<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
<channel>
	<title>Budidaya &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<atom:link href="https://www.santuynesia.com/blog/tag/budidaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<description>Macul Ilmu</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Feb 2022 08:47:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
	<url>https://www.santuynesia.com/blog/santuyuploads/2021/09/santuynesia-favicon.png</url>
	<title>Budidaya &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cara Budidaya Jagung Manis Dengan Tepat Sesuai Dengan Tekniknya</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/cara-budidaya-jagung-manis</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/cara-budidaya-jagung-manis#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Feb 2022 00:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[Jagung]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=4095</guid>
					<description><![CDATA[Cara Budidaya Jagung Manis &#8211; Jagung merupakan salah satu makanan pokok yang memiliki potensi cukup tinggi untuk dibudidayakan, terutama yaitu jagung manis. Sebelumnya kita bahas klasifikasi dan morfologi jagung manis. Lain halnya dengan jagung biasa yang dipanen ketika sudah tua, jagung manis pada umumnya dipanen ketika bijinya masih muda. Dimana jagung manis biasa dijual dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Cara Budidaya Jagung Manis</strong> &#8211; Jagung merupakan salah satu makanan pokok yang memiliki potensi cukup tinggi untuk dibudidayakan, terutama yaitu jagung manis. Sebelumnya kita bahas <a href="https://santuynesia.com/morfologi-tanaman-jagung-manis" target="_blank" data-type="post" data-id="3994" rel="noreferrer noopener nofollow">klasifikasi dan morfologi jagung manis</a>.</p>
<p>Lain halnya dengan jagung biasa yang dipanen ketika sudah tua, jagung manis pada umumnya dipanen ketika bijinya masih muda.</p>
<p>Dimana jagung manis biasa dijual dalam bentuk jagung bakar, rebus, maupun dijadikan serut jagung. Oleh karena itu, jagung manis harus dipanen dalam keadaan muda.</p>
<p>Sementara itu, di Indonesia jagung manis pada awalnya dikenal sebagai produk impor dalam bentuk kemasan kaleng. Tanaman jagung manis mulai diusahakan secara komersil sejak tahun 1980.</p>
<p>Hingga saat ini, produksi jagung semakin meluas seiring berdirinya swalayan-swalayan yang menampung produksi tersebut.</p>
<p>Akan tetapi untuk mendapatkan produk jagung manis yang berkualitas dan mampu bersaing, maka diperlukan pengetahuan meliputi syarat tumbuh dan juga teknik budidayanya.</p>
<p>Dengan mengetahui hal tersebut maka diharapkan budidaya jagung manis yang dilakukan akan berhasil dan mendapatkan produk berkualitas. Sehingga secara tidak langsung hal tersebut akan dapat menaikan nilai jual jagung yang kita budidayakan.</p>
<p>Pada kali ini santuynesia.com ingin berbagi informasi terkait cara budidaya jagung manis dan tekniknya. Berikut ini adalah tahapan-tahapan dari budidaya jagung manis.</p>
<h2 class="wp-block-heading" id="cara-budidaya-jagung-manis-dengan-tepat-sesuai-dengan-tekniknya">Cara Budidaya Jagung Manis Dengan Tepat Sesuai Dengan Tekniknya</h2>
<h3 class="wp-block-heading" id="1-syarat-tumbuh">1. Syarat Tumbuh</h3>
<p>Sama halnya dengan tanaman lain bahwa langkah pertama dalam melakukan budidaya jagung manis, yaitu kita harus tahu syarat tumbuh dari tanaman tersebut. Dimana jagung manis akan berproduksi dengan baik apabila kondisi lingkungannya cocok dengan syarat tumbuhnya.</p>
<p>Tanaman jagung manis cocok dibudidayakan pada jenis tanah lempung berpasir, lempung berliat, ataupun tanah gambut. Selain itu juga dapat dibudidayakan pada jenis tanah banyak mengandung bahan organik.</p>
<p>Tanaman jagung agak toleran terhadap asam dan basa, dimana keasaman tanah yang idelal untuk budidaya jagung, yaitu pada pH 5-8. Akan tetapi pH optimum untuk budidaya tanaman jagung antara 6-7.</p>
<p>Budidaya Jagung manis menghendaki suplay air yang cukup selama musim tanam. Suplay air yang berlebihan sehingga membuat lahan dalam kondisi tergenang akan membawa dampak buruk terhadap pertumbuhan tanaman.</p>
<p>Cekaman air pada tanaman jagung manis dapat menyebabkan penyakit busuk tongkol, menghambat pertumbuhan tongkol, dan menurunkan tinggi tanaman.</p>
<p>Sementara itu, selain tanah hal yang perlu diperhatikan terkait syarat tumbuh tanaman jagung manis adalah iklim yang sesuai. Tanaman jagung manis dapat beradaptasi dengan baik pada daerah beriklim hangat, akan tetapi tidak sesuai pada iklim tropis basah.</p>
