<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
<channel>
	<title>Bawang Putih &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<atom:link href="https://www.santuynesia.com/blog/tag/bawang-putih/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<description>Macul Ilmu</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Feb 2022 01:24:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
	<url>https://www.santuynesia.com/blog/santuyuploads/2021/09/santuynesia-favicon.png</url>
	<title>Bawang Putih &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta Cara Pengendalianya</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/hama-dan-penyakit-bawang-putih</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/hama-dan-penyakit-bawang-putih#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Feb 2022 00:39:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Hama Bawang Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Hama dan Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Bawang Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=4075</guid>
					<description><![CDATA[Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta Cara Pengendalianya &#8211; Bawang putih merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki banyak manfaat. Maka tak heran apabila kebutuhan bawang putih terus mengalami peningkatan yang segnifikan. Peningkatan tersebut membuat budidaya bawang putih menjadi suatu peluang usaha yang memiliki prospek yang bagus dan menjanjikan. Akan tetapi, setiap budidaya pasti ada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta Cara Pengendalianya</strong> &#8211; Bawang putih merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki banyak manfaat. Maka tak heran apabila kebutuhan bawang putih terus mengalami peningkatan yang segnifikan.</p>
<p>Peningkatan tersebut membuat budidaya bawang putih menjadi suatu peluang usaha yang memiliki prospek yang bagus dan menjanjikan. Akan tetapi, setiap budidaya pasti ada kendala yang harus dihadapi oleh petani, salah satunya yaitu hama dan penyakit.</p>
<p>Kehadiran hama dalam budidaya bawang putih menjadi ancaman yang serius bagi petani. Banyak petani <a href="https://santuynesia.com/klasifikasi-dan-morfologi-bawang-putih" target="_blank" data-type="post" data-id="311" rel="noreferrer noopener nofollow">bawang putih</a> yang hasil panenya berkurang, dan bahkan kehilangan hasil karena disebabkan oleh hama dan penyakit.</p>
<p>Oleh karena itu, petani harus banyak belajar terkait cara mengatasi hama dan penyakit pada budidaya bawang putih. Hal tersebut dimaksudkan supaya petani tidak kehilangan hasil panenya karena hadirnya hama dan penyakit yang mengganggu tanaman.</p>
<p>Pada pertemuan kali ini Santuynesia.com ingin berbagi informasi terkait Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta Cara Pengendalianya.</p>
<h2 class="wp-block-heading" id="inilah-hama-bawang-putih-beserta-cara-pengendalianya">Inilah Hama Bawang Putih Beserta Cara Pengendalianya</h2>
<h3 class="wp-block-heading" id="1-nematoda-akar-ditylenchus-dipsaci-khun">1. Nematoda akar (<em>Ditylenchus dipsaci </em>Khun)</h3>
<p>Hama nematoda akar menyerang pangkal titik tumbuh dan umbi tanaman bawang. Sehingga, mengakibatkan umbi mejadi lunak, pangkal titik tumbuh membengkak dan ujung akar mengering serta keriting.</p>
<p>Akibat dari kerusakan akar ini membuat tanaman tidak bisa menyerap unsur hara dari dalam tanah. Hal tersebut mengakibatkan tanaman bawang yang terserang nematoda akan tumbuh kerdil.</p>
<p>Selain itu pangakal titik akan tumbuh membesar, daun menggulung, berlipat, kemudian menguning dan pada akhirnya &nbsp;mati.</p>
