<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
<channel>
	<title>Cabai &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<atom:link href="https://www.santuynesia.com/blog/tag/cabai/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<description>Macul Ilmu</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Mar 2022 06:56:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
	<url>https://www.santuynesia.com/blog/santuyuploads/2021/09/santuynesia-favicon.png</url>
	<title>Cabai &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cara Membuat Benih Cabai Dengan Tepat</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/cara-membuat-benih-cabai</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/cara-membuat-benih-cabai#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2022 06:56:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Cabai]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=4628</guid>
					<description><![CDATA[Cara membuat benih cabai dengan tepat dapat anda lakukan sendiri dirumah tanpa harus membelinya. Bagi Anda yang ingin membuat benih cabai rawit, cabai merah dan lain-lain maka dapat anda simak artikel ini. Banyak dari kalangan ibu rumah tangga yang ingin menanam cabai dirumah, sehingga dapat mengurangi pengeluaran untuk belanja.  Pasalnya, harga cabai yang terbilang cukup [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Cara membuat benih cabai dengan tepat dapat anda lakukan sendiri dirumah tanpa harus membelinya. Bagi Anda yang ingin membuat benih cabai rawit, cabai merah dan lain-lain maka dapat anda simak artikel ini.</p>
<p>Banyak dari kalangan ibu rumah tangga yang ingin menanam cabai dirumah, sehingga dapat mengurangi pengeluaran untuk belanja. </p>
<p>Pasalnya, harga cabai yang terbilang cukup tinggi ini membuat masyarakat lebih mandiri dengan cara menanam cabai pada pot-pot yang diletakkan dipekarangan rumah.<ins></ins></p>
<p>Bagi Anda yang ingin menanam cabai dirumah tentu saja tidak membutuhkan benih dalam jumlah banyak.</p>
<p>Maka tak perlu mengeluarkan uang lebih untuk membeli benih yang jumlahnya banyak dan tidak akan terpakai semua.</p>
<p>Oleh karena itu, pada pertemuan kali ini Admin ingin berbagi informasi terkait, cara membuat benih cabai dengan tepat.</p>
<p>Pertama yang perlu Anda lakukan untuk mendapatkan benih yang baik, yaitu pastikan keseragaman jenis tanaman cabai yang akan digunakan sebagai benih.</p>
<p>Hal tersebut dapat Anda lakukan dengan cara mengamati bentuk buah, batang, daun, bunga, dan juga keseluruhan dari tanaman.</p>
<p>Benih cabai yang akan digunakan sebagai bibit harus diambil dari tanaman yang sehat dan tumbuh dengan baik, yaitu tinggi dan tidak keriting ataupun layu.</p>
<p>Selain itu, pastikan tanaman tidak terserang oleh hama maupun penyakit. Karena buah cabai yang terserang hama maupun penyakit dapat membawa virus yang akan membuat benih menjadi tidak bermutu.</p>
<p>Untuk umur tanaman yang akan diambil buahnya sebagai benih, sebaiknya jangan gunakan buah cabai dari tanaman yang masih muda.</p>
<p><a href="https://santuynesia.com/morfologi-tanaman-cabai" target="_blank" data-type="post" data-id="3599" rel="noreferrer noopener nofollow">Tanaman cabai</a> untuk bibit idealnya telah berumur 7-8 bulan karena akan dapat menghasilkan buah yang maksimal.</p>
<p>Selain itu, Anda harus memilih tanaman yang memililiki buah lebat supaya tanaman yang diturunkan akan memiliki sifat dominan lebat seperti induknya.</p>