<p>Tanaman jagung manis sangat cocok apabila dibudidayakan pada kawasan yang memiliki ketinggian 0-900 mdpl. Ketinggian juga berpengaruh terhadap umur panen tanaman jagung manis. Dimana semakin tinggi tempatnya maka umur panenya pun akan semakin panjang.</p>
<p>Sebagai contoh tanaman jagung yang ditanaman pada lahan dengan ketinggian 10-30 mdpl memiliki umur panen sekitar 60-62 hari. Sedangkan jagung manis yang ditanam pada ketinggian 700-900 mdpl memiliki umur panen antara 75-90 hari.</p>
<p>Selain ketinggian, umur panen jagung manis juga dipengaruhi oleh suhu. Jagung manis dapat diusahakan pada kondisi lingkungan dengan suhu antara 16-35oC .</p>
<p>Akan tetapi, suhu udara yang optimum untuk pertumbuhan jagung manis, yaitu 21-30oC. Sedangkan suhu tanah yang optimum untuk perkecambahan biji antara 21-27oC.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="2-persiapan-benih">2. Persiapan Benih</h3>
<p>Seperti yang kita ketahui bahwa jagung manis merupakan jagung hibrida (antara jagung tipe flint dan tipe dent). Oleh karena itu biji dari pertanaman jagung manis tidak bisa digunakan sebagai benih untuk ditanam kembali.</p>
<p>Di Indonesia telah banyak hibrid jagung manis yang memiliki kualitas tinggi. Seperti halnya, Bonanza, Bright Jean, Honey Jean, Sugar 73, Sugar 75, Super Sweet, dan Sweet Boy 02.</p>
<p>Bentuk biji jagung manis berbeda dengan jagung biasa, dimana bijinya keriput dan memiliki berat lebih ringan dibanding jagung biasa.</p>
<p>Bibit hibrida secara umum dapat menghasilkan tanaman yang lebih kekar dan produksinya lebih tinggi jika dibandingkan benih yang konvensional. Sebelum ditanam benih dapat diberikan perlakuan fungisisda terlebih dahulu supaya resisten terhadap penyakit.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="3-persiapan-lahan">3. Persiapan Lahan</h3>
<p>Sebelum melakukan persiapan lahan untuk budidaya jagung pastikan bahwa lahan sebelumnya tidak ditanami tanaman dari famili yang sama yaitu Poaceae.</p>
<p>Untuk menjaga kemurnian benih yang dihasilkan maka hendaknya lahan harus bebas dari tanaman jagung varietas lain (diisolasi). Hal tersebut dikarenakan jagung memiliki presentase penyerbukan silang yang sangat tinggi.</p>
<p>Isolasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu isolasi waktu dan isolasi jarak. Dimana isolasi waktu dilakukan dengan membedakan waktu tanam jagung manis dengan varietas lain, paling tidak 30 hari.</p>
<p>Sedangkan isolasi jarak dapat dilakukan dengan cara memisakkan jagung manis dengan varietas lain paling tidak sejauh 400m.</p>
<p>Persiapan lahan diawali dengan membersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman dan juga gulma serta sampah-sampah seperti plastik. Baru kemudian tanah digemburkan dengan cara dicangkul sedalam 25-30 cm sambil dibuat bedengan.</p>
<p>Usahakan bedengan dibuat dengan arah utara-selatan supaya terkena sinar matahari secara merata.</p>
<p>Lebar bedengan, yaitu 1 m dengan tinggi 25-30 cm dan panjang menyesuaikan kondisi lahan. Buat jarak antar bedengan sekitar 30-50 cm, dan setiap bedengan terdiri dari 2 larik tanaman.</p>
<p>Jika tanah dalam kondisi asam maka perlu dilakukan pengapuran menggunakan dolomit untuk menaikan pH supaya optimum. Pengapuran dapat dilakukan setiap 4 tahun sekali dengan dosis yang tergantung dari keasaman tanah.</p>
<p>Akan tetapi secara umum dosis 1,5ton ha-1 sudah cukup untuk menaikan pH menjadi optimum dalam budidaya jagung manis.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="4-penanaman">4. Penanaman</h3>
<p>Penanaman jagung manis dapat dilakukan secara langsung pada lahan dengan cara ditugal sedalam 2½- 5cm. Pada setiap lubang ditanam 2-3 biji jagung manis kemudian ditutup kembali menggunakan tanah.</p>
<p>Jarak tanam jagung manis bervariasi tergantung dari kesuburan tanah. Akan tetapi pada umumnya jarak tanam jagung manis yang dianjurkan yaitu 25cm x 75cm. Selain itu tanam juga 5% dari benih yang ditanam untuk digunakan sebagai bibit cadangan dalam penyulaman.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="5-pemupukan">5. Pemupukan</h3>
<p>Pemberian pupuk kandang dilakukan bersamaan dengan pengolahan lahan, paling tidak 1 minggu sebelum tanam. Pupuk kandang yang diberikan dapat berupa kotoran unggas yang memiliki kandungan N cukup tinggi, ataupun rumansia.</p>
<p>Selain menyediakan bahan organik, pupuk kandang memiliki kemampuan yang baik didalam memperbaiki struktur tanah.</p>
<p>Jagung merupakan tanaman yang menghendaki pemupukan yang tinggi. Oleh karena itu pada jenis tanah-tanah berat dibutuhkan pupuk N sebanyak 110-120 kg ha-1.</p>
<p>Pupuk N ini diberikan secara bertahap supaya ketersediaan pupuk sepanjang pertumbuhan tetap terjamin.</p>
<p>Pada pemupukan awal saat tanam 1/3 bagian dan setelah tanaman berumur 4-5 minggu 2/3 bagian. Sementara itu, anjuran pemupukan untuk fospor adalah 45-112kg ha-1 dan kalium 60 kg ha-1.</p>
