<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
<channel>
	<title>Bahasa Indonesia &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<atom:link href="https://www.santuynesia.com/blog/tag/bahasa-indonesia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<description>Macul Ilmu</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Feb 2022 13:16:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
	<url>https://www.santuynesia.com/blog/santuyuploads/2021/09/santuynesia-favicon.png</url>
	<title>Bahasa Indonesia &#8211; Blog SantuyNesia</title>
	<link>https://www.santuynesia.com/blog</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sinonim dan Antonim Beserta Contohnya</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/sinonim-dan-antonim</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/sinonim-dan-antonim#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2022 13:15:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Sinonim dan Antonim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=4368</guid>
					<description><![CDATA[Pada kali ini kita akan membahas mengenai sinonim dan antonim beserta contohnya. Jadi apa itu sinonim dan antonim? yuk simak penjelasannya diberikut ini. Sinonim dan Antonim Beserta Contohnya Sinonim Sinonim adalah pasangan kata atau kelompok kata yang mempunyai arti mirip atau hampir sama. Walaupun sinonim menunjukkan kesamaan arti kata, sesungguhnya arti kata-kata itu tidaklah sama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada kali ini kita akan membahas mengenai sinonim dan antonim beserta contohnya. Jadi apa itu sinonim dan antonim? yuk simak penjelasannya diberikut ini.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Sinonim dan Antonim Beserta Contohnya</h2>
<h3 class="wp-block-heading">Sinonim</h3>
<p>Sinonim adalah pasangan kata atau kelompok kata yang mempunyai arti mirip atau hampir sama. Walaupun sinonim menunjukkan kesamaan arti kata, sesungguhnya arti kata-kata itu tidaklah sama betul.</p>
<p>Dalam kalimat tertentu, suatu kata mungkin dapat digunakan tetapi dalam kalimat lain tidak dapat digunakan atau penggunaannya selalu dipertimbangkan oleh unsur nilai rasa atau lingkungan penuturnya (kontekstual).</p>
<p>Contoh sinonim dengan kata yang sama maknanya:</p>
<ol class="wp-block-list"><li>Bung Hatta <em>telah </em>wafat (telah = sudah)</li><li>Kita merdeka <em>karena </em>jasa Bung Hatta (karena = sebab)</li><li>Bung Hatta <em>sangat </em>berjasa (sangat = amat)</li></ol>
<h3 class="wp-block-heading">Antonim</h3>
<p>Antonim adalah kata-kata yang berlawanan maknanya/berlawanan artinya.</p>
<p>Contohnya antonim:</p>
<ul class="wp-block-list"><li>Sejak sakit batuk, ia <em>pantang </em>minum es<ul><li>Ia harus meminum obat itu sesuai yang <em>dianjurkan </em>oleh dokter</li></ul></li><li>Aksi penebangan pohon merupakan <em>perusakan </em>hutan<ul><li>Pemerintah mengimbau agar warga <em>melestarikan </em>hutan.</li></ul></li></ul>
<p>Demikianlah penjelasan mengenai <a href="/tag/bahasa-indonesia">sinonim dan antonim</a> beserta contohnya. Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/sinonim-dan-antonim/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Frasa Verba Aktif dan Pasif Beserta Contohnya</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/frasa-verba-aktif-dan-pasif</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/frasa-verba-aktif-dan-pasif#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2022 13:02:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Frasa]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=4364</guid>
					<description><![CDATA[Frasa Verba Aktif dan Pasif &#8211; Sebelum mempelarai frasa, terlebih dahulu kita memahami istilah kata. Kata adalah satuan terkecil dari tata bahasa yang bermakna. Frasa atau kelompok kata terbentuk dari gabungan dua buah kata atau lebih yang tidak membentuk arti baru. Perhatikan contoh frasa berikut ini keindahan alam karya agun angkat bicara Frasa terbagi menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Frasa Verba Aktif dan Pasif</strong> &#8211; Sebelum mempelarai frasa, terlebih dahulu kita memahami istilah kata. Kata adalah satuan terkecil dari tata bahasa yang bermakna. Frasa atau kelompok kata terbentuk dari gabungan dua buah kata atau lebih yang tidak membentuk arti baru.</p>