<p>Pengendalianya dengan cara melakukan rotasi tanam, sanitasi lahan dengan cara memusnahkan tanaman yang terserang, pengolahan lahan secara tepat. Selain itu dapat menggunakan pestisida, seperti Nemagon 5G, Furadan 3G, Temik, dan lain-lain.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="2-ulat-daun-spodoptera-litura-fabricius">2. Ulat daun (<em>Spodoptera litura</em> Fabricius)</h3>
<p><em>Ulat daun</em> merupakan jenis hama yang memiliki ciri khas pada coraknya. Yaitu, pada perut ke empat dan ke sepuluh berbentuk seperti bulan sabit berwarna hitam dan dibatasi oleh warna kuning pada samping dan punggungnya.</p>
<p><em>Ulat daun</em> adalah hama yang menyerang seluruh jaringan daun bawang putih. Serangan ulat daun pada umumnya terjadi pada daun-daun yang masih muda. Gejala yang tampak oleh serangan ulat daun, yaitu terdapat luka pada daun karena bekas gigitan dibagian tepi dan ujung daun.</p>
<p>Gigitan tersebut berwarna putih, sehingga tampak bercak-bercak berwarna putih. Ulat daun mulai beraktivitas dan menyerang tanaman pada waktu malam hari, sedangkan pada siang hari bersembunyi pada tempat- tempat yang lembab.</p>
<p>Cara pengendalian ulat daun dapat dilakukan dengan memotong dan memusnahkan daun yang terserang maupun daun yang digunakan sebagai sarang telur.</p>
<p>Selain itu gunakan pestisida, seperti Ekalux 25 EC, Atabron, Diazinon 60 EC, atau Hostathion 40 EC.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="3-ulat-grayak-spodoptera-exigua-hubner">3. Ulat grayak (<em>Spodoptera exigua</em> Hubner)</h3>
<p><em>Spodoptera exigua </em>merupakan jenis hama yang memiliki beberapa variasi warna, antara lain hijau, coklat muda dan hitam kecoklatan. Hama tanaman bawang yang satu ini memiliki ukuran tubuh sekitar 2,5 cm.</p>
<p>Imago sering meletakkan telurnya pada permukaan daun bawang, dan telur tersebut berbentuk oval.</p>
<p>Tanaman yang terserang ulat ini memiliki ciri daun tampak terkulai layu dan berwarna putih transparan. Hal tersebut dikarenakan ulat ini memakan bagian dalam daun yang lunak dan menyisakan lapisan epidermisnya saja, sehingga daun tampak tipis.</p>
<p>Selain menyerang bawang putih<strong>, </strong>hama <em>Spodoptera exigua </em>juga dapat menyerang bawang merah, kucai, cabai, dan kacang-kacangan, seperti kacang tanah dan kedelai.</p>
<p>Cara pengendalian hama ini, yaitu mengambil daun yang terserang dan juga daun yang terdapat telur dari hama ini, kemudian musnahkan dengan cara dibakar.</p>
<p>Kemudian lakukan rotasi tanam dengan tanaman yang tidak diserang oleh hama ini, sanitasi lahan dan atur jarak tanam supaya jangan terlalu dekat.</p>
<p>Gunakan insektisida seperti regent, larvin, prevathon, curacron, pegasus, raydent, metindo dan sebagainya. Pastikan dosis penggunaan secara tepat, dan lakukan penyemprotan pada waktu yang tepat.</p>
<p>Seperti yang kita tahu bahwa hama ini aktif di malam hari, maka lakukan penyemprotan pada waktu sore menjelang malam.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="4-kutu-bawang-thrips-tabaci-lindeman">4. Kutu bawang (<em>Thrips tabaci</em> Lindeman)</h3>
<p>Kutu bawang (<em>trips tabaci</em> Lindeman) merupakan jenis hama yang memiliki ukuran sangat kecil, sehingga susah untuk dilihat secara kasat mata. Apabila telah dewasa hama ini berukuran lebih dari 1 mm, dan berwarna kuning pucat, coklat , atau hitam.</p>
<p>Semakin rendah suhu pada suatu lingkungan akan membuat hama ini berwarna semakin gelap. Hama trips jantang tidak memiliki sayap, sedangkan yang betina memiliki dua buah sayap halus dan berumbai.</p>