<p>Pupuk ini diberikan dalam alur antar barisan dengan kedalaman sekitar 5-10 cm supaya tidak mudah menguap. Selain itu jarak pemupukan sekitar 15 cm dari tanaman.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="6-pemeliharaan">6. Pemeliharaan</h3>
<p>Dalam melakukan budidaya jagung manis tindakan penyiangan perlu dilakukan dengan cara membersihkan gulma dan sisa-sisa tanaman yang menjadi inang dari patogen maupun penyakit.</p>
<p>Selain itu penyiraman juga perlu dilakukan apabila keadaan lahan kering. Akan tetapi jika kondisi lahan tergenang karena curah hujan yang tinggi, maka perlu diperbaiki supaya lahan tidak tergenang air.</p>
<p>Kemudian pembumbunan juga perlu dilakukan yaitu dengan cara menaikan tanah pada bagian perakaran dipangkal batang. Pembumbunan ini bertujuan untuk memperkokoh tumbuhnya batang tanaman jagung manis.</p>
<p>Demikian artikel tentang cara budidaya jagung manis dan tekniknya. Semoga dapat menjadi referensi bagi anda yang ingin melakukan budidaya jagung manis.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/cara-budidaya-jagung-manis/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Budidaya Lada Dengan Hasil yang Baik</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/cara-budidaya-lada</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/cara-budidaya-lada#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Nov 2021 17:01:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[Lada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yukuis.com/?p=168</guid>
					<description><![CDATA[Cara Budidaya Lada &#8211; Lada atau merica yang disebut dengan naman latin&#160;Piper Nigrum L. merupakan tanaman rempah-rempah berbentuk biji-bijian. Tanaman ini dapat digunakan sebagai bumbu masak dan juga dapat menghangatkan tubuh. Selain itu, lada juga sering dimanfaatkan sebagai minyak asiri dan minyak parfum. Dimana lada memiliki aroma yang khas, sehingga banyak disukai oleh orang. Berbeda [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Cara Budidaya Lada</strong> &#8211; Lada atau merica yang disebut dengan naman latin&nbsp;<em>Piper Nigrum L</em>. merupakan tanaman rempah-rempah berbentuk biji-bijian. Tanaman ini dapat digunakan sebagai bumbu masak dan juga dapat menghangatkan tubuh.</p>
<p>Selain itu, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Lada" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">lada</a> juga sering dimanfaatkan sebagai minyak asiri dan minyak parfum. Dimana lada memiliki aroma yang khas, sehingga banyak disukai oleh orang.</p>
<p>Berbeda dengan tanaman perkebunan yang lain, lada memiliki bentuk pohon semak yang memanjat dan juga dalam bentuk tanaman perdu.</p>
<p>Tanaman lada dikenal di Indonesia sudah sejak lama, oleh karena itu secara tidak langsung mempengaruhi pengenalanya. Tanaman lada disetiap daerah memiliki sebutan yang berbeda-beda.</p>
<p>Seperti di (Batak, Aceh, Lampung, Buru, dan Nias) disebut lada, (Flores) ngguru, (Bima) saga, dan (Sunda) merica dan pedas.</p>
<p>Sementara itu, untuk daerah penghasil lada, antara lain Bangka Belitung, Lampung, Bengkulu, Sumatra Selatan, Kalbar, Kaltim, dan Kalteng.<ins></ins></p>
<p>Untuk mengenal lebih jelas mengenai tanaman lada, maka perhatikan berikut ini adalah klasifikasi dari tanaman lada.</p>
<h5 class="wp-block-heading">Klasifiaksi Tanaman Lada:</h5>
<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td>Divisi</td><td>Spermatophyta</td></tr><tr><td>Subdivisi</td><td>Angiospermae</td></tr><tr><td>Kelas</td><td>Dicotyledonae</td></tr><tr><td>Famili</td><td>Piperaceae</td></tr><tr><td>Genus</td><td>Piper</td></tr><tr><td>Spesies</td><td><em>Piper nigrum</em></td></tr></tbody></table><figcaption>klasifikasi tanaman lada</figcaption></figure>
<p>Bagian-bagian tanaman lada terdiri dari akar, batang pokok dan cabang, daun, bunga, dan juga buah.</p>
<p>Dimana tanaman ini memiliki sistem perakaran tunggang. Akan tetapi, untuk akar tunggang jarang di temukan dalam tanaman ini karena sebagian besar lada diperbanyak melalui setek. Oleh karena itu, yang terdapat hanya akar lateral.</p>
<p>Tanaman lada memiliki satu batang pokok dengan dua macam&nbsp; cabang, yaitu cabang vertikal (orthotropis) dan horizontal (plagiotropis).</p>
<p>Kemudian lada memliki bentuk daun bulat telur dengan ujung meruncing tunggal serta bertangkai daun 2-5 cm dan membentuk aluran.</p>
<p>Bunga tanaman ini berbentuk malai dan agak menggelantung dengan panjang 5-25 cm. Selain itu, bunga&nbsp; tidak bercabang, berporos tunggal, dan terdapat bunga kecil dengan jumlah kisaran 150.</p>