<p>Perhatikan contoh frasa berikut ini</p>
<ol class="wp-block-list"><li><em>keindahan alam</em></li><li><em>karya agun</em></li><li><em>angkat bicara</em></li></ol>
<p><a href="https://santuynesia.com/frasa-pengertian-ciri-jenis-contoh" target="_blank" data-type="post" data-id="1589" rel="noreferrer noopener nofollow">Frasa</a> terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu frasa verba nomina, ambigu, apositif, idiomatik, adjektif, koordinatif, dan atributif. Pada kesempatan ini, kita akan mempelajari frasa verba.</p>
<p>Frasa verba adalah frasa yang berinduk pada kata kerja (verba). Frasa verba terbagi menjadi dua, yaitu frasa verba aktif dan frasa verba pastif.</p>
<p>Contohnya</p>
<ol class="wp-block-list"><li><em>makan pagi</em> -> frasa verba aktif</li><li><em>sudak terkenal</em> -> frasa verba pasif</li></ol>
<p>Demikianlah materi tentang frasa verba aktif dan pasif, semoga penjelasan ini bermanfaat untuk kita semua.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/frasa-verba-aktif-dan-pasif/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kata Kerja (verba) Aktif dan Pasif</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/kata-kerja-aktif-dan-pasif</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/kata-kerja-aktif-dan-pasif#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2022 02:44:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kata Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=4360</guid>
					<description><![CDATA[Kata kerja adalah kata yang menyatakan makna perbuatan, pekerjaan tindakan, proses atau keadaan. Secara umum, verba atau kata kerja memiliki ciri-ciri berikut ini. Verba berfungsi utama sebagai predikat atau sebagai inti predikat dalam kalimat maupun dapat juga mempunyai fungsi lain Verba mengandung makna dasar perbuatan (aksi), proses, atau keadaan yang bukan sifat atau kualitas Verba [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Kata kerja adalah</strong> kata yang menyatakan makna perbuatan, pekerjaan tindakan, proses atau keadaan. Secara umum, verba atau kata kerja memiliki ciri-ciri berikut ini.</p>
<ol class="wp-block-list"><li>Verba berfungsi utama sebagai predikat atau sebagai inti predikat dalam kalimat maupun dapat juga mempunyai fungsi lain</li><li>Verba mengandung makna dasar perbuatan (aksi), proses, atau keadaan yang bukan sifat atau kualitas</li><li>Verba khususnya bermakna keadaan, tidak dapat diberi prefiks ter- yang berarti &#8220;paling&#8221;</li></ol>
<p>Perhatikan contoh berikut</p>
<ol class="wp-block-list"><li>Pencuri itu <em>lari</em></li><li>Para siswa sedang <em>membaca </em>di perpustakaan</li><li>Orang itu tidak akan <em>pergi </em>sekarang</li><li>Bom itu <em>meledak </em>di pusat keramaian</li></ol>
<p>Kata lari, membaca dan pergi adalah kata verba yang mengandung makna perbuatan, sedangkan kata meledak adalah kata verba yang mengandung makna proses.</p>
<p>Bila dilihat dari segi bentuknya, verba dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu verba asal dan verba turunan. Verba asal adalah verba yang dapat berdiri sendiri tanpa afiks (imbuhan) dalam konteks sintaktis. Sedangkan verba turunan yaitu verba yang harus atau dapat memakai afiks, bergantung tingkat keformalan bahasa atau pada posisi sintaksisnya.</p>
<p>Adapun ditinjau dari hubungan kata kerja dengan kata benda dalam kalimat, kata kerja dibedakan menjadi kata kerja aktif dan kata kerja pasif. </p>
<p><strong>Kata kerja aktif</strong> adalah kata kerja yang berawalan <em>me-</em>, <em>ber-</em>, atau tanpa awalan. Contohnya <em>menyanyi, menulis, mencintai, berdua, berkata, makan, pergi, tidur, datang</em>.</p>
<p><strong>Kata kerja pasif</strong> adalah kata kerja yang berawalan <em>di- </em>atau <em>ter-</em>. Contohnya <em>ditinjau, dilamar, dimakan, ditembak, terlena, tertawa, tersiksa, terbawa, terkenal</em>.</p>
<p>Demikianlah ulasan mengenai <a href="https://santuynesia.com/kata-kerja-aktif-dan-pasif" rel="nofollow noopener" target="_blank">kata kerja aktif dan pasif</a>, semoga bermanfaat untuk kita semua.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/kata-kerja-aktif-dan-pasif/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Frasa: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh</title>