<p>Dan yang terakhir pillih buah cabai yang sudah tua dengan ciri-ciri kulit luarnya telah berwarna merah mengkilap.</p>
<p>Setelah Anda mengetahui kriteria dari cabai yang baik untuk benih, maka selanjutnya yaitu cara membuat benih cabai dengan benar. Berikut ini adalah teknikmembuat benih cabai dengan benar :</p>
<h2 class="wp-block-heading">Cara Membuat Benih Cabai Dengan Tepat</h2>
<ol class="wp-block-list"><li>Sayat buah cabai dengan hati-hati supaya tidak merusak benih yang akan digunakan.</li><li>Ambil dan kumpulkan biji yang telah Anda sayat kemudian cuci bersih dari kotoran maupun daging yang menempel pada biji.</li><li>Rendam biji-biji yang telah anda cuci pada air bersih dan biarkan selama beberapa saat. Tambahkan 1 buah bawang putih yang telah dihancurkan kedalam air. Kemudian ambil dan gunakan biji yang tenggelam, serta buang biji yang terapung. Biji yang terapung memiliki persentase tumbuh yang rendah, sehingga tidak baik apabila digunakan untuk calon benih.</li><li>Langkah terahir, yaitu lakukan penjemuran biji-biji cabai yang telah Anda seleksi dibawah sinar matahari. Keringkan dengan cara diangin-anginkan. Pada proses pengeringan dapat anda lakukan menggunakan nampan. Setelah biji benar-benar kering, maka biji telah jadi benih dan siap untuk digunakan.</li></ol>
<p>Demikian artikel tentang, cara membuat benih cabai dengan tepat. Semoga dapat bermanfaat bagi Anda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/cara-membuat-benih-cabai/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Membuat Bibit Cabai Dengan Benar</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/cara-membuat-bibit-cabai</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/cara-membuat-bibit-cabai#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2022 03:59:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bibit Cabai]]></category>
		<category><![CDATA[Cabai]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=4616</guid>
					<description><![CDATA[Pada pertemuan kali ini santuynesia.com ingin berbagi informasi terkait Cara Membuat Bibit Cabai Dengan Benar, oleh karena itu mari simak artikel berikut. Cabai (Capsicum annum L.), merupakan salah satu bumbu dapur yang identik dengan rasa pedas dan banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Selain rasanya yang pedas cabai juga menyimpan berbagai manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada pertemuan kali ini santuynesia.com ingin berbagi informasi terkait Cara Membuat Bibit Cabai Dengan Benar, oleh karena itu mari simak artikel berikut.</p>
<p><strong>Cabai</strong> (<a href="https://santuynesia.com/morfologi-tanaman-cabai" target="_blank" data-type="post" data-id="3599" rel="noreferrer noopener nofollow"><em>Capsicum annum</em> L.</a>), merupakan salah satu bumbu dapur yang identik dengan rasa pedas dan banyak digemari oleh masyarakat Indonesia.</p>
<p>Selain rasanya yang pedas cabai juga menyimpan berbagai manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh kita.<ins></ins></p>
<p>Harga jual cabai yang begitu tinggi membuat sebagian ibu rumah tangga merasa keberatan untuk membelinya. Oleh karena itu, banyak masyarakat yang mencoba menanam sendiri cabai di pekarangan rumah atau pada pot-pot untuk konsumsi pribadi.</p>
<p>Sebelum masuk pada tahap perawatan, maka terlebih dahulu kita belajar pada tahap pembuatan bibit cabai.</p>