<p>Buah lada memiliki bentuk bulat, tidak bertangkai, berbiji tunggal, dan berdaging. Buah ini berdiameter sekitar 4-6 mm dengan kulit buah berwarna hijau saat muda dan berubah merah setelah masak.</p>
<p>Sementara itu, untuk biji lada memiliki diameter yang kecil, rata-rata sekitar 3-4 mm dan embrionya sangat kecil. Biji tanaman ini dilapisi daging buah yang memiliki lendir.</p>
<p>Terdapat beberapa varietas unggul dari tanaman lada yang sering dibudidayakan. Berikut ini adalah beberapa verietas unggul tersebut.</p>
<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td>Varietas</td><td>Daya Adaptasi</td><td><strong>Kepekaan</strong></td><td>Potensi Produksi</td></tr><tr><td>Kekurangan Air</td><td>Kelebihan Air</td><td>Penggerek Batang</td><td>Nematoda</td><td>Busuk Pangkal Batang</td></tr><tr><td>Petaling 1</td><td>Kurang</td><td>Sedang</td><td>Kurang peka</td><td>Peka</td><td>Sangat Peka</td><td>Tinggi</td></tr><tr><td>Petaling 2</td><td>Sedang</td><td>Sedang</td><td>Kurang peka</td><td>Kurang peka</td><td>Peka</td><td>Sedang</td></tr><tr><td>Natar 1</td><td>Sedang</td><td>Sedang</td><td>Kurang peka</td><td>Kurang Peka</td><td>Kurang Peka</td><td>Sedang</td></tr><tr><td>Natar 2</td><td>Sedang</td><td>Kurang</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Sedang</td></tr><tr><td>LDK</td><td>Kurang</td><td>–</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Sedang</td></tr><tr><td>Cunuk</td><td>–</td><td>–</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Sedang</td></tr><tr><td>Bengkayan</td><td>–</td><td>–</td><td>–</td><td>Peka</td><td>Peka</td><td>Sedang</td></tr></tbody></table></figure>
<p>Selain penggunaan bibit unggul, untuk mendapatkan produktivitas yang tinggi maka diperlukan teknik budidaya yang baik.</p>
<p>Pada kesempatan kali ini kita ingin berbagi informasi terkait cara budidaya tanaman lada secara tepat. Dimana berdasarkan dari teknik budidayanya tanaman lada saat ini dikenal dengan lada tiang dan lada perdu.</p>
<p>Terdapat beberapa tahapan yang perlu diperhatikan dalam melakukan proses budidaya tanaman ini. Berikut ini adalah beberapa tahapan-tahapan tersebut.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Cara Budidaya Lada Dengan Hasil yang Baik</h2>
<h3 class="wp-block-heading">1. Syarat Tumbuh</h3>
<p>Secara umum tanaman lada dapat tumbuh dengan baik pada jenis tanah andosol, latosol, podsolik, dan granosol. Akan tetapi, tanaman ini juga menghendaki tanah yang subur dengan drainase yang baik.</p>
<p>Selain itu, produktivitas dari tanaman lada juga dipengaruhi oleh kedalaman air tanah. Dimana kedalaman tanah yang ideal tidak dapat ditentukan dengan mudah.</p>
<p>Akan tetapi, air tanah dengan kedalaman 0,5 cm dibawah permukaan tanah tidak ditolelir oleh tanaman ini.</p>
<p>Untuk mengantisipasi agar ketinggian air dapat diperdalam, maka sebaiknya tanaman lada ditanam pada bedengan dengan ketinggian minimal 15 cm. Selain itu, sekeliling kebun juga perlu dibuatkan selokan dengan kedalaman 50 cm.</p>
<p>Sementara itu, curah hujan yang dikehendaki oleh tanaman lada yaitu antara 2.000-3.000 mm/tahun atau rata-rata 2.300 mm/tahun.</p>
<p>Sedangkan suhu yang sesuai untuk budidaya tanaman lada sekitar 20-34<sup>o</sup>C. Suhu optimum kisaran 21-27<sup>o</sup>C dipagi hari, 26-32<sup>o</sup>C disiang hari, dan 24-30<sup>o</sup>C pada sore hari.</p>
<p>Untuk kelembaban udara yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman lada, yaitu antara 50-100%.</p>
<h3 class="wp-block-heading">2. Pembibitan</h3>
<p>Secara umum pembibitan tanaman lada dapat dilakukan secara vegetatif dan generatif. Akan tetapi sebagian besar pembibitan ini menggunakan cara vegetatif karena lebih praktis dan efisien.</p>
<p>Selain itu, bibit yang dihasilkan pun memiliki sifat yang sama dengan induknya.</p>
<p>Bibit tanaman yang dipilih harus memenuhi syarat. Diantaranya bibit harus diambil dari pohon induk yang sehat, kemurnian jenis terjamin, dan mempunyai ukuran optimum.</p>
<p>Bibit tanaman lada harus diambil dari pohon yang sudah berumur 2 tahun dan talah mengalami pemangkasan pertama dan kedua.</p>
<h4 class="wp-block-heading">A. <strong>Pembibitan Lada Panjat</strong></h4>
<p>Cara pembibitan lada dengan tiang panjat terdapat dua ukuran setek tujuh ruas dan satu ruas (berdaun satu). Dimana setek tujuh ruas ini adalah setek yang diambil dari pohon induk sebanyak tujuh ruas. Jenis setek tujuh ruas ini dapat secara langsung ditanam. Untuk pengambilan stek ini sebaiknya dilakukan menjelang waktu tanam. Berikut ini adalah cara-cara pengambilan setek tujuh ruas :</p>
<p>1). Pilih satu cabang orthotropis yang kuat dan sudah berumur 2 tahun atau lebih serta sudah dilakukan pemangkasan pertama dan kedua. Selain itu, batang tersebut harus mempunyai ruas minimum tujuh ruas.</p>
