pada alur dangkal yang dibuat di luar tajuk tanaman. Sedangkan pemberian insektisida dilakukan pada saat musim hujan tiba.</p>
<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Penyakit</strong></h3>
<p>Beberapa penyakit utama pada <a href="https://santuynesia.com/cara-budidaya-lada" target="_blank" data-type="post" data-id="168" rel="noreferrer noopener nofollow">budidaya tanaman lada</a> yaitu busuk akar dan juga busuk batang.</p>
<p>Dimana serangan penyakit tersebut dapat mengakibatkan penurunan secara drastis terhadap produktivitas tanaman lada yang dibudidayakan.</p>
<p>Berikut ini adalah uraian dari kedua penyakit tersebut beserta cara pengendalianya.</p>
<h4 class="wp-block-heading"><strong>a. Busuk Pangkal Batang</strong></h4>
<p>Busuk pangkal batang merupakan penyakit yang disebabkan oleh cendawan&nbsp;<em><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Phytophthora_palmivora" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">Phytophthora palmivora</a></em>.</p>
<p>Tanaman lada yang terserang penyakit ini tampak terkulai, dimana kulit batang juga tampak berubah warna. Terdapat lingkaran berwarna coklat kelam dengan warna abu-abu pada bagian tengah.</p>
<p>Selain itu, daun bagian bawah akan terjatuh dengan ditandai dengan gejala layu dan daun menguning.</p>
<p>Pengendalian hama busuk pangkal batang pada tanaman lada dapat dilakukan dengan cara melakukan isolasi pada tanaman yang sudah terserang.</p>
<p>Isolasi dapat dilakukan dengan membentuk parit untuk memisahkan tanaman yang terserang penyakit tersebut dgn tanaman yang sehat.</p>
<p>Selain itu, pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan menggunakan fungisida berbahan aktif mankozeb dengan dosis 0,18- 0,24 %.</p>
<p>Penyemprotan insektisida ini dilakukan seminggu sekali dengan cara menyemprotkan ke batang pokok tanaman.</p>
<h4 class="wp-block-heading"><strong>b. Busuk Akar</strong></h4>
<p>Penyakit busuk akar disebabkan oleh beberapa cendawan parasit, seperti halnya&nbsp;<em>Fomes lignoses, Rhizoctonia solani,&nbsp;</em>dan<em>&nbsp;Ganoderma lucidum.</em></p>
<p>Beberapa gejala yang dialami berbeda-beda tergantung dari jenis patogen yang menyerangnya.</p>
<p>Akan tetapi, secara umum gejala yang ditimbulkan oleh cendawan&nbsp;<em>Fomes lignosus</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>Ganoderma lucidum</em>&nbsp;yaitu akar tampak berwarna putih.</p>
<p>Setelah tanaman tua, akar tersebut berubah menjadi merah tua atau merah tembaga.</p>
<p>Sementara itu, untuk ciri gejala yang ditimbulkan oleh cendawan Rhizoctonia solani yaitu berupa infeksi berwarna putih keabu-abuan.</p>
<p>Akan tetapi, lama-lama warna tersebut akan berubah menjadi coklat tua. Untuk cara pengendalian penyakit busuk akar ini sama dengan pengendalian penyakit busuk pangkal batang.</p>
<p>Demikian artikel tentang, cara pengendalian hama dan penyakit tanaman lada secara tepat. Semoga dapat menjadi referensi bagi Anda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/penyakit-tanaman-lada/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