<p>Membuat bibit cabai merupakan hal yang cukup mudah bagi yang sudah terbiasa. Bagi Anda yang baru belajar jaganlah khawatir.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Cara Membuat Bibit Cabai</h2>
<ol class="wp-block-list"><li>Media yang digunakan, yaitu tanah dan pupuk kandang. Pupuk kandang dapat Anda gantikan pupuk urea dan KCL. Dengan perbandingan tanah 10, pupuk kandang 3 ( Urea 2 dan KCL 1).</li><li>Campur bahan media tersebut hingga merata dan saring menggunakan ayakan. Ayakan dapat menggunakan strimin yang ukuranya 0,5cm.</li><li>Masukan media pada pot-pot dengan cara ditaburkan menggunakan tangan, dan jangan dipadatkan karena dapat menghambat proses pertumbuhan benih.</li><li>Siapkan dan tata rapi pada wadah yang telah disediakan.</li><li>Setelah media siap, basahi media menggunakan air secara merata baru kemudian masukan benih pada pot bibit satu per satu. Jika bibit ingin Anda gunakan sendiri dapat ditambahkan 2 atau 3 benih dalam 1 pot.</li><li>Tutup benih dengan tipis-tipis menggunakan tanah lembut. Selanjutnya basahi menggunakan semprotan pengkabut manual supaya letak dari benih tidak berubah posisi karena penyemprotan.</li><li>Kondisikan supaya suhu tanah tetap lembab dengan cara menutup pot menggunakan plastik mulsa.</li><li>Anda dapat membuka plastik mulsa setelah satu minggu benih mulai ditaburkan ke dalam pot tersebut. Kemudian setelah benih tumbuh Anda perlu melakukan penyiraman setiap hari supaya benih tetap tumbuh dengan baik.</li><li>Tunggu sampai dengan 4 minggu baru benih dapat dipindah pada lahan atau media pot yang lebih besar.</li></ol>
<p>Demikian artikel tentang cara membuat bibit cabai dengan benar. Semoga dapat menjadi referensi bagi Anda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/cara-membuat-bibit-cabai/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Cabai (Capsicum annum L.)</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/morfologi-tanaman-cabai</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/morfologi-tanaman-cabai#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Dec 2021 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Cabai]]></category>
		<category><![CDATA[Klasifikasi Cabai]]></category>
		<category><![CDATA[Morfologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=3599</guid>
					<description><![CDATA[Morfologi Tanaman Cabai&#160;(Capsicum annum&#160;L&#160;.),&#160;merupakan tumbuhan dari ordo solanales dan dan famili solanaceae.&#160;Cabai merupakan buah yang memiliki rasa pedas dan begitu populer di kalangan masyarakat Asia Tenggara. Buah ini dapat digolongkan sebagai sayur maupun bumbu, tergantung ingin digunakan sebagai apa. Didaerah tropis cabai tumbuh sebagai tanaman tahunan, sedangkan didaerah subtropis cabai tergolong sebagai tanaman semusim. Tanaman [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Morfologi Tanaman <strong>Cabai&nbsp;</strong><em>(Capsicum annum&nbsp;</em>L&nbsp;<em>.),</em>&nbsp;merupakan tumbuhan dari ordo solanales dan dan famili solanaceae.&nbsp;Cabai merupakan buah yang memiliki rasa pedas dan begitu populer di kalangan masyarakat Asia Tenggara. Buah ini dapat digolongkan sebagai sayur maupun bumbu, tergantung ingin digunakan sebagai apa.</p>
<p>Didaerah tropis cabai tumbuh sebagai tanaman tahunan, sedangkan didaerah subtropis cabai tergolong sebagai tanaman semusim. Tanaman berbentuk perdu ini berasal dari Dunia Baru ( Meksiko dan amerika Tengah, serta wilayah Andes di Amerika Selatan). Pada waktu itu cabai digunakan masyarakat di sana sebagai bumbu masakan.</p>