<p>2). Potong cabang tanaman hingga membentuk setek. Pemotongan ini dilakukan tanpa harus mengeluarkan tiang panjat.</p>
<p>3). Pada bagian ujungnya diipotong dan dibuang per cabang pada ruas 3-4.</p>
<p>4). Selanjutnya setek dipotong diruas pertama setelah 7-10 hari. Biasanya setalah 7 hari pucuk baru mulai tumbuh dan luka karena pemotongan sudah tertutup oleh kulit baru. Setelah dipotong, maka selanjutnya setek dapat dilepaskan dari tiang panjat.</p>
<p>Sementara itu, tanaman lada juga sangat mungkin disetek dengan satu buku yang masih berdaun dan berakar pelekat.</p>
<p>Hal tersebut disebabkan karena batang dan cabang tanaman yang buku-bukunya dilengkapi akar pelekat akan mudah berakar jika disetek.</p>
<p>Berikut ini adalah langkah-langkah dari setek satu buku (setek daun) :</p>
<p>1). Pertama adalah pengambilan bahan setek. Bahan setek berasal dari cabang sehat, dengan warna agak merah dan berstruktur cukup keras. Celupkan potongan bahan setek ke dalam air sebelum dicelupkan ke dalam hormon. Hormon yang dapat digunakan yaitu&nbsp;<em>Rootone</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>Rhizophon</em>.</p>
<p>2). Langkah selanjutnya yaitu penyemaian bahan setek. Setalah selesai dicelupkan dalam hormon, maka &nbsp;kemudian setek dapat disemai pada media semai. Median yang digunakan sebaiknya seimbang tidak banyak menggunakan pasir, agar air tidak mudah hilang.</p>
<p>3). Membuat naungan untuk setek. Persemaian tanaman perlu diberi naungan berupa atap atau daun-daunan untuk melindungi setek dari sengantan matahari secara langsung. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk naungan yaitu Gleichnia sp. (pakis pranjangan, paku payung, dan paku kurung).</p>
<p>4). Penanaman setek. Setek ditanam agak miring pada bedengan selebar 1 m. Untuk jarak tanam diatur sedekat mungkin dengan jarak 5 cm. Setek ditanam dalam dua larikan dengan daun yang saling berhadapan.</p>
<p>5). Langkah terakhir yaitu pemindahan bibit setek ke dalam polibag. Setek daun yang sudah memiliki akar yang banyak dapat dipindahkan ke dalam polibag. Media tanam yang dapat digunakan yaitu campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 7:3. Setelah itu, bibit setek sebaiknya disusun dengan rapi dan diberi tiang panjat sementara.</p>
<h4 class="wp-block-heading">B. Pembibitan Lada Perdu</h4>
<p>Jenis lada perdu berbeda dengan lada panjat, yaitu tidak membutuhkan tiang panjat, sehingga dapat mengurangi biaya produksi.</p>
<p>Penanaman lada&nbsp; jenis ini dapat menghasilkan populasi per satuan luas lebih banyak dan produksinya lebih awal.</p>
<p>Selain itu, dapat dilakukan secara tumpang sari atau tanaman sela dia antara tanaman kelapa atau lainya.</p>
<p>Pembibitan lada perdu secara setek dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu setek cabang bertapak dan setek cabang berbuah.</p>
<p>Setek cabang bertapak merupakan setek berdaun 3-4 helai yang disertai satu buku sulur panjat dan dibuat dari cabang primer.</p>
<p>Daun penumpu dan tunas tidur yang ada pada buku sulur panjat harus dipotong agar tidak terbentuk sulur panjat.</p>
<p>Setek ini termasuk kurang efisien karena cabang tersebut ada cabang sekunder dan tersier yang berpotensi sebagai bahan setek.</p>
<p>Akan tetapi, perlu kita ketahui bahwa perbanyakan dengan setek ini lebih mudah berhasil. Hal tersebut dikarenakan adanya satu sulur panjat di pangkal setek.</p>
<p>Dimana&nbsp; akar atau primordia akarnya sudah ada pada sulur panjat sebagai telapak.</p>
<p>Selanjutnya cara setek berikutnya yaitu setek cabang buah. Dimana setek ini diambil dari cabang primer, sekunder, dan juga tersier.</p>
<p>Cabang-cabang tersebut cenderung sulit berakar karena bagian buku tidak memiliki primordia akar. Setek cabang buah ini menyertakan 1-3 helai daun. Teknik yang digunakan untuk menyemai setek ini hampir sama dengan setek cabang bertelapak.</p>
<p>Agar pertumbuhan akar dan tunas dapat berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, maka dapat menmberikan zat pengatur tumbuh. Salah satunya dapat mencelupkan setek pada urine sapi yang mengandung auksin.</p>
<h3 class="wp-block-heading">3. Persiapan Lahan</h3>
<p>Tahapan awal sebelum dilakukan penanaman maka perlu dilakukan pengolahan lahan terlebih dahulu.</p>
<p>Pada lahan yang ditumbuhi alang-alang dan pepohonan kecil, kegiatan bukan hanya penebangan pohon saja, akan tetapi perlu membuang tunggulnya.</p>
<p>Akan tetapi jika kondisi lahan hanya ditumbuhi alang-alang, maka pembersihan dapat dilakukan secara manual ataupun menggunakan herbisida sistemik.</p>
<p>Setalah selesai pembersihan, selanjutnya diilanjutkan dengan pengolahan lahan menggunakan cangkul ataupun menggunakan traktor.</p>
