<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
<channel>
	<title>Bakteri &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<atom:link href="https://www.santuynesia.com/blog/tag/bakteri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<description>Macul Ilmu</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Aug 2021 00:27:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
	<url>https://www.santuynesia.com/blog/santuyuploads/2021/09/santuynesia-favicon.png</url>
	<title>Bakteri &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pengertian Serta Perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/perbedaan-archaebacteria-dan-eubacteria</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/perbedaan-archaebacteria-dan-eubacteria#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2021 00:27:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bakteri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=2855</guid>
					<description><![CDATA[Perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria &#8211; Bakteri merupakan organisme paling sederhana dengan berjumlah yang banyak dan tersebar luas. Bakteri banyak ditemukan diberbagai tempat, seperti halnya di tanah, lautan, hewan, tubuh manusia, dan tempat hidup bakteri lainya. Bakteri merupakan organisme yang memiliki peran yang cukup besar dalam kehidupan di bumi. Dimana ada beberapa bakteri penyebab penyakit bagi manusia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Perbedaan <em><strong>Archaebacteria </strong></em>dan <strong><em>Eubacteria</em> </strong>&#8211;<strong> </strong>Bakteri merupakan organisme paling sederhana dengan berjumlah yang banyak dan tersebar luas. Bakteri banyak ditemukan diberbagai tempat, seperti halnya di tanah, lautan, hewan, tubuh manusia, dan tempat hidup bakteri lainya.</p>
<p>Bakteri merupakan organisme yang memiliki peran yang cukup besar dalam kehidupan di bumi. Dimana ada beberapa bakteri penyebab penyakit bagi manusia (bakteri merugikan), dan ada juga bakteri yang bermanfaat.</p>
<p>Sebelumnya<em> </em>kita telah menjeleskan tentang <a href="https://santuynesia.com/cara-bakteri-berkembang-biak" rel="nofollow noopener" target="_blank">bakteri berkembang biak </a>dengan dua cara, yaitu secara aseksual dan seksual.</p>
<p>Bakteri merupakan organisme yang tergolong dalam kingdom monera. Dalam sistem klasifikasi enam kingdom monera dibedakan lagi menjadi&nbsp;<em>Archaebacteria</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>Eubacteria.</em></p>
<p>Secara umum pengertian&nbsp;<em>Archaebacteria</em>&nbsp;adalah sel–sel paling awal dan mempunyai kedekatan dengan organisme yang mempunyai membran inti sel (Eukariotik). Archaebacteria berasal dari bahasa Yunani yang berarti Kuno.</p>
<p>Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa Archaebacteria adalah bakteria purba. Hal tersebut dikarenakan Archaebacteria&nbsp; termasuk organisme tertua yang hidup di lingkungan bumi.</p>
<p><em>Archaebacteria</em>&nbsp;ini dapat hidup dan berkembang pada habitat yang ekstream. Seperti halnya, pada telaga garam dan sumber air yang sangat panas.<ins></ins></p>
<p><em>Archaebacteria</em>&nbsp;berkembang biak dengan cara pembelahan berganda, pembelahan biner, pembentukan tusan, dan fragmentasi.</p>
<p><em>Archaebacteria&nbsp;</em>terbagi menjadi tiga macam, antara lain metanogen, termofil ekstream (&nbsp;<em>termoasidofilik&nbsp;</em>) dan halofil ekstream (&nbsp;<em>halofilik&nbsp;</em>).</p>
<p>Sementara itu,&nbsp;<em><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Eubacterium" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">Eubacteria</a></em>&nbsp;merupakan Organisme&nbsp;<em>Uniseluler</em>&nbsp;atau bersel satu yang tidak mempunyai Prokariotik (Membran Inti Sel). Dan pada umumnya&nbsp;<em>Eubacteria</em>&nbsp;juga tidak berklorofil pada bagian dinding selnya.</p>
<p><em>Eubacteria</em>&nbsp;berasal dari bahasa yunani yang berarti batang kecil sejati. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa Eubacteria termasuk organisme yang tidak mempunyai membran inti sel dan dapat hidup dimana saja.</p>
<p><em>Eubacteria</em>&nbsp;adalah bakteri yang secara umum berada di sekitar kita. Dimana bakteri ini sering kita temui dalam kehidpan sehari-hari. Akan tetapi,&nbsp;<em>Eubacteria</em>&nbsp;hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop saja &nbsp;karena ukuranya yang sangat kecil.</p>