<p><strong>Tanaman cabai</strong>&nbsp;menyebar ke Eropa melalui Spanyol dan disana dikenal sebagai&nbsp;<em>chili pepper</em>&nbsp;atau&nbsp;<em>guenea pepper.&nbsp;</em>Selanjutnya, cabai mulai dikenal oleh penduduk Eropa Tenggara (bagian Timur di Laut Tengah), sampai Portugal (bagian Barat di samudra Atlantik).<ins></ins></p>
<p><strong>Cabai</strong>&nbsp;mulai masuk ke India, China, Korea, Jepang, Filipina, Malaka, dan Indonesia dibawa oleh bangsa Spanyol dan Portugis. Bangsa tersebut mengenalkan cabai pada wilayah- wilayah yang mereka kunjungi melalui kontak perdagangan rempah- rempah.</p>
<p>Masuknya cabai di Indonesia dibawa oleh pelaut Portugis yang bernama Ferdinand&nbsp;Magelhaens yang sedang melakukan perjalanan pelayaran pada tahun&nbsp;(1480-1521). Dan pada tahun 1519&nbsp;Ferdinand&nbsp;Magelhaens mendarat di pulau Maluku.</p>
<p>Untuk lebih mengenal cabai, maka kita perlu tahu&nbsp;<strong>Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Cabai<em>&nbsp;(Capsicum annum&nbsp;</em>L<em>.)</em></strong><em>&nbsp;</em>Ada beberapa jenis cabai yang dikenal oleh masyarakat, seperti&nbsp;<em>Capsicum annuum</em>&nbsp;L. dan&nbsp;<em>C. frustescens</em>&nbsp;(cabai rawit).</p>
<p><strong>Cabe&nbsp;</strong><em>Capsicum annuum</em>&nbsp;L. adalah jenis cabe yang paling banyak dibudidayakan. Jenis ini memiliki rasa pedas dan ada juga yang tidak pedas, semua tergantung dari kultivarnya.<ins></ins></p>
<p>Sedangkan untuk spesies lain, seperti halnya&nbsp;<em>C. baccatum, C. chinense, dan C. pubescens.&nbsp;</em>Untuk jenis ini tersebar banyak di wilayah Amerika Selatan.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) Lengkap</h2>
<p>Di Indonesia cabai banyak di produksi baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Berikut ini adalah daerah- daerah yang dijadikan produksi cabai besar di Indonesia.</p>
<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td><strong>Provinsi</strong></td><td><strong>Kabupaten</strong></td></tr><tr><td>NAD</td><td>Aceh Timur, Aceh Utara, Bireun, Aceh Tengah, Aceh Jaya, Aceh Selatan, dan Aceh Besar.</td></tr><tr><td>Sumatra Utara</td><td>Karo, Deli Serdang, Tapanuli Selatan, Simalungun, Tapanuli Utara, dan Langkat Asahan.</td></tr><tr><td>Riau</td><td>Kapar, Rokan Hulu, Indragiri Hulu, Siak, Kuantan, Sangingi, dan Palelawan.</td></tr><tr><td>Jambi</td><td>Kerinci, Tanjung, Jabung Timur, Merangin, Muaro Jambi, dan Bungo.</td></tr><tr><td>Sumatra Selatan</td><td>Musi Banyuasin, Ogan Ulu Timur, Palembang, Muara Enim, Lahat, dan Ogan Ilir.</td></tr><tr><td>Sumatra Barat</td><td>Agam, Solok, dan Tanah Datar.</td></tr><tr><td>Sulawesi Selatan</td><td>Enrakang Wajo,Sidrap, Gowa, Lawu Utara, Jeneponto, Takalar, dan Maros.</td></tr><tr><td>Bengkulu</td><td>Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Mukomuko, Kaur, dan Kepahiang.</td></tr><tr><td>Lampung</td><td>Lampung Selatan, Tanggamus, Lampung Tengah, Lampung Barat, Lampung Utara, dan Pesawaran.</td></tr></tbody></table></figure>