<p>Untuk lahan yang vegetasinya alang-alang dapat diolah sebanyak dua kali dalam sebulan. Sedangkan untuk lahan yang vegetasinya hutan sekunder sebaiknya dilakukan pengolahan tiga kali dalam sebulan.</p>
<p>Setalah itu, tanah dibiarkan selama dua minggu dan selanjutnya digaru atau dibajak. Setalah di olah tanah diratakan dan dibuat petakan agar pengelolaan tanaman menjadi lebih mudah.</p>
<h3 class="wp-block-heading">4. Pembuatan Bedengan</h3>
<p>Setelah selesai pengolahan lahan, maka langkah selanjutnya yaitu pembuatan bedengan. Dimana bedengan ini hanya dibuat pada kondisi tanah yang datar dan mempunyai air yang dangkal.</p>
<p>Untuk kondisi tanah yang miring tidak perlu lagi dibuat bedengan karena sudah terbentuk berupa teras-teras.</p>
<p>Bedengan dibuat dengan jarak antar guludan 2 meter yang dipisahkan dengan saluran air atau parit dengan kedalaman 30 cm.</p>
<h3 class="wp-block-heading">5. Persiapan Tiang Panjatan</h3>
<p>Terdapat dua jenis tiang panjatan untuk tanaman lada, yaitu tiang panjatan hidup dan mati. Tiang panjat hidup yaitu berupa tanaman pohon seperti halnya lamtoro gung, dadap,&nbsp; kapok dan kalikiria. Penanaman tiang panjatan hidup sebelum dilakukan pengolahan tanah.</p>
<p>Tinggi setek yang ditanam kisaran 60-70 cm. Sedangkan letak tiang panjatan yaitu ditengah-tegah bedengan dan berdekatan dengan lubang tanam.</p>
<p>Keuntungan penggunaan tiang panjatan hidup adalah dapat meningkatkan kadar nitrogen dan daun-daun hasil pemangkasan dapat dimanfaatkan sebagai mulsa.</p>
<p>Kerugianya yaitu terjadi kompetisi antara tanaman utama (lada) dengan tiang panjatan hidup. Selain itu, tiang panjat hidup dapat juga&nbsp; menjadi inang hama dan penyakit.</p>
<p>Sementara itu, untuk jenis tiang panjatan mati yaitu berupa kayu apaun untuk panjatan kecuali bambu.</p>
<p>Beberapa jenis kayu mati yang dapat digunakan, antara lain kayu belam, belian, melangir, mendaru, dan juga kayu ulin.</p>
<p>Selain kayu, tiang panjatan juga dapat dibuat dari beton karena permukaan kasar, sehingga mudah ditempeli oleh akar lekat.</p>
<p>Keuntungan menggunakan tiang panjatan mati, yaitu panjatan dapat didirikan tepat waktu, ukuran dapat sama, dan tidak perlu pemangkasan.</p>
<p>Selain itu, tidak terjadi kompetisi, tahan hembusan angin, dan tidak menjadi inang untuk hama dan penyakit.</p>
<h3 class="wp-block-heading">6. Penanaman</h3>
<p>Sebelum dilakukan penanaman, maka sebaiknya sudah dipastikan bahwa bibit sudah disiapkan. Untuk bibit yang berupa setek panjang harusnya memiliki panjang minimal tujuh ruas.</p>
<p>Siapkan lubang tanaman ukuran 20cm x 20cm x 20cm dengan jarak tanam 2,5m x 2,5m jika menggunakan tiang panjatan mati.</p>
<p>Akan tetapi, jika menggunakan tiang panjatan hidup maka gunakan jarak tanam 2,75 m x 2,75 m.</p>
<p>Bibit setek panjang kemudian ditanam pada lubang hingga kedalaman empat ruas. Setek diletakkan dengan kemiringan 45<sup>O</sup>&nbsp;mengarah ke tiang panjat.</p>
<p>Lubang ditutup kembali menggunakan tanah yang halus dan agak ditekan agar bibit dapat berdiri kokoh. Selanjutnya sisa ruas setek dibagian luar diikatkan ke tiang panjat.</p>
<p>Sementara itu, untuk penanaman lada perdu secara umum memiliki tahapan yang sama dengan lada panjat.</p>
<p>Hanya saja perbedaanya terdapat pada jarak tanamanya. Dimana jarak tanaman untuk lada perdu, yaitu 1,5 m x 1 m. Penanaman bibit ini dapat dilakukan dengan pola monokultur maupun polikultur.</p>
<p>Lubang tanaman yang perlu disiapkan yaitu berukuran 60 cm x 60 cm x&nbsp; 60cm. Pengisian lubang tanam dilakukan hingga terbentuk guludan setinggi 15-20 cm.</p>
<p>Tambahkan tanaman pelindung, seperti pakis, alang-alang, resam, atau andam. Selain itu, tutup tanah disekitar bibit menggunakan mulsa plastik.</p>
<h3 class="wp-block-heading">7. Pemeliharaan Tanaman</h3>
<p>Sebagai upaya untuk mengoptimalkan kondisi lingkungan dan produksi serta menjaga kondisi lahan dan tanaman, maka perlu dilakukan pemeliharaan tanaman.</p>
<p>Pemeliharaan tanaman terbagi menjadi beberapa tahapan, antara lain penjagaan kondisi lahan, pengaturan pertumbuhan tanaman, pemangkasan, dan pemupukan.&nbsp;</p>
<p>Demikian artikel tentang <a href="https://santuynesia.com/cara-budidaya-lada" data-type="post" data-id="168" rel="nofollow noopener" target="_blank">cara budidaya lada</a> dengan hasil yang baik. Semoga dapat menjadi referensi bagi Anda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/cara-budidaya-lada/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Budidaya Vanili Secara Tepat dan Lengkap</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/cara-budidaya-vanili-secara-tepat-dan-lengkap</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/cara-budidaya-vanili-secara-tepat-dan-lengkap#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Nov 2021 18:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[Vanili]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yukuis.com/?p=162</guid>