<p>Pada pertemuan kali ini kita ingin berbagi informasi tentang perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria secara lengkap.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Pengertian Serta Perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria</h2>
<p><strong>Berikut ini adalah</strong>&nbsp;<strong>perbedaan</strong>&nbsp;<em>Archaebacteria</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>Eubacteria</em>.</p>
<figure class="wp-block-table is-style-regular"><table><tbody><tr><td><strong>Archaebacteria</strong></td><td><strong>Eubacteria</strong></td></tr><tr><td>Dinding sel tidak mengandung peptidoglikan.</td><td>dinding sel mengandung peptidoglikan.&nbsp;</td></tr><tr><td>Zat penyusun dinding sel adalah selulosa dan lipid.</td><td>Zat penyusun dinding sel adalah selulosa/ asam amino dan glutamat.</td></tr><tr><td>Terdapat beberapa jenis RNA polimerisasi.</td><td>Hanya terdapat satu jenis RNA polimerisasi.</td></tr><tr><td>Lipid membran terdiri dari beberapa hidrokarbon bercabang.</td><td>Lipd membran terdiri atas hidrokarbon yang tidak bercabang.</td></tr><tr><td>Membran plasma mengandung lipida yang berikatan eter.</td><td>Membran plasma mengandung lipida berikatan ester.</td></tr><tr><td>Intron ( bagian gen yang bukan untuk pengkodean) ada pada beberapa gen.</td><td>Intron ( bagian gen yang bukan untuk pengkodean) tidak ada.</td></tr><tr><td>Habitatnya pada tempat yang ekstrem seperti tempat yang asin sekali, panas sekali, atau dingin sekali.</td><td>Habitatnya bersifat kosmopolitan atau dapat hidup di berbagai lingkungan. Seperti halya pada tubuh organisme, tanah, air tawar, maupun air laut.</td></tr><tr><td>Tidak sensitive terhadap antibiotik.</td><td>Sensitive terhadap antibiotik.</td></tr></tbody></table><figcaption> Perbedaan <em>archaebacteria </em>dan <em>eubacteri</em>a</figcaption></figure>
<p>Demikian artikel tentang pengertian serta perbedaan&nbsp;<em>archaebacteria </em>dan <em>eubacteria </em>secara lengkap. Semoga ulasan tersebut dapat menjadi referensi belajar bagi Anda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/perbedaan-archaebacteria-dan-eubacteria/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Bakteri Berkembang Biak Beserta Contohnya</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/cara-bakteri-berkembang-biak</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/cara-bakteri-berkembang-biak#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2021 00:02:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bakteri]]></category>
		<category><![CDATA[Reproduksi Bakteri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=2850</guid>
					<description><![CDATA[Cara Bakteri Berkembang Biak &#8211; Seperti yang kita ketahui bahwa&#160;bakteri&#160;adalah organisme yang paling sederhana dimana inti selnya bersifat prokariotik. Dimana&#160;bakteri&#160;berasal dari kata latin&#160;bacterium&#160;yaitu kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Artinya bakteri merupakan organisme yang belum memiliki membran inti (kariotika). Inti sel dari organisme bakteri hanya berupa satu molekul ADN saja. Bakteri memiliki ukuran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Cara Bakteri Berkembang Biak</strong> &#8211; Seperti yang kita ketahui bahwa&nbsp;bakteri&nbsp;adalah organisme yang paling sederhana dimana inti selnya bersifat prokariotik.</p>
<p>Dimana&nbsp;<strong>bakteri</strong>&nbsp;berasal dari kata latin&nbsp;<em>bacterium</em>&nbsp;yaitu kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Artinya bakteri merupakan organisme yang belum memiliki membran inti (<em>kariotika</em>).</p>
<p>Inti sel dari organisme bakteri hanya berupa satu molekul ADN saja. Bakteri memiliki ukuran yang mikrokopik (sangat kecil) akan tetapi memiliki peran yang cukup besar dalam kehidupan di bumi.<ins></ins></p>
<p>Bakteri berjumlah banyak dan mudah ditemukan diberbagai tempat, seperti tanah, lautan, hewan, tubuh manusia, dan tempat hidup bakteri lainya.</p>
<p>Akan tetapi meskipun jumlahnya banyak dan berada dimana saja, bukan berarti bakteri menjadi ancaman bagi manusia. Ada bakteri yang dapat menyebabkan penyakit dan ada juga bakteri baik yang bermanfaat bagi manusia.</p>