<p>Hama trips menyerang bawang putih baik masih dalam bentuk larva maupun dewasa. Hama ini menyerang tanaman bawang merah dengan cara menghisap bagian cairan daun dan juga bagian lain dari tanaman tersebut.</p>
<p>Tanaman bawang putih yang terserang hama ini, yaitu daunnya menjadi kuning, berkerut atau keriting, dan pada akhirnya akan layu. Tanaman bawang putih yang terserang umbinya akan kecil dan kualitasnya rendah.</p>
<p>Cara pengendalianya, yaitu dapat menggunakan insektisida sitemik yang bekerja dari dalam tanaman dan meracuni serangga yang menghisap cairan tanaman. Bahan aktif yang dipakai untuk membasmi hama trips adalah imadikoplorid.</p>
<p>Contoh insektisida sistemik, antara lain besvidor, interprid, dan confidor. Sebaiknya diaplikasikan pada sore hari dengan interval penggunaan 7 sampai 10 hari sekali.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="5-ulat-tanah-agotis-ipsilon">5. Ulat tanah (<em>Agotis Ipsilon</em>)</h3>
<p>Ulat tanah (<em>Agotis Ipsilon</em>), masih termasuk ordo dari Lepidoptera dan family Noctidae. Ulat tanah ini tersebar banyak di Indonesia dan menyerang semua jenis tanaman Polifag.</p>
<p>Ulat tanah memiliki warna coklat tua sampai kehitaman pada bagian punggungnya, dan pada bagian perut berwarna lebih muda. Selain itu juga terdapat garis hitam dan tonjolan yang lebih muda pada bagian punggung ulat tersebut.</p>
<p>Ulat tanah memiliki ukuran panjang sekitar 3,5 cm dan aktif pada waktu malam hari sedangkan waktu siang bersembunyi didalam tanah.</p>
<p>Ulat ini menyerang tanaman dengan cara memotong bagian pangkal tanaman, dan keberadaanya tidak jauh dai tanaman yang terserang. Biasanya apabila tanah di sekitar tanaman dikorek-korek, maka akan ditemukan larva tersebut.</p>
<p>Yang menjadi tanaman inang ulat tanah ialah tanaman muda, seperti halnya jagung, cabai, dan tomat.</p>
<p>Cara pengendalian ulat tanah, yaitu dengan cara mencari larva tersebut dan memusnahkanya, lakukan rotasi tanam. Selain itu, ketika buka lahan bersihkan sisa tanaman dan genangi air.</p>
<p>Anda juga bisa menyemprotkan insektisida yang berbahan aktif Klorfirifos, spinetoram, dan &nbsp;karbofuran.</p>
<h2 class="wp-block-heading" id="penyakit-bawang-putih-beserta-cara-pengendalianya">Penyakit Bawang Putih Beserta Cara Pengendalianya</h2>
<h3 class="wp-block-heading" id="1-busuk-fussarium-fussarium-oxysporum-schlect">1 . Busuk Fussarium (<em>Fussarium oxysporum</em> Schlect)</h3>
<p>Layu fussarium merupakan penyakit yang disebabkan oleh cendawan <em>fussarium oxyporum</em>. Cendawan ini menginfeksi tanaman bawang putih melalui luka-luka yang terjadi pada tanaman.</p>
<p>Luka tersebut terdapat sepertihalnya pada akar karena pendangiran yang kurang berhati-hati, luka karena hama, pemangkasan, dan lain-lain.</p>
<p>Penyakit ini juga dapat menyerang umbi bawang putih setelah panen atau pada waktu penyimpanan. Dimana serangan tersebut dicirakan dengan permukaan pada bagian yang terserang tampak basah, kemudian umbi akan menjadi lunak dan pada akhirnya berwarna coklat membusuk.</p>
<p>Serangan yang terjadi pada umbi ini biasanya disebabkan karena penanganan panen dan pasca panen yang kurang baik.</p>
<p>Pada tanaman yang dibudidayakan serangan penyakit ini dicirikan dengan daun-daun yang mulai layu dari ujung berwarna kuning dan melengkung . Selain itu, tanaman terlihat terkulai seperti akan roboh dan jika dibongkar pada umbi maka akan tampak koloni jamur berwarna putih.</p>
<p>Jika penyakit ini bersumber dari benih yang digunakan, maka akan nampak pada tanaman setelah berumur 10 hari setelah tanam. Sedangkan apabila penyakit ini ditularkan dari tanah, maka akan terlihat setelah tanaman berumur 3 minggu setelah tanam.</p>