<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td>Jawa Barat</td><td>Garut, Bandung, Tasik Malaya, Sukabumi, Cianjur, Cirebon, Majalengka, Sumedang, dan Ciamis.</td></tr><tr><td>Jawa Tengah</td><td>Brebes, Magelang, Temanggung, Rembang, Bloro, Demak, Banyumas, Wonosobo, dan Klaten.</td></tr><tr><td>DIY</td><td>Kulon Progo, Bantul, Sleman, dan Gunung Kidul.</td></tr><tr><td>Jawa Timur</td><td>Tuban, Malang, Banyuwangi, Kediri, Jember, Blitar, Nganjuk, Lumajang, dan Pamekasan.</td></tr><tr><td>Banten</td><td>Serang, Pandeglang, Lebak, Tangerang, dan Cilegon.</td></tr><tr><td>Bali</td><td>Tabanan, Bangli, Karangasem, Badung, dan Gianyar.</td></tr><tr><td>NTB</td><td>Lombok Timur, Lombok Tengah, Bima, Dompu, dan Sumbawa.</td></tr><tr><td>Kalimantan Barat</td><td>Pontianak, Sintang, Sambas, Kapuas Hulu, dan Bangkayang.</td></tr><tr><td>Kalimantan Selatan</td><td>Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut, dan Hulu Sungai Utara.</td></tr><tr><td>Kalimantan Timur</td><td>Kutai Kertanegara Berau, Kota Tarakan, Panajem Paser Utara, dan Kota Balik Papan.</td></tr></tbody></table></figure>
<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td>Sulawesi Utara</td><td>Bolaang Mongondo, Minahasa Selatan, Kepulauan Talaud, dan Minahasa Utara.</td></tr><tr><td>Gorontalo</td><td>Gorontalo, Bone Bolango, dan Kota Gorontalo Utara.</td></tr></tbody></table><figcaption><em>Sumber</em>&nbsp;: Direktorat Jendral Hortikultura Kementrian Pertanian (2013).</figcaption></figure>
<p>Berikut ini adalah&nbsp;<strong>Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Cabai<em>&nbsp;(Capsicum annum&nbsp;</em>L<em>.)</em></strong></p>
<h3 class="wp-block-heading">Klasifikasi Tanaman Cabai</h3>
<p>Devisi : Spermatofita</p>
<p>Subdivisi : Angiospermae</p>
<p>Kelas : Dikotiledon</p>
<p>Ordo : Solanales</p>
<p>Famili : Solanaceae</p>
<p>Genus :&nbsp;<em>Capsicum</em></p>
<p>Spesies :&nbsp;<em>Capsicum&nbsp;</em>sp<em>.</em></p>
<h3 class="wp-block-heading">Morfologi Tanaman Cabai</h3>
<p><strong><a href="/tag/morfologi" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Morfologi</a> tanaman cabai</strong>&nbsp;terdiri dari, morfologi daun, batang, akar, bunga, biji dan buah.&nbsp;Berikut ini adalah morfologi tanaman cabai :</p>
<h4 class="wp-block-heading">1.&nbsp;Morfologi daun&nbsp;</h4>
<p><strong>Cabai</strong>&nbsp;memiliki bentuk daun yang bermacam- macam sesuai dengan spesies dan varietasnya. Bentuk daun cabai ada yang lonjong, bulat, maupun lanset. Pada permukaan bagian atas daun, ada yang berwarna hijau muda, hijau tua, hijau kebiru-biruan, bahkan hijau hampir kehitam-hitaman.</p>
<p>Sedangkan pada permukaan bagian bawah daun memiliki warna hijau, hijau pucat, dan hijau muda. Permukaan daun cabai ada yang halus dan ada juga yang berkerut- kerut. Daun cabai memiliki ukuran panjang antara 3-11 cm dan lebar sekitar 1-5 cm.</p>
<h4 class="wp-block-heading">2. Morfologi batang</h4>
<p><strong>Batang</strong>&nbsp;adalah bagian utama tumbuhan yang ada di atas tanah dan mendukung bagian-bagian lain dari tumbuhan, yakni daun, bunga dan buah. Fungsi batang adalah sebagai lintasan air dan mineral dari akar menuju daun, dan lintasan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tumbuhan. Selain itu batang adalah bagian pembentuk dan penyangga daun.</p>
<p>Cabai merupakan tanaman perdu dengan batang tidak berkayu.&nbsp;<strong>Batang cabai</strong>&nbsp;akan tumbuh samapai ketinggian tertentu kemudian akan menghasilkan banyak cabang. Untuk cabai rawit dapat tumbuh dengan ketinggian maksimal 1 meter, sedangkan cabai merah besar dapat tumbuh mencapai 2 meter lebih. Batang cabai memililki warna bervariasi, mulai dari hijau, hijau muda, sampai hijau tua.</p>
<p>Sedangkan batang yang sudah tua memiliki warna coklat dan keras seperti kayu, karena pengerasan jaringan parekin.</p>