		<link>https://www.santuynesia.com/blog/frasa-pengertian-ciri-jenis-contoh</link>
					<comments>https://www.santuynesia.com/blog/frasa-pengertian-ciri-jenis-contoh#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2020 09:56:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://santuynesia.com/?p=1589</guid>
					<description><![CDATA[Frasa: Pengertian, jenis, ciri dan contoh &#8211; Satuan itu berpola atau tersusun dari satu kata atau lebih. Dan satuan pembentuk kalimat tersebut menduduki fungsi tertentu. Fungsi yang dimaksud tersebut yaitu (S) Subjek, (P) Predikat, (O) Objek,&#160; (Pel) Pelengkap, dan (Ket) Keterangan. Fungsi atau Unsur SPOK atau SPOPK boleh ada atau tidak dalam sebuah kalimat. Unsur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://santuynesia.com/frasa-pengertian-ciri-jenis-contoh" class="rank-math-link" rel="nofollow noopener" target="_blank">Frasa: Pengertian, jenis, ciri dan contoh</a></strong> &#8211; Satuan itu berpola atau tersusun dari satu kata atau lebih. Dan satuan pembentuk kalimat tersebut menduduki fungsi tertentu.</p>
<p>Fungsi yang dimaksud tersebut yaitu (S) Subjek, (P) Predikat, (O) Objek,&nbsp; (Pel) Pelengkap, dan (Ket) Keterangan.</p>
<p>Fungsi atau Unsur SPOK atau SPOPK boleh ada atau tidak dalam sebuah kalimat. Unsur yang wajib yaitu Subjek (S) dan Predikat (P). Fungsi di dalam kalimat biasanya berpola atas kata, frasa, maupun klausa.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Pengertian Frasa</h2>
<p><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Frasa" target="_blank" aria-label="Frasa  (opens in a new tab)" rel="noreferrer noopener nofollow" class="rank-math-link">Frasa </a>adalah satuan yang terdiri dari dua kata atau lebih yang menduduki satu fungsi kalimat. Frasa tidak bisa membentuk kalimat sempurna karena tidak mempunyai predikat. Frasa disebut juga penggabungan dua kata atau lebih yang hanya menduduki satu unsur.</p>
<p>Contoh frasa: Dinding kayu yang dipasang oleh ayah di bangunan itu patah.</p>
<p>Perhatikan penjelasan fungsi kalimat di atas, ada berapa frasa dalam kalimat tersebut? Sebelum menjawab pertanyaan itu, terlebih dahulu tentukan unsur-unsur pembentuk kalimat tersebut!</p>
<ul class="wp-block-list"><li>Dinding kayu yang dipasang oleh ayah (S)</li><li>di bangunan itu (K)</li><li>patah (P)</li></ul>
<p>Unsur (SPOK) boleh didahulukan mana saja.</p>
<p>Jika mengamati kembali batasan frasa, yaitu frasa tidak melebihi satu unsur maka banyaknya frasa pada kalimat tersebut ada dua, yaitu pada unsur S dan K. Predikat “Patah” hanya terdiri dari satu kata sehingga tidak termasuk frasa.</p>
<p>Frasa memiliki unsur yaitu:</p>
<ul class="wp-block-list"><li>D (diterangkan/dijelaskan)</li><li>M (menerangkan/menjelaskan).</li></ul>
<p>Unsur D disebut juga sebagai unsur pusat/inti dan unsur M disebut juga sebagai unsur atribut.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Ciri-Ciri Frasa</h2>
<p>Ada beberapa ciri-ciri frasa yang perlu kita ketahui, yaitu:</p>
<ol class="wp-block-list"><li>Terdiri dari dua kata atau lebih;</li><li>Memiliki satu makna gramatikal;</li><li>Memiliki makna yang dapat berubah-ubah sesuai konteks;</li><li>Frasa tidak memiliki predikat.</li></ol>
<h2 class="wp-block-heading">Jenis-Jenis Frasa</h2>
<p>Berdasarkan jenisnya:</p>
<ol class="wp-block-list"><li><strong>Frasa adjektiva</strong>, adalah frasa yang unsur D (intinya) terdiri dari kata sifat.</li><li><strong>Frasa verba</strong>, adalah frasa yang unsur D (intinya) terdiri dari kata kerja.</li><li><strong>Frasa nomina</strong>, adalah frasa yang unsur D (intinya) terdiri dari kata benda.</li><li><strong>Frasa numeralia</strong>, adalah frasa yang unsur D (intinya) terdiri dari kata bilangan.</li><li><strong>Frasa preposisional</strong> yaitu frasa yang unsur pembentukannya menggunakan kata depan sebagai unsur penjelas.</li></ol>
<p>Berdasarkan fungsinya:</p>
<p><strong>1. Frasa eksosentris</strong>, merupakan kebalikan dari frasa endosentris, yaitu frasa yang tidak memiliki unsur pusat/inti (D). Frasa ini terbagi menjadi tiga.</p>
<ul>
<li style="list-style-type: none;">
<ul>
<li><strong>Frasa Eksosentris Direktif</strong><br>Frasa ini adalah frasa yang terdiri atas preposisi (kata depan) dan nomina (kata benda). <br>Misalnya : <em>Dia pergi <span style="text-decoration: underline;">ke jurang.</span></em></li>