<p>Cara pengendalianya, yaitu cabut dan musnahkan tanaman yang terserang, gunakan mulsa plastik dan lakukan pendangiran dengan hati-hati. Lakukan rotasi tanam yang bukan merupakan tanaman inang, lakukan sanitasi lahan, dan &nbsp;kondisikan draenase sebaik mungkin.</p>
<p>Selain itu lakukan perlakuan benih dengan cara menaburkan fungisida pada benih ketika 3 hari sebelum dilakukan penanaman dengan dosis yang tepat. Sedangkan pada lahan yang endemis fussarium berikan fungisida pada lahan setelah dilakukan pengolahan lahan.</p>
<p>Gunakan pupuk yang mengandung agen hayati&nbsp;<em>Trichoderma</em>&nbsp;sp atau trichocompos serta&nbsp;<em>Gliocladium</em>&nbsp;sp yang ditaburkan pada bedengan sebelum tanam.Untuk memberantas penyakit ini dapat menggunakan fungisida misalnva Benlate, Difolatan 4 F, atau Manzate D.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="2-bercak-ungu-alternaria-porri">2. Bercak Ungu (<em>Alternaria porri</em>)</h3>
<p>Bercak ungu merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur <em>Alternaria porri. </em>Dimana penyakit ini  juga merupakan salah satu jenis penyakit tanaman yang telah tersebar diseluruh dunia.  Penyakit bercak ungu banyak menyerang tanaman yang telah memasuki fase pembentukan umbi.</p>
<p>Akan tetapi, penyakit ini juga menyerang tanaman yang masih muda apabila cuaca mendukung yaitu pada waktu musim hujan. Gejala awal penyakit bercak ungu yaitu munculnya bercak putih yang kemudian membesar dan tampak bercincin serta warnaya menjadi ungu.</p>
<p>Sedangkan pada bagian tengah terdapat bintik berwarna hitam yang dikelilingi warna kuning yang dapat meluas.</p>
<p>Pada cuaca yang lembab bercak ini tertutup oleh jamur yang berwarna coklat tua kehitam. Dan pada serangan yang parah akan menyebabkan daun dan batang semu menjadi kering.</p>
<p>Adapun peyebaran penyakit ini melalui hembusan angin, tanah, air, maupun dari alat pertanian yang terkontaminasi oleh spora jamur.</p>
<p>Cara pengendalian yaitu memangkas bagian tanaman yang terserang penyakit bercak ungu kemudian memusnahkanya. Lakukan rotasi tanam yang bukan merupakan tanaman inang, lakukan sanitasi lahan, dan&nbsp; kondisikan draenase sebaik mungkin.</p>
<p>Selain itu penyakit ini dapat juga anda berantas menggunakan fungsida, misalnya Daconil, Defolatan 4F, Dithane M-45.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="3-embun-bulu-embun-tepung-perenospora-destructor">3. Embun bulu /Embun tepung (<em>Perenospora destructor</em>)</h3>
<p>Embun bulu merupakan penyakit yang menyerang tanaman jenis bawang-bawangnan dan&nbsp; disebabkan oleh cendawan&nbsp;<em>Perenospora destructor.&nbsp;</em>Dimana penyakit ini ditularkan melalui angin dan biasanya berjangkit pada masa awal pembentukan umbi.</p>
<p>Adapun gejala dari embun bulu, yaitu ditandai dengan munculnya bintik-bintik abu-abu atau hijau pucat pada bagian ujung daun yang terserang. Ketika kelembaban tinggi dan turun hujan, maka bintik-bintik akan cepat melebar dan berubah warna menjadi ungu, kemudian tanaman akan mati.</p>
<p>Kondisi lingkungan yang optimum untuk perkembangan penyakit ini yaitu suhu 15<sup>o</sup>C dengan kelembaban yang tinggi selama 6-12 jam.</p>
<p>Cara pengendalian penyakit ini dengan cara memangkas pada bagian tanaman yang sakit kemudian memusnahkanya. Selain itu juga dapat dilakukan pengendalian secara kimia dengan menggunkan pestisida, misalnya Daconil 75 WP, Antracol 70 WP, atau Dithane M-45.</p>
<h3 class="wp-block-heading" id="4-bercak-daun-cercospora-duddiae-welles">4. Bercak daun (<em>Cercospora duddiae</em> Welles)</h3>