<h4 class="wp-block-heading">3. Morfologi akar</h4>
<p><strong>Akar</strong>&nbsp;adalah salah satu bagian tumbuhan dan tumbuhnya di dalam tanah . Fungsi utama akar, yaitu untuk menghisap air dan garam mineral dari dalam tanah. Selain itu akar juga berfungsi sebagai penyokong&nbsp;dan memperkokoh berdirinya tumbuhan di tempat hidupnya.</p>
<p><strong>Tanaman cabai</strong>&nbsp;memiliki perakaraan serabut dengan cabang akar yang banyak dan serabut pada permukaan. Biasanya pada akar terdapat bintil-bintil yang merupakan hasil simbiosis dengan beberapa mikroorganisme.</p>
<p>Akar tanaman cabai hanya mampu menembus tanah secara dangkal dengan kedalaman 20-40 cm. Meski tanaman cabai tidak memiliki akar tunggang, akan tetapi ada beberapa akar yang tumbuh ke arah bawah berfungsi sebagai akar tunggang semu.</p>
<h4 class="wp-block-heading">4. Morfologi bunga</h4>
<p><strong>Bunga</strong>&nbsp;pada tanaman<strong>&nbsp;cabai</strong>&nbsp;bervariasi dan memiliki bentuk yang sama, yaitu berbentuk bintang. Bunga biasanya tumbuh pada ketiak daun, dalam keadaan tunggal ataupun bergerombol dalam satu tandan. Dalam satu tandan biasanya hanya 2 atau 3 bunga.&nbsp;Panjang bunga kurang lebih 1-15 cm dan lebarnya 0,5 cm, serta panjang tangkainya sekitar 0,5 cm.</p>
<p>Bunga cabai merupakan bunga sempurna yang dapat menyerbuk sendiri. Pada umumnya bunga cabai terdiri dari 5-6 helai daun mahkota (<em>petal</em>) berwarna putih atau unggu. Pada satu bunga terdapat satu kepala putik atau (<em>stigma</em>) berbentuk bulat. Selain itu juga terdapat benang sari (filamen), dan masing-masing pada ujungnya terdapat satu&nbsp;<em>antera&nbsp;</em>berisi serbuk sari.</p>
<h4 class="wp-block-heading">5. Morfologi buah&nbsp;</h4>
<p><strong>Buah cabai</strong>&nbsp;memiliki bentuk yang bervariasi, ada yang bulat, dan bulat memanjang dengan ujung runcing. Selain itu, bentuk dalamnya berpolong dengan rongga diantara plasenta dan dinding buah. Pada buah yang masih muda memiliki warna putih kekuningan.&nbsp; Sedangkan buah yang sudah tua memiliki warna yang mencolok yaitu kuning atau merah yang licin dan mengkilap.</p>
<p>Warna buah tersebut juga tergantung dari varietasnya. Bagi buah yang masih muda tidak berasa pedas, dan ketika buah sudah tua memiliki rasa yang pedas dan menyengat. Panjang buah cabai berkisar 9-15cm dengan diameter 1-1,75 cm, dengan berat 7,5- 15 gram per buah. Buah mengantung pada tangkai buah yang berwarna hijau dengan panjang tangaki berkisar antara 3,5-4,5 cm yang keluar dari ketiak daun.</p>
<h4 class="wp-block-heading">6. Morfologi biji</h4>
<p><strong>Biji cabai</strong>&nbsp;memiliki ukuran kecil, berbentuk bulat dan pipih serta berwarna putih atau krem. Biji ini berjumlah banyak dan melekat pada plasenta berwarna putih. Biji cabai memiliki rasa yang pedas, dan biasanya rasa yang lebih pedas terdapat pada biji-biji cabai tipe liar.</p>
<p>Informasi mengenai klasifikasi tanaman cabai telah tersaji pada bacaan bagian atas. Sedangkan morfologi dari&nbsp;<strong>tanaman cabai</strong>&nbsp;terbagi menjadi enam. Antara lain morfologi daun, morfologi batang, morfologi akar, morfologi bunga, morfologi buah, dan morofologi biji.</p>
<p>Sekian artikel tentang&nbsp;<strong>Klasifikasi dan morfologi tanaman cabai (Capsicum annum L.)</strong>, semoga dapat menjadi referensi bagi anda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/morfologi-tanaman-cabai/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