<li><strong>Frasa Eksosentris Nondirektif</strong><br>Frasa ini merupakan frasa yang diawali dengan kata sandang, si, sang, hang atau kata yang, para, dan kaum. <br>Misalnya : <em><span style="text-decoration: underline;">Yang tidak berkepentingan</span> dilarang masuk!</em></li>
<li><strong>Frasa Eksosentris Konektif</strong><br>Frasa ini memiliki kata penghubung (konjungsi) pada salah satu unsurnya dan berperan sebagai unsur penghubung. <br>Misalnya : <em>Mereka datang <span style="text-decoration: underline;">sesudah kami.</span></em></li>
</ul>
</li>
</ul>
<p><strong>2. Frasa endosentris,</strong> adalah frasa yang memiliki unsur pusat/inti (D) dan dapat menggantikan unsur yang lain. Frasa ini dibagi menjadi empat</p>
<ul>
<li style="list-style-type: none;">
<ul>
<li>
<p><strong>Frasa Endosentris Subordinatif (bertingkat)</strong><br>Frasa ini memiliki unsur D (inti) dan M (atribut).</p>
<p>Misalnya pada kalimat: Ayah kami membeli motor<br>Frasa pada kalimat ini terdapat pada S, yaitu ayah kami karena terdiri dari dua kata, yaitu Ayah (D) Kami (M).</p>
</li>
<li>
<p><strong>Frasa Endosentris Koordinatif (setara)</strong><br>Frasa ini terdiri dari unsur D (inti) keseluruhannya atau dengan kata lain frasa setara tidak memiliki unsur M (atribut). Frasa ini bisa disisipi dengan konjungsi (kata penghubung) dan, atau.</p>
<p>Misalnya pada kalimat berikut: Pasangan suami istri itu adalah sahabat saya. <br>Frasa suami istri dapat disisipi dengan konjungsi Semua frasa tersebut merupakan unsur D atau inti.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Frasa Endosentris Atributif Berimbuhan</strong><br>Frasa ini adalah frasa yang memiliki unsur D dan M, tetapi unsur M (atribut) memiliki imbuhan.</p>
<p>Perhatikan contoh berikut : Sekolah kami adalah sekolah kejuruan.<br>Frasa di atas terdiri dari unsur D dan M, adapun yang termasuk unsur M adalah kejuruan. Masing-masing kata tersebut memiliki imbuhan yang terdiri dari imbuhan ke-.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Frasa Endosentris Apositif</strong><br>Frasa ini adalah frasa yang memiliki penjelasan tambahan yang berfungsi sebagai penerang lebih lanjut terhadap kata atau frasa sebelumnya.</p>
<p>Perhatikan contoh berikut.: Jokowi, Presiden RI, memerintahkan untuk tidak lockdown ibukota.<br>Adapun kata-kata yang digarisbawahi tersebut merupakan frasa endosentris apositif. Frasa ini bertujuan untuk menjelaskan lebih lanjut kata/frasa/klausa sebelum atau sesudahnya.</p>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<h2 class="wp-block-heading">Contoh Frasa</h2>
<p style="padding-left: 40px;"><strong>Frasa adjektiva</strong><br>Perhatikan kalimat: Kakakku sangat cantik.<br>Frasa dalam kalimat ini adalah sangat cantik kata cantik adalah jenis kata sifat sehingga frasa.</p>
<p style="padding-left: 40px;"><strong>Frasa verba</strong><br>Perhatikan kalimat: Pesawat akan mendarat.<br>Frasa dalam kalimat ini adalah akan mendarat, kata mendarat adalah jenis kata kerja sehingga frasa akan mendarat merupakan frasa verba.</p>
<p style="padding-left: 40px;"><strong>Frasa nomina</strong><br>Perhatikan kalimat: Ayah kami membeli motor.<br>Frasa dalam kalimat ini adalah ayah kami, D M<br>kata ayah adalah jenis kata benda sehingga frasa ayah kami merupakan frasa nomina.</p>
<p style="padding-left: 40px;"><strong>Frasa numeralia</strong><br>Perhatikan kalimat Kami memiliki tiga ekor kambing.<br>Frasa dalam kalimat ini adalah tiga ekor kambing, kata tiga ekor adalah jenis (D), (M), (M)<br>kata bilangan sehingga frasa tiga ekor kambing merupakan frasa numeralia.</p>
<p style="padding-left: 40px;"><strong>Frasa preposisional</strong><br>Perhatikan kalimat: di rumah saya berdiam diri saja.<br>Frasa dalam kalimat ini adalah di rumah.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Akhir Kata</h2>
<p>Demikianlah pembahasan mengenai <a href="https://santuynesia.com/frasa-pengertian-ciri-jenis-contoh" class="rank-math-link" rel="nofollow noopener" target="_blank">Frasa</a>, kedepannya akan di beri contoh yang lain. Terimakasih telah berkunjung.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.santuynesia.com/blog/frasa-pengertian-ciri-jenis-contoh/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