<p>Bercak daun pada bawang putih merupakan penyakit yang disebabkan oleh cendawan <em>Cercospora dudiae.</em> Cendawan ini memiliki konidium berwarna bening (hialin), berbentuk ramping lurus atau bengkok, pangkalnya tumpul, meruncing keujung dan memiliki banyak sekat.</p>
<p>Konidium berkecambah dengan membentuk buluh dan menginfeksi tanaman lewat stomata.</p>
<p>Serangan cendawan tersebut dimaulai dari terjadinya klorosis berbentuk bulat berdiameter 3-5mm dan berwarna kuning pada ujung-ujung bagian daun. Biasanya bercak paling banyak terdapat pada ujung sebelah luar daun.</p>
<p>Adapun cara pengendalian penyakit bercak daun yaitu dengan memusnahkan tanaman yang terserang dengan cara dibakar. Lakukan rotasi tanam yang bukan merupakan tanaman inang, sanitasi lahan dan gunakan bibit sehat.</p>
<p>Jika tanaman tekena air hujan segera siram tanaman menggunakan air bersih supaya tidak ada patogen yang menempel pada daun.</p>
<p>Selain itu gunakan agen hayati dengan cara menyemprotkan Psedomonas fluorescens 20 cc per liter air dengan volume semprot 500 liter per hektar sebanyak 1 – 2 kali per minggu.</p>
<p>Hal ini dilakukan jika terdapat tanda-tanda gejala bercak daun. Semprotkan juga fungisida untuk mengatasi penyakit tersebut.</p>
<p>Sekian artikel tentang, Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta Cara Pengendalianya. Semoga dapat menjadi referensi bagi anda yang sedang mencari informasi terkait cara mengatasi hama tanaman bawang putih.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/hama-dan-penyakit-bawang-putih/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Klasifikasi dan Morfologi Bawang Putih Secara Lengkap</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/klasifikasi-dan-morfologi-bawang-putih</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/klasifikasi-dan-morfologi-bawang-putih#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Nov 2021 03:19:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Morfologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yukuis.com/?p=311</guid>
					<description><![CDATA[Klasifikasi dan Morfologi Bawang putih&#160;(Allium sativum&#160;L.), merupakan tanaman dari ordo&#160;Asparagales&#160;dan famili dari&#160;Amaryllidaceae (Liliaceae).&#160;Bawang putih&#160;merupakan kerabat dekat dengan bawang merah, daun pray, dan bombay. Bawang putih&#160;termasuk dalam tanaman herba semusim yang pertumbuhanya mirip dengan bawang merah.&#160; Asal-usul dari bawang putih tidak diketahui secara jelas karena tanaman ini bersifat steril, sehingga sulit mengidentifikasi nenek moyang liarnya (Zohary [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Klasifikasi dan Morfologi Bawang putih&nbsp;(<em>Allium sativum&nbsp;</em>L.), merupakan tanaman dari ordo&nbsp;<em>Asparagales</em>&nbsp;dan famili dari&nbsp;<em>Amaryllidaceae (Liliaceae)</em>.&nbsp;Bawang putih&nbsp;merupakan kerabat dekat dengan bawang merah, daun pray, dan bombay.</p>
<p>Bawang putih&nbsp;termasuk dalam tanaman herba semusim yang pertumbuhanya mirip dengan bawang merah.&nbsp;</p>
<p>Asal-usul dari bawang putih tidak diketahui secara jelas karena tanaman ini bersifat steril, sehingga sulit mengidentifikasi nenek moyang liarnya (Zohary dan Hopft, 2001).<ins></ins></p>
<p>Akan tetapi para pakar meyakini bahwa bawang putih berasal dari Serbia Rusia sebelum menyebar ke Asia, Mediterania dan akhirnya Eropa (Yamaguchi 1983).</p>
<p>Sementara itu, catatan sejarah menunjukkan bahwa di Dunia Lama, penduduk Mesir dan India mengenal bawang putih sejak 5.000 tahun yang lalu. Di India, bawang putih telah digunakan sebagai obat sejak 6 SM.</p>
