Virtual Address

Search Engine Google, Bing, Yahoo, Baidu, Yandex and Duckduckgo

Pengelolaan Modal Kerja Secara Komprehensif

Santuynesia – Pengelolaan Modal Kerja sangatlah penting untuk membantu kesuksesan suatu usaha atau bisnis dalam jangka panjang. Pengelolaan modal kerja menunjang kita agar memenuhi kewajiban yang harus dilakukan, sehingga proses kegiatan dapat berjalan dengan baik.

Secara sederhana, modal kerja adalah nilai bersih dari aset lancar dikurangi kewajiban lancar. Jika dijelaskan lebih lengkap, modal kerja adalah jumlah dari kas dan setara kas, piutang usaha, dan persediaan (bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi), dikurangi dengan hutang usaha.

Lalu apa saja hal-hal yang harus dilakukan mauapun diperhatikan dalam mengelola modal kerja secara optimal?

1. Pengelolaan Kas dan Setara Kas

Penyusunan Anggaran Kas (Cash Budget) –Anggaran kas berisi prediksi arus kas masuk dan arus kas keluar selama suatu periode. Dengan membuat anggaran kas, perusahaan memiliki pedoman dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya.

2. Pengelolaan Piutang Usaha

  • Mengumpulkan Informasi Kredit
    a) Laporan Keuangan, perusahaan dapat meminta pelanggan untuk menyediakan laporan keuangannya, seperti laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, dan sebagainya.

    b) Bank, pada umumnya memberikan bantuan kepada perusahaan yang menjadi nasabahnya dalam menyediakan informasi mengenai kredit perusahaan lainnya.

    c) Catatan pembayaran perusahaan pelanggan di masa lalu.
  • Menganalisa Kredit
    a) Character, berkaitan dengan niat pelanggan untuk memenuhi kewajibannya.
    b) Capacity, berkaitan dengan kemampuan pelanggan untuk memenuhi kewajibannya.
    c) Capital, berkaitan dengan kemampuan pelanggan untuk menyediakan modal sendiri.
    d) Collateral, berkaitan dengan jaminan yang disediakan pelanggan jika gagal memenuhi kewajibannya.
    e) Conditions, berkaitan dengan kondisi ekonomi secara umum yang mempengaruhi bisnis pelanggan
  • Menentukan Kebijakan Kredit
    a) Jangka waktu kredit, jangka waktu kredit biasanya adalah 30 hari. Hal ini dikombinasikan dengan pemberian sejumlah potongan tunai.

    b) Potongan tunai, potongan tunai mendorong pelanggan untuk membayar lebih cepat dari jangka waktu kredit yang ditentukan sehingga jangka waktu piutang dapat terpangkas. Di sisi lain, potongan tunai akan berdampak pada berkurangnya jumlah piutang yang diterima.

    c) Jenis Kredit, jenis kredit yang paling umum adalah dalam bentuk open account, yaitu penjual dan pembeli mencatat transaksi di masing-masing rekeningnya. Selain itu, perusahaan juga dapat meminta pelanggan untuk menandatangani wesel tagih (promissory note) untuk transaksi dalam jumlah besar atau ketika perusahaan memperkirakan akan terjadi masalah dalam pelunasannya.
  • Memantau Pengumpulan Piutang
    a)Mengingatkan pelanggan tentang telah jatuh temponya piutang.
    b)Menunjuk karyawan untuk menagih pelanggan secara langsung.
    c)Melakukan anjak piutang (factoring), yaitu menjual piutang kepada pihak ketiga.
    d)Melakukan upaya hukum untuk melakukan penagihan.
Baca Juga  Perbedaan Audit Internal dan Audit Eksternal

3. Pengelolaan Persediaan

  1. Biaya penyimpanan terdiri atas biaya modal atas dana yang terikat pada persediaan, biaya penyimpanan dan penanganan persediaan, biaya asuransi, penyusutan atau keusangan. Semakin banyak jumlah persediaan, semakin besar biaya penyimpanannya, dan sebaliknya.
  2. Biaya pemesanan terdiri atas biaya pengiriman order/pesanan, biaya pengiriman barang, dan penanganannya. Semakin banyak jumlah persediaan yang dipesan setiap kali pemesanan, frekuensi pemesanan yang harus dilakukan semakin berkurang, sehingga biaya pemesanan akan semakin kecil, dan sebaliknya.
  3. Biaya kehabisan persediaan terdiri atas kerugian karena kehilangan kesempatan untuk menjual, kehilangan kepercayaan pelanggan, maupun penundaan atau penghentian jadwal produksi.

4. Siklus Operasi (Operating Cycle)

Siklus operasi memiliki peran yang tak kalah penting untuk menentukan jumlah modal kerja yang dibutuhkan. Siklus operasi adalah rentang waktu antara kegiatan pembelian bahan baku dan pengumpulan kas yang berasal dari piutang perusahaan.

Baca Juga  Akad Musyarakah: Pengertian, Hukum, Rukun, Syarat, dan Ketentuan

Siklus operasi, termasuk di dalamnya adalah siklus kas, terdiri dari 3 komponen yaitu:

  1. periode perputaran persediaan (inventory turnover days) = Rata-rata persediaan/HPP x 365 hari
  2. periode penagihan piutang (average collection period). Rata-rata piutang/HPP x 365 hari
  3. periode pelunasan hutang (average disbursement period). Rata-rata hutang/HPP x 365 hari

Semakin lama periode perputaran persediaan dan periode penagihan piutang, semakin besar kebutuhan modal kerja perusahaan, sedangkan semakin lama periode hutang makan semakin kecil kebutuhan modal kerja perusahaan, demikian pula sebaliknya.


Referensi : Wardana, Girindra. “Pengelolaan Modal Kerja Secara Komprehensif” jtanzilco.com. 16 Nov 2015. 14 Des 2020 .