<p>Bakteri memiliki bagian tubuh yaitu kromosom yang berperan dalam proses perkembangbiakan dan juga pewarisan sifat.</p>
<p>Perkembang biakan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bakteri" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">bakteri</a> terbagi menjadi dua cara, yaitu aseksual dan seksual. Berikut ini adalah cara bakteri berkembang biak secara lengkap.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Cara Bakteri Berkembang Biak Secara Lengkap</h2>
<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Perkembangbiakan bakteri secara aseksual</strong></h3>
<p>Secara umum cara bakteri berkembang biak dengan aseksual melalui proses pembelahan diri atau yang disebut juga dengan pembelahan&nbsp;<em>biner</em>.</p>
<p>Proses pembelahan biner pada bakteri diawali dengan proses replikasi DNA menjadi dua kopi DNA identik. Kemudian diikuti dengan pembelahan sitoplasma dan akhirnya terbentuk dinding pemisah di antara kedua sel anak bakteri.</p>
<p>Pembelahan diri pada bakteri ini akan terjadi secara langsung dan mampu meproduksi salinan genetik dari induknya secara tepat.</p>
<p>Pada kondisi yang ideal bakteri dapat membelah diri satu kali dalam waktu dua puluh menit. Atau dapat membelah diri sekitar 1021 anakan baru setiap harinya.</p>
<p>Pada kondisi lingkungan yang menguntungkan akan memungkinkan bakteri dapat berkembang biak secara cepat dengan jumlah banyak.</p>
<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Cara perkembangbiakan bakteri secara seksual</strong></h3>
<p>Organisme bakteri dapat dikembang biakan secara seksual atau disebut juga paraseksual. Perkembang biakan bakteri secara seksual tidak melibatkan gamet dan peleburan sel, akan tetapi berupa pertukaran materi genetik (DNA).</p>
<p>Proses perpindahan materi genetik yang semacam ini lah yang disebut juga paraseksual atau rekombinasi genetik.</p>
<p>Rekombinasi genetik terbagi menjadi tiga cara, antara lain transformasi, transduksi, dan juga konjungsi.</p>
<h4 class="wp-block-heading"><strong>a. Transformasi</strong></h4>
<p>Transformasi adalah pemindahan sedikit materi genetik (DNA.) atau hanya satu gen saja dari bakteri satu ke bakteri lainya dengan proses fisiologi yang kompleks.</p>
<p>Tokoh pertama kali yang mengenalkan cara perkembangbiakan bakteri dengan transformasi adalah&nbsp;<em>Frederick Griffith&nbsp;</em>yang dikemukakan pada tahun 1982.</p>
<p>Beberapa contoh bakteri yang melakukan transformasi antara lain&nbsp;<em>Bacillus, Pseudomonas, Neiseria, Haemophilus,&nbsp;</em>dan<em>&nbsp;Streptococus pneumonia.</em></p>
<h4 class="wp-block-heading"><strong>b. Transduksi</strong></h4>
<p>Transduksi adalah pemindahan materi genetik dari satu bakteri ke bakteri yang lain dengan perantara virus (bakteriogafe).</p>
<p>Proses transduksi ini diawali dengan masuknya virus ke dalam bakteri dan kemudian virus tersebut akan berkembang biak. Sehingga dengan begitu akan menyebabkan sel bakteri yang dimasukinya pecah.</p>
<p>Selanjutnya virus yang baru saja terbentuk akan berhamburan keluar dari sel bakteri dan menginfeksi bakteri lainya. Dengan demikian, maka akan terbentuk sel bakteri-bakteri rekombinan.</p>
<p>Cara transduksi ini dikenalkan pada tahun 1952 oleh Norton Zinder dan Joshua Lederberg.</p>
<h4 class="wp-block-heading"><strong>c. Konjungsi</strong></h4>
<p>Konjungsi adalah pemindahan DNA secara kontak langsung antara sel bakteri yang berdekatan melalui jembatan sitoplasma. Cara ini disebut juga perkembangbiakan melalui perkawinan.</p>
<p>Sel kelamin jantan merupakan pendonor atau pemberi materi genetik, sedangkan sel kelamin betina adalah penerima donor/ materi genetik. Bakteri pemberi muatan genetik ditandai dengan adanya tonjolan yang disebut dengan&nbsp;<em>philiseks</em>.</p>
<p>Dimana&nbsp;<em>philiseks</em>&nbsp;ini adalah alat yang akan menempel pada bakteri&nbsp;<em>resipen</em>&nbsp;atau penerima materi genetik.</p>
<p>Beberpa contoh bakteri yang berkonjungsi, yaitu&nbsp;<em>Pseudomonas sp.&nbsp;</em>dan<em>&nbsp;Salmonella typhi</em>.</p>
<p>Demikian artikel tentang, cara bakteri berkembang biak yang dapat <a href="https://santuynesia.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">santuynesia</a> paparkan. Semoga dapat menjadi referensi bagi Anda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/cara-bakteri-berkembang-biak/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