					<description><![CDATA[Cara Budidaya Vanili &#8211; Vanili&#160;atau yang disebut dengan nama latin&#160;Vanilla planifolia Andrews&#160;merupakan tanaman yang berbuah yang memiliki aroma sangat harum. Oleh karena itu, tak heran jika buah ini dimanfaatkan sebagai penambah aroma untuk berbagai makanan. Vanili&#160;termasuk penyedap rasa dengan harga termahal di dunia, sehingga sering kali tanaman ini dijuluki sebagai emas hijau. Harganya yang mahal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Cara Budidaya Vanili</strong> &#8211; Vanili&nbsp;atau yang disebut dengan nama latin&nbsp;<em>Vanilla planifolia Andrews</em>&nbsp;merupakan tanaman yang berbuah yang memiliki aroma sangat harum.</p>
<p>Oleh karena itu, tak heran jika buah ini dimanfaatkan sebagai penambah aroma untuk berbagai makanan.</p>
<p><strong>Vanili</strong>&nbsp;termasuk penyedap rasa dengan harga termahal di dunia, sehingga sering kali tanaman ini dijuluki sebagai emas hijau.<ins></ins></p>
<p>Harganya yang mahal dari vanili cukup pantas karena budidaya dan proses pascapanen tanaman ini lebih rumit dibandingkan tanaman lainya.</p>
<p>Meskipun demikian, masih tetap saja banyak petani yang ingin membudidayakan tanaman tersebut.</p>
<p>Dalam proses <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Budi_daya" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">budidaya</a> vanili terdapat beberapa tahapan penting yang perlu diperhatikan untuk menunjang keberhasilan dalam budidaya.</p>
<p>Tahapan tersebut meliputi pemahaman syarat tumbuh, pembibitan dan varietas unggul, persiapan lahan, penanaman tanaman pelindung, penanaman, dan pemeliharaan tanaman.<ins></ins></p>
<p>Berikut ini adalah cara budidaya vanili secara lengkap dan tepat.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Cara Budidaya Vanili Secara Tepat dan Lengkap</h2>
<h3 class="wp-block-heading">1. Syarat Tumbuh</h3>
<p>Cara budidaya vanili sebaiknya dilakukan pada kondisi lahan yang datar, tidak tergenang air, dan juga tidak becek.</p>
<p>Tanaman ini cocok apabila ditanam pada jenis tanah bertekstur, lempung, berhumus, berpasir, dengan tingkat keasaman netral hingga agak masam.</p>
<p>Tanaman vanili juga&nbsp; dapat ditanam tumpang sari dengan kopi ataupun kelapa seperti yang dilakukan di Bali.</p>
<p>Sementara itu, tanaman vanili dapat tumbuh dengan baik pada daerah tropis di antara garis 20<sup>o</sup>LU dan 20<sup>o</sup>LS. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian 800-1.200 m dpl.</p>
<p>Sedangkan suhu yang ideal untuk tanaman ini adalah 20-38<sup>o&nbsp;</sup>C dan curah hujanya 500-3.000 mm/ tahun.</p>
<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Pembibitan dan Varietas Unggul</strong></h3>
<p>Secara umum perbanyakan tanaman vanili banyak dilakukan secara vegetatif melalui setek. Setek yang baik dihasilkan dari tanaman induk yang sehat, subur, berdaun lebar, ruas-ruas batang rapat dan lingkaran batang besar.</p>
<p>Selain itu, ciri setek yang baik juga didapatkan dari tanaman yang belum pernah berbunga dan berbuah.</p>
<p>Tanaman induk dibiarkan membentuk cabang dengan jumlah yang banyak melalui proses pemangkasan pucuk diawal musim hujan. Selain itu, buang semua&nbsp; bunga yang tumbuh.</p>
<p>Sementara itu, pengambilan setek ini sebaiknya dilakukan diawal musim hujan. Umumnya setek yang digunakan berukuran 1 m atau lebih dengan jumlah ruas sekitar 7-8 ruas.</p>
<p>Setek tanaman vanili dapat disemai dalam bak dengan media tanam berupa campuran pasir, pupuk kandang, dan tanah.</p>
<p>Selain itu, penyemaian tanaman dapat dilakukan dalam polibag. Supaya dapat menghemat bahan untuk bibit setek dapat dibuat dengan ukuran pendek, yaitu 2-3 ruas saja.</p>
<p>Untuk varietas unggul tanaman vanili yang memiliki nilai ekonomis terbagi menjadi tiga jenis, diantaranya sebagai berikut.</p>
<ul class="wp-block-list"><li><em>Vanila tahitensis</em>&nbsp;JW. Moore. Merupakan jenis terkeil dan banyak terdapat di Tahiti dan Karibia.</li><li><em>Vanila</em>&nbsp;<em>pompana</em>&nbsp;Schiede. Varietas ini banyak terdapat di Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.</li><li><em>Vanila planifolia&nbsp;</em>Andrews. Merupakan jenis vanili terbaik dan paling banyak ditanam di dunia.</li></ul>
<h3 class="wp-block-heading">3. Persiapan Lahan</h3>
<p>Pembukaan lahan untuk budidaya vanili sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Sebaiknya lahan yang akan digunakan untuk budidaya tanahnya belum pernah terinfeksi oleh penyakit, terutama jenis penyakit busuk batang.</p>