<p>Ada juga bukti bahwa orang Babilonia menggunakan bawang putih sekitar 4.500 tahun yang lalu.</p>
<p>Masyarakat China juga sudah menggunakannya sejak 2000 tahun yang lalu, bahkan dalam beberapa sumber tertulis disebutkan bahwa bawang putih ditanam di China sejak 4000 tahun yang lalu.</p>
<p><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bawang_putih" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">Bawang putih</a> merupakan bumbu dapur yang sejak lama telah digunakan oleh masyarakat Indosia, meskipun penggunaanya tidak sebanyak masyarakat Cina. Selain digunakan sebagai mumbu dapur, bawang putih juga memiliki manfaat sebagai obat.</p>
<p>Beberapa penelitian menyebutkan bahwa&nbsp;bawang putih&nbsp;dapat mencegah penyakit yang berkaitan dengan jantung, seperti tekanan darah tinggi, aterosklerosis, dan kolesterol. Selain itu bawang putih juga dilaporkan dapat meredakan penyakit umum seperti batuk dan demam.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Klasifikasi dan Morfologi Bawang Putih Secara Lengkap</h2>
<p>Membiasakan mengonsumsi&nbsp;bawang putih&nbsp;diketahui dapat menjaga sehetan kulit, sehingga tak heran apabila banyak prodak kecantikan yang dibuat dari bahan dasar bawang putih.</p>
<p>Kandungan kimia umbi bawang putih yang memiliki aktivitas biologi dan bermanfaat dalam pengobatan adalah senyawa organosulfur (CCRS Farmasi UGM, 2009), antara lain terdiri atas :</p>
<ol class="wp-block-list"><li>Senyawa S-ak(en)il-L-sistein sulfoksida (ACSOs), seperti : alliin dan y-glutamilsistein. Alliin merupakan prekusor allicin dan bertanggung jawab atas aroma dan cita rasa bawang putih, serta memiliki aktivitas antibakteri.</li><li>Allicin, yakni senyawa thiosulfinat yang kurang stabil. Senyawa ini mudah terdekomposisi menjadi dialil sulfida akibat pengaruh pemanasan, oksigen, dan lingkungan basa.</li><li>Senyawa-senyawa sulfur yang larut dalam lemak , seperti diallil sulfida (DAS) dan diallil disulfida (DADS).</li><li>Senyawa sulfur yang larut dalam air, seperti S-allil sistein (SAC), yang terbentuk dari reaksi enzimatik y-glutamilsistein ketika bawang putih diekstraksi dengan air. SAC aktif secara biologis, itulah sebabnya kadar SAC sering digunakan sebagai standar persiapan bawang putih untuk dikonsumsi atau tidak.</li></ol>
<p>Untuk mengenal lebih jelas mengenai&nbsp;bawang putih, maka kita perlu tahu&nbsp;Klasifikasi dan Morfologi Bawang Putih Secara Lengkap. Berikut ini adalah klasifikasi bawang putih.</p>
<h3 class="wp-block-heading">Klasifikasi Bawang Putih</h3>
<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td>Divisi</td><td> Spermatofita </td></tr><tr><td>Subdivisi</td><td> Angiospermae </td></tr><tr><td>Kelas</td><td>Monokotiledon</td></tr><tr><td>Ordo</td><td> Asparagales </td></tr><tr><td>Famili</td><td>Amaryllidaceace (Liliaceae)</td></tr><tr><td>Subfamili</td><td> Allioideae </td></tr><tr><td>Genus</td><td> Allium </td></tr><tr><td>Specsies</td><td> <em>Allium sativum&nbsp;</em>L. </td></tr></tbody></table><figcaption>Klasifikasi bawang merah</figcaption></figure>
<p>Selain&nbsp;klasifikasi dari bawang putih&nbsp;juga menyajikan morfologi bawang putih supaya anda lebih tahu lebih jelas mengenai tanaman bawang putih.</p>
<h3 class="wp-block-heading">Morfologi Bawang Putih</h3>
<p>Morfologi bawang putih terdiri dari morfologi daun, batang, bunga, akar, dan umbi. Berikut ini adalah&nbsp;morfologi bawang putih&nbsp;:</p>
<h4 class="wp-block-heading">1. Morfologi Daun</h4>
<p>Daun merupakan bagian tumbuhan yang pada umumnya memiliki fungsi yang sama yaitu berfungsi sebagai tempat pengolahan nutrisi seperti halnya daun bawang putih. Proses pengolahan makanan tersebut disebut fotosintesis.</p>