<p>Lahan dilakukan pencangkulan sampai kedalaman 20-30 cm dan biarkan terbuka, supaya terkena sinar matahari secara langsung. Hal tersebut bertujuan untuk menekan perkembangan cendawan patogenik.</p>
<p>Selain itu, buat saluran pembuangan dengan ukuran lebar 40 cm dan dalam 40 cm untuk menghindari terjadinya genangan air.</p>
<h3 class="wp-block-heading">4. Penanaman Tanaman Pelindung</h3>
<p>Penanaman tanaman pelindung dalam budidaya vanili sangat diperlukan. Terdapat beberapa persyaratan terkait pohon pelindung yang ditanam.</p>
<p>Diantaranya pertumbuhanya cepat, rimbun, tidak mempunyai sifat gugur daun saat musim kemarau, mudah dipangkas, dan daun berjatuhan cukup banyak.</p>
<p>Selain itu, tanaman tidak mudah terserang hama, dan bukan inang penyakit tanaman vanili.</p>
<p>Beberapa tanaman pelindung yang biasa digunakan untuk budidaya vanilia antara lain&nbsp;<em>lamtoro</em>,&nbsp;<em>Glyricidia maculata</em>, dan&nbsp;<em>dadap</em>.</p>
<p>Beberapa tanaman tersebut dapat bersimbiosis dengan bakteri nitrogen, sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah.</p>
<p>Selain itu, tanaman pelindung juga berfungsi untuk melindungi tanah dari bahaya erosi karena perakaranya cukup baik.</p>
<p>Ada beberapa tahapan untuk penanaman tanaman pelingdung, diantaranya sebagai berikut.</p>
<ul class="wp-block-list"><li>Lakukan pengolahan lahan sambil memberisihkan kotoran dan rumput, kemudian digemburkan menggunakan cangkul.</li><li>Buat bedengan dengan ukuran lebar 1,2 m dan panjang menyesuaikan lahan, serta arahkan bedengan ke utara-selatan. Tujuan diarahkanya ke utara-selatan yaitu agar tanaman dapat terkena sinar matahari secara cukup. Buat parit selebar 30 cm diantara dua bedengan untuk irigasi dan drainase.</li><li>Penanaman tanaman pelindung dilakukan ditengah bedengan dengan jarak tanam disesuaikan dengan jarak tanam vanili. Jarak tanam yang biasa digunakan yaitu 1,5m x 1,5m atau 1,5 x 1,25m. Sedangkan lubang tanam dibuat dengan ukuran 30 cm x (30 x 40 ) cm. Tanah galian perlu dicampur dengan pupuk kandang, kemudian dapat dikembalikan lagi setelah 15-30 hari bersamaan dengan penanaman.</li><li>Tanaman pelindung ditanam dengan stump. Dimana bagian pucuknya ditutup menggunakan pelepah pisang, atau lembaran plastik agar tidak kering. Setelah tiga bulan stump akan tumbuh.</li></ul>
<h3 class="wp-block-heading">5. Penanaman</h3>
<p>Setek panjang atau tujuh ruas yang akan ditanam sebaiknya diambil dari tanaman induk seminggu sebelum tanam.</p>
<p>Hal tersebut bertujuan agar luka bekas pangkasan sudah mengering. Lubang tanam sebaiknya digali dekat dengan tanaman penegak dengan kedalaman yang cukup untuk menampung 2-3 ruas pangkal bibit.</p>
<p>Tanah galian perlu dicampur dengan pupuk kandang yang sudah siap pakai (matang). Sebelum dilakukan penanaman tiga ruas bagian bawah setek dipangkas daunya.</p>
<p>Kemudian ruas tersebut dibenamkan kedalam tanah, sedangkan pada bagian ujungnya tidak dibenamkan dalam tanah agar tidak membusuk.</p>
<p>Untuk sisa setek bagian atas ditempelkan pada pohon penegak menggunakan tali rafia. Saat pengikatan ini, sebaiknya akar perekat harus menghadap ke pohon penegak agar dapat segera menempel pada kulit pohon penegak.</p>
<p>Penanaman setek vanili yang dilakukan pada musim hujan tidak perlu dilakukan penyiraman. Setelah itu, tanaman perlu dilakukan penyiraman.</p>
<p>Penyiraman ini bisa dilakukan menggunakan sprayer yang halus. Sebagai upaya dalam memudahkan budidaya sebaiknya pertumbuhan tanaman diatur dengan menjalarkanya serendah mungkin.</p>
<p>Dimana ketinggian yang ideal untuk penjalaran tanaman vanili yaitu 1,5-2 m yang disebut dengan ketinggian ekonomis. Jika dibiarkan tumbuh panjang tanaman vanili ini dapat mencapai 100 m.</p>
<p>Bibit vanili dalam polibag yang telah tumbuh sudah mencapai tujuh ruas bisa untuk ditanam bersama medianya ke lubang tanam.</p>
<p>Sedangkan untuk plastik polibag harus dilepaskan dengan hati-hati agar media tidak pecah, karena dapat mengganggu perakaran tanaman.</p>
<h3 class="wp-block-heading">6. Pemeliharaan</h3>
<p>Ada beberapa tahapan dalam pemeliharaan tanaman vanili. Diantaranya penyulaman, penyiangan, mengatur penjalaran, pemangkasan, serta pemupukan dan penggemburan tanah.</p>
<p>Demikian artikel tentang cara budidaya vanili yang tepat, oiya baca juga <a href="https://santuynesia.com/klasifikasi-dan-morfologi-vanili" target="_blank" data-type="post" data-id="156" rel="noreferrer noopener nofollow">morofologi vanili</a>. Semoga dapat menjadi referensi bagi Anda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/cara-budidaya-vanili-secara-tepat-dan-lengkap/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