<p>Daun bawang putih merupakan daun tunggal yang bentuknya mirip seperti pita memanjang ke atas. Daun bawang putih pipih rata, tidak berlubang, ujungnya runcing, dan beralur.</p>
<p>Panjang daun bawang putih dapat mencapai 60 cm dengan lebar hingga 1,5 cm. Daun bawang putih yang masih muda memiliki warna hijau dan akan berubah menjadi putih setelah tanaman tua.</p>
<h4 class="wp-block-heading">2. Morfologi Batang</h4>
<p>Salah satu fungsi penting batang adalah untuk mengangkut air dan mineral esensial (nutrisi) yang diperoleh dari penyerapan oleh akar ke daun, dan juga sebagai jalur transportasi fotosintesis (hasil fotosintesis) dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. .</p>
<p>Bawang putih memiliki batang yang berukuran kecil dengan ukuran 0,5-1 cm dan tinggi 30-70cm. Batang bawang putih berdiri tegak dan merupakan batang semu yang terbentuk dari urat daun yang tipis namun keras.</p>
<p>Pelepah daun pada dasarnya juga merupakan kelopak daun tua yang membungkus kelopak muda. Dimana kelopak muda tersebut berada dibawahnya dan terbungkus sampai pusat batang pokok.</p>
<h4 class="wp-block-heading">3. Morfologi Bunga</h4>
<p>Pada umumnya bunga&nbsp;bawang putih&nbsp;tidak terselumbur keluar, sehingga mengakibatkan bunga hanya nampak sebagian dari luar. Bahkan terkadang bunga bawang putih tidak nampak sama sekali.</p>
<p>Sering kali bunga bawang putih tidak terbentuk karena sudah gugur terlebih dahulu ketika masih tahap tunas bunga.</p>
<p>Bunga&nbsp;bawang putih&nbsp;tersusun secara majemuk, bertangkai, berbentuk bulat seperti payung sederhana dan menghasilkan biji. Mahkota bunga berjumlah enam helai, bebas dan menyatu di bagian pangkal, bentuknya panjang meruncing, berwarna putih atau putih kehijauan.</p>
<h4 class="wp-block-heading">4. Morfologi Akar</h4>
<p>Meskipun&nbsp;bawang putih&nbsp;memiliki umbi, tetap saja tanaman ini memiliki akar. Akar bawang putih terletak pada dasar umbi atau pangkal umbi yang berbentuk seperti cakram.</p>
<p>Sistem perakaran tanaman&nbsp;bawang putih, yaitu serabut atau monokoti, pendek, dan menghujam kedalam tanah tidak terlalu dalam. Sehingga akan mudah digoyangkan oleh hembusan angin atau banyaknya air.</p>
<h4 class="wp-block-heading">5. Morfologi Umbi</h4>
<p>Umbi&nbsp;bawang putih&nbsp;merupakan umbi majemuk yang berbentuk hampir bulat dengan diameter 4-6 cm. Dalam 1 umbi terdiri dari 8-20 siung bawang putih dan keseluruhan siung dibungkus oleh selaput 3-5 selaput tipis yang berwarna putih.</p>
<p>Siung-siung pada bagian punggungya berbentuk bulat dan bagian sampinya agak bersudut. Sementara itu setiap individu dari siung dibungkus lagi oleh 2 lapis selaput tipis yang berwarna putih.</p>
<p>Dimana selaput pada bagian luar berwarna putih dan agak longar, sedangkan pada bagian dalam berwarna pink agak putih melekat pada siung. Akan tetapi, selaput yang melekat tersebut mudah untuk dikelupas.</p>
<p>Bawang putih&nbsp;memiliki aroma yang khas dan rasa yang pedas serta getir jika dimakan dalam keadaan mentah. Penggunaan bawang putih yang berlebihan akan menyebabkan perut menjadi mual, bau tak sedap pada mulut maupun badan.</p>
<p>Demikian artikel tentang, <strong>Klasifikasi dan Morfologi Bawang Putih Secara Lengkap</strong>. Semoga dapat menjadi referensi bagi anda yang sedang mencari klasifikasi maupun <a href="/tag/morfologi" target="_blank" data-type="post" rel="noreferrer noopener">morfologi</a> dari bawang putih.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/klasifikasi-dan-morfologi-bawang-putih/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